Diagnosis dan Perawatan Bonviva Osteoporosis

bonviva

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang terjadi ketika tulang Anda kehilangan terlalu banyak tulang, membuat sedikit tulang baru, ataupun keduanya. Sebagai hasilnya, tulang menjadi lemah dan mudah patah ketika Anda terjatuh. Bahkan dalam beberapa kasus, aktivitas ringan seperti bersin dan tersenggol bisa membuat tulang patah. Osteoporosis berarti tulang yang poros. Jika dilihat di bawah mikroskop, tulang yang sehat akan terlihat seperti rumah lebah. 

Ketika osteoporosis terjadi, lubang dan jarak di dalam tulang akan lebih besar dibandingkan dengan tulang yang sehat. Tulang yang terkena osteoporosis memiliki tingkat kepadatan yang rendah dan mengandung struktur jaringan yang tidak normal. Saat tulang menjadi kurang padat, tulang akan lemah dan mudah patah. Jika Anda berusia 50 tahun atau lebih dan memiliki tulang yang patah, tanyakan pada dokter untuk mendapatkan tes kepadatan tulang. Jika ditemukan osteoporosis, Anda bisa mendapatkan perawatan Bonviva, yang mana merupakan obat untuk osteoporosis.

Kepadatan tulang Anda dapat diukur menggunakan mesin yang menggunakan level sinar-X rendah untuk menentukan proporsi mineral di dalam tulang Anda. Pada saat tes yang tidak menyakitkan ini, Anda akan berbaring pada meja yang nyaman saat alat pemindai atau scanner melewati di atas tubuh Anda. Dalam banyak kasus, hanya sebagian kecil tulang saja yang akan diperiksa, biasanya di panggul dan tulang punggung. 

Rekomendasi perawatan biasanya akan berdasarkan estimasi risiko patahnya tulang dalam 10 tahun selanjutnya menggunakan informasi seperti tes kepadatan tulang. Jika risiko Anda tidak tinggi, perawatan mungkin tidak akan menggunakan obat-obatan khusus dan berfokus pada memodifikasi faktor risiko hilangnya tulang dan terjatuh. 

  • Biophosphonates

Untuk pria dan wanita dengan peningkatan risiko patah tulang, obat osteoporosis yang paling sering diresepkan adalah bisphosphonate seperti Bonviva. Namun, sama halnya dengan obat-obatan lain, obat jenis ini dapat menyebabkan efek samping seperti mual, nyeri perut, dan gejala maag. Namun, efek samping tersebut tidak akan terjadi apabila obat diminum dengan cara yang benar. Bentuk IV biophosphonates tidak menyebabkan sakit perut namun dapat menyebabkan demam, sakit kepala, nyeri otot hingga sekitar 3 hari. 

  • Obat antibodi monoclonal

Dibandingkan dengan bisphosphonates seperti Bonviva, denosumab memproduksi hasil kepadatan tulang yang lebih baik dan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya semua jenis patah tulang. Denosumab akan diberikan lewat suntikan di bawah kulit setiap 6 bulan. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan denosumba, Anda mungkin harus terus menggunakannya. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa ada risiko patah tulang kolom tulang belakang setelah penggunaan denosumab dihentikan. Anda harus mendapatkan pemeriksaan gigi sebelum memulai obat-obatan ini. Pastikan dokter gigi Anda tahu Anda sedang dalam perawatan obat ini. 

Selain penggunaan obat-obatan seperti Bonviva, perawatan osteoporosis yang lain adalah terapi yang berhubungan dengan hormon. Estrogen, terutama apabila dimulai setelah menopause, dapat membantu menjaga kepadatan tulang. Akan tetapi, terapi estrogen dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, kanker endometrial, kanker payudara, dan kemungkinan penyakit jantung. 

Oleh karena itu, estrogen biasanya digunakan untuk kesehatan tulang pada wanita yang berusia lebih muda atau pada wanita yang gejala menopause yang dialami juga membutuhkan perawatan khusus. Raloxifene meniru efek bermanfaat estrogen pada kepadatan tulang pada wanita pasca menopause, tanpa beberapa risiko yang dihubungkan dengan estrogen. Meminum obat ini dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker payudara. Konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.