Bagaimanakah Pengobatan untuk Penyakit Jantung?

Bagaimanakah Pengobatan untuk Penyakit Jantung?

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Penyakit ini mengacu pada masalah dan kelainan bentuk pada jantung itu sendiri, seperti aritmia, kardiomiopati, endokarditis, penyakit jantung koroner, gagal jantung, kebocoran katup jantung, dan sebagainya. 

Salah satu penyakit jantung yang sering terjadi adalah serangan jantung. Serangan jantung terjadi karena adanya pasokan darah ke jantung terganggu, sehingga membutuhkan pasokan darah konstan yang mengandung oksigen. Apabila jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, maka otot – otot jantung akan rusak. Jantung koroner merupakan salah satu penyebab utama yang paling sering menyebabkan serangan jantung. Namun, di samping itu ada pula beberapa kondisi lainnya yang bisa memicu serangan jantung.

  1. Aneurisma

Kondisi ini terjadi karena adanya kelemahan pada dinding pembuluh darah yang pada akhirnya tidak bisa menahan tekanan darah yang mengalir melewatinya.

  1. Hipoksia

Kondisi ini merupakan kurangnya pasokan oksigen di dalam sel dan jaringan tubuh. Alhasil, sel dan jaringan tubuh tak bia menjalankan fungsi normalnya.

  1. Penyalahgunaan obat-obatan

Obat-obatan stimulan saraf bisa menyebabkan penyempitan pembuluh koroner, menghambat pasokan darah, serta bisa memicu serangan jantung.

Pengobatan tergantung kepada jenis penyakit jantung yang dialami pasien. Sebagai contoh, pada penyakit jantung yang disebabkan infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik. Meski begitu, pada umumnya metode pengobatan penyakit jantung dapat dilakukan dengan beberapa car aini.

  1. Perubahan gaya hidup

Menjalani pola hidup sehat dapat mencegah penyakit jantung makin memburuk. Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain dengan melakukan olahraga ringan 30 menit sehari, mengonsumsi makanan rendah lemak dan rendah sodium, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  1. Obat-obatan

Obat yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung tergantung kepada jenis penyakit jantung itu sendiri. Beberapa golongan obat yang umumnya digunakan dalam pengobatan penyakit jantung, antara lain.

  • ACE inhibitor berfungsi menghambat tubuh menghasilkan angiotensin sehingga menurunkan tekanan darah. Contohnya captopril dan ramipril.
  • Angiotensin II receptor blockers bekerja dengan menghambat efek angiotensin sehingga menurunkan tekanan darah. Contohnya losartan.
  • Antikoagulan berfungsi mencegah penggumpalan darah dengan menghambat kerja faktor pembekuan darah. Contohnya, heparin dan warfarin.
  • Antiplatelet, sama halnya dengan antikoagulan, antiplatelet berfungsi mencegah terbentuknya gumpalan darah dengan cara yang berbeda. Contohnya, aspirin dan clopidogrel.
  • Antagonis kalsium bekerja dengan mengatur kadar kalsium yang masuk ke otot jantung dan pembuluh darah, sehingga melebarkan pembuluh darh. Contohnya amlodipine dan nifedipine.
  • Penghambat beta bekerja dengan menekan efek adrenalin yang meningkatkan detak jantung, sehingga jantung tidak bekerja terlalu keras. Contohnya metoprolol dan bisoprolol.
  • Penurun kolesterol berfungsi meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Contohnya atorvastatin.
  • Obat digitalis bekerja dengan meningkatkan kadar kalsium pada sel jantung, sehingga meningkatkan pompa jantung. Contohnya, digoxin.
  • Nitrat berfungsi melebarkan pembuluh darah. Contohnya, nitrogliserin dan isosorbide dinitrate.
  1. Prosedur Medis

Pada beberapa kasus, dokter akan menjalankan prosedur bedah, agar kondisi pasien tidak semakin memburuk. Bedah ini terjadi bila arteri pasien hampir atau sudah tertutup seluruhnya, dokter akan memasang stent atau ring ke arteri, agar aliran darah pasien kembali normal. Prosedur yang dilakukan tergantung kepada jenis penyakit jantung dan tingkat kerusakan jantung yang dialami pasien. Prosedur lain yang sering dilakukan adalah operasi bypass jantung. Prosedur operasi ini dilakukan dengan mencangkok pembuluh darah lain, sehingga aliran darah melewati pembuluh darah yang baru tersebut.

Hal – hal yang dijelaskan di atas adalah beberapa pilihan pengobatan untuk penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Jadi jika Anda merasakan suatu kondisi yang berbeda dari kinerja jantung Anda, segeralah periksa ke dokter agar bisa mendapat pengobatan sedini mungkin.

Apa Saja Efek Samping Propranolol?

Apa Saja Efek Samping Propranolol?

Propranolol merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi masalah jantung. Obat tersebut diperoleh melalui resep dokter karena obat tersebut dapat menimbulkan efek samping bagi pasien. Efek samping propranolol bisa dalam skala ringan hingga berat.

Efek Samping yang Timbul

Berikut adalah efek samping propranolol yang kemungkinan akan terjadi pada pasien:

  1. Efek samping umum

Berikut adalah efek samping yang umum terjadi pada pasien jika mereka mengkonsumsi propranolol:

  • Mata kering.
  • Rambut rontok.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Diare.
  • Mual.
  • Lambatnya detak jantung.

Efek samping tersebut terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Jika kondisi memburuk, pasien dihimbau untuk hubungi dokter.

  1. Efek samping yang lebih serius

Mengkonsumsi propranolol juga dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius, antara lain:

  • Perubahan pada kadar gula darah.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Kulit kering dan mengelupas.
  • Sulit untuk tidur.
  • Mimpi buruk.
  • Halusinasi.
  • Kram atau lemah otot.
  • Pembengkakan pada kaki.
  • Gangguan pernafasan.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Muntah.

Efek samping yang lebih serius dapat mengancam nyawa pasien. Oleh karena itu, kondisi pasien perlu segera ditangani jika mereka mengalami masalah seperti ini.

Peringatan Sebelum Mengkonsumsi Propranolol

Ada beberapa peringatan yang perlu Anda pahami jika Anda mengkonsumsi propranolol, antara lain:

  1. Peringatan tentang reaksi alergi

Sebagian pasien mengalami reaksi alergi setelah mengkonsumsi propranolol. Reaksi alergi yang timbul adalah gatal, ruam, kesulitan untuk bernafas, dan pembengkakan pada area wajah seperti mulut.

Jika Anda alergi terhadap propranolol, Anda sebaiknya gunakan obat lain untuk mengatasi masalah jantung.

  1. Peringatan dengan penggunaan alkohol

Jika Anda mengkonsumsi propranolol, Anda tidak boleh mengkonsumsi alkohol. Mengkonsumsi alkohol dalam waktu yang dekat dengan obat tersebut dapat memperburuk efek samping pada tubuh.

  1. Peringatan tentang kondisi medis

Berikut adalah beberapa contoh kondisi medis yang tidak boleh diobati dengan propranolol:

  • Diabetes

Penderita diabetes yang mengkonsumsi propranolol dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah).

  • Sindrom Wolff-Parkinson-White

Penderita sindrom tersebut yang mengkonsumsi propranolol dapat membuat detak jantung bergerak lebih lambat.

  • Perdarahan

Pasien yang mengalami perdarahan dan mengkonsumsi propranolol dapat menghambat efek obat yang dapat mengatasi perdarahan.

  1. Peringatan terhadap kelompok tertentu

Berikut adalah beberapa kelompok yang sebaiknya tidak mengkonsumsi propranolol:

  • Ibu hamil

Ibu hamil yang mengkonsumsi propranolol dapat mengganggu kondisi janin (menurut sebuah penelitian).

  • Ibu menyusui

Ibu menyusui yang mengkonsumsi propranolol dapat menyebabkan gula darah menurun dan detak jantung bergerak lebih lambat.

  • Anak-anak

Anak-anak (di bawah 18 tahun) yang mengkonsumsi propranolol dapat menyebabkan gagal jantung.

  • Lansia

Lansia yang mengkonsumsi propranolol dapat menyebabkan penurunan fungsi hati, ginjal, dan jantung.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami gangguan jantung, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat gangguan jantung.
  • Daftar riwayat medis (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda pernah mengalami gangguan pada jantung sebelumnya?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti CT scan dan ECG. Setelah itu, dokter dapat menentukan pengobatan terhadap kondisi tersebut. Anda juga diminta untuk melakukan beberapa hal seperti berolahraga secara teratur untuk mencegah gangguan pada jantung.

Kesimpulan

Efek samping propranolol dapat menimbulkan kondisi yang beragam bagi setiap orang. Jika Anda mengalami efek samping akibat propranolol, Anda sebaiknya gunakan obat lain. Untuk informasi lebih lanjut tentang propranolol atau jantung, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Tekanan Darah Normal dan Penyakit yang Mengintai

Tekanan Darah Normal dan Penyakit yang Mengintai

Pernah dengar anjuran untuk mengurangi konsumsi garam agar tekanan darah normal? Soalnya jika jumlahnya berlebihan, garam bisa membuat tekanan darah seseorang naik. Tekanan darah normal menjadi sangat penting jika Anda tidak ingin terkena masalah kesehatan serius. Wajarnya ukuran tekanan darah normal adalah 120/90. Jika lebih daripada itu, Anda bisa tergolong tekanan darah tinggi. Sebaliknya jika jauh di bawah ambang normal, Anda terklasifikasi sebagai pengidap tekanan darah rendah. 

Berhati-hatilah apabila Anda memiliki tekanan darah yang jauh dari normal. Ini karena tekanan darah yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah bisa menyeret Anda ke berbagai penyakit komplikasi yang serius. Bahkan kadang-kadang ditemukan kasus adanya kematian mendadak yang dipicu oleh tekanan darah yang tidak normal. 

Agar Anda lebih mawas diri, mengetahui beragam penyakit yang merupakan komplikasi dari masalah tekanan darah sangatlah penting. Berikut ini beberapa penyakit serius yang kerap berhubungan dengan masalah tekanan darah tinggi ataupun tekanan darah rendah. 

  1. Serangan Jantung 

Kematian mendadak banyak berasal dari kasus serangan jantung. Untuk mencegahnya, salah satu antisipasi terbaik adalah menjaga tekanan darah normal. Ini karena serangan jantung kerap terpicu oleh tekanan darah yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Pasalnya, kondisi tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penebalan arteri. Sementara itu, tekanan darah rendah bisa mengacak-acak irama jantung Anda. 

  1. Gagal Jantung 

Masalah jantung lainnya yang mengintai seseorang dengan tekanan darah tinggi adalah gagal jantung. Pasalnya ketika Anda memiliki tekanan darah tinggi, pompa jantung bekerja lebih keras sehingga kemungkinan rusak akan semakin besar. Maka ketika gagal jantung Anda alami, organ vital ini bisa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah dan oksigen organ-organ tubuh yang lain. 

  1. Stroke 

Ketika Anda mengalami tekanan darah tinggi, bersiaplah dengan kemungkinan terburuk bahwa akan banyak pembuluh darah di tubuh Anda yang mengalami pengerasan. Tentunya pengerasan tidak hanya terjadi pada jantung, melainkan juga sangat rentan menyasar otak Anda. Jika pembuluh darah otak mengalami penebalan akibat tekanan darah Anda tidak normal, kemungkinan mengalami stroke pun bisa semakin besar. 

  1. Aneurisma 

Aneurisma merupakan kondisi ketika penonjolan pembuluh darah akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang lemah sangat mungkin disebabkan oleh tekanan darah yang terlalu tinggi. Penonjolan tersebut bisa sangat mengancam jiwa. Pasalnya jika pembuluh darah pecah di bagian organ vital, seperti otak, jantung, maupun paru-paru, kesempatan Anda bertahan hidup bisa sangat tipis. 

  1. Demensia 

Tekanan darah normal sangat berhubungan dengan kemampuan Anda mengingat sesuatu. Pasalnya ketika tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah akan menyempit sehingga kebutuhan darah dan oksigen ke otak bisa tidak terpenuhi. Begitupun ketika tekanan darah terlalu rendah, tubuh akan kehilangan cukup banyak oksigen sehingga tidak mampu menyuplai otak secara optimal. Alhasil, berbagai penyakit gangguan memori, khususnya demensia, siap menyerang Anda. 

  1. Diabetes 

Tekanan darah yang terlalu tinggi akan membuat Anda mengalami sindrom metabolisme. Berbagai gangguan metabolisme tubuh rentan Anda alami, tidak terkecuali kadar kolesterol tinggi hingga kadar insulin tinggi. Anda pun mesti bersiap-siap mengalami kadar gula darah tinggi alias diabetes apabila tekanan darah sulit dikembalikan ke kondisi normal. 

  1. Kebutaan 

Pernah membayangkan tekanan darah bisa sangat berpengaruh pada fungsi indra penglihatan Anda? Nyatanya, tekanan darah tinggi menimbulkan potensi kebutaan. Ini karena tekanan darah yang tinggi membuat pembuluh darah menebal dan bisa robek. Jika pembuluh darah yang robek berada di mata, Anda pun akan mengalami kehilangan penglihatan. 

*** 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Daripada harus berhadapan dengan berbagai penyakit serius yang mengintai, menerapkan pola hidup sehat agar tekanan darah normal selalu Anda dapatkan adalah pilihan yang jauh lebih bijaksana.