Pusar Berair, Ini Cara Membersihkan dan Mencegahnya!

Membiarkan pusar tidak bersih atau tidak merawatnya akan membuat bakteri berbahaya berkembang di dalamnya. Tentu saja bakteri tersebut akan menyebabkan infeksi pada pusar, salah satunya adalah pusar berair

Infeksi bakteri yang menyebabkan keluarnya cairan dengan bau yang mengganggu bisa terjadi karena Anda tidak membersihkan dengan baik pusar Anda. Cairan yang keluar dari pusar bisa saja berwarna kuning atau hijau dan jika sudah lebih parah bisa menyebabkan pembengkakan dan nyeri. 

Infeksi jamur dapat menyebabkan gejala yang sedikit berbeda. Candida albicans adalah jamur yang ditemukan secara alami pada kulit yang menyukai tempat gelap dan lembab, termasuk ketiak dan selangkangan. 

Infeksi jamur candida yang terjadi akan menyebabkan ruam di dalam dan sekitar daerah yang terkena. Ruam tersebut pun akan menimbulkan rasa gatal dan merah, serta pusar berair atau cairan yang keluar akan kental dan berwarna putih pucat. 

Selain karena bekas tindik pusar dan tidak dibersihkan dan dirawat dengan baik, banyak faktor yang menyebabkan pusar berair. Seperti infeksi jamur atau bakteri yang telah di jelaskan di atas, menjalani operasi perut (ada nanah atau cairan yang mengalir dari pusar), kista, dan faktor diabetes. 

Cara mencegah pusar berair

Cara terbaik untuk mengobati pusar berair akibat jamur adalah dengan mencegah jangan sampai pada tahap infeksi. Akan tetapi bagaimana melakukannya, karena banyak sekali jamur yang ditemukan di area yang lembab! 

  • Pastikan untuk mencuci pusar dengan lembut menggunakan sabun anti bakteri setiap hari. Jika memungkinkan cuci dengan air hangat. 
  • Keringkan pusar hingga bersih setelah di cuci agar tetap kering dan tidak menjadi pusat tumbuhnya bakteri dan jamur.
  • Setelah mandi, keringkan pusar dengan baik. 
  • Hindari mencongkel atau menggaruk pusar dengan kasar.
  • Hindari berkeringat lama-lama dengan segera mencuci dan mengeringkan daerah pusar setelah beraktivitas fisik.
  • Usahakan untuk membuat pusar tetap kering sepanjangn hari.
  • Gantilah pakaian olahraga secara rutin agar Anda tidak mengenakan baju yang lembab yang bisa membasahi pusar berulang kali dan pakaian yang telah terkena keringat bisa menimbulkan jamur.
  • Kenakan pakaian yang longgar agar kulit di dalam dan sekitar pusar bisa bernapas. Pasalnya, jika kulit selalu tertutup maka akan terbentuk kelembaban dan keringat. Pakaian longgar yang terbuat dari serat alami dapat membantu kulit untuk bernapas. 
  • Krim, pelembab, dan produk antiseptik yang dijual bebas sebaiknya dihindari, kecuali yang telah diresepkan oleh dokter Anda. Pasalnya, minyak atau krim dapat menyumbat pori-pori dan menciptakan lingkungan yang sempurna untuk kuman dan bakteri tumbuh. 
  • Tindik pusar pun dapat menyebabkan banyak masalah apda beberapa orang. Selain itu, perhiasan pada pusar harus dibersihkan secara berkala untuk menghindari infeksi. 

Siapa yang rentan terkena jamur pusar?

Ketika Anda membiarkan jamur pusar terus berkembang dan bisa menginfeksi, maka pusar berair pun akan mengeluarkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu, serta rasa nyeri dan tidak nyaman. Namun, siapakah yang paling berisiko terkena jamur dan bakteri pada pusar?

Pusar sendiri memiliki berbagai bentuk dan ukuran, beberapa pusar bahkan ada yang menonjol ke luar sehingga lebih mudah dibersihkan, sementara yang lain memiliki pusar yang agak ke dalam. Infeksi pusar atau pusar berair dapat menghampiri siapapun, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orangtua. 

Namun, ada beberapa kelompok orang yang berisiko lebih tinggi terkena infeksi jamur ini. Misalnya saja seperti atlet yang memiliki keringat berlebih dalam waktu yang lama. Pusar adalah lipatan kulit yang dapat menahan keringat untuk menciptakan lingkungan yang lembab dan ramah jamur. 

Selain itu, orang yang memiliki kelebihan berat badan adalah kelompok lain yang berisiko terkena infeksi pusar. Pasalnya, orang yang obesitas cenderung lebih berkeringat dibandingkan orang dengan berat badan normal. 

Selain itu pada obesitas terdapat timbunan lemak pada perut yang dapat menutupi pusar dan menjadi surganya apra bakteri dan jamur. Kelompok lainnya adalah orang yang sedang menjalani perawatan menggunakan antibiotik. Kondisi ini dapat mendorong infeksi jamur untuk berkembang.

Membersihkan pusar secara teratur dan mengikuti beberapa tip kebersihan dan pencegahan jamur pusar dapat mencegah infeksi yang terjadi. Namun, jika pencegahan tersebut telah dilakukan namun pusar berair Anda tak kunjung membaik, disarankan untuk mengunjungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *