Panduan Mendapatkan Layanan Telemedicine Gratis Selama Menjalani Isoman

Angka penularan Covid-19 hingga kini terus menurun, namun kita tetap tidak boleh lengah. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan tenaga medis untuk menekan angka penyebaran, salah satunya adalah telemedicine gratis.

Gunakan layanan telemedicine melalui smartphone selama isoman

Telemedicine gratis merupakan fasilitas konsultasi online dengan dokter tanpa dipungut biaya dan tanpa batasan waktu. Dengan begitu, dokter bisa mengidentifikasi pasien dengan konsultasi jarak jauh serta merekomendasikan penanganan sesuai kondisi pasien.

Cara Menggunakan Layanan Telemedicine Gratis

Saat menjalani isolasi mandiri, Anda bisa memanfaatkan layanan telemedicine gratis. Panduan untuk menggunakan layanan ini adalah sebagai berikut:

  • Lakukan tes PCR atau swab antigen dengan laboratorium yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Jika hasil tes Anda positif, laboratorium akan mengirimkan hasilnya ke database New All Record (NAR) Kemenkes.
  • Yang terhitung sebagai kasus positif adalah pasien dengan hasil positif COVID-19 melalui tes swab antigen maksimal dua hari sebelumnya atau tes PCR maksimal 7 hari sebelumnya.
  • Anda akan menerima pesan WhatsApp dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) apabila terkonfirmasi sebagai pasien positif Covid-19. Pesan tersebut berisi notifikasi dan kode untuk mendapatkan layanan telemedicine gratis. Anda bisa menyimpan pesan tersebut dengan melakukan screenshot.
  • Apabila belum mendapatkan pesan WhatsApp tersebut, Anda bisa cek status apakah terdaftar sebagai pasien positif Covid-19 yang menerima layanan isolasi mandiri gratis melalui website https://isoman.kemkes.go.id/. Jika terdaftar, Anda bisa screenshot bukti tersebut.
  • Untuk melakukan konsultasi dengan dokter secara online, Anda bisa memilih salah satu platform layanan telemedicine seperti SehatQ. 
  • Informasikan kepada dokter bahwa Anda adalah pasien program Kementerian Kesehatan dengan memberikan bukti screenshot yang Anda miliki.
  • Setelah melakukan konsultasi secara virtual, Anda akan mendapatkan resep digital dari dokter yang menangani melalui aplikasi atau website SehatQ.
  • Resep digital yang telah Anda dapatkan bisa diunggah ke situs isoman Kemenkes dan kemudian akan ditebus secara gratis di Kimia Farma. Obat akan dikirimkan ke alamat isolasi pasien melalui Si Cepat.

Protokol Kesehatan Selama Menjalani Isolasi Mandiri

Meskipun sedang menjalani isolasi mandiri, bukan berarti Anda tidak harus mengikuti protokol kesehatan. Setelah menggunakan layanan telemedicine gratis, Anda dapat menjalankan setiap rekomendasi pengobatan dari dokter dan menerapkan protokol kesehatan untuk mempercepat proses pemulihan.

Protokol kesehatan yang perlu jalankan selama isolasi mandiri, diantaranya adalah:

  • Tetap gunakan masker dan buang masker yang telah digunakan pada tempat yang semestinya.
  • Jangan bepergian ke tempat umum, apalagi jika menggunakan sarana transportasi publik.
  • Lakukan aktivitas di lokasi isoman dan gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga atau kerabat lain yang tinggal di satu rumah.
  • Jangan gunakan peralatan mandi, makan, atau tempat tidur secara bersamaan dengan anggota keluarga lain yang tinggal serumah.
  • Periksa suhu tubuh secara rutin dan waspadai jika terdapat gejala seperti batuk dan sesak napas.
  • Pastikan lingkungan Anda tetap bersih, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan bergizi, dan menutup hidung atau mulut ketika batuk bersin.

Dengan adanya layanan telemedicine gratis, pasien positif Covid-19 bisa mendapatkan layanan medis tanpa perlu antri di rumah sakit. Langkah ini akan membuat layanan di fasilitas kesehatan dapat difokuskan bagi pasien yang memiliki gejala sedang, berat, dan kritis. 

Pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dengan kategori tanpa sesak napas atau komorbid, serta nilai saturasi minimal 95 persen, dianjurkan untuk menjalani isolasi mandiri.

Jika Anda merasakan semakin banyak gejala seperti demam tinggi atau sesak napas, segera gunakan layanan telemedicine gratis kembali atau hubungi puskesmas terdekat untuk mengetahui langkah penanganan awal yang tepat.