Jenis, Cara Kerja, dan Efek Samping Vaksin Tifoid

Guna menghindari atau meminimalisir mengalami sakit tifus, salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah dengan menjalani program vaksin tifoid. Berkenaan dengan itu, program vaksinasi itu sedianya bisa dilaksanakan sejak usia dini atau saat anak sudah berusia dua tahun dan secara berkala dilakukan lagi sampai berusia 18 tahun. Selain anak, orang dewasa dengan kondisi atau status tertentu juga bisa menerima vaksin tifoid

Keberadaan vaksin tifoid tentu menjadi kabar baik. Hal tersebut tak lepas dari kondisi yang mana masih cukup banyak kasus sakit tipes di Indonesia. Oleh karena itu, bagi anda yang sudah memiliki anak disarankan untuk tidak melewatkan program vaksinasi tersebut. Kendati demikian, menjadi sangat wajar apabila pembaca atau orang tua bertanya-tanya perihal vaksin tifoid sebelum menjalankan program vakinasinya. 

Oleh sebab itu, bagi anda yang belum tahu atau masih mencari tahu lebih lanjut perihal vaksin tifoid, maka tak ada salahnya meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, yang hendak membahas jenis, cara kerja, dan efek samping dari vaksin tersebut. 

Jenis 

Dirangkum dari berbagai sumber, vaksin tifoid memiliki dua jenis. Perihal ini, yang menjadi pembeda utamanya adalah cara pengaplikasiannya. Adapun jenis pertama adalah suntik. Sebagaimana namanya, penerima yang memilih jenis ini akan menerimanya melalui proses suntik. Masih dari sumber yang sama, dijelaskan kalau jenis ini dapat diberikan kepada anak-anak yang telah berusia di atas dua tahun dan orang dewasa. 

Sementara itu, jenis kedua vaksin tifoid ialah oral. Untuk jenis yang kedua ini tersedia dalam bentuk kapsul dan cara pemakaiannya adalah dengan diminum. Adapun pihak yang bisa memilih jenis kedua adalah anak-anak yang sudah berusia di atas enam tahun. Di samping itu, orang dewasa juga dapat menggunakan vaksin tifoid jenis kedua. 

Sebagai catatan, berbagai sumber mengatakan untuk vaksin jenis kedua ini tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil, orang yang sedang mengonsumsi antibiotik, dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Lebih dari itu, baik jenis suntik maupun oral juga tak disarankan diberikan kepada orang yang punya alergi terhadap isi dari kandungan vaksin tersebut. Kalau anda atau buah hati anda diperkenankan menerima vaksin tifoid, maka jangan lupa konsultasi kepada dokter perihal dosisnya. 

Cara kerja 

Berkenaan dengan cara kerja vaksin tifoid, keterangan yang diperoleh dari beragam sumber mengatakan kalau vaksin tifoid jenis suntik memiliki efektivitas sebesar 60 sampai 70 persen. Sedangkan vaksin tifoid jenis oral punya efektivitas sebesar 36 sampai 66 persen untuk mencegah demam tifoid. 

Efek samping 

Meskipun vaksin tifoid mampu mencegah tifus, bukan berarti kita tidak memberikan perhatian khusus. Sebab, sebagaimana umumnya vaksin, vaksin tifoid juga punya efek samping yang bisa dialami oleh para penerimanya. Akan tetapi, walaupun ada efek samping, kabar baiknya adalah dampak dari penerimaan vaksin tersebut tidak terlalu parah atau terbilang ringan. 

Adapun keterangan yang berhasil dihimpun menyebut efek samping vaksin tifoid berupa sakit kepala, demam, dan ruam atau sedikit bengkak pada lokasi suntikan. Meskipun efek sampingnya ringan, tentu tidak ada yang salah jika anda melakukan pencegahan. Adapun cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari efek samping adalah dengan memastikan kondisi tubuh tetap fit. Khusus orang tua, jangan lupa pastikan kalau si buah hati dalam keadaan baik atau sehat sebelum menerima vaksin tifoid. 

Oleh sebab itu, apabila anda merasa kurang enak badan atau malah lagi mengalami suatu infeksi, maka anda disarankan untuk segera mengubah jadwal imunisasi. Tak memaksakan diri merupakan pilihan bijak daripada anda mengalami efek samping dari penggunaan vaksin tifoid.

Demikianlah yang bisa disampaikan perihal jenis, cara kerja, dan efek samping vaksin tifoid. Tentu saja anda disarankan mencari referensi lain agar informasi yang diterima lebih konprehensif. Akhir kata, semoga artikel ringkas ini dapat bermanfaat dan jangan lupa konsultasi dulu dengan dokter kalau ingin menerima vaksin tifoid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *