6 Cara Menangani Hiperpigmentasi dari Rumah

Suka kesal tidak melihat bintik-bintik gelap atau sebagian area kulit yang menggelap baik di wajah maupun di bagian tubuh lainnya? Kondisi ini dikenal dengan sebutan hiperpigmentasi dalam dunia medis. Tentu saja ini menyebalkan karena sangat mampu merusak penampilan Anda. 

Penyebab hiperpigmentasi ada banyak. Hiperpigmentasi bisa terjadi karena masalah penuaan ataupun akibat dari suatu indikasi penyakit ataupun efek penggunaan obat tertentu. Namun, penyebab paling umum dari kondisi yang dipicu oleh meningkat drastisnya melanin dalam tubuh ini adalah paparan sinar matahari yang lama dan ekstrem. 

Penyebab hiperpigmentasi boleh jadi banyak. Namun, cara menanganinya pun tidak kalah beragam. Bukan hanya bisa mengandalkan dokter, Anda bahkan bisa menangani hiperpigmentasi dengan bantuan produk-produk yang ada di rumah atau dapur Anda, seperti di bawah ini. 

Lidah Buaya 

Lidah buaya tidak hanya mampu melembapkan kulit. Bahan alami ini juga terbukti cukup efektif memudarkan hiperpigmentasi yang Anda alami.  Ini karena ;idah buaya mengandung aloin, senyawa depigmentasi alami, yang telah terbukti mencerahkan kulit dan bekerja secara efektif sebagai pengobatan hiperpigmentasi nontoksik. Anda hanya perlu mengoleskan gel lidah buaya murni ke area yang mengalami hiperpigmentasi sebelum tidur. Diamkan semalam dan bilas dengan air hangat keesokan pagi. Anda bisa mendapatkan hasil hiperpigmentasi memudar dengan pemakaian yang konsisten tiap hari. 

Cuka Apel 

Cuka sari apel juga bisa Anda coba untuk menangani masalah hiperpigmentasi. Ini karena cuka apel mengandung asam asetat yang bisa meringankan hiperpigmentasi. Pastikan, Anda melarutkan cuka apel terlebih dahulu dengan air dengan perbandingan yang sama. Setelah itu, Anda bisa mengoleskan larutan cuka apel tersebut ke area kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Diamkan selama 2—3 menit, kemudian bilas dengan air hangat. Ulangi pemakaian larutan cuka apel ini dua kali sehari sampai Anda memperoleh hasil yang diinginkan. 

Susu 

Semua jenis susu yang diolah dengan beragam cara ternyata juga bisa menjadi cara jitu menyamarkan hiperpigmentasi yang kerap membuat Anda kesal. Kemampuan susu menangani hiperpigmentasi karena cairan ini mengandung asam laktat. Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu merendam bola-bola kapas dalam susu. Kemudian, Anda hanya perlu menggosokkannya ke bagian kulit yang gelap minimal 2 kali sehari. Ulangi pemakaian setiap hari sampai Anda mendapat hasil yang memuaskan. 

Tomat 

Cobalah menangani hiperpigmentasi dengan tomat. Caranya, Anda hanya perlu memeras setengah tomat, kemudian tambahkan dengan madu dan campur keduanya secara menyeluruh hingga menyerupai pasta tomat. Setelah itu, oleskan ke area kulit yang menggelap dan bersihkan dengan air setelah didiamkan sekitar 15 menit. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The British Journal of Dermatology pada tahun 2011 menemukan, pasta tomat kaya akan likopen sehingga bisa melindungi kulit dari aspek kerusakan foto jangka pendek dan jangka panjang, termasuk dari hiperpigmentasi. Manfaat dari pasta tomat dalam mencerakan area gelap karena hiperpigmentasi biasanya mulai akan terlihat setelah pemakaian 12 minggu. 

 Teh Hijau 

Teh hijau memiliki bahan aktif utama epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Bahan aktif inilah yang dapat membantu mengubah pigmentasi kulit dalam beberapa kasus, khususnya menyamarkan hiperpigmentasi. Sebagai ulasan dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery mencatat, EGCG merupakan senyawa antioksidan yang dapat membantu memblokir proses dalam sel yang menyebabkan pigmentasi berlebih. Daun teh hijau sendiri juga mengandung asam galat dan asam ellagic bisa dapat membantu memperbaiki kondisi kulit Anda.

Bawang Merah 

Bawang merah juga bisa menjadi agen pemutih kulit yang bermanfaat bagi Anda yang bermasalah hiperpigmentasi. Sebuah studi 2011 di jurnal Natural Product Research mencatat, isolat dari bawang merah dapat memblokir tindakan sel yang menyebabkan pigmentasi berlebih. Cara menggunakan bawang merah untuk memudarkan hiperpigmentasi tidak sulit. Anda hanya perlu menggiling bawang dan memasukkannya ke dalam kantong the kosong. Kemudian, oleskan kantong tersebut ke area hiperpigmentasi secara berkala tiap hari. 

Sekarang cek dapur Anda sekarang, kira-kira peralatan perang apa saja yang Anda miliki untuk bisa memudarkan hiperpigmentasi yang merusak penampilan Anda selama? Segera coba keampuhannya untuk menangani hiperpigmentasi tersebut. 

Mengenal Ketoconazole, Obat untuk Atasi Infeksi Jamur

Mengenal Ketoconazole, Obat untuk Atasi Infeksi Jamur

Ketoconazole adalah obat resep yang tersedia dalam bentuk tablet oral, krim topikal, sampo, sabun, dan gel. Tablet oral ketoconazole hanya tersedia sebagai obat generic. Obat ini digunakan untuk merawat infeksi jamur di kulit, rambut, kuku, dan darah. Obat ini hanya akan diberikan ketika perawatan jenis lain tidak efektif bagi kondisi Anda dan menyebabkan terlalu banyak efek samping. Ketoconazole masuk ke dalam kelas obat antijamur. Kelas obat adalah kelompok obat-obatan yang bekerja dengan cara serupa. Obat-obatan tersebut biasanya digunakan untuk merawat kondisi yang sama. Ketoconazole bekerja menghentikan jamur dan ragi agar tidak menyebabkan infeksi. 

Efek samping

Sama seperti obat-obatan lain, ketoconazole dapat menyebabkan efek samping ringan hingga serius. Beberapa efek samping ringan dan biasa ditemui oleh mereka yang mengonsumsi ketoconazole adalah mual, pusing, diare, sakit perut, dan hasil tes fungsi hati yang tidak normal. Apabila efek samping tersebut bersifat ringan, gejala akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila gejala berubah parah dan tidak kunjung sembuh, hubungi dokter. 

Hubungi dokter secepatnya apabila Anda memiliki efek samping yang serius. Efek samping serius akan menimbulkan gejala seperti gangguan hati (hepatotoxicity) dengan gejala seperti hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan (anorexia), mual atau muntah, tubuh terasa lelah, sakit perut, urin yang berwarna gelap atau kotoran yang berwarna terang, kulit dan bagian putih yang berubah kuning, demam, dan ruam. Interaksi ketoconazole dapat menyebabkan perubahan di aktivitas listrik jantung yang disebut QT prolongation. QT prolongation dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan dapat mengancam nyawa. 

Hal tersebut dapat terjadi apabila Anda menggunakan tablet ketoconazole bersama obat-obatan tertentu seperti pimozide, quinidine, dofetilide, cisapride, disopyramide, methadone, dronedarone, dan ranolazine. Beritahu penyedia layanan kesehatan Anda tentang obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi sebelum Anda memulai mengonsumsi tablet ketoconazole. Dan hubungi layanan kesehatan secepatnya apabila Anda merasa pusing dan jantung berdetak dengan cepat dan tidak teratur, karena kondisi tersebut dapat menjadi gejala yang berhubungan dengan QT prolongation. 

Hanya gunakan ketoconazole sesuai dengan petunjuk dokter

Ketoconazole digunakan untuk perawatan jangka pendek. Namun, terkadang obat ini perlu dikonsumsi selama beberapa bulan. Ketoconazole hadir dengan risiko kesehatan apabila dikonsumsi dengan tidak sesuai resep yang dianjurkan, misalnya infeksi atau kondisi kulit Anda tidak akan sembuh jika Anda berhenti menggunakan obat. Selain itu, apabila Anda lupa dosis dan minum obat tidak tepat waktu, obat tidak akan bekerja dengan efektif dan bahkan berhenti bekerja sepenuhnya. Agar ketoconazole efektif atasi infeksi jamur, jumlah tertentu perlu ada di dalam tubuh setiap waktu. Anda juga dapat memiliki kadar berbahaya di dalam tubuh apabila mengonsumsi terlalu banyak. Gejala overdosis di antaranya adalah mual, muntah dan diare. Apabila Anda merasa terlalu banyak mengonsumsi ketoconazole, hubungi dokter secepatnya. 

Tablet ketoconazole juga dapat menyebabkan reaksi alergi parah, dengan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, demam, tubuh menggigil, pembengkakan di kelopak mata, mulut, dan bagian tubuh lainnya, dan ruam kulit atau kulit yang mengelupas. Apabila Anda memiliki reaksi alergi, hubungi dokter sesegera mungkin dan jangan mengonsumsi obat ini lagi. Konsumsi kembali obat yang sebelumnya menyebabkan reaksi alergi dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian. Konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran tertentu.