Stres pada Ibu Menyusui, Atasi dengan Cara Ini

Di masa menyusui, kondisi kesehatan sang ibu akan menentukan kualtias dan asupan ASI bagi bayi. Ibu menyusui perlu memperhatikan kondisi kesehatannya, baik kesehatan fisik maupun mental, guna memastikan bayi mendapatkan asupan ASI yang berkualitas dan memadai.

Salah satu masalah yang bisa mempengaruhi masa menyusui adalah stres yang dialami oleh sang ibu. Perlu diketahui, stres yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak terhadap asupan ASI. 

Apa yang terjadi jika ibu menyusui mengalami stres?

Pada dasarnya, stres bisa menyebabkan gangguan atau penurunan kesehatan pada setiap orang. Akan ada banyak hambatan pada fungsi-fungsi sel dalam tubuh ketika seseorang mengalami stres. Hal yang sama juga akan dialami oleh wanita yang sedang menyusui.

Bagi wanita menyusui, dampak stres akan paling dirasakan pada penurunan produksi ASI. Stres bisa menyebabkan penurunan refleks, sehingga suplai ASI pun akan berkurang. 

Selain itu, stres yang tidak dikelola dengan baik juga bisa menyebabkan Anda berhenti menyusui terlalu cepat, sehingga bayi tidak mendapatkan asupan ASI dengan maksimal. Oleh sebab itu, penting sekali bagi ibu menyusui untuk mengelola stres dengan baik. 

Cara mengelola stres di masa menyusui

Agar stres tidak mengganggu kualitas dan suplai ASI Anda, sebaiknya atasi stres dengan bijak melalui cara-cara berikut ini: 

  • Rutin berolahraga

Penelitian telah membuktikan bahwa olahraga bukan hanya akan meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga mental. Orang-orang yang mengalami stres bisa mengalami penurunan stres setelah rutin berolahraga.

Bagi wanita menyusui, hal ini juga bisa diterapkan. Cobalah untuk membiasakan diri berolahraga apabila Anda ingin menghindari stres di masa menyusui.

  • Hindari pemicu stres

Cobalah untuk mencari tahu apa hal-hal yang memicu stres di diri Anda. Setelah mengenali pemicu stres, Anda bisa melakukan upaya untuk menghindari pemicu tersebut. 

Contohnya, mungkin saja ibu menyusui mengalami stres ketika membaca berita-berita negatif di media. Jika demikian, hindarilah membaca berita terlalu sering. Kalau bisa, hentikan sama sekali untuk membaca berita demi menghindari stres. 

  • Melakukan teknik relaksaksi

Teknik relaksaksi adalah langkah yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri dan pikiran Anda. Teknik ini bisa diterapkan dengan mudah dimana saja dan kapan saja.

Posisikan diri Anda ke lingkungan yang sepi dan jauh dari distraksi. Kemudian, tarik napas dalam-dalam lalu buang secara perlahan. Konsentrasikan pikiran Anda pada upaya untuk menarik dan menghembuskan napas, bukan pada pikiran-pikiran negatif yang bisa menyebabkan stres. 

Hal-hal yang bisa menyebabkan stres saat menyusui

Masa menyusui bukanlah masa yang mudah untuk dilalui. Ada beberapa hal yang bisa memicu stres pada ibu menyusui, seperti:

  • Kurang tidur

Banyak ibu menyusui yang kekurangan waktu tidur. Biasanya, hal ini terjadi karena sang ibu perlu merawat bayi terus-menerus, bahkan di tengah malam sekalipun. Kualitas tidur yang buruk serta kurangnya waktu tidur bisa menyebabkan stres. 

  • Kesulitan menghadapi bayi

Tidak semua bayi memiliki sifat atau karakterisik yang sama. Terkadang, bayi yang bertemperamen buruk bisa menyebabkan stres pada sang ibu. Sang ibu akan kesulitan untuk menenangkan bayi dan ini juga bisa memicu stres. 

  • Kondisi finansial

Setelah bayi lahir, akan ada banyak kebutuhan baru yang mengharuskan Anda untuk mengeluarkan lebih banyak uang. Ini juga bisa menjadi pemicu stres, terlebih jika Anda belum mempersiapkan keuangan dengan matang sejak awal. 

Kenalilah hal-hal yang bisa memicu stres pada ibu menyusui. Jika stres sudah melanda, lakukan upaya untuk mengatasi stres agar tidak mempengaruhi kondisi ASI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *