Tips Edukasi & Cara Mencegah Diabetes Anak

Tips Edukasi & Cara Mencegah Diabetes Anak

Diabetes adalah salah satu penyakit yang diharapkan tidak dapat menimpa siapapun. Selain karena pengaruh gaya hidup, kasus diabetes juga ditemukan karena faktor keturunan atau riwayat keluarga. Bagaimana cara mencegah diabetes? Dapatkah diabetes tidak diturunkan ke anak cucu?

Studi turut menemukan bahwa diabetes tipe 2 berisiko lebih mudah terkena bagi keluarga yang memiliki riwayat keturunan diabetes. Itulah yang menjadi alasan, sebagian orangtua yang memiliki riwayat diabetes cemas dengan kondisi anak-anaknya. Namun, jangan khawatir. Sebagai orangtua kita dapat memberikan edukasi gaya hidup sehat demi mencegah diabetes pada anak. Lantas, apa saja yang harus dilakukan supaya anak-anak terhindar dari diabetes?

Diabetes pada Anak

Penyakit diabetes ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa saja. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan data kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan persentase 700% dalam jangka waktu 10 tahun.  Kasus diabetes pada anak umumnya ditemukan di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. 

Penyebab diabetes 1  pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah: kecenderungan riwayat genetik, sistem imun, faktor lingkungan, dan sistem imun. Sedangkan diabetes 2 erat kaitannya dengan gaya hidup dan pola makan. Biasanya diabetes 2 berkaitan dengan pengaruh kurangnya aktivitas fisik, obesitas, hipertensi, pola makan yang tidak seimbang, hingga kebiasaan merokok. Data yang ditemukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan persentase angka 18,8% risiko diabetes terhadap anak usia 12 tahun disebabkan oleh kelebihan berat badan dan 10,8% mengalami obesitas. 

Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Kekhawatiran orangtua terhadap anak yang memiliki riwayat diabetes dapat dicegah dengan cara mengawasi perilaku dan pola hidupnya sehari-hari. Berikut gejala yang harus diwaspadai jika anak menderita diabetes. 

Makan berlebihan

Anak dengan gejala diabetes akan merasakan lapar lebih sering meski sudah makan. Rasa lapar muncul karena jumlah insulin yang tidak optimal menyebabkan gula tidak dapat diolah menjadi energi. Jika anak makan terlalu banyak, orangtua perlu waspada dan menghimbau supaya anak makan dalam jumlah yang cukup. 

Sering merasa haus

Frekuensi buang air kecil lebih besar dialami oleh anak dengan diabetes. Rasa haus yang berlebihan menyebabkan mereka minum dalam jumlah yang banyak, namun tubuh tidak sanggup menyerap cairan dengan baik. 

Penurunan berat badan secara drastis

Biasanya berat badan anak dengan diabetes akan menurun drastis bahkan dalam waktu 2-6 minggu sebelum terdiagnosis. Penurunan berat badan disebabkan karena tubuh tidak mampu menyerap gula dalam darah, sehingga menyebabkan jaringan lemak dan otot menyusut.

Kelelahan dan suasana hati yang mudah marah

Kondisi tubuh yang tidak bisa mengolah energi akan menyebabkan gejala kelelahan. Selain itu, gangguan perilaku seperti mudah marah, murung, dan perubahan emosi yang tidak stabil bisa jadi pertanda yang harus diwaspadai. 

Cara Mencegah Diabetes pada Anak

Mencegah diabetes dapat dilakukan dengan memberlakukan kebiasaan baru yang menunjang kesehatan mereka. Terutama bagi penderita diabetes 2 yang berkaitan erat dengan gaya hidup dan pola makan, berikut tips edukasi dan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Terapkan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak, seperti: jalan-jalan sore, bermain bola, pergi ke taman atau melakukan aktivitas olahraga. Anak setidaknya membutuhkan 1 jam beraktivitas dalam satu hari. 
  • Atur berat badan supaya tetap stabil, tidak terlalu kurang maupun berlebihan. Menurunkan berat badan adalah upaya yang efektif untuk mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. 
  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih.  Anda bisa menggantinya dengan  minuman dan kudapan yang sehat.
  • Tawarkan camilan yang sehat, seperti: perbanyak makan buah, sayuran, dan umbi-umbian.
  • Kurangi aktivitas di depan layar televisi dan smartphone. Kecanduan terhadap smartphone akan menyebabkan anak malas beraktivitas. Ajari mereka untuk menggunakan smartphone atau menonton televisi dengan porsi waktu yang cukup.

Itulah tips edukasi dan cara mencegah diabetes yang bisa diterapkan pada anak. Perbanyak aktivitas olahraga, konsumsi makanan dan minuman yang sehat, serta hindari pantangan yang malah memberikan risiko diabetes lebih besar, seperti konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula.

Tanya Dokter Penyakit Dalam BIla Punya Gejala Diabetes

Tanya Dokter Penyakit Dalam BIla Punya Gejala Diabetes

Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit yang memengaruhi bagaimana tubuh Anda menggunakan gula darah (glukosa). Glukosa sangat penting bagi kesehatan Anda karena zat tersebut adalah sumber energi bagi sel-sel yang membentuk otot dan jaringan. Glukosa juga merupakan sumber utama bahan bakar bagi otak. Penyebab diabetes bervariasi tergantung tipenya. Untuk itu, penting bagi Anda agar menghubungi dan tanya dokter penyakit dalam seputar gejala yang dialami, agar diagnosa dan perawatan tepat dapat dilakukan dengan segera. Namun, tidak peduli jenis diabetes yang Anda miliki, kondisi ini dapat mengakibatkan adanya gula berlebih di dalam darah. Terlalu banyak gula di dalam darah dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan serius. 

Diabetes memiliki beberapa jenis. Tanya dokter penyakit dalam diabetes jenis apa yang Anda miliki. Kondisi diabetes kronis meliputi diabetes tipe 1 dan tipe 2. Sementara itu, kondisi diabetes yang berpotensi dapat disembuhkan yaitu adalah prediabetes dan diabetes gestasi. Prediabetes terjadi ketika level gula darah Anda lebih tinggi dibandingkan dengan angka normal, namun tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes. Namun, prediabetes dapat berubah menjadi diabetes apabila perawatan untuk mencegah kondisi bertambah parah tidak dilakukan. Di sisi lain, diabetes gestasi terjadi pada saat kehamilan dan akan sembuh setelah bayi dilahirkan. 

Gejala diabetes

Gejala kondisi ini beragam tergantung pada seberapa banyak gula darah di dalam tubuh Anda. Beberapa orang, terutama mereka dengan kondisi prediabetes atau diabetes tipe 2, terkadang tidak menunjukkan gejala apapun. Pada kasus diabetes tipe 1, gejala sering muncul dengan cepat atau bertambah lebih parah. Beberapa tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 di antaranya adalah meningkatnya rasa haus, sering buang air kecil, rasa lapar ekstrim, turunnya berat badan tanpa ada penyebab yang jelas, terdapat ketone di dalam urin, kelelahan, mudah marah, pandangan yang kabur, luka yang lambat sembuh, dan sering terjadi infeksi (misalnya infeksi kulit, gusi, ataupun vagina). Tanya dokter penyakit dalam apabila Anda menderita gejala-gejala tersebut. Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada usia berapapun, meskipun sering ditemui pada masa kanak-kanak atau remaja. Sementara diabetes tipe 2 banyak dijumpai pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun. 

Penyebab diabetes

Penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui. Namun, yang pasti adalah sistem kekebalan tubuh Anda, yang biasanya melawan bakteri dan virus berbahaya, malah berbalik menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Hal ini menyebabkan Anda kekurangan insulin atau bahkan tidak sama sekali. Alih-alih dibawa ke sel-sel tubuh, gula menumpuk di aliran darah. Tipe 1 dipercaya disebabkan karena kombinasi faktor lingkungan dan kerawanan genetik, meskipun apa faktor yang pasti tidak diketahui dengan jelas. Namun, berat badan tidak dianggap sebagai faktor diabetes tipe 1. 

Di sisi lain, pada kasus prediabetes dan diabetes tipe 2, sel-sel Anda menjadi resisten terhadap aksi insulin, dan pankreas tidak mampu membuat cukup insulin untuk mengatasi resistensi tersebut. Alih-alih bergerak menuju sel di mana gula digunakan untuk energi, gula malah menumpuk di dalam aliran darah. Sama seperti diabetes tipe 1, kerentanan genetik dan faktor lingkungan memerankan peran dalam perkembangan diabetes tipe 2, dengan kelebihan berat badan atau obesitas dihubungkan dengan kondisi ini, namun tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 memiliki gangguan kelebihan berat badan. Tanya dokter penyakit dalam untuk informasi lebih lanjut seputar diabetes, terutama apabila gejala-gejala yang disebutkan di atas terjadi pada Anda.