Diagnosis dan Perawatan Stres Love Self Care

love self care

Banyak orang pernah mengalami stres yang mengganggu, namun tidak sedikit pula yang menganggap stres sebagai suatu hal yang bermanfaat dan bahkan memberikan motivasi. Jika Anda kesulitan dalam menghadapi stres, dukungan seperti Love Self Care juga tersedia.

Stres dapat menyebabkan berbagai jenis gejala. Stres dapat memengaruhi bagaimana anda merasa secara fisik, mental, dan juga bagaimana Anda berperilaku. Tidak selamanya mudah dalam mengenali ketika stres adalah alasan mengapa Anda merasa dan bertindak dengan cara yang berbeda.

Gejala fisik yang dapat timbul akibat stres di antaranya adalah sakit kepala atau pusing, ketegangan atau nyeri otot, gangguan lambung, nyeri dada atau detak jantung yang cepat, dan masalah seksual.

Sementara itu, gejala mental yang dapat disebabkan oleh stres di antaranya adalah kesulitan berkonsentrasi, kesulitan membuat keputusan, merasa kewalahan, terus menerus cemas, dan mudah lupa. Stres juga dapat memengaruhi perilaku, dengan gejala seperti mudah marah, terlalu banyak atau sedikit tidur, terlalu banyak atau sedikit makan, menghindari tempat atau orang tertentu, dan merokok serta minum alkohol dalam jumlah banyak. 

Ahli di Love Self Care biasanya akan mendiagnosis stres dengan bertanya pada seseorang seputar gejala dan kejadian hidup yang ia alami. Melakukan diagnosis stres dapat menjadi suatu hal yang menantang karena hal ini akan tergantung pada banyak faktor. Dokter telah menggunakan kuesioner, pengukuran biokimia, dan teknik fisiologis untuk mengidentifikasi stres. Akan tetapi, metode-metode tersebut mungkin tidak bersifat obyektif ataupun efektif. Cara paling langsung dalam diagnosis stres dan efeknya pada seseorang adalah dengan wawancara tatap muka yang berorientasi pada stres dan bersifat komprehensif. 

Perawatan

Perawatan Love Self Care untuk stres akan melibatkan bantuan diri sendiri, dan ketika kondisi medis menyebabkan stres, penggunaan obat-obatan tertentu. Terapi yang dapat membantu seseorang merasa relaks adalah aromatherapy dan reflexology. Dokter baisanya tidak akan meresepkan obat-obatan untuk mengatasi stres, kecuali mereka ingin merawat kondisi yang menyebabkannya, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Dalam kasus tersebut, mereka akan meresepkan antidepresan. Namun, ada risiko bahwa obat-obatan hanya akan menutupi stres, alih-alih membantu orang mengatasinya. Antidepresan juga dapat memiliki efek samping negatif, dan juga dapat memperburuk komplikasi stres, seperti libido yang rendah. Mengembangkan strategi “coping” sebelum stres berubah menjadi lebih kronis atau parah dapat membantu seseorang mengatur situasi baru dan menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Orang-orang yang sudah mengalami stres berlebih perlu mencari bantuan medis Love Self Care. 

Anda dapat menemukan gaya hidup berikut di bawah ini dapat membantu mengatasi stres dan mencegah perasaan yang disebabkan stres bertambah parah. 

  • Latihan atau olahraga. Tinjauan sistematis tahun 2018 terhadap studi hewan menemukan bahwa latihan dapat mengurangi gangguan ingatan pada mereka yang menderita stres. Meskipun studi pada manusia masih dibutuhkan untuk mengonfirmasi hal ini. 
  • Mengurangi asupan alkohol, obat, dan kafein. Zat-zat tersebut tidak akan membantu mencegah stres, dan malah akan membuat stres menjadi semakin buruk. 
  • Nutrisi. Diet yang seimbang dan sehat mengandung banyak buah dan sayuran dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh saat stres. Diet yang buruk dapat menyebabkan Anda sakit dan memberikan tambahan stres. 

Anda juga bisa mendapatkan bantuan profesional seperti Love Self Care. Mereka akan melakukan diagnosis seputar kondisi yang Anda hadapi dan membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *