Mengenali Penyebab Terjadinya Food Waste

Penyebab food waste dan solusi penanganannya. Indonesia memiliki statistik yang mengenaskan terkait sampah makanan, termasuk masalah food waste.

Indonesia ternyata menjadi kontributor food waste terbesar kedua setelah Saudi Arabia. Kabar ini tentu memprihatinkan ketika mengingat banyaknya persoalan kelaparan yang ada Indonesia.

Food waste sendiri adalah limbah makanan yang istilahnya menggambarkan fenomena pasokan makanan yang berkualitas baik dan siap dikonsumsi, namun pada akhirnya dibuang dan berakhir tidak bisa dikonsumsi karena rusak atau kadaluarsa.

Umumnya, sampah makanan ini dihasilkan dari sisa masakan rumah tangga dan penyedia layanan makanan seperti warung atau restoran.

Memangnya, apa saja yang menjadi penyebab food waste? Bagaimana solusi menanganinya?

Penyebab Food Waste

Sampah makanan biasanya dihasilkan pada tingkat distribusi dan konsumsi. 

Misalnya, pada distribusi, sampah makanan dihasilkan dari tempat-tempat seperti pasar dan supermarket. Sementara pada konsumsi, biasanya berasal dari kebiasaan menyisakan makanan atau bekas masakan dan makanan yang dibuang.

Tentunya hal ini membuat kita bertanya-tanya, kenapa hal ini bisa terjadi? Nah, berikut ini beberapa perilaku yang dapat menyebabkan food waste.

1. Kurangnya Perencanaan yang Tepat 

Hal ini berlaku baik buat distribusi dan juga konsumsi. Terkadang orang membeli banyak makanan tanpa membuat perencanaan yang tepat mengenai kapan dan bagaimana makanan itu akan disiapkan, dikonsumsi, dan disimpan.

Karena ketidakmampuan memperhitungkan perencanaan membuat orang orang akhirnya membiarkan makanan jadi kadaluarsa, lalu dibuang sebagai limbah.

2. Terlalu Banyak Membeli Makanan

Hal ini berhubungan dengan perilaku impulsive dalam membeli makanan. Terkadang makanan jadi terbuang karena membeli atau menyiapkan makanan terlalu banyak dari yang dibutuhkan.

Hal ini berlaku untuk pembelian berlebih bahan-bahan makanan yang akhirnya melewati tanggal kadaluarsa, Karena berbau tidak enak, akhirnya dibuang sebagai sisa makanan.

3. Dampak dari Pemrosesan Industri

Pemborosan makanan bisa terjadi melihat bagaimana industri menerapkan protokol keamanan pangan. Protokol keamanan pangan tidak memberikan ruang untuk kesalahan dalam pemrosesan industri yang dapat mengurangi kualitas produk.

Dalam mematuhi kebijakan keamanan pangan, perusahaan akhirnya menghasilkan limbah karena tidak menolerir kesalahan kecil terkait kualitas produk.

Sehingga banyak makanan yang dibuang meskipun hanya karena ketidaksempurnaan dalam penampilan dan bentuk.

Uji coba produksi, cacat kemasan, hingga ukuran serta berat yang salah adalah beberapa aspek lain yang mengakibatkan ketidaksempurnaan dan akhirnya berujung dibuang.

4. Kendala Manajerial, Keuangan, dan Teknis

Pemborosan juga terjadi akibat manajemen yang kurang tepat, keuangan yang tidak memadai, dan kesulitan teknis.

Masalah teknis ini meliputi metode panen, penyimpanan, pemrosesan, pengemasan, infrastruktur, dan sistem pemasaran.

5. Persiapan Makanan yang Berlebihan di Restoran, Hotel, dan Industri Jasa Makanan Lainnya

Industri jasa makanan seperti restoran dan hotel cenderung menyiapkan makanan secara berlebihan.

Niatnya memang baik, untuk mengantisipasi permintaan pelanggan yang tinggi.Sayangnya, realita mengatakan bahwa hal ini menghasilkan banyak limbah makanan.

6. Perilaku Konsumen

Konsumen perlu menyadari perilaku mereka dalam memperlakukan makanan. Misalnya, perilaku tidak menghabiskan makanan yang dipesan, membeli atau memasak makanan yang tidak disukai, hingga membeli berlebihan.

Perilaku-perilaku sederhana seperti itu dapat mengakibatkan food waste

Demikian penjelasan mengenali penyebab terjadinya food waste. Mari kita hindari penyebab-penyebab itu agar kita bisa menghentikan food waste.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *