Komplikasi Amebiasis yang Harus Kamu Waspadai!

Amebiasis (Disentri Amoeba) merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit entamoeba histolytica. Jika tidak ditangani segera, penyakit ini bisa sebabkan berbagai komplikasi.

Sebab, parasit ini bisa ikut menginfeksi organ lain di dalam tubuh. Apa saja sih bahaya dan komplikasi dari infeksi parasit ini?

Serta bagaimana cara mengatasinya agar tidak muncul komplikasi berbahaya? Mari simak rangkuman selengkapnya berikut ini!

Bagaimana amebiasis menyebar?

Parasit ini hanya bisa hidup di tubuh manusia dan biasanya ditemukan pada feses orang yang terinfeksi oleh parasit tersebut. Kamu bisa ikut terinfeksi penyakit ini apabila:

  • Memasukkan apapun ke dalam mulut yang telah menyentuh feses orang yang terinfeksi  entamoeba histolytica
  • Menelan sesuatu, baik makanan atau minuman yang terkontaminasi entamoeba histolytica
  • Menelan telur entamoeba histolytica. Ini bisa terjadi saat kamu menyentuh permukaan dengan jari lalu tidak cuci tangan dan menggunakan tangan tersebut untuk makan atau minum

Komplikasi amebiasis

Biasanya parasit ini akan menyerang lapisan dinding usus besar lalu sebabkan peradangan, disentri akut, atau diare jangka panjang.

Pada kasus yang langka, telah terbukti kalau infeksi parasit ini dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru atau otak.

Jika tidak ditangani dengan tepat, maka kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa kemungkinan komplikasi. Berikut beberapa komplikasi yang harus kamu waspadai:

1. Abses hati

Salah satu jenis komplikasi yang paling umum adalah abses hati atau munculnya kumpulan nanah di hati.

Gejala yang mungkin akan kamu rasakan dari abses hati ini mulai dari demam, nyeri pada perut bagian kanan atas, dan penyakit kuning.

2. Gangguan paru-paru

Saat parasit ini menginfeksi saluran pernapasan maka komplikasi berupa paru-paru kolaps dapat terjadi.

Ketika beberapa abses hati pecah, terkadang kondisi ini dapat menyebabkan kondisi seperti empiema atau fistula hepato-bronchial.

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala mulai dari batuk, demam, hingga sulit bernafas.

3. Abses otak

Pada kasus yang sangat langka, parasit ini juga dapat menginfeksi otak dan menyebabkan abses otak. Beberapa gejala amebiasis (Disentri Amoeba) saat menginfeksi otak diantaranya:

  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Perubahan status mental

Cara mengatasi

Proses perawatan dan pengobatan dari penyakit ini akan sangat bergantung pada seberapa parah gejala dan infeksi yang kamu alami.

Pada umumnya dokter mungkin akan meresepkan kamu obat antibiotik. Jika kamu memiliki gejala mual dan muntah dan sulit mengonsumsi obat oral, mungkin dokter akan memberikannya melalui selang infus.

Beberapa jenis obat yang sering digunakan untuk mengobati kondisi ini mulai dari nitroimidazole, paromomycin, dan diloxanida furoato.

Obat-obatan dalam perawatan ini hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter. Jadi, jangan coba membeli dan mengonsumsinya tanpa pengawasan tenaga medis ya.

Cara mencegah

Mengenal berbagai komplikasi di atas, pasti kamu tidak mau kan terkena? Nah sesuai dengan pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Jika kamu ingin terhindar dari infeksi disentri amuba dan berbagai komplikasinya, kamu bisa melakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Selalu cuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet atau mengganti popok kotor 
  • Cuci tangan sebelum makan atau minum
  • Praktik sanitasi yang baik
  • Saat bepergian ke daerah yang sanitasinya buruk, pastikan kamu minum air dari sumber yang aman. Seperti minum air kemasan atau air yang direbus
  • Hindari makan makanan dari pedagang kaki lima, buah atau sayuran segar yang tidak kamu kupas sendiri, dan produk susu mentah yang tidak dipasteurisasi.

Nah itu dia rangkuman mengenai komplikasi, cara mengatasi, dan cara mencegah amebiasis (Disentri Amoeba) . Semoga membantu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *