Mengenal Gejala dan Penyebab Benda Asing dalam Rektum

Benda asing dalam rektum merupakan istilah yang menunjukkan adanya benda yang tidak semestinya berada di rektum. Letak rektum berada sebelum anus, yaitu lubang keluarnya feses dari dalam tubuh. Umumnya, benda asing dalam rektum dapat berupa makanan yang belum dicerna dengan baik atau benda yang masuk melalui lubang anus. 

Itu artinya, keberadaan benda asing dalam rektum bisa terjadi karena sengaja dimasukkan atau tertelan. Untuk mencegah adanya komplikasi yang serius, maka benda asing dalam rektum harus dikeluarkan. Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pencitraan seperti CT scan dan X-ray. 

Gejala dan Tanda Benda Asing dalam Rektum

Tidak ada tanda khusus apabila benda asing berada di rektum. Apalagi jika gangguan ini dialami oleh anak-anak maupun penderita gangguan jiwa, situasi ini akan sulit dideteksi. Namun, sebagian besar pasien yang mengalami benda asing dalam rektum akan menyadarinya dan meminta untuk dikeluarkan karena menimbulkan ketidaknyamanan.

Pada umumnya gejala yang muncul adalah rasa tidak nyaman dan nyeri di bagian anus.  Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, maka berisiko menyebabkan infeksi dan keluhan di bawah ini mungkin terjadi, misalnya:

  • Sakit perut
  • Demam
  • Susah buang air besar
  • Keluar darah saat BAB

Penyebab dan Faktor Risiko Benda Asing dalam Rektum 

Hal-hal berikut dapat menjadi pemicu timbulnya  benda asing dalam rektum:

  • Benda dan makanan yang tidak dapat dicerna dengan baik

Makanan yang berhasil dicerna tubuh sisanya akan keluar berupa tinja dengan tekstur lembek. Namun, ada juga benda yang tidak dapat dicerna dengan baik, sehingga mengalami risiko adanya benda asing di dalam rektum. Contoh benda yang sulit dicerna dan harus segera ditangani apabila masuk ke dalam rektum adalah koin, cincin, hingga tusuk gigi. 

  • Masuknya Benda Melalui Dubur

Ada beberapa kasus yang memungkinkan benda masuk ke dalam dubur. Misalnya, penggunaan sex toy seperti vibrator, maupun termometer khusus anus yang tidak sengaja pecah dan sulit dikeluarkan. 

Faktor risiko lebih tinggi dialami  oleh pasien dengan kondisi khusus, misalnya:

  • Anak-anak
  • Orang dengan gangguan jiwa
  • Korban kekerasan
  • Pernah mengalami cedera akibat tindakan medis, contohnya ujung selang enema yang patah.
  • Penggunaan benda saat aktivitas seksual

Diagnosis Benda Asing dalam Rektum

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami gangguan tersebut atau tidak perlu dilakukan beberapa prosedur khusus. Berikut langkah-langkahnya:

  • Tanya Jawab

Akuratnya diagnosis ditentukan oleh tanya jawab antara dokter dengan pasien. Itulah sebabnya, pasien diminta menjawab dengan jujur terkait kondisinya. Bila pasien adalah orang dengan gangguan jiwa dan anak-anak, maka membutuhkan dampingan dan bantuan dari keluarga maupun orang terdekat. Sehingga penjelasan dapat disampaikan dengan baik. 

  • Pemeriksaan Perut

Dokter akan memeriksa dan menekan area perut untuk memastikan ada tidaknya rasa nyeri. Apabila di bagian area tertentu sakit saat ditekan, maka dibutuhkan pemeriksaan lanjut. 

  • Pemeriksaan Dubur

Selain bagian perut, area dubur tidak kalah penting untuk diperiksa. Dokter akan mengamati ada tidaknya luka, kemudian menggunakan jari untuk mengecek kondisi rektum. Cara ini disebut dengan prosedur pemeriksaan colok dubur. 

  • Protoscope examination dan Rontgen

Protoscope examination adalah pemeriksaan menggunakan pipa kecil yang dilengkapi dngan kamera. Alat tersebut dimasukkan ke dalam anus pasien, guna memeriksa ada tidaknya benda asing dalam rektum. Selain itu, rontgen juga menjadi salah satu prosedur pemeriksaan yang bisa digunakan. Pasien diminta untuk berbaring dan diperiksa menggunakan alat rontgen. 

Itulah gejala, penyebab, dan cara diagnosis benda asing dalam rektum. Apabila mengalami ketidaknyamanan seperti gejala di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.  

Ragam Mineral dalam Suplemen Supradyn untuk Kesehatan Tubuh

Supradyn Junior Tablet  harga terbaik

Mineral merupakan nutrisi penting bagi tubuh untuk menjaganya tetap sehat. Mineral digunakan oleh tubuh untuk berbagai pekerjaan, termasuk menjaga tulang, otot, jantung, dan otak agar bekerja dengan baik. Mineral juga berperan penting dalam pembuatan enzim dan hormon.

Ada dua jenis mineral, yang anda butuhkan dalam tubuh, termasuk makromineral dan trace mineral. Makromineral dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar, yang di dalamnya termasuk kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, klorida dan belerang. 

Sedangkan trace mineral dibutuhkan dalam sejumlah kecil yang di dalamnya termasuk besi, mangan, tembaga, yodium, seng, kobalt, fluorida dan selenium. Seperti vitamin, mineral juga bisa didapatkan dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. 

Dalam beberapa kasus atau kondisi, mungkin Anda memerlukan suplemen. Suplemen mineral sekaligus vitamin yang lengkap adalah Supradyn yang juga telah terkenal sejak lama.

Suplemen Supradyn

Supradyn merupakan salah satu suplemen multivitamin dan multi-mineral yang diproduksi oleh Bayer. Suplemen ini sudah lama dikenal masyarakat. Supradyn hadir dalam formulasi khusus anak dan dewasa. Untuk anak, bentuknya berupa tablet kunyah sedangkan untuk dewasa merupakan kaplet. 

Supradyn termasuk dalam kategori dan kelas obat penunjang kombinasi dengan formula pelepas energi unik yang mengkatalisis energi di dalam sel-sel dalam tubuh. Suplemen ini termasuk aman untuk dikonsumsi setiap hari dan membantu tubuh Anda tetap fit dalam menjalani aktivitas. 

Meksi begitu, perlu diingat akan mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan dalam kemasan, oleh dokter atau pelayan kesehatan Anda. 

Ragam Mineral Beserta Manfaatnya dalam Supradyn

Ada beragam mineral dan vitamin dalam Supradyn, mulai dari vitamin A, B, C, D, E, hingga asam folat dan nikotinamida. Kesemua vitamin ini memiliki fungsi masing-masing untuk menjaga kesehatan tubuh, baik sistem kekebalan, kesehatan otak, tulang, gigi, mata, memproduksi enzim, hormon, dan sel darah, serta kesehatan kulit.

Sedangkan mineral yang terkandung termasuk makromineral dan trace mineral. Berikut daftar mineral beserta fungsinya untuk tubuh:

  • Kalsium (95,7 mg)

Kehadiran kalsium penting untuk kesehatan tulang dan gigi, membantu otot rileks dan berkontraksi, penting dalam fungsi saraf, pembekuan darah, pengaturan tekanan darah, dan kesehatan sistem kekebalan tubuh.

  • Magnesium (31,1 mg)

Magnesium banyak ditemukan di tulang dan dibutuhkan untuk membuat protein, kontraksi otot, transmisi saraf, dan kesehatan sistem kekebalan tubuh.

  • Besi (3,6 mg)

Zat besi memiliki peranan penting dalam membuat sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Pasalnya selain membuat sel darah merah, besi juga berguna untuk mengobati anemia, mengurangi kelelahan, meningkatkan daya tahan otot, meningkatkan imunitas dan konsentrasi, mengurangi memar, dan membuat tidur menjadi lebih berkualitas.

  • Mangan (0,5 mg)

Mangan membantu membuat dan mengaktifkan beberapa enzim dalam tubuh. Manfaat potensial lainnya dari mangan, yaitu memberi antioksidan, mendukung kesehatan tulang, menurunkan gula darah, dan menyembuhkan luka. 

  • Fosfor (191,5 mg)

Fosfor menjadi mineral yang membantu membangun tulang dan gigi yang kuat, serta membantu melepaskan energi dari makanan.

  • Tembaga (0,4 mg)

Tembaga hadir untuk membantu dalam menghasilkan sel darah merah dan putih. Mereka juga memicu pelepasan zat besi untuk membentuk hemoglobin, serta dianggap penting untuk pertumbuhan bayi, perkembangan otak, sistem kekebalan dan tulang yang kuat.

  • Seng atau Zinc (3 mg)

Zinc merupakan bagian dari banyak enzim dan memiliki banyak manfaat. Manfaat dari zinc, di antaranya diperlukan untuk membuat protein dan materi genetik, memiliki fungsi dalam persepsi rasa, penyembuhan luka, perkembangan janin normal, produksi sperma, pertumbuhan normal dan pematangan seksual, kesehatan sistem kekebalan tubuh

Setiap mineral dalam Supradyn telah diformulasikan dengan kadar atau komposisi yang sesuai kebutuhan. Anda bisa mengonsumsinya dengan aman sesuai dosis yang telah ditetapkan, yaitu 1 kaplet 1 kali sehari setelah makan. 

Namun, pastikan bahwa Anda tidak memiliki alergi dari satu atau beberapa kandungannya. Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mengambil suplemen tambahan sebagai pelengkap nutrisi Anda. 

Temukan lebih banyak informasi seputar Supradyn Junior di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa berkonsultasi gratis dengan dokter di aplikasi ini atau membeli Supradyn Junior di Toko SehatQ, dijamin asli!

5 Tips Menghilangkan Bau Ketiak, Coba Menggunakan Bedak Ketiak

Bau ketiak yang menyengat tentu akan mengganggu aktivitas. Ada berbagai cara untuk mengatasinya, mulai dari menjaga kebersihan tubuh hingga menggunakan berbagai produk deodoran atau bedak ketiak.

Tips Menghilangkan Bau Ketiak

Bau ketiak dan bau badan bisa dihilangkan dengan beberapa cara. Selain menjaga kebersihan dan mandi dengan benar, bisa juga menggunakan bahan alami. 

  1. Menggunakan deodoran atau bedak ketiak

Menggunakan deodoran atau bedak ketiak bisa untuk  mengatasi bau ketiak yang tidak sedap.

Hal ini karena bau ketiak bisa tertutupi oleh aroma deodoran. Selain itu, deodoran juga akan menghentikan reaksi antara bakteri dan keringat karena tingkat keasaman kulit jadi meningkat. 

Anda juga bisa menggunakan bedak ketiak seperti MBK atau Harum Sari. Bedak ini fungsinya juga sama, yaitu untuk menghilangkan bau tidak sedap pada ketiak. 

  1. Menjaga kebersihan tubuh

Kebersihan tubuh juga perlu dijaga agar tidak menyebabkan munculnya bau tubuh dan bau ketiak.

Anda perlu mandi dua kali sehari dan gunakan sabun untuk membersihkan kulit dari bakteri. Lalu, keringkan tubuh agar kulit tidak lembap dan bakteri pun tidak dengan cepat berkembang biak. 

  1. Menjaga kebersihan pakaian

Pakaian juga menjadi kunci untuk menghilangkan bau badan dan bau ketiak. Buat Anda yang mudah berkeringat berlebihan, maka perlu memilih pakaian dengan serat alami, misalnya katun. 

Rajinlah mengganti baju jika sudah berkeringat. Hindari mengenakan baju yang basah, sebab ini akan membuat bakteri jadi lebih mudah berkembang biak. 

Cuci baju dengan bersih, tambahkan pewangi, lalu jemur di bawah sinar matahari agar membunuh semua bakteri yang menempel. Perhatikan pula tempat penyimpanan baju yang bersih dan kering agar kebersihannya tetap terjaga.

  1. Mengatur makanan

Bau ketiak bisa juga dikurangi dengan mengatur dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebab, ada beberapa makanan yang dapat menyebabkan munculnya bau tidak sedap, seperti makanan pedas dan panas, bawang-bawangan, hingga minuman beralkohol. 

Dengan mengurangi makanan-makanan ini, maka diharapkan juga bisa mengurangi bau ketiak. 

  1. Mengoleskan cuka apel

Selain itu, Anda juga bisa mengurangi bau badan dengan mengoleskan cuka apel di ketiak secara langsung atau menggunakan kapas. 

Lakukan 2 kali sehari untuk hasil yang lebih optimal. Namun perlu diingat bahwa aroma dari cuka apel sendiri juga kurang sedap, jadi Anda perlu menakar saat mengoleskannya. 

Hilangkan Bau Ketiak dengan Bedak Ketiak

Mungkin untuk sebagian orang, ada yang menggunakan deodoran dalam bentuk bedak. Ada 2 merek bedak ketiak yang terkenal, yaitu Harum Sari dan MBK. 

Dari segi kandungan, bedak MBK hanya terdiri dari 3 komposisi, seperti tawas, perfume, dan talc. Sedangkan bedak ketiak Harum Sari terdiri dari talc, alumunium sulfate, parfum, kaolin alcohol, magnesium carbonate, tricosan, zincoxide, serta propylene glycol. 

Untuk penggunannya sendiri, tidak susah namun perlu dilakukan secara tepat. Tujuannya agar produk ini bisa bekerja secara maksimal mencegah bau ketiak. 

Anda harus membersihkan area ketiak sebelumnya. Bisa digunakan setelah mandi dan harus dikeringkan terlebih dahulu. Jika sudah kering, taruh bedak secukup di telapak tangan atau bagian jari. Aplikasikan dengan cara gosok lembut di ketiak secara keseluruhan dan merata. 

Anda tidak perlu khawatir, sebab penggunaan bedak ketiak MBK tidak meninggalkan noda pada pakaian seperti produk deodoran lainnya. 

Sebab, tidak ada kemungkinan kandungan aluminium dalam bedak ini yang akan bereaksi sehingga tidak akan menimbulkan noda.

Selain itu, bedak ketiak ini bisa lho digunakan oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun laki-laki punya produksi kelenjar keringat yang lebih banyak jika dibandingkan wanita.

Mengenal Tugas dan Keahlian Dokter Spesialis Kandungan

Mengenal Tugas dan Keahlian Dokter Spesialis Kandungan

Mengenal tugas dan keahlian dokter spesialis kandungan. Dokter spesialis kandungan dikenal juga sebagai dokter obgyn dan memiliki gelar SpOG. Tahukah Anda, kalau dokter spesialis kandungan tidak cuma bisa memeriksa kondisi ibu hamil?

Dokter obgyn merupakan istilah yang berasal dari singkatan obstetri dan ginekologi. Keduanya adalah cabang ilmu kedokteran yang berbeda, namun memiliki lingkup pelayanan yang sama, yaitu seputar masalah kesehatan perempuan. 

Obstetri adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari masalah kehamilan dan persalinan. Sementara Ginekologi, merupakan cabang ilmu kedokteran yang fokus mempelajari sistem dan organ reproduksi perempuan.

Di Indonesia, kedua cabang ilmu ini tergabung dalam satu spesialisasi yang disebut dengan istilah obgyn, atau istilah lainnya dokter spesialis kandungan.

Lalu, apa saja tugas dan keahlian dokter spesialis kandungan?

Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Kandungan

Tugas dari dokter spesialis kandungan tidak terbatas pada memeriksa kondisi ibu hamil saja. Berikut adalah beberapa hal yang ditangani dokter spesialis kandungan.

  • Memeriksa kesehatan ibu hamil
  • Memeriksa janin selama masa kehamilan
  • Pengendalian kehamilan
  • Infeksi kelamin
  • Infertilitas
  • Memeriksa penyakit kanker seperti kanker serviks, kanker rahim, dan kanker ovarium
  • Infeksi saluran kemih
  • Pengobatan penyakit seksual menular
  • Masalah seputar menstruasi
  • Menopause
  • Keputihan yang tidak normal
  • Gangguan hormonal yang mempengaruhi sistem reproduksi perempuan
  • Gangguan tentang kesehatan seksual, seperti libido, vagina kering, dan nyeri saat berhubungan seksual
  • PCOS, kista ovarium, radang panggul, mioma rahim dan endometriosis

Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan Dokter Spesialis Kandungan

Tergantung dari kondisi pasiennya, dokter spesialis kandungan bisa melakukan berbagai tindakan medis, diantaranya sebagai berikut ini.

  • Melakukan diagnosa
  • Perawatan dan pencegahan
  • Persalinan, baik normal maupun caesar
  • Ultrasonografi
  • Histerektomi, atau pengangkatan rahim
  • Pap smear
  • Vaksinasi HPV
  • Mammogram
  • Operasi panggul
  • Biopsi
  • Perawatan dan konsultasi kesuburan
  • Pembuahan bayi tabung
  • Pengangkatan jaringan tidak normal seperti kista dan fibroid

Kapan Saat yang Tepat ke Dokter Kandungan

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa dokter spesialis kandungan tidak hanya mengurusi masalah kehamilan saja. 

Oleh karena itu, Anda bisa datang ke dokter kandungan jika Anda memiliki beberapa masalah atau keluhan seperti infeksi pada area produksi, keputihan tidak biasa, menstruasi telat, hingga menopause. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan faktor resiko kanker.

Perempuan sehat juga dibolehkan mengunjungi dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sistem reproduksi dan mencegah potensi penyakit yang mungkin terjadi. Pemeriksaan ini penting bagi perempuan di atas 21 tahun, khususnya yang telah aktif berhubungan secara seksual.

Demikian penjelasan untuk mengenal tugas dan keahlian dokter spesialis kandungan. Dokter spesialis kandungan memang tidak cuma memiliki tugas dan keahlian dalam menangani kondisi kehamilan, namun juga masalah organ reproduksi.

Hal ini tentunya penting bagi perempuan untuk memeriksakan kondisinya. Tak perlu malu untuk mengunjungi dokter kandungan saat sedang mengalami masalah yang berkaitan dengan menstruasi, terkena infeksi, atau hubungan seksual.

Mengenal Jenis-jenis Bekuan Darah

Bekuan darah atau gumpalan darah merupakan proses penting yang membuat darah menggumpal seperti gel. Gumpalan tersebut nantinya akan terbentuk di pembuluh darah atau arteri. Ini merupakan respon tubuh terhadap cedera yang mencegah Anda kehilangan banyak darah seperti kecelakaan atau terluka. Namun jika gumpalan tersebut terbentuk di dalam salah satu pembuluh darah dan tidak larut dengan sendirinya, hal ini bisa berbahaya.

Jenis Bekuan Darah

Sistem peredaran darah manusia terdiri dari pembuluh darah vena dan arteri. Gumpalan darah bisa terbentuk di kedua pembuluh darah tersebut.

Gumpalan darah yang terbentuk di arteri disebut trombosis arteri. Gumpalan tersebut harus segera mendapatkan penanganan yang tepat. Orang yang mengalami gumpalan arteri akan merasakan gejala seperti nyeri parah atau kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Sedangkan gumpalan darah yang terjadi di vena disebut deep vein thrombosis. Gumpalan ini terbentuk di salah satu pembuluh darah vena dalam yang biasanya terjadi di kaki, lengan atau bahkan otak.

Gejala Bekuan Darah

Tanda dan gejala bekuan darah berbeda-beda tergantung dimana bekuan darah itu terbentuk, berikut penjelasannya:

1.Kaki atau Lengan

Kaki bagian bawah merupakan tempat paling umum terjadinya bekuan darah. Beberapa gejala bekuan darah pada kaki atau lengan meliputi:

  • Pembengkakan
  • Nyeri
  • Sensasi hangat
  • Kemerahan

Gejala tersebut bergantung seberapa besar gumpalan yang ada. Jika gumpalan kecil maka Anda bisa saja tidak memiliki gejala apapun atau hanya mengalami bengkak ringan yang tidak terlalu sakit. Namun jika gumpalannya cukup besar, maka bukan hanya bengkak yang akan Anda rasakan, Anda juga akan merasakan sakit yang lebih parah.

2.Jantung

Gumpalan darah atau bekuan darah yang berada di jantung menjadi salah satu penyebab utama serangan jantung. Meski jarang terjadi namun masih ada beberapa orang yang bisa mengalaminya. Gejala bekuan darah di jantung yaitu:

  • Sakit pada dada
  • Pusing
  • Sesak napas

Serangan jantung terjadi karena bekuan darah menyumbat arteri koroner sehingga membuat jantung kekurangan oksigen.

3.Perut

Gumpalan darah juga bisa terjadi di pembuluh darah yang mengalirkan darah dari usus. Hal ini bisa disebabkan oleh kehamilan, penyakit pada hati, kanker, penggunaan pil kb atau divertikulitis (peradangan pada divertikula). Orang yang mengalami gumpalan darah di perut akan merasakan gejala seperti:

  • Sakit perut yang parah
  • Diare
  • Mual
  • Muntah

Namun gejala tersebut bisa mengindikasikan Anda terkena virus atau keracunan makanan. Untuk itu, penting untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

4.Otak

Bekuan darah juga bisa terjadi di otak yang merupakan penyebab utama stroke. Ini disebabkan bekuan darah yang menghalangi darah dan oksigen mencapai otak. Jika otak tidak menerima oksigen yang cukup maka, sel-sel otak akan mengalami kematian.

Gejala bekuan darah di otak antara lain:

  • Sakit kepala parah
  • Kesulitan bicara
  • Mengalami masalah penglihatan
  • Mati rasa pada lengan atau kaki
  • Kelemahan pada wajah

Gejala tersebut terjadi pada sisi tubuh yang berlawanan dari lokasi bekuan darah. Gumpalan darah juga bisa menyebabkan emboli karena terpotongnya suplai darah ke otak, hal ini harus segera mendapatkan penanganan medis.

5.Paru-paru

Gumpalan darah juga bisa terjadi di paru-paru sehingga menyebabkan emboli paru. Ini bisa merusak paru-paru karena terbatasnya aliran darah dan adanya penurunan kadar oksigen dalam darah sehingga harus mendapatkan perawatan. Gejala gumpalan darah di paru yaitu:

  • Sesak napas tiba-tiba
  • Sakit pada dada
  • Detak jantung cepat
  • Batuk darah

Bekuan darah sulit dideteksi sekalipun Anda memiliki gejala. Namun jika Anda merasakan tekanan di dada, sesak napas yang datang secara tiba-tiba atau mengalami kesulitan bernapas, melihat atau berbicara, Anda harus segera mendapatkan penanganan medis.

Ini Perawatan dan Pengobatan Kelainan Deviasi Septum Nasal

Sistem pernafasan memiliki hidung sebagai organ pernafasan yang berfungsi menghirup atau mengambil udara dari sekitar. Hidung terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh tulang rawan yang disebut dengan septum. Peran septum mirip dengan penanda jalur di jalan raya yang sibuk. 

Septum ini memungkinkan udara yang dihirup melalui lubang hidung mengalir langsung dari ujung hidung ke bagian belakang hidung dan ke paru-paru. Tanpa septum, udara yang kita hirup mungkin “tersesat” di hidung kita.

Septum yang ideal memiliki bentuk dinding lurus yang mengarah ke atas dan ke bawah. Namun, pada kenyataannya, banyak orang yang memiliki septum menyimpang baik itu kecil maupun besar. Kelainan atau penyimpangan ini disebut juga deviasi septum nasal.

Deviasi septum nasal yang sudah muncul gejala, harus segera diperiksakan untuk menghindari risiko buruk ke depannya.

Bagaimana gejala deviasi septum nasal?

Deviasi septum nasal yang ringan atau kecil jarang menimbulkan gejala. Tapi jika penyimpangan yang terjadi pada septum cukup besar, mungkin akan menggangu pernafasan dan menimbulkan penyakit lain.

Jika Anda mengalami kesulitan bernapas atau gejala yang memengaruhi aktivitas atau kehidupan Anda, segera temui penyedia layanan kesehatan atau dokter Anda. Mereka akan memeriksa kondisi Anda untuk melihat apakah benar ada penyimpangan dan seberapa parah penyimpangan tersebut.

Gejala-gejala dari deviasi septum nasal yang patut Anda waspadai adalah:

  • Kesulitan bernapas atau hidung tersumbat 
  • Hanya satu sisi hidung yang terasa lebih mudah untuk bernafas
  • Infeksi sinus atau radang sinus (sinusitis)
  • Kekeringan di satu lubang hidung
  • Mimisan
  • Mendengkur atau bernapas keras saat tidur
  • Tidur terganggu
  • Sakit kepala 
  • nyeri/sakit wajah

Bagaimana pengobatan dan perawatan deviasi septum nasal?

Banyak kasus deviasi septum nasal yang tidak memerlukan pengobatan. Semetara untuk perawatan dan pengobatan bagi septum yang menyimpang cukup parah dapat dilakukan dengan konsumsi obat-obatan. Hal ini bukan mengatasi tapi untuk mengurangi gejala, obat yang mungkin direkomendasikan dokter adalah dekongestan, antihistamin, semprotan steroid hidung, dan strip hidung.

Opsi lain atau cara lain adalah dengan pembedahan atau operasi yang dinamakan septoplasty. Biaya, risiko dan faktor lain dari operasi ini membuat beberapa pasien deviasi septum nasal memilih untuk tidak menjalani operasi. 

Apa itu operasi septoplasty?

Septoplasty adala operasi untuk meluruskan septum dan saluran hidung Anda. Para dokter dan ahli bedah akan membuat sayatan kecil di septum dan kemudian membuang kelebihan tulang atau tulang rawan yang diperlukan untuk meratakan ruang pernapasan di lubang hidung. Belat silikon juga dapat dimasukkan di setiap lubang hidung untuk menopang septum, kemudian luka sayatan ditutup dengan jahitan.

Sebelum operasi disarankan, ada beberapa hal yang dievaluasi untuk pasien dapat benar-benar bisa menjadi kandidat operasi ini. hal tersebut adalah sekat hidung yang mengalami deviasi, usia, kesehatan, faktor risiko, kondisi yang sudah ada sebelumnya, operasi sebelumnya, dan apakah pasien penggunaan alkohol, obat-obatan dan tembakau.

Setelah operasi selesai, Anda mungkin akan dimonitor untuk beberapa waktu dan jika aman boleh dapat pulang bahkan di hari yang sama. Hidung Anda mungkin sakit, memar dan bengkak selama beberapa minggu setelah operasi. Tapi kebanyakan operasi ini termasuk aman. Meski begitu tetap ada komplikasi atau risiko yang menyertainya seperti:

  • Perubahan bentuk pada hidung
  • Pendarahan 
  • Penurunan fungsi indra penciuman
  • Mati rasa pada gusi dan gigi atas untuk sementara waktu
  • Hematoma septum (kumpulan darah di septum)
  • Infeksi
  • Muncul lubang pada septum atau perforasi

Dokter biasanya akan memberikan obat selama pemulihan pasca operasi.

Apa saja komplikasi deviasi septum nasal?

Deviasi septum nasal yang tak segera ditangani atau diobati dapat menimbulkan komplikasi seperti penyumbatan salah satu atau kedua lubang hidung. Hal- ini dapat menyebabkan:

  • Mulut kering, karena pernapasan sering dari mulut sehingga terjadi pernafasan mulut kronis
  • Perasaan tertekan atau tersumbat di saluran hidung Anda
  • Tidur terganggu, karena ketidaknyamanan bernafas akibat dari masalah sinus kronis, bisa juga mendengkur, atau Anda hanya dapat tidur di satu sisi
  • Terjadi mimisan atau pendarahan
  • Sakit atau nyeri pada wajah

Deviasi septum pernafasan memang menjadi kondisi yang umum dialami. Kondisi ini tidak banyak berdampak bila ringan atau kecil, tapi akan menjadi buruk jika kondisi penyimpangan parah. 

Gejala pun akan muncul yang bila tidak lekas ditangani dapat membahayakan dan membuat kehidupan terganggu. Pengobatan atau perawatan dari deviasi septum nasal bisa dengan obat untuk mengurangi gejala dan disarankan juga untuk mengambil operasi septoplasty. 

Anda bisa segera periksan ke dokter bila terjadi gejala-gejala seperti di atas, terlebih bagi Anda yang pernah mengalami cedera hidung. Pemeriksaan dan penanganan yang tepat akan menghindarkan Anda dari risiko buruk atau komplikasinya.

Temukan lebih banyak informasi mengenai deviasi septum nasal di website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa chat dengan dokter melalui aplikasi SehatQ tentang deviasi septum ini. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Mengenal Glaukoma Kongenital Primer, Gangguan Mata yang Terjadi pada Bayi

Mungkin istilah glaukoma bukanlah hal asing bagi sebagian orang. Namun, tahukah Anda mengenai glaukoma kongenital primer?

Biasanya orang yang berusia 60 tahun keatas memiliki risiko lebih tinggi mengalami glaukoma, tetapi berbeda dengan glaukoma kongenital primer yang terjadi pada bayi atau anak-anak. Kondisi ini adalah hal yang langka karena hanya terjadi pada 1 diantara 1.000 bayi.  

Glaukoma kongenital primer merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan adanya peningkatan tekanan cairan mata pada saraf optik. Penyakit ini terjadi sejak lahir, sehingga glaukoma kongenital primer ini adalah glaukoma yang terjadi pada anak-anak. 

Kondisi ini ditandai dengan bola mata yang membesar karena terdapat tekanan intraokular dan peregangan sklera, sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Glaukoma pada bayi ini bisa dideteksi saat baru lahir atau pada usia 3 hingga 6 bulan. Namun jika penderita tidak menunjukkan gejala, kondisi tersebut didiagnosis pada saat usia maksimal 3 tahun.

Tanda dan Gejala Glaukoma Kongenital Primer

Beberapa tanda dan gejala yang dialami oleh anak jika memiliki kemungkinan glaukoma kongenital primer, diantaranya adalah:

  • Mata berair berlebihan
  • Kejang pada kelopak mata (spasme)
  • Mata tampak keruh
  • Mata lebih besar pada 1 bagian
  • Mata merah
  • Penglihatan terganggu
  • Sensitif terhadap cahaya

Selain itu, terdapat gejala lanjutan yang bisa dialami saat glaukoma kongenital primer semakin parah, yaitu seperti:

  • Bola mata membesar
  • Selaput bening pada mata berubah menjadi keruh atau berwarna putih yang cenderung keabu-abuan
  • Fungsi penglihatan semakin menurun
  • Anak sering tidak melihat sesuatu karena lapang pandang mata menjadi sempit

Penyebab Glaukoma Kongenital Primer

Pada mata yang sehat, terdapat cairan yang berfungsi untuk memberikan nutrisi yang disebut dengan aqueous humor. Cairan ini juga berguna untuk menjaga bentuk bola mata. 

Mata akan memproduksi cairan tersebut secara konstan. Hal ini dikarenakan cairan aqueous humor yang telah tersirkulasi akan keluar melalui jaringan trabekular ke aliran darah, sehingga perlu cairan pengganti untuk tetap menjaga fungsinya.

Namun, terdapat kelainan dalam drainase cairan mata pada penderita glaukoma kongenital primer yang menyebabkan sirkulasi cairan mata terganggu. Cairan tersebut tidak bisa keluar sehingga akan menyebabkan penumpukan karena mata terus menghasilkan cairan aqueous humor. Saat cairan menumpuk, maka dapat meningkatkan tekanan di dalam bola mata.

Saat tekanan terus meningkat, saraf optik akan tertekan dan menjadi rusak. Jika terus dibiarkan tanpa penanganan, saraf optik yang rusak akan menyebabkan kebutaan.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab gangguan drainase cairan pada mata bayi saat baru lahir. Pada beberapa kasus, glaukoma kongenital primer dapat disebabkan karena faktor genetik yang diturunkan oleh orang tua. Namun, ada juga kondisi yang terjadi begitu saja tanpa adanya peranan faktor genetik.

Pengobatan Glaukoma Kongenital Primer

Saat mendiagnosa pasien dengan kondisi glaukoma kongenital primer, penanganan utama yang disarankan oleh dokter adalah melalui tindakan operasi. 

Jenis operasi yang sering dilakukan adalah goniotomi, namun tindakan trabekulektomi juga bisa dilakukan jika kornea mata terlalu berkabut atau keruh.

Kedua jenis operasi ini memiliki angka keberhasilan yang besar, yaitu 80 persen. Meskipun begitu, setelah tindakan operasi tetap harus dilakukan kontrol rutin untuk mendeteksi komplikasi serius yang mungkin terjadi. Komplikasi tersebut meliputi:

  • Infeksi
  • Kerusakan lensa
  • Peradangan pada uvea mata
  • Pembengkakan bagian dalam mata
  • Tekanan di dalam mata yang rendah
  • Penumpukan darah pada hifema atau bilik depan mata

Operasi memang dianggap sebagai langkah utama dalam penanganan glaukoma kongenital primer. Namun, tindakan akan dilakukan hanya jika diagnosis sudah dipastikan karena terlalu berisiko untuk membius bayi. Selain itu, dokter juga mungkin akan meresepkan obat tertentu untuk membantu mengontrol tekanan dalam mata pasca operasi.

7 Fakta Penting terkait Mucopolysaccharidosis Tipe II

Pernah mendengar penyakit yang bernama mucopolusaccharidosis tipe II? Ini merupakan jenis penyakit yang membuat seseorang tidak mampu memecahkan molekul gula dalam tubuh. Penyebabnya karena adanya mutasi gen yang diwariskan. Dalam dunia medis, jenis penyakit ini dikenal pula dengan istilah sindrom hunter. 

Anak-anak dengan sindrom hunter bisa mengalami keterlambatan tumbuh kembang, mulai dari berjalan sampai berbicara. Kondisi sindrom mucopolysaccharidosis tipe II yang diidap seorang anak juga dapat berisiko melahirkan berbagai komplikasi, terkait masalah pernapasan sampai kerusakan katup jantung. 

Karena bersifat diwariskan secara genetik, hampir mustahil mencari cara untuk mencegah sindrom ini menimpa seorang anak. Namun, mengetahui fakta terkait sindrom hunter dengan lebih terperinci akan membuat Anda lebih tenang dan bijak dalam menyikapinya. Berikut ini adalah fakta-fakta mengenai mucopolysaccharidosis yang penting diketahui, baik oleh orang tua penderita sindrom ini ataupun yang bukan. 

Menimpa Anak Laki-laki 

Mucopolysaccharidosis tipe II merupakan penyakit yang hanya terjadi dan menimbulkan gejala pada anak laki-laki. Ini karena mutasi gen yang menyebabkan hilangnya kemampuan tubuh dalam menghancurkan molekul gula hanya terjadi di kromosom X. Artinya, perempuan tidak akan mengalami penyakit ini. Namun, perempuan bisa jadi membawa gen yang bisa bermutasi tersebut dan dapat mewariskannya jika melahirkan anak laki-laki. 

Lebih dari 1:100.000 

Sindrom hunter sendiri merupakan jenis penyakit langka. Penyakit yang disebabkan oleh mutas genetik ini hanya terjadi satu kasus pada sedikitnya 100.000. Bahkan pada angka yang lebih riil, kasus mucopolysaccharidosis tipe II sebenarnya memiliki perbandingan mencapai 1:170.000 kasus pada anak berjenis kelamin laki-laki. 

Wajah dan Tangan yang Khas 

Salah satu gejala yang paling tampak dari penderita sindrom hunter bisa terlihat di bagian wajah dan tanga. Gejala ini bahkan sudah bisa terlihat sejak usia bayi beberapa hari. Anak-anak dengan mucopolysaccharidosis tipe II kerap memiliki ukuran kepala yang lebih besar daripada seharusnya. Mereka mempunyai pipi yang besar dengan hidung lebar. Bagian bibir dan alis pun terlihat tebal. Sementara di bagian tangan, kekhasan dapat terlihat dari bentuk tangan yang pendek dan melebar. Jika Anda memperhatikan jari-jari tangannya, akan terlihat jari tangan yang melengkung dan kaku. 

Bisa Tanpa Gejala 

Gejala sindrom hunter bisa muncul selang beberapa hari dari waktu kelahiran. Namun pada kasus-kasus tertentu, gejala penyakit langka ini bisa tidak terlihat sampai usia anak 18 bulan. Biasanya ini terjadi karena kerusakan di otak belum mencapai 75 persen. Gejala akan terus berkembang dari usia anak 18 bulan sampa 4 tahun. Namun, gejala paling parah biasanya akan mulai terlihat di umur anak yang menginjak 2 tahun. 

Selalu Bersemangat 

Anak-anak yang mengidap mucopolysaccharidosis tipe II cenderung tampil selalu bersemangat dan terlihat sangat aktif. Namun, ini sendiri merupakan gejala dari sindrom tersebut. Pasalnya, kerusakan otak yang terjadi akibat penumpukan molekul gula bisa membuat anak mengalami gangguan perilaku berupa agresivitas. Ini membuat anak tidak bisa diam dan selalu terlihat bersemangat, tanpa lelah. 

Terapi dan Transplantasi 

Sampai saat ini, belum ada obat oral yang dapat menyembuhkan kondisi penderita sindrom hunter secara sempurna. Namun, sejumlah terapi bisa membuat harapan hidup pasien menjadi lebih besar. Penderita mucopolysaccharidosis tipe II sebaiknya menjalani penggantian enzim lewat proses penyuntikan guna memperlambat perkembangan penyakit tersebut. Jika memungkinkan, penanganan berupa transplantasi sumsum tulang belakang dan transplantasi sel punca juga direkomendasikan. Kedua perawatan transplantasi ini bisa memulihkan kondisi organ yang rusak akibat sindrom hunter. Biasanya, transplantasi baru dijalankan apabila terapi sudah tidak memberikan hasil. 

Relatif Usia Singkat 

Anak-anak dengan mucopolusaccharidosis tipe II cenderung berusia singkat. Biasanya mereka tidak akan bertahan mencapai usia dewasa. Usia penderita penyakit langka ini sendiri hanya berkisar 10—20 tahun. Jika tidak ditangani, usia penderita bahkan bisa lebih singkat. 

*** 

Penanganan secara tepat pada penderita mucopolysaccharidosis tipe II dapat membuat kemungkinan hidup lebih panjang. Penanganan yang tepat juga bisa meringankan gejala yang mengarah ke ketidakmampuan aktivitas karena keterlambatan tumbuh kembang. Karena itu, jangan ragu untuk kontrol rutin ke dokter apabila anak Anda terdiagnosis sindrom hunter.

7 Penyebab Kaki Bengkak yang Mesti Diwaspadai

Mengatasi kaki bengkak memang tida sulit. Meninggikan posisi kaki, memperbanyak minum air, memijat kaki, sampai memperbanyak mengonsumsi ayam maupun ikan dapat menjadi cara yang cukup efektif mengeluarkan penumpukan cairan di tubuh, khususnya di bagian kaki. Namun dalam beberapa kondisi tertentu, ada kalanya pembengkakan kaki sulit untuk mereda dan harus dibantu dengan penanganan medis. 

Ini karena beberapa penyebab kaki bengkak tidak lain merupakan penyakit serius yang sudah bersifat kronis. Untuk mengatasi hal ini, penanganan medis diperlukan bukan hanya untuk mengempiskan kaki, namun juga mengobati penyakit kronis yang mendasarinya. 

Berikut ini adalah beberapa penyebab kaki bengkak yang sebaiknya Anda ketahui dan waspadai. Di mana sebagian besar merupakan jenis penyakit kronis yang membutuhkan penanganan serius. 

Cedera Pergelangan Kaki 

Cedera pada kaki, khususnya di bagian pergelangan, akan mudah menyebabkan pembengkakan. Biasanya cedera yang memicu kaki bengkak berupa kaki terkilir. Pada kondisi terkilir, ligamen yang menahan pergelangan kaki di tempatnya meregang di luar jangkauan normalnya sehingga memicu bengkak. Anda bisa mengatasi kaki bengkak karena cedera ini dengan memaikan perban kompresi pada bagian pergelangan kaki. Anda juga dapat memberi terapi kompres es untuk mempercepat peredaan bengkak. 

Preeklamsia 

Kaki bengkak akan lebih mudah dialami oleh perempuan yang sedang mengandung. Berhati-hatilah apabila terus mengalami kaki bengkak karena itu dapat menjadi gejala preeklamsia. Ini merupakan komplikasi pada masa kehamilan yang bisa menimbulkan keadaan darurat medis sampai pada kematian ibu dan bayi. Selain kaki bengkak, gejala preeklamsia lainnya adalah sakit kepala yang tidak terkendala serta pengaburan penglihatan. Ibu hamil dengan preeklamsia juga lebih jarang buang air kecil. 

Limfedema 

Limfedema merupakan kondisi ketika cairan limfatik di jaringan menumpuk karena adanya maslaha pada kelenjar getah bening. Ketika ada masalah dengan pembuluh atau kelenjar getah bening, pergerakan cairan bisa terhambat. Inilah yang menimbulkan risiko kaki bengkak. Tidak jarang untuk mengatasi penyakit ini, pasien harus mengalami pengangkatan kelenjar. 

Penyakit Ginjal 

Anda bisa mengalami penumpuka garam di dalam tubuh apabila ginjal Anda tidak berfungsi dengan baik. Penumpukan inilah yang menyulitkan pembuangan cairan sehingga menimbulkan pembengkakan, tidak terkecuali di bagian kaki. Selain mengalami kaki bengkak, penderita penyakit ginjal juga bisa merasakan gejala nafsu makan yang memburuk, kesulitan konsentrasi, sampai kesulitan tidur. 

Penyakit Liver 

Selain penyakit ginjal, penyakit liver atau hati juga bisa memicu kondisi kaki bengkak. Kaki bengkak sendiri menandakan fungsi liver tidak berjalan baik. Penyaringan racun dalam tubuh yang tidak maksimal membuat cairan lebih mudah tertahan di tubuh dan sulit dikeluarkan. Bukan hanya kaki bengkak, penderita penyakit liver juga mudah mengalami pembengkakan di area perut. 

Gagal Jantung 

Gagal jantung terjadi ketika jantung seseorang tidak mampu memompa darah dengan optimal. Ini membuat aliran darah dari berbagai area tubuh pun terhambat, termasuk di bagian kaki yang memicu kaki bengkak. Umumnya, kaki bengkak yang menjadi tanda gagal jantung adalah pembengkakan yag terjadi pada malam hari. Selain menimbulkan kaki bengkak, gagal jantung juga akan membuat detak jantung menjadi tidak normal sampai sesak napas parah. Sebaiknya, Anda segera ke unit gawat darurat ketika menjumpai gejala-gejala tersebut. 

Insufisiensi Vena 

Insufisiensi vena merupakan kondisi saat darah seseorang tidak dapat mengalir ke seluruh tubuh dengan baik. Penyebabnya karena ada katup udara yang rusak sehingga menyebabkan darah bocor ke pembuluh darah dan retensi cairan di kaki bagian bawah, terutama di sekitar kaki dan pergelangan kaki. Kaki bengkak yang mengarah ke insufisiensi vena juga diserta gejala kaki terasa pegal serta varises baru yang bermunculan. 

*** 

Jangan lengah dan meremehkan kaki bengkak. Jika penanganan di rumah tidak membuahkan hasil, segera periksakam ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kondisi penyakit serius yang Anda idap. Dengan demikian, penanganan tepat bisa segera dilakukan bukan hanya untuk mengatasi kaki bengkak, melainkan juga menstabilkan kondisi penyakit yang mendasarinya.

Callusol, Produk dengan Kandungan Asam Salisilat Untuk Atasi Kutil

Kutil (Verruca vulgaris) adalah benjolan di kulit yang disebabkan oleh lebih dari 100 jenis Human papillomavirus (HPV). Keberadaannya pertama kali ditemukan oleh Shakespeare pada mumi berusia 3000 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penyakit ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Kutil bersifat menular dan dapat menimbulkan rasa sakit. Penyakit ini tergolong tidak berbahaya jika muncul di tangan atau kaki. Namun beberapa jenis lain yang muncul di area kemaluan dapat menyebabkan kanker serviks. Jika Anda merasa memiliki memilikinya, Anda harus segera menemui dokter.

Morfologi dan Tekstur Kutil

Kutil umumnya berbentuk seperti bulatan dengan diameter sekitar 0,1-1 cm dan memiliki tekstur yang kasar. Ada juga yang berbentuk seperti cincin berlubang yang dikelilingi kulit yang tebal dan keras (Plantar).

Verruca vulgaris dapat muncul di berbagai bagian tubuh, misalnya di area jari tangan dan kaki (Common Wart); area telapak kaki (Plantar Wart); area paha dan lengan (Flat Wart); area wajah dan leher (Filiform Wart); area sekitar kuku tangan dan kaki (Periungual Wart) dan area kelamin (Genital Wart).

Cara Mencegah Kutil Menyebar

Ada beberapa cara mencegah kutil menyebar ke bagian tubuh lain, diantaranya:

  1. Mencuci tangan secara teratur jika menyentuh kutil
  2. Hindari menggunakan barang pribadi untuk bersama
  3. Menutup kutil dengan plester. Jangan menyentuh, menggaruk atau mencungkilnya.
  4. Jaga tangan dan kaki dalam keadaan kering. Jangan lupa mengenakan alas kaki ketika berada di lokasi yang berair atau lembap.

Obat Kutil Terbaik

Pengobatan kutil dapat dilakukan dengan bahan alami maupun produk kimia. Bahan alami yang sering digunakan dalam pengobatan penyakit ini adalah tea tree oil, bawang putih, lidah buaya, cuka apel, sayuran hijau dan makanan yang mengandung Asam Folat dan Vitamin B12.

Selain bahan alami, penyakit ini juga dapat diobati dengan produk kimia. Biasanya digunakan produk yang memiliki kandungan Asam Salisilat. Disebut sebagai agen keratolitik, zat ini disebut sebagai obat kutil terbaik yang mampu mengikis keratin di permukaan kulit dan menghaluskan permukaan kulit kasar.

Pada umumnya, Asam Salisilat memang banyak digunakan dalam untuk mengobati berbagai masalah kulit, seperti kulit kering, tebal, mengeras, mudah mengelupas, mata ikan hingga kapalan. Zat ini juga digunakan untuk mencegah noda hitam dan jerawat.

Cara Menghilangkan Kutil

Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun prosesnya memakan waktu yang cukup lama. Beberapa minggu bahkan bulan. Supaya waktunya lebih singkat, berikut beberapa cara menghilangkan kutil secara mandiri yang dapat Anda tiru, antara lain: 

  1. Salep dan Obat Tetes

Penyakit ini dapat diobati dengan produk yang mengandung Asam Salisilat seperti salep atau obat tetes. Cara ini adalah metode yang paling efektif dibandingkan metode lainnya.

Salah satu produk obat tetes adalah Callusol Larutan. Produk ini memiliki kandungan bahan asam salisilat, asam laktat dan polidokanol yang berfungsi mengobati kutil, mata ikan, kapalan dan kulit yang mengeras.

  1. Freezing Treatment

Produk perawatan ini adalah campuran dimetil eter dan propana yang disemprotkan ke kulit. Meski mudah dijumpai, produk ini tidak cukup ampuh untuk menghilangkan seluruh kutil.

  1. Lakban

Lakban ternyata dapat digunakan untuk mengobati kutil. Anda hanya perlu menutup permukaan kulit selama beberapa hari, menggosok dan menghilangkan kulit matinya. Namun cara ini juga tidak begitu ampuh karena harus dilakukan berkali-kali dan tidak dapat menghilangkan 100%.

Pembelian Produk untuk Mengatasi Kutil

Anda dapat melakukan pembelian produk untuk mengatasi kutil seperti Callusol, dengan cara mengakses website toko.sehatq atau melalui aplikasi SehatQ yang dapat diunduh di Google Play maupun App Store. Anda juga dapat mengakses berbagai info kesehatan dan melakukan perawatan medis secara online dengan dokter.