Ketahui Cara Mengobati Kondisi Susah Menelan

Aktivitas menelan memang tampaknya sederhana. Akan tetapi aktivitas tersebut sebenarnya memiliki mekanisme yang cukup rumit. Dibutuhkan kerja sama antara otak, beberapa saraf dan otot, dua katup otot, sehingga kerongkongan bisa terbuka dan tidak menyempit. Akan tetapi, ada juga orang yang susah menelan.

Susah menelan atau yang kerap disebut sebagai disfagia adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan untuk menelan makanan atau cairan. Orang yang mengalami susah menelan bisa berisiko tersedak makanan atau cairan mereka saat mencoba menelan. 

Jenis Disfagia

Aktivitas menelan dapat terjadi dalam empat fase, yaitu persiapan oral, oral, faring, dan esofagus. Disfagia atau susah menelan dapat dibagi menjadi dua kategori: orofaringeal (yang mencakup tiga fase pertama) dan esofagus.

Orofaringeal

Jenis susah menelan seperti disfagia orofaringeal disebabkan karena terdapat gangguan pada saraf dan otot yang berada di tenggorokan. Gangguan tersebut akan membuat otot menjadi lemah sehingga akan menyulitkan proses menelan dan bisa memicu tersedak. Penyebab susah menelan disfagia orofaringeal adalah kondisi yang berkaitan dengan fungsi saraf seperti:

  • multiple sclerosis
  • penyakit Parkinson
  • kerusakan saraf akibat pembedahan atau terapi radiasi
  • sindrom pasca polio.

Susah menelan disfagia orofaringeal juga dapat disebabkan karena kondisi medis seperti kanker esofagus dan kanker kepala atau leher. Hal tersebut mungkin disebabkan karena terjadi penyumbatan di tenggorokan bagian atas, faring, atau kantong faring yang bertugas untuk mengumpulkan makanan.

Kerongkongan

Susah menelan jenis disfagia esofagus adalah biasanya dirasakan ketika seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan Anda. Kondisi ini disebabkan oleh:

  • kejang di esofagus bagian bawah
  • penyempitan yang terjadi di esofagus bagian bawah 
  • penyempitan kerongkongan 
  • ada benda asing yang berada di kerongkongan atau tenggorokan
  • pembengkakan atau penyempitan pada kerongkongan akibat terjadi peradangan atau karena mengalami GERD
  • muncul jaringan parut yang berada di kerongkongan 

Diagnosis Kondisi Susah Menelan

Rontgen Barium

Metode rontgen barium sering digunakan untuk memeriksa bagian dalam pada kerongkongan untuk mengetahui jika ada kelainan atau penyumbatan. Selama pemeriksaan ini, Anda akan diminta untuk menelan suatu cairan atau pil yang mengandung pewarna yang muncul pada rontgen perut. Dokter kemudian akan melihat gambar sinar-X saat Anda menelan cairan atau pil untuk melihat bagaimana fungsi kerongkongan Anda. Metode ini dapat membantu mengidentifikasi kelainan apa pun yang terjadi pada kerongkongan Anda.

Evaluasi menggunakan videofluoroskopi adalah pemeriksaan radiologis yang menggunakan jenis sinar-X yang disebut fluoroskopi. Tes ini dapat dilakukan oleh ahli patologi bahasa dan wicara. Metode diagnosis ini akan membantu menunjukkan fase oral, faring, dan esofagus dari menelan. Selama pemeriksaan ini, Anda akan menelan berbagai konsistensi mulai dari puree hingga padatan dan cairan encer dan kental. Metode tersebut juga akan membantu dokter mendeteksi konsumsi makanan dan cairan ke dalam trakea. Dokter juga dapat menggunakan informasi ini untuk mendiagnosis kelemahan dan disfungsi otot.

Endoskopi

Tes menggunakan metode endoskopi dapat digunakan untuk memeriksa semua area di  kerongkongan Anda. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan tabung fleksibel yang sangat tipis dengan kamera ke dalam kerongkongan Anda. Hal ini memungkinkan dokter untuk melihat kerongkongan secara detail.

Manometri

Manometri merupakan metode tes yang bersifat invasif yang dapat digunakan untuk memeriksa bagian dalam tenggorokan Anda. Selain itu, tes ini juga memeriksa tekanan otot-otot di tenggorokan saat Anda sedang menelan. Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung ke kerongkongan Anda untuk mengukur tekanan pada otot Anda saat berkontraksi.

Cara Mengobati Susah Menelan

Untuk mengobati kondisi disfagia tau susah menelan, Anda dapat melakukan hal-hal seperti berikut ini:

  • modifikasi diet
  • latihan menelan orofaringeal untuk memperkuat otot
  • strategi menelan
  • melakukan modifikasi postur tubuh yang harus terus dilakukan saat makan.

Akan tetapi, jika Anda masih terus menerus mengalami kondisi susah menelan, hal tersebut dapat memicu tubuh Anda menjadi kurang gizi dan dehidrasi, apalagi jika hal itu dialami oleh orang yang umurnya masih sangat muda atau orang dewasa yang lebih tua. Jika kasus susah menelan sudah parah, maka Anda bisa di bawa kerumah sakit untuk dirawat dan diberi makanan melalui selang makanan agar Anda tidak kekurangan gizi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *