Kenali Cara Pengobatan dan Pencegahan Bagi Penderita Bradikardia

Bradikardia adalah kondisi ketika detak jantung lebih lambat dari keadaan normal. Kondisi ini bisa terjadi pada saat seseorang sedang tidur dan beristirahat serta bisa terjadi pada siapa saja baik orang tua, remaja, dan anak-anak, juga para atlet yang sering berolahraga. Pada kondisi normal, detak jantung memiliki angka BPM sebagai berikut.

  • Dewasa, 60-100 kali permenit
  • Anak usia 1-12 tahun, 80-120 kali permenit
  • Bayi di bawah usia 1 tahun, 100-170 kali permenit
Bradikardia terjadi ketika detak jantung kurang dari 60 kali per menit

Anda bisa menghitung detak jantung secara mandiri, yaitu dengan merasakan denyut nadi di pergelangan tangan kiri selama 1 menit. Jika Bradikardia disertai dengan gejala seperti sulit bernapas, dada terasa nyeri, dan sempat mengalami pingsan berkali-kali, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan juga diperlukan untuk menghindari gangguan pada organ dan jaringan tubuh yang diakibatkan kurangnya pasokan darah dan oksigen yang cukup.

Penderita akan diberikan pertanyaan oleh dokter terkait gejala yang dialami, riwayat penyakit dan konsumsi obat, serta riwayat penyakit dalam keluarga. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik seperti tekanan darah dan detak jantung. Pemeriksaan penunjang juga diperlukan untuk memperkuat diagnosa. Mulai dari menggunakan Elektrokardiografi (EKG) untuk memeriksa aliran listrik jantung, Holter Monitoring untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung selama beberapa hari ke depan, dan Event Recorder untuk merekam aktivitas listrik jantung saat muncul gejala.

Pengobatan Bradikardia

Pengobatan Bradikardia harus disesuaikan dengan penyebab, faktor risiko, dan tingkat keparahan kondisi penderita. Jika penderita tidak mengalami gejala apapun dan kondisi tubuhnya tetap stabil, maka pengobatan mungkin tidak diperlukan. Sedangkan jika penderita memiliki gejala yang dapat bertambah parah dan membutuhkan pengobatan, maka ada dua pilihan yaitu secara non-bedah dan bedah.

Prosedur non-bedah dilakukan untuk Bradikardia yang disebabkan oleh kondisi tertentu, misalnya seperti hipotiroidisme, maka pengobatan difokuskan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan terapi hormon. Jika Bradikardia dipicu oleh konsumsi obat-obatan, maka dokter akan merekomendasikan obat lain atau menyesuaikan dosis obat tersebut. Sedangkan prosedur bedah yaitu dengan memasang alat pacu jantung. Fungsinya adalah untuk menghasilkan impuls listrik agar menjaga irama detak jantung tetap stabil dan bisa memompa darah ke seluruh tubuh.

Pencegahan Bradikardia

Bradikardia juga bisa dipicu oleh faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, misalnya stress berlebihan, kebiasaan merokok dan minuman alkohol. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah terjadinya Bradikardia adalah dengan menghindari faktor risiko yang dapat memicu kondisi tersebut. Anda bisa mulai dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti:

  • Konsumsi makanan sehat, dengan perbanyak asupan gizi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari buah dan sayuran segar. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh serta kurangi penggunaan gula dan garam.
  • Berat badan ideal, juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Alasannya karena berat badan yang berlebihan atau obesitas memiliki kadar kolesterol dan trigliserida darah tinggi, tekanan darah tinggi, serta diabetes yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.
  • Berolahraga secara teratur, tentu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk membuat jantung lebih kuat sehingga meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Olahraga juga dapat menstabilkan tekanan darah dan mengurangi tekanan pada jantung akibat obesitas.
  • Kelola Sumber Stress, yang dapat menambah beban kerja jantung. Gangguan kecemasan juga bisa menjadi faktor risiko penyebab Bradikardia. Oleh karena itu, usahakan untuk membuat tubuh tetap rileks. Misalnya dengan mendengarkan music kesukaan, berjalan-jalan, atau melakukan yoga dan meditasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *