Rekomendasi Obat Gangguan Saraf: Daneuron Tablet

daneuron tablet

Apabila kesehatan saraf terganggu, Daneuron Tablet bisa menjadi salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk membuat sarafmu kembali normal.  Mengapa bisa begitu? Sebab, Daneuron Tablet adalah obat yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan vitamin neurotropic. Perlu diketahui jika vitamin neurotropic bagus untuk kesehatan saraf. Yang masuk ke dalam vitamin neurotropic ialah vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.

Memangnya, gangguan saraf itu apa, sih? Nah, perlu diketahui bahwa gangguan saraf atau neuropati merupakan kondisi terganggunya fungsi saraf, yang dapat terjadi karena penyakit tertentu maupun cedera. Gejala yang dirasakan pengidap gangguan saraf berbeda-beda, mulai dari ringan seperti kram hingga yang berat seperti kelumpuhan. 

Sebelum kamu mengonsumsi Daneuron Tablet akibat terganggunya kesehatan saraf, yuk kenali dulu beberapa gangguan saraf yang dijelaskan di bawah ini. Setidaknya ada empat gangguan saraf yang perlu kamu kenali dan waspadai, yakni: 

  1. Neuropati Kranial

Ada setidaknya 12 saraf kranial atau saraf di bagian kepala. Sama seperti saraf lain, ini juga dapat terserang masalah. Neuropati kranial dibedakan menjadi dua, pertama, neuropati optic, yang merupakan kelainan saraf kranial yang punya fungsi  mengirimkan sinyal visual dari retina ke otak. 

Gangguan kedua disebut neuropati auditori yang bisa menimbulkan gangguan pada indra pendengaran. Gangguan saraf kranial jenis ini akan membuat pengiriman sinyal suara dari telinga menuju otak menjadi kacau.

  1. Neuropati Otonom

Neuropati otonom disebabkan terjadinya kerusakan pada sistem saraf involunter. Perlu diketahui bahwa sistem saraf ini mengendalikan detak jantung, sirkulasi darah, sistem pencernaan, respons seksual, keringat, dan fungsi kandung kemih. 

Neuropati otonom punya gejala yang membuat tubuh merasa mual, kembung, sering berserdawa, gangguan pada respons seksual, detak jantung cepat atau disebut takikardia, kesulitan menelan, inkontinensia fekal, gula darah rendah (hipoglikemia), kesulitan buang air kecil, sampai berkeringat secara berlebihan.

  1. Neuropati Perifer

Neuropati perifer merupakan penyakit akibat kerusakan pada sistem saraf perifer atau sistem saraf tepi. Masalah ini bisa diobati dengan Daneuron Tablet. Kerusakan pada sistem saraf tepi menyebabkan terganggunya fungsi saraf tepi dalam mengirimkan sinyal dari organ ke otak atau sebaliknya.

Sistem saraf tepi punya fungsi dalam mengirimkan sensasi fisik dari seluruh organ tubuh ke otak. Saraf tepi juga menyalurkan perintah dari otak dalam rangka menjalankan fungsi tertentu, seperti menggerakkan tubuh, mengeluarkan keringat, meningkatkan detak jantung, hingga mengatur tekanan darah.

  1. Neuropati Fokal (Mononeuropati)

Neuropati fokal termasuk kelainan saraf yang paling tidak umum. Karena jarang terjadi, belum banyak orang familier dengan gangguan ini. Gangguan saraf ini biasanya akan menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf yang berada di pergelangan tangan, kepala, atau kaki, walaupun kadang juga terjadi di saraf bagian punggung, dada, dan mata.

Penyakit yang paling sering dikaitkan dengan neuropati fokal adalah carpal tunnel syndrome (CTS).

Lalu, bagaimana dengan gejalanya? Yang patut diketahui olehmu, gejala dari neuropati fokal ini bisa muncul secara tiba-tiba dan mereda dengan sendirinya dalam enam hingga delapan minggu.

Bagi seseorang yang mengidap kondisi ini, mereka mengalami lemahnya salah satu sisi wajah, rasa kebas pada tangan atau jari, rasa sakit pada mata dan pandangan kabur atau tidak bisa fokus.

Nah, apabila kamu mengalami beberapa gejala dari gangguan saraf di atas, kamu bisa konsultasi langsung pada dokter untuk mendapat pertolongan. Dalam mengobati masalah ini, gejala atau penyebab terjadinya masalah adalah salah satu indikator penting. Dokter akan mulai “bekerja” setelah mengetahui apa yang dialami oleh penderita.

Namun, yang jelas gangguan saraf kemungkinan besar akan diobati dengan teknik terapi obat. Nah, salah satu obat yang dapat digunakan, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, adalah Daneuron Tablet.

Jumpai Dokter Saraf ketika Alami Penyakit Saraf Ini

Jumpai Dokter Saraf ketika Alami Penyakit Saraf Ini

Jika pergi ke rumah sakit yang memiliki banyak poliklinik khusus dokter spesialis, klinik dokter saraf pasti penuh dengan antrean. Ini karena dokter spesialis ini dapat menangani berbagai keluhan terkait otot, sistem saraf, juga pembuluh darah. Pasien-pasien yang pada mulanya berobat ke dokter umum dengan keluhan pusing ataupun nyeri yang tidak berkesudahan pun umumnya akan langsung dirujuk ke dokter saraf. 

Sesuai namanya, saraf menjadi bagian utama penanganan yang dapat diberikan oleh dokter spesialis yang satu ini. Di samping dokter saraf juga tergolong ahli menangani berbagai masalah otot dan jaringan yang ada di sekitarnya. Berbagai penyakit serius yang berisiko kematian besar pun sangat mungkin ditangani oleh dokter saraf. 

Berikut ini adalah beberapa penyakit serius yang biasa ditangani oleh dokter saraf. Jika Anda memiliki gejala dari salah satu penyakit di bawah ini, tidak ada salahnya pula untuk segera membuat jadwal konsultasi ke dokter saraf yang terdekat dengan domisili Anda. 

  1. Stroke 

Tiap tahunnya terdapat sekitar 6 juta kematian di dunia yang disebabkan oleh stroke berikut komplikasinya. Stroke sendiri merupakan kondisi pasokan darah dan oksigen ke otak menjadi berkurang karena terjadi penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang mengarah ke organ vital ini. Banyak orang menyadari terkena penyakit ini setelah didiagnosis mengalami serangan stroke. Namun sebenarnya, gejala stroke bisa diantisipasi sedari dini. Kesemutan yang terus berulang, pandangan kabur, hingga pusing yang terus berkelanjutan sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter saraf untuk memastikan kondisi tersebut gejala stroke atau bukan.  

  1. Epilepsi 

Epilepsi menjadi penyakit saraf yang cukup banyak diidap di dunia. Menurut World Health Organization, ada sekitar 50 juta orang yang menderita penyakit saraf ini. Epilepsi merupakan kondisi gangguan sistem saraf pusat karena adanya aktivitas listrik di otak yang tidak normal. Penderita epilepsi umumnya akan sering mengalami kejang hingga kehilangan kesadaran. Anda mungkin tidak menyadari kondisi epilepsi apabila belum mendapat gejala kejang-kejang secara berulang. 

  1. Alzheimer 

Alzheimer merupakan penyakit gangguan memori otak yang membuat penderitanya mengalami penurunan hingga penghilangan daya ingat maupun daya pikir. Dalam tingkat yang parah, penderita penyakit ini dapat kehilangan kemampuan berbicara ataupun sekadar mengidentifikasi dirinya sendiri. Penyebab dari Alzheimer disinyalir karena endapan protein di otak yang menghalangi suplai nutrisi ke organ tersebut. WHO menyatakan, ada sekitar 24 juta penderita Alzheimer di seluruh dunia yang mesti melakukan pengobatan secara terus-menerus ke dokter saraf. 

  1. Parkinson

Jangan remehkan apabila Anda kerap mengalami tremor ringan ataupun tubuh yang terasa kaku. Bisa jadi, itu merupakan gejala parkinson. Ini merupakan penyakit saraf ketika seseorang tidak mampu mengoordinasikan gerakan tubuhnya akibat adanya fungsi otak yang terganggu. Tremor maupun kekakuan tubuh merujuk ke stadium awal penyakit ini. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, gejala parkinson bisa semakin parah dan dapat membuat Anda bahkan tidak mampu untuk duduk ataupun berdiri sekalipun. 

  1. Multiple Sclerosis 

Multiple sclerosis merupakan kondisi ketika saraf pada otak, mata, juga tulang belakang mengalami gangguan. Penderita dari penyakit saraf ini cenderung mengalami masalah dalam melihat maupun menggerakkan tubuh. Gejala awal dari penyakit ini umumnya sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya, seperti tangan dan kaki yang sering terasa kebas ataupun keseimbangan yang menurun.

*** 

Jangan remehkan gejala sakit yang tidak kunjung pulih. Bisa jadi pusing ataupun kesemutan yang Anda rasakan merupakan gejala awal penyakit saraf yang mesti ditangani serius oleh dokter saraf. Maka, berobatlah!