Jangan Diremehkan, Ini Dampak Bulimia Nervosa yang Berbahaya

bulimia nervosa

Pernahkah Anda mendengar istilah tentang bulimia nervosa? Kondisi ini merupakan salah satu jenis kelainan psikologis berupa gangguan makan. Kondisi ini lebih sering disebut dengan bulimia oleh kebanyakan orang.

Saat seseorang mengalami bulimia, mereka akan makan dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu sangat singkat. Kemudian, mereka akan secara sengaja membuat diri sakit, menggunakan obat pencahar, atau melakukan olahraga berlebihan untuk mencoba menghentikan penambahan berat badan.

Bila dibiarkan, kondisi ini bisa mengancam jiwa. Karena, saat Anda memaksakan diri untuk menghentikan penambahan berat badan, bisa saja tubuh turut kehilangan nutrisi yang sebenarnya penting.

Dampak dari bulimia nervosa pada tubuh

Meski merupakan kondisi psikologis, bulimia nervosa bisa memberikan dampak negatif juga pada fisik Anda. Beberapa dampak fisik dari bulimia adalah:

  • Ketidakseimbangan elektrolit

Tubuh Anda memerlukan elektrolit untuk menjaga kinerja saraf dan otot, serta menjaga keseimbangan asam basa, dan menjaga tubuh Anda selalu terhidrasi. Elektrolit sendiri merupakan kandungan kimia yang meliputi natrium dan kalium.

Saat Anda sengaja membuat diri Anda sakit agar makanan yang dikonsumsi tidak menambah berat badan, Anda rentan mengalami dehidrasi. Ketika tubuh dehidrasi, kandungan elektrolit dalam tubuh pun akan ikut berkurang.

Tidak seimbangnya kadar elektrolit dalam tubuh Anda bisa berujung pada penyakit jantung, bahkan kematian.

  • Masalah jantung dan tekanan darah

Dampak lainnya dari kondisi bulimia adalah peningkatan resiko masalah jantung dan tekanan darah. Jantung Anda bisa saja berdebar-debar sangat cepat, dan irama jantung Anda menjadi tidak normlal. Kondisi ini disebut dengan aritmia.

Selain itu, Anda juga bisa mengalami tekanan darah rendah. Anda akan menjadi lebih mudah pingsan karena tekanan darah yang terlalu rendah.

  • Kerusakan esofagus

Esofagus adalah saluran yang menghubungkan antara tenggorokan dengan perut Anda. Saat Anda memaksakan diri untuk muntah supaya makanan yang dikonsumsi bisa keluar kembali, esofagus Anda bisa saja menjadi robek.

Robekan pada lapisan esofagus bisa menyebabkan pendarahan hebat dan mengancam jiwa. Tanda dari robekan pada esofagus adalah adanya darah berwarna merah cerah yang keluar bersama dengan muntahan Anda.

Selain itu, bila Anda memaksakan diri untuk muntah terlalu sering dan berulang kali, esofagus mungkin tidak hanya akan robek, melainkan pecah. Apabila esofagus Anda sudah pecah, Anda sudah memasuki kondisi darurat dan memerlukan penanganan segera melalui operasi.

  • Kerusakan mulut dan gigi

Kondisi bulimia nervosa dapat memicu asam lambung. Asam lambung lama-kelamaan akan mengubah warna gigi Anda dan menyebabkan penyakit gusi.

Kerusakan gigi bisa terjadi karena asam lambung dalam muntahan bisa menyebabkan kerusakan enamel gigi. Hal ini membuat gigi Anda menjadi lebih sensitif terhadap panas dan dingin.

Selain itu, ketika muntah, sudut mulut Anda akan terluka dan menimbulkan rasa sakit. Kelenjar ludah Anda juga rentan mengalami pembesaran.

  • Masalah hormonal

Dampak lain dari kondisi bulimia nervosa adalah masalah hormonal, termasuk siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur. Selain itu, Anda juga rentan mengalami infertilitas, membuat Anda sulit untuk bisa mengandung.

Terkadang, Anda mungkin bisa tidak datang bulan sama sekali dalam beberapa waktu. Hal ini tentu tidak baik untuk kesehatan hormonal Anda.

Masih ada banyak sekali dampak lain yang ditimbulkan dari gejala bulimia nervosa bagi tubuh Anda, baik secara fisik maupun mental. Bila Anda menderita kondisi ini, Anda perlu mendapatkan penanganan segera dari psikolog sebelum dampak negatif yang ditimbulkan semakin parah, bahkan mengancam jiwa.