Kenali Penyebab Pneumonia, Pahami Gejalanya

Kenali Penyebab Pneumonia, Pahami Gejalanya

Pandemi Covid 19 membuat banyak orang makin menyadari bahayanya kondisi pneumonia. Pasalnya, tidak jarang infeksi Covid 19 ikut menginfeksi paru-paru dan menjadi penyebab pneumonia yang serius. Walaupun sebenarnya, pneumonia sendiri juga bisa dipicu oleh berbagai kondisi dan penyakit lain. 

Seseorang dikatakan mengalami pneumonia ketika kantung udara di paru-parunya mengalami peradangan yang disertai cairan dan nanah. Peradangan yang terjadi tersebut umumnya dipicu oleh adanya infeksi mikroorganisme, mulai dari virus, bakteri, sampai jamur. Di mana infeksi mikroorganisme-mikroorganisme yang parah dan menjadi penyebab pneumonia tersebut lebih rentan dialami oleh anak-anak berusia di bawah 5 tahun serta orang tua yang berusia di atas 65 tahun yang memiliki imunitas tubuh yang cukup lemah. 

Waspadai gejala pneumonia

Bukan hanya penyebab pneumonia yang mesti dikenali, Anda juga mesti memahami gejalanya. Tidak jarang seseorang dengan pneumonia terlanjur sulit ditangani karena kondisinya yang sudah parah. Memahami gejala-gejala pneumonia di bawah ini bisa membuat Anda dapat mengambil tindakan lebih cepat untuk memulihkan kondisi dengan pengobatan yang tepat. 

Kesulitan Bernapas 

Pneumonia merupakan kondisi yang menyerang bagian utama organ pernapasan Anda. Tentu saja Anda akan mengalami gejala yang membuat proses bernapas Anda tidak lagi mulus. Orang-orang dengan pneumonia hampir bisa dipastikan mengalami kesulitan bernapas dalam banyak versi. Namun pada biasanya, kesulitan bernapas yang merupakan gejala pneumonia adalah kondisi napas yang cepat dan dangkal, bahkan tidak jarang menimbulkan sesak napas bahkan saat Anda sedang tidak melakukan  kegiatan apapun. 

Nyeri Dada 

Nyeri dada kerap dikaitkan dengan kondisi jantung yang bermasalah. Namun, Anda juga harus tahu, nyeri dada bisa menjadi bagian gejala dari beragam masalah pernapasan, tidak terkecuali pneumonia. Ciri khas nyeri dada yang menandakan adanya peradangan di kantung udara akibat adanya cairan atau nanah adalah rasa nyeri tersebut muncul atau semakin berat setiap kali Anda mengambil atau mengembuskan napas. 

Takikardia 

Takikardia merupakan kondisi detak jantung yang cepat di atas 100 kali per menit. Tidak jarang takikardia menimpa penderita pneumonia. Pasalnya, ketika ada masalah di paru-paru, aliran oksigen ke jantung pun akan terimbas menjadi tidak optimal. Ini yang membuat jantung menjadi bekerja lebih berat dan meningkatkan detak jantung sampai melampaui batas wajar. 

Batuk

Jangan remehkan batuk yang Anda alami sebab batuk bisa menjadi pneumonia ataupun justru menjadi gejala dari pneumonia itu sendiri. Batuk yang mengarah pada kondisi pneumonia umumnya berjenis batuk berdahak dengan lendir kental berwarna kuning, hijau, atau cokelat. Bahkan dalam beberapa kondisi, penderita pneumonia bisa mengalami batuk darah alias hemoptysis. 

Suhu Tubuh Rendah 

Pneumonia merupakan peradangan di kantung udara paru-paru yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun jamur. Tidak heran wajar jika pada masa awal infeksi, penderita bisa mengalami demam. Namun, justru yang menjadi gejala lebih kuat yang mengarah ke pneumonia adalah suhu tubuh yang lebih rendah daripada seharusnya. Di mana suhu tubuh manusia umumnya berkisar di angka 36 derajat Celsius, namun angka yang lebih kecil sangat mungkin didapati pada penderita pneumonia. 

Menggigil 

Penderita pneumonia juga kerap merasakan kondisi menggigil. Gejala khas dari pneumonia yang satu ini pun kerap diikuti oleh produksi keringat yang berlebihan, namun berupa keringat dingin. Apakah Anda sering mengalaminya? Kewaspadaan perlu ditingkatkan, apalagi jika Anda ternyata sudah mengalami penyakit seperti flu ataupun pilek yang kerap menjadi penyebab pneumonia jika tidak tertangani dengan tepat. 

Nyeri Seluruh Badan 

Anda mungkin tidak pernah berpikir bahwa masalah pernapasan bisa menimbulkan gejala ke seluruh tubuh Anda. Nyatanya, penderita pneumonia tidak jarang mengalami nyeri di seluruh badan. Kondisi peradangan di kantung udara paru-paru membuat aliran oksigen dan darah tidak maksimal ke seluruh tubuh sehingga ikut berpengaruh pada kondisi otot dan sendi yang mengalami nyeri berlebihan. 

Gampang Merasa Bingung 

Ada gejala khas pneumonia jika penyakit ini dialami oleh orang tua. Peradangan di kantung udara paru-paru ikut berpengaruh pada asupan oksigen ke otak. Karena alasan inilah, para orang tua yang mengalami pneumonia kerap mengalami masalah fungsi memori singkat dan menjadi gampang merasa bingung. 

*** 

Penyebab pneumonia sudah dikenali dan diwaspadai? Kini saatnya Anda tidak meremehkan gejala-gejala yang mengarah ke pneumonia di atas dan segera membuat janji dengan dokter apabila beberapa gejala di atas sudah Anda rasakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *