Dampak Negatif Pemberian Tablet untuk Anak

Memberikan tablet untuk anak memang tidak salah. Namun, jika diberikan secara berlebihan, ternyata memiliki dampak sangat serius. Sebuah penelitian dari Common Sense Media menjelaskan bahwa adanya peningkatan luar pada anak-anak yang menggunakan smartphone, laptop maupun tablet mengalami peningkatan sangat drastis hanya dalam waktu dua tahun saja. American Academy of Pediatrics mencegah penggunaan tablet untuk anak di bawah usia dua tahun dengan mengatakan bahwa ini dapat mengubah sifat masa kanak-kanak. 

Pemilihan tablet untuk anak harus memerhatikan spesifikasinya


1. Perubahan fungsi otak

Selama usia balita, otak tiga kali lipat dalam ukuran dan terus berkembang sampai tahun dewasa. Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu banyak atau sering menghabiskan waktunya untuk bermain tablet atau gadget apapun dapat memberikan berdampak negatif pada perkembangan otak anak maupun fungsi kognitifnya. 

Bahkan beberapa anak dapat mengalami perubahan seperti adanya defisit perhatian atau tidak  fokus, gangguan belajar sehingga sulit menghafal ataupun untuk mau duduk diam dan memegang buku, peningkatan impulsif, keterlambatan kognitif daripada teman sebayanya dan penurunan kemampuan untuk mengatur diri sendiri atau lepas kontrol diri.

2. Obesitas

Anak-anak yang terlalu sering mengandalkan waktu bermain di depan layar tablet daripada mereka yang sering bermain luar di taman memiliki potensi obesitas lebih tinggi. Pasalnya, mereka tidak dapat membakar kalori dari makanan yang mereka konsumsi dengan baik. Kebiasaan duduk dan tidur membuat anak sangat mudah mengalami obesitas.

Anak- anak yang mengalami obesitas sangat rentan membuat mereka menderita berbagai penyakit komplikasi serius seperti diabetes, stoke hingga serangan jantung di usia yang sangat muda. Anda sebaiknya mulai membiasakan diri untuk mendorong anak-anak bermain lebih banyak di luar ruangan dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Anak harus memahami betul bahwa ada banyak manfaat dari bermain di luar ruangan yang bisa mereka rasakan, seperti tubuh menjadi lebih bugar, aktif dan memiliki komunikasi sosial lebih baik.

3. Agresif

Pernahkah Anda memperhatikan perubahan perilaku anak saat mulai aktif bermain gadget? Sebagian besar orang tua setuju, bahwa ada beberapa perubahan perilaku pada anak mereka. Anak akan menjadi lebih agresif karena berjam-jam bermain game di tablet. Sifat agresif ini akan lebih sering muncul, ketika Anda mencoba untuk memisahkan mereka dengan tabletnya, untuk urusan belajar, tidur maupun main di luar. 

Tantrum adalah salah satu bentuk dari agresivitas yang paling umum dan sering ditemukan pada balita. Seiring bertambahnya usia, mereka akan mulai kecanduan game dan sangat mudah menentang dan tidak mematuhi seluruh perintah maupun nasihat dari orang tua mereka. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mulai mengalihkan mereka untuk melakukan kegiatan lain seperti mewarnai, membaca buku dan bermain bola.

4. Paparan Radiasi

Menurut WHO tahun 2011, ponsel maupun perangkat nirkabel memiliki tingkat risiko yang masuk dalam kategori 2B, akibat adanya emisi dari radiasinya. Healthy Child Healthy World mengakui meningkatnya isu radiasi di kalangan anak-anak cukup memprihatinkan, sehingga harus segera dicegah sejak dini.

5. Mengurangi interaksi

Bermain di tablet, membuat mereka dapat dengan mudah bermain sendiri. Jika anak-anak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk teknologi dan lebih sedikit waktu dengan orang-orang, hal ini akan menghambat interaksi dan mengganggu perkembangan keterampilan komunikasi yang normal pada anak-anak. 

6. Kurang tidur

Anak-anak yang sudah kecanduan bermain tablet akan kehilangan waktu istirahat bahkan memberontak saat Anda menyuruhnya tidur. Di lain kesempatan, bermain di tablet bisa membuatnya menjadikan hal ini sebagai obat tidur mereka. Tanpa bermain gadget, mereka menjadi pemarah dan agresif. 

7. Penglihatan rusak

Cahaya yang berasal dari layar gadget akan membuat mata mereka menjadi tegang. Penelitian menunjukkan anak yang kecanduan gadget kerap mengalami masalah pada penglihatan mereka bahkan di usia muda sekalipun. Meski banyak penelitian mengungkap dampak negatif pemberian tablet untuk anak, namun teknologi tetap memiliki dampak positif. Akan tetapi, harus didorong dengan pembatasan dan pengawasan tertentu. Anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan yang tepat atas kemajuan tersebut. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *