Deviasi Septum Nasal Sebabkan Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Deviasi Septum Nasal Sebabkan Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Sebagai salah satu indera, hidung punya peran penting bagi seorang manusia. Akan tetapi, hidung, seperti organ-organ lainnya, juga berisiko mengalami masalah kesehatan. Kita tak pernah tahu masalah kesehatan apa yang datang mengancam, sampai terasa sebuah tanda, semisal nyeri di tulang hidung dekat mata.

Nyeri di tulang hidung dekat mata berarti bagian pangkal hidung seseorang yang terserang sesuatu. Area ini merupakan tulang keras sebelum tulang rawan lunak pada lubang hidung. Risiko menderita sakit di tulang hidung dekat mata terhitung besar mengingat letaknya yang dekat dengan sinus.

Kini, coba kamu ingat-ingat, dalam hidupmu, pernahkah kamu membaca, melihat, atau setidaknya mendengar mengenai deviasi septum nasal? Jika belum, wajar, sebab masalah kesehatan yang terjadi di dalam hidung ini memang belum populer seperti penyakit hidung lain, macam sinus, misalnya.

Deviasi septum nasal, atau yang disebut juga dengan deviasi septum nasi, adalah kelainan hidung yang terjadi saat septum bergeser menjauh dari garis tengah hidung. Septum adalah tulang lunak yang membagi rongga hidung menjadi dua. Septum ada di pangkal hidung.

Septum hidung yang normal adalah terletak persis di tengah, memisahkan bagian kiri dan kanan hidung menjadi dua saluran dengan ukuran yang sama. Septum yang bergeser atau bengkok (deviasi) ini dapat menyebabkan aliran udara yang keluar dan masuk melalui hidung terhambat, sehingga mengakibatkan terganggunya pernapasan.

Gejala biasanya terasa lebih buruk pada satu sisi hidung, dan terkadang bahkan terjadi di sisi yang berlawanan dari arah bengkoknya septum. Dalam sejumlah kasus, septum yang bengkok bisa menjadi awal dari berbagai masalah hidung lainnya. Pengeringan sinus, infeksi sinus (sinusitis) yang kambuh secara berulang, serta nyeri di tulang hidung dekat mata, hanyalah beberapa di antaranya.

Kebanyakan kelainan bentuk septum tidak menimbulkan gejala, dan seseorang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa sebenarnya dia memiliki septum yang menyimpang. Namun, sebagian kelainan bentuk septum dapat menimbulkan tanda-tanda dan gejala berikut:

  • Penyumbatan hidung

Penyumbatan ini dapat membuat sulit untuk bernapas melalui satu atau kedua lubang hidung. Kondisi ini mungkin akan lebih terasa ketika seseorang mengalami pilek, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), atau alergi yang dapat menyebabkan saluran hidung seseorang membengkak dan menyempit.

  • Sakit kepala

Karena udara tidak dapat masuk dan keluar dengan lancar dari hidung yang tersumbat, seseorang mungkin akan merasakan sakit kepala yang menusuk, di luar nyeri di tulang hidung dekat mata. Kondisi ini mungkin sekali membuat rasa sakit menjalar hingga ke wajah.

  • Gangguan tidur

Saluran hidung yang tertekan oleh septum yang bengkok akan tersumbat, dan mengakibatkan seseorang kesulitan bernapas saat tidur. Kondisi ini disebut dengan sleep apnea. Selain itu, seseorang juga cenderung lebih sering mendengkur atau ngorok saat tidur karena tersumbatnya saluran pernapasan.

Umumnya, deviasi septum nasal, atau disposisi septum ini terjadi akibat dari cedera yang menyebabkan septum hidung berpindah keluar dari posisinya. Pada bayi, cedera seperti ini dapat terjadi saat persalinan. Sementara pada anak-anak dan orang dewasa, beragam kecelakan bisa menjadi penyebab dari cedera hidung dan berujung menjadi tulang hidung bengkok.

Cedera pada hidung ini paling sering terjadi selama olahraga kontak (seperti tinju), terbentur benda keras, atau kecelakaan lalu lintas. Penting oleh tiap orang untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Terhindar dari cedera, bisa jadi cara terbaik bagi seseorang agar tak harus merasakan nyeri di tulang hidung dekat mata lantaran deviasi septum nasal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *