Mengenal Masalah Kesehatan Mental

Kesehatan mental seseorang bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari, hubungan dan kesehatan. Karena berhubungan dengan cara berpikir, merasa dan berperilaku. Sebagai manusia, kita perlu menjaga kesehatan mental. Namun sayangnya di era digital saat ini semakin banyak faktor yang menjadi pemicu masyarakat memiliki masalah mental.

Apa Itu Kesehatan Mental?

Menurut WHO, kesehatan mental merupakan keadaan di mana seseorang bisa menyadari kemampuan yang dimilikinya. Yang artinya mereka mampu mengatasi tekanan hidup dan bekerja secara produktif. Kesehatan mental juga menjadi dasar manusia untuk dapat berpikir, berinteraksi, mencari nafkah dan menikmati hidup. Karena itu menjaga dan memulihkan kesehatan mental merupakan hal yang penting.

Menurut riset yang dilakukan pada 2018 di Indonesia, menunjukkan jika lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Dan 12 juta penduduk di usia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.

Selain itu, 20% dari 250 juta penduduk Indonesia memiliki potensi mengalami masalah kesehatan mental.

Faktor Penyebab Masalah Kesehatan Mental

Ada banyak faktor yang membuat seseorang terkena gangguan mental. Faktor tersebut bisa berupa karena adanya tekanan ekonomi dan sosial, kekerasan dalam rumah tangga hingga mengalami diskriminasi. Faktor penyebab lainnya bisa berupa:

  1. Perceraian

Perceraian yang terjadi pada orang tua bisa menjadi faktor munculnya masalah mental terhadap anak-anak. Karena hal tersebut akan meninggalkan kesedihan yang dapat berpengaruh selama bertahun-tahun. Anak-anak juga akan kesulitan mengatasi dan menyesuaikan diri dengan perpisahan yang terjadi pada kedua orang tuanya tersebut.

  1. Pelecehan

Pelecehan menjadi faktor risiko terbesar seseorang mengalami masalah mental. Anak-anak yang mengalami pelecehan lebih berpotensi mengalami gangguan mental hingga mereka dewasa kelak. Pelecehan tersebut bisa berupa fisik, seksual, psikologis atau verbal. Apapun bentuknya, pelecehan merupakan hal yang tercela. Sehingga anak-anak harus sejak dini diajari tentang edukasi seks dan pentingnya melaporkan setiap pelecehan yang dialami.

  1. Perundungan

Perundungan terjadi ketika satu anak yang memiliki keunggulan fisik atau sosial dari anak lainnya, menggunakan hal tersebut untuk bertindak agresif terhadap anak lainnya. Tindakan mereka bisa berupa hinaan hingga kekerasan. Dalam jangka pendek perundungan bisa membuat korbannya menderita kecemasan, depresi, merasa rendah diri hingga berpikir untuk bunuh diri. Korbannya juga cenderung bisa memiliki gangguan kepribadian antisosial saat dewasa kelak.

Gejala Masalah Mental

Gejala masalah mental pada seseorang bisa bervariasi, bergantung pada gangguan dan keadaan yang mereka alami. Namun umumnya gejala masalah mental berpengaruh terhadap perilaku, pikiran dan emosi penderitanya, seperti:

  • Merasa sedih
  • Bingung
  • Berkurangnya konsentrasi
  • Ketakutan dan khawatir berlebihan
  • Perubahan suasana hati yang ekstrim
  • Menarik diri dari orang-orang sekitar dan aktivitas
  • Merasa kelelahan dan menderita masalah tidur
  • Menderita delusi, paranoia atau halusinasi
  • Tidak mampu mengatasi masalah
  • Sulit berhubungan dengan orang-orang
  • Mengalami perubahan kebiasaan makan dan gairan seks
  • Lebih mudah marah dan mudah melakukan kekerasan
  • Memiliki masalah dengan alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang
  • Berpikir untuk bunuh diri

Contoh Gangguan Kesehatan Mental

Ada beberapa gangguan kesehatan mental yang umum terjadi pada masyarakat, seperti:

  1. Gangguan Kecemasan

Orang yang menderita gangguan ini akan memiliki ketakutan dan kecemasan yang parah saat berada dalam situasi tertentu. Ada 4 macam jenis gangguan kecemasan seperti:

  • Gangguan obsesif-kompulsif (OCD)
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
  • Fobia
  • Gangguan panik
  • Gangguan kecemasan umum (GAD)

  1. Gangguan Suasana hati

Gangguan suasana hati juga disebut sebagai gangguan depresi. Penderitanya akan mudah mengalami perubahan suasana hati. Contoh gangguan suasana hati seperti:

  • Depresi berat
  • Bipolar
  • Gangguan afektif musiman (SAD)

  1. Gangguan Skizofrenia

Skizofrenia merupakan kondisi yang cukup kompleks dan biasanya berkembang di usia 16 hingga 30 tahun. Penderita skizofrenia akan mengalami gejala seperti delusi, gangguan pikiran, kurangnya motivasi dan suasana hati yang datar.

Perawatan

Orang yang menderita masalah kesehatan mental, harus mendapatkan rekomendasi perawatan dari psikiater, psikolog atau psikoterapis. Mereka akan membantu memahami akar masalah mental yang Anda alami dan dapat memberikan pengobatan seperti antidepresan, antipsikotik, dan obat ansiolitik guna mengurangi gejala yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *