Komplikasi Lupus, Dari Depresi Hingga Nefritis Lupus

Lupus adalah kondisi autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Kondisi autoimun adlaah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh Anda bertanggungjawab terhadap peradangan dan penghancuran sel-sel tubuh sendiri. Banyak orang yang menderita lupus akan mengalami versi ringan dari penyakit ini. Namun, kondisi ini dapat berubah menjadi parah, seperti nefritis lupus, tanpa adanya perawatan yang tepat. Saat ini, tidak ada obat untuk lupus. Sehingga, perawatan hanya berfokus pada mengatasi gejala dan mengurangi peradangan. 

Komplikasi lupus

Ada berbagia macam komplikasi yang berhubungan dengan lupus, seperti nefritis lupus hingga depresi. Semuanya disebabkan oleh peradangan yang berhubungan dengan kondisi ini. Komplikasi lupus dapat melibatkan masalah pada: 

  • Ginjal. Peradangan akibat lupus dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang berujung gagal ginjal. 
  • Pembuluh darah atau darah. Pembuluh darah dapat meradang akibat lupus. Kondisi ini disebut dengan istilah vasculitis. Selain itu, lupus dapat menyebabkan masalah pada penderahan dan pembekuan darah. 
  • Jantung. Lupus juga dapat menyebabkan peradangan pada jantung dan daerah di sekitarnya. Kondisi ini juga akan membuat Anda memiliki risiko lebih besar dalam menderita penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. 
  • Paru-paru. Peradangan pada paru-paru akibat lupus dapat menyebabkan pernapasan yang menyakitkan. 
  • Sistem saraf. Saat lupus memengaruhi otak, Anda dapat menderita rasa pusing, sakit kepala, dan bahkan kejang. 

Orang-orang yang menderita lupus juga lebih rentan dalam menderita infeksi. Hal ini disebabkan bukan hanya karena kondisi itu sendiri, tetapi juga karena banyak dari obat-obatna yang digunakan untuk merawat lupus melemahkan dan menekan sistem kekebalan tubuh. JIka Anda menderita lupus, sangat penting untuk mengikuti rencana perawatan yang dianjurkan oleh dokter. Dengan mengikuti rencana perawatan tersebut, Anda bisa mencegah lupus kambuh dan bertambah parah, serta membantu mencegah kerusakan organ tubuh. 

Nefritis lupus

Nefriti lupus adalah sebuah komplikasi serius yang dapat terjadi akibat lupus. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang bagian ginjal yang menyaring darah. Sangat penting untuk mengenali gejala nefritis lupus sehingga Anda bisa mencari perawatan segera. Gejala nefritis lupus di antaranya adalah urine yang berwarna gelap, urin yang berbusa, urin berdarah, sering buang air kecil, pertambahan berat badan, kaki dan pergelangan kaki yang bengkak, dan tekanan darah tinggi. 

Lupus dan depresi

Hidup dengan lupus terkadang cukup sulit. Merasa frustasi dan sedih saat menderita lupus merupakan reaksi yang alami dan umum dijumpai. Namun, sangat penting untuk menbedakan perasaan negatif sementara dengan kondisi seperti depresi. Depresi sering terjadi pada orang-orang yang menderita lupus. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2018, diperkirakan sekitar 25 persen dari orang yang mengidap lupus juga memiliki depresi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala atau tanda-tanda depresi sehingga Anda bisa mencari bantuan. Adapun tanda tersebut di antaranya adalah merasa bersalah dan sedih, rasa kepercayaan diri yang rendah, menangis tanpa sebab yang jelas, kesulitan berkonsentrasi, kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak, fluktuasi nafsu makan yang menyebabkan naik turunnya berat badan, dan Anda tidak lagi menyukai aktivitas yang sebelumnya Anda sukai. 

Nefritis lupus dan depresi adalah dua komplikasi serius yang perlu mendapatkan perawatan segera. Meskipun hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit lupus, perawatan yang berfokus dalam mengatasi gejala serta mencegah komplikasi berbahaya penting agar Anda mampu menjalani hidup dan aktivitas sehari-hari dengan normal, sehingga kualitas hidup pun meningkat.