Jumpai Dokter Saraf ketika Alami Penyakit Saraf Ini

Jumpai Dokter Saraf ketika Alami Penyakit Saraf Ini

Jika pergi ke rumah sakit yang memiliki banyak poliklinik khusus dokter spesialis, klinik dokter saraf pasti penuh dengan antrean. Ini karena dokter spesialis ini dapat menangani berbagai keluhan terkait otot, sistem saraf, juga pembuluh darah. Pasien-pasien yang pada mulanya berobat ke dokter umum dengan keluhan pusing ataupun nyeri yang tidak berkesudahan pun umumnya akan langsung dirujuk ke dokter saraf. 

Sesuai namanya, saraf menjadi bagian utama penanganan yang dapat diberikan oleh dokter spesialis yang satu ini. Di samping dokter saraf juga tergolong ahli menangani berbagai masalah otot dan jaringan yang ada di sekitarnya. Berbagai penyakit serius yang berisiko kematian besar pun sangat mungkin ditangani oleh dokter saraf. 

Berikut ini adalah beberapa penyakit serius yang biasa ditangani oleh dokter saraf. Jika Anda memiliki gejala dari salah satu penyakit di bawah ini, tidak ada salahnya pula untuk segera membuat jadwal konsultasi ke dokter saraf yang terdekat dengan domisili Anda. 

  1. Stroke 

Tiap tahunnya terdapat sekitar 6 juta kematian di dunia yang disebabkan oleh stroke berikut komplikasinya. Stroke sendiri merupakan kondisi pasokan darah dan oksigen ke otak menjadi berkurang karena terjadi penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang mengarah ke organ vital ini. Banyak orang menyadari terkena penyakit ini setelah didiagnosis mengalami serangan stroke. Namun sebenarnya, gejala stroke bisa diantisipasi sedari dini. Kesemutan yang terus berulang, pandangan kabur, hingga pusing yang terus berkelanjutan sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter saraf untuk memastikan kondisi tersebut gejala stroke atau bukan.  

  1. Epilepsi 

Epilepsi menjadi penyakit saraf yang cukup banyak diidap di dunia. Menurut World Health Organization, ada sekitar 50 juta orang yang menderita penyakit saraf ini. Epilepsi merupakan kondisi gangguan sistem saraf pusat karena adanya aktivitas listrik di otak yang tidak normal. Penderita epilepsi umumnya akan sering mengalami kejang hingga kehilangan kesadaran. Anda mungkin tidak menyadari kondisi epilepsi apabila belum mendapat gejala kejang-kejang secara berulang. 

  1. Alzheimer 

Alzheimer merupakan penyakit gangguan memori otak yang membuat penderitanya mengalami penurunan hingga penghilangan daya ingat maupun daya pikir. Dalam tingkat yang parah, penderita penyakit ini dapat kehilangan kemampuan berbicara ataupun sekadar mengidentifikasi dirinya sendiri. Penyebab dari Alzheimer disinyalir karena endapan protein di otak yang menghalangi suplai nutrisi ke organ tersebut. WHO menyatakan, ada sekitar 24 juta penderita Alzheimer di seluruh dunia yang mesti melakukan pengobatan secara terus-menerus ke dokter saraf. 

  1. Parkinson

Jangan remehkan apabila Anda kerap mengalami tremor ringan ataupun tubuh yang terasa kaku. Bisa jadi, itu merupakan gejala parkinson. Ini merupakan penyakit saraf ketika seseorang tidak mampu mengoordinasikan gerakan tubuhnya akibat adanya fungsi otak yang terganggu. Tremor maupun kekakuan tubuh merujuk ke stadium awal penyakit ini. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, gejala parkinson bisa semakin parah dan dapat membuat Anda bahkan tidak mampu untuk duduk ataupun berdiri sekalipun. 

  1. Multiple Sclerosis 

Multiple sclerosis merupakan kondisi ketika saraf pada otak, mata, juga tulang belakang mengalami gangguan. Penderita dari penyakit saraf ini cenderung mengalami masalah dalam melihat maupun menggerakkan tubuh. Gejala awal dari penyakit ini umumnya sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya, seperti tangan dan kaki yang sering terasa kebas ataupun keseimbangan yang menurun.

*** 

Jangan remehkan gejala sakit yang tidak kunjung pulih. Bisa jadi pusing ataupun kesemutan yang Anda rasakan merupakan gejala awal penyakit saraf yang mesti ditangani serius oleh dokter saraf. Maka, berobatlah!

Tips Mencegah Penularan Herpes pada Anak

Tips Mencegah Penularan Herpes pada Anak

Salah apabila Anda berpikiran bahwa penyakit herpes hanya bisa menimpa orang dewasa. Nyatanya, herpes pada anak merupakan salah satu penyakit kulit yang kerap menyerang anak-anak dengan usia 0-5 tahun. Bahkan bayi berumur 0-6 bulan terbilang menjadi kalangan yang paling rentan terkena penyakit kulit ini. 

Ketika buah hati Anda tertular herpes pada anak, gejala awal yang terlihat adalah munculnya ruam atau lepuhan di sekitar mulut. Lepuhan yang mengeluarkan cairan tersebut nantinya dapat merambat ke bagian tubuh lain. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex tipe 1 ini sejatinya dapat sembuh sendiri. Akan tetapi, bersiaplah menghadapi tangisan dan jeritan anak maupun bayi Anda sebab merasa tidak nyaman dengan kondisi penyakit tersebut.

Sebelum Anda bingung dan tidak tega melihat anak Anda yang kesakitan akibat penyakit herpes, sebaiknya Anda mempersiapkan pencegahan agar virus herpes simplex tidak menyerang buah hati Anda. Berikut ini adalah beberapa tips sederhana yang dapat Anda lakukan guna meminimalkan risiko penularan herpes pada anak

  1. Mengajari Rajin Cuci Tangan 

Cuci tangan menjadi jalan terbaik untuk menghindari berbagai infeksi virus, tidak terkecuali virus yang menyebabkan herpes pada anak. Ajari anak Anda untuk selalu mencuci tangan tiap kali habis memegang suatu benda ataupun ketika hendak menyentuh wajah. Cuci tangan dengan sabun antibakteri lebih disarankan. Jika Anda anak masih bayi, rajin-rajinlah menyeka tangan mereka dengan kasa steril ataupun tisu basah yang memang direkomendasikan untuk bayi.

  1. Hindari Ciuman

Menghindarkan anak Anda dari ciuman orang lain bukan sekadar bertujuan mempertahankan privasi anak. Lebih daripada itu, ketika anak menghindari ciuman, artinya kemungkinan tertular berbagai virus pun bisa diantisipasi. Anda tidak akan tahu orang mana yang dapat menyebarkan virus herpes pada anak. Karena itu, lebih bijak apabila Anda meminta tidak sembarangan orang boleh mencium anak Anda. Jikapun yang hendak mencium adalah kerabat dekat, pastikan orang tersebut telah mencuci muka dan mulut terlebih dahulu. 

  1. Jangan Bertukar Peralatan Makan 

Virus herpes simplex 1 bisa menularkan herpes pada anak dari mana saja. Tidak hanya lewat sentuhan langsung atau ciuman, virus ini bahkan bisa menularkan infeksinya lewat peralatan makan! Virus akan mudah menyebar apabila satu peralatan makan digunakan oleh banyak orang. Jadi, pastikan tempat makan anak Anda eksklusif. Jangan sampai tempat makan anak dipakai oleh orang lain. Jangan pula Anda membiarkan anak Anda mengonsumsi makanan dari piring ataupun gelas orang lain. 

  1. Tidak Berbagi Perlengkapan Mandi 

Selain peralatan makan, perlengkapan mandi pun harus menjadi barang eksklusif anak Anda. Tujuannya simpel, yakni agar tidak terjadi pertukaran virus ataupun bakteri apabila peralatan mandi anak dipakai oleh orang lain. Utamanya peralatan mandi anak yang tidak boleh dibagi ke orang lain, antara lain sikat gigi, sabun, dan handuk. Apakah tidak boleh berbagi juga dengan orang tua? Jawabannya., iya. Ini karena Anda tidak tahu apakah Anda membawa virus herpes tersebut di tubuh Anda atau tidak. 

  1. Menjaga Imunitas 

Terdengar klise, namun melakukan kebiasaan rutin yang bisa menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh dapat mencegah paparan virus herpes pada anak. Perhatikan konsumsi makanan anak agar kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi. Jangan lupa ajak anak berolahraga santai sekaligus memastikan ia cukup beristirahat. Dengan demikian, imunitas tubuhnya akan terjaga sehingga walaupun terpapar virus herpes simplex tipe 1, virus tersebut tidak akan mampu menginfeksi dan menimbulkan gejala herpes. 

*** 

Jika buah hati Anda terlanjur terkena virus herpes pada anak, jangan panik berlebihan. Tetap lakukan kebiasaan mencuci tangan dan memisahkan peralatan makan ataupun mandi. Apabila gejalanya cukup berat, datanglah ke dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan terbaik.

Mengenal Penyakit Autoimun

Mengenal Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan Anda secara keliru menyerang tubuh Anda. Sistem kekebalan biasanya melindungi dari kuman seperti bakteri dan virus. Ketika merasakan penyerang asing ini, ia mengirimkan pasukan sel tempur untuk menyerang mereka. Biasanya, sistem kekebalan dapat membedakan antara sel asing dan sel Anda sendiri.

Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan salah menganggap bagian tubuh Anda, seperti persendian atau kulit, sebagai benda asing. Hal ini melepaskan protein yang disebut autoantibodi yang menyerang sel sehat. Beberapa penyakit autoimun hanya menargetkan satu organ. Diabetes tipe 1 merusak pankreas. Penyakit lain, seperti lupus eritematosus sistemik (SLE), mempengaruhi seluruh tubuh.

Dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan sistem kekebalan macet. Namun beberapa orang lebih mungkin terkena penyakit autoimun daripada yang lain. Menurut sebuah studi tahun 2014, wanita mendapatkan penyakit autoimun pada tingkat sekitar 2 banding 1 dibandingkan pria, dimana 6.4 persen wanita vs. 2.7 persen pria. Seringkali penyakit ini dimulai selama masa subur seorang wanita (usia 15 sampai 44).

Beberapa penyakit autoimun lebih sering terjadi pada kelompok etnis tertentu. Misalnya, lupus mempengaruhi lebih banyak orang Afrika-Amerika dan Hispanik daripada orang Kaukasia. Penyakit autoimun tertentu, seperti multiple sclerosis dan lupus, diturunkan dalam keluarga. Tidak setiap anggota keluarga pasti memiliki penyakit yang sama, tetapi mereka mewarisi kerentanan terhadap kondisi autoimun. Karena insiden penyakit autoimun meningkat, para peneliti menduga faktor lingkungan seperti infeksi dan paparan bahan kimia atau pelarut mungkin juga terlibat.

Meskipun ada beberapa penyakit autoimun, gejala awal dari banyak penyakit autoimun sangat mirip, seperti:

  • Kelelahan
  • Otot pegal
  • Bengkak dan kemerahan
  • Demam ringan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Rambut rontok
  • Ruam kulit

Penyakit individu juga dapat memiliki gejala uniknya sendiri. Misalnya, diabetes tipe 1 menyebabkan rasa haus yang ekstrem, penurunan berat badan, dan kelelahan. Penyakit radang usus menyebabkan sakit perut, kembung, dan diare.

Dengan penyakit autoimun seperti psoriasis atau arthritis rheumatoid, gejala bisa datang dan pergi. Periode gejala disebut flare-up dan periode ketika gejala hilang disebut remisi. Gejala seperti kelelahan, nyeri otot, bengkak, dan kemerahan bisa menjadi tanda penyakit autoimun. Gejala mungkin datang dan pergi seiring berjalannya waktu.

Tidak ada tes tersendiri yang dapat mendiagnosis sebagian besar penyakit autoimun. Dokter Anda akan menggunakan kombinasi tes dan tinjauan gejala dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis Anda. Tes antibodi antinuklear (ANA) seringkali merupakan salah satu tes pertama yang digunakan dokter ketika gejala menunjukkan penyakit autoimun. Tes positif berarti Anda mungkin mengidap salah satu penyakit ini, tetapi tidak dapat memastikan secara pasti penyakit mana yang Anda derita atau apakah Anda pasti mengidapnya.

Tes lain mencari autoantibodi spesifik yang diproduksi pada penyakit autoimun tertentu. Dokter Anda mungkin juga melakukan tes nonspesifik untuk memeriksa peradangan yang dihasilkan penyakit ini di dalam tubuh. Ada lebih dari 80 penyakit autoimun yang berbeda. Seringkali gejala mereka tumpang tindih, membuat mereka sulit untuk didiagnosa.

Apa Itu Sirosis Hati? Ini Cara Mengobatinya

Merupakan kondisi rusaknya organ hati karena terbentuk jaringan parut disebut dengan sirosis hati, jaringan parut yang terbentuk dikarenakan penyakit liver yang berkepanjangan bisa karena infeksi virus hepatitis atau kecanduan alkohol. Infeksi virus atau konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat mencederai hati secara perlahan.

Kondisi kerusakan itu akan diperbaiki oleh organ hati dengan cara membentuk jaringan parut, jika kerusakan atau kelainan pada hati terus berlanjut maka jaringan kartu yang terbentuk akan semakin banyak dan mengganggu fungsi hati. Sementara jika kondisi yang muncul berlangsung selama bertahun-tahun maka bisa menyebabkan kondisi parah seperti gagal hati.

Gejala dan Penyebab

Kondisi ini pada awalnya tidak menimbulkan gejala, namun ketika kerusakan hati semakin parah maka si penderita akan mengalami beberapa hal. Seperti lemas, mual, muntah dan penurunan nafsu makan, segera pergi ke rumah sakit atau lakukan konsultasi dengan dokter apabila mengalami beberapa seperti berikut ini.

  • Kulit dan bagian putih mata menjadi menguning.
  • Mengalami muntah darah.
  • Kondisi perut semakin membesar.

Sirosis bisa terjadi karena kerusakan hati dalam jangka waktu yang panjang, pemicunya bisa beberapa faktor. Seperti infeksi virus hepatitis B dan hepatitis C, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan memiliki berat badan yang berlebih. Pada bayi, sirosis bisa terjadi karena kelainan bawaan lahir yang disebut dengan atresia bilier.

Dokter bisa menentukan seseorang terkena sirosis dengan mengamati perubahan pada tubuh pasien, tetapi untuk lebih memastikannya dokter akan menjalani beberapa pemeriksaan terhadap pasien. Di antaranya seperti tes darah, uji pencitraan atau mengambil sampel jaringan dari hati untuk kemudian diperiksa.

Obat dan Cara Pengobatan

Secara umum pengobatan sirosis hati harus berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan yang dialami pasien. Tujuan dari perawatan ini adalah memperlambat perkembangan jaringan parut di liver dan mengobati gejala hingga mencegah adanya komplikasi sirosis. Berikut ini beberapa cara mengobati sirosis yang direkomendasikan oleh dokter.

  • Berhenti Konsumsi Alkohol

Perlu diketahui bahwa sirosis hingga saat ini belum diketahui obat untuk menyembuhkannya, meski begitu salah satu cara ampuh untuk mencegah kondisi ini adalah dengan berhenti mengonsumsi minuman alkohol. Jika sulit, pasien bisa meminta dokter untuk referensi program pengobatan untuk kecanduan alkohol.

  • Diet Rendah Garam

Diet rendah garam merupakan pengobatan untuk sirosis dengan tujuan mencegah penumpukan cairan dalam tubuh. Kondisi ini juga akan membantu mengontrol asites dan pembengkakan yang terjadi pada tubuh. Jika kondisi sudah semakin parah, dokter akan melakukan prosedur mengeluarkan cairan dengan cara pembedahan.

  • Minum Obat Resep Dokter

Meskipun sirosis pada hati tidak dapat disembuhkan, dokter tetap akan memberi beberapa obat untuk mengobati gangguan fungsi hati. Obat-obatan ini setidaknya bisa membantu mengendalikan penyebab dan mencegah komplikasi sirosis, beberapa jenis obat yang akan diberikan dokter seperti berikut ini.

  • Kortikosteroid seperti prednisone dan azathioprine.
  • Obat-obatan antiviral.
  • Antibiotik, seperti ciprofloaxin dan amoxcillin.
  • Diuretik seperti amiloride dan furosemide.
  • Obat pembekuan darah dan vitamin K.

Selain itu ada pula pengobatan untuk komplikasi sirosis hati yang disebabkan peningkatan tekanan di pembuluh darah pada perut tergantung pada berat badan. Obat-obatan dan endoskopi juga bisa digunakan untuk mengobati pembuluh darah yang membesar di kerongkongan atau varises esofagus yang berguna untuk mencegah pendarahan.

Jika sejumlah pengobatan di atas tak kunjung membuahkan hasil, operasi dan transplantasi hati mungkin bisa digunakan untuk mengatasi sirosis. Pemilihan obat dan pengobatan tergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan hati.

Mengenal Croup, Penyakit yang Biasa Dialami Anak-anak

Mengenal Croup, Penyakit yang Biasa Dialami Anak-anak

Croup adalah kondisi virus yang menyebabkan pembengkakan di sekitar pita suara Anda. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas dan batuk parah yang terdengar seperti anjing menggonggong. Banyak virus yang bertanggung jawab atas croup juga menyebabkan flu biasa. 

Ada beberapa virus yang dapat menyebabkan croup. Banyak kasus berasal dari virus parainfluenza (flu biasa). Virus lain yang dapat menyebabkan croup termasuk adenovirus (kelompok virus flu biasa lainnya), virus pernapasan syncytial (RSV), kuman yang paling umum menyerang anak-anak, dan campak. Croup juga dapat disebabkan oleh alergi, paparan iritan yang dihirup, atau infeksi bakteri tapi hal ini jarang terjadi.

Gejala croup cenderung paling parah pada anak di bawah usia 3 tahun. Hal ini karena sistem pernapasan anak lebih kecil daripada orang dewasa. Gejala yang umum pada kebanyakan kasus croup meliputi:

  • Gejala pilek seperti bersin dan pilek
  • Demam
  • Batuk menggonggong
  • Terengah-engah
  • Suara parau

Perhatian medis segera diperlukan jika croup mengancam kemampuan bernapas anak Anda. Hubungi dokter Anda sesegera mungkin jika Anda melihat gejala seperti:

  • Suara bernada tinggi saat bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Warna kulit biru atau abu-abu di sekitar hidung, mulut, dan kuku

Croup yang berlangsung lebih dari satu minggu, sering kambuh, atau disertai demam lebih tinggi, harus segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk menyingkirkan infeksi bakteri atau kondisi lain yang lebih serius.

Yang paling berisiko terkena croup adalah anak-anak berusia antara 6 bulan sampai 3 tahun. Karena anak-anak memiliki saluran udara kecil, mereka paling rentan mengalami lebih banyak gejala dengan croup.

Sebagian besar kasus croup ringan. Pada sebagian kecil anak-anak, saluran napas membengkak sehingga mengganggu pernapasan. Jarang, infeksi bakteri sekunder pada trakea dapat terjadi, mengakibatkan kesulitan bernapas dan memerlukan perawatan medis darurat. Hanya sejumlah kecil anak yang terlihat di ruang gawat darurat untuk croup yang memerlukan rawat inap.

Untuk mencegah croup, lakukan langkah yang sama yang Anda gunakan untuk mencegah masuk angin dan flu.

  • Sering mencuci tangan adalah yang terpenting.
  • Jauhkan anak Anda dari siapa pun yang sakit.
  • Dorong anak Anda untuk batuk atau bersin ke sikunya.

Untuk mencegah infeksi yang lebih serius, perbarui vaksinasi anak Anda. Vaksin difteri dan Haemophilus influenza tipe b (Hib) menawarkan perlindungan dari beberapa infeksi saluran nafas bagian atas yang paling langka tetapi paling berbahaya. 

Croup umumnya didiagnosis selama pemeriksaan fisik. Dokter Anda kemungkinan akan mendengarkan batuk, mengamati pernapasan, dan meminta deskripsi gejalanya. Jika gejala croup terus berlanjut, dokter Anda mungkin memesan pemeriksaan tenggorokan atau sinar-X untuk menyingkirkan kondisi pernapasan lainnya.

Jangan Diremehkan, Ini Dampak Bulimia Nervosa yang Berbahaya

bulimia nervosa

Pernahkah Anda mendengar istilah tentang bulimia nervosa? Kondisi ini merupakan salah satu jenis kelainan psikologis berupa gangguan makan. Kondisi ini lebih sering disebut dengan bulimia oleh kebanyakan orang.

Saat seseorang mengalami bulimia, mereka akan makan dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu sangat singkat. Kemudian, mereka akan secara sengaja membuat diri sakit, menggunakan obat pencahar, atau melakukan olahraga berlebihan untuk mencoba menghentikan penambahan berat badan.

Bila dibiarkan, kondisi ini bisa mengancam jiwa. Karena, saat Anda memaksakan diri untuk menghentikan penambahan berat badan, bisa saja tubuh turut kehilangan nutrisi yang sebenarnya penting.

Dampak dari bulimia nervosa pada tubuh

Meski merupakan kondisi psikologis, bulimia nervosa bisa memberikan dampak negatif juga pada fisik Anda. Beberapa dampak fisik dari bulimia adalah:

  • Ketidakseimbangan elektrolit

Tubuh Anda memerlukan elektrolit untuk menjaga kinerja saraf dan otot, serta menjaga keseimbangan asam basa, dan menjaga tubuh Anda selalu terhidrasi. Elektrolit sendiri merupakan kandungan kimia yang meliputi natrium dan kalium.

Saat Anda sengaja membuat diri Anda sakit agar makanan yang dikonsumsi tidak menambah berat badan, Anda rentan mengalami dehidrasi. Ketika tubuh dehidrasi, kandungan elektrolit dalam tubuh pun akan ikut berkurang.

Tidak seimbangnya kadar elektrolit dalam tubuh Anda bisa berujung pada penyakit jantung, bahkan kematian.

  • Masalah jantung dan tekanan darah

Dampak lainnya dari kondisi bulimia adalah peningkatan resiko masalah jantung dan tekanan darah. Jantung Anda bisa saja berdebar-debar sangat cepat, dan irama jantung Anda menjadi tidak normlal. Kondisi ini disebut dengan aritmia.

Selain itu, Anda juga bisa mengalami tekanan darah rendah. Anda akan menjadi lebih mudah pingsan karena tekanan darah yang terlalu rendah.

  • Kerusakan esofagus

Esofagus adalah saluran yang menghubungkan antara tenggorokan dengan perut Anda. Saat Anda memaksakan diri untuk muntah supaya makanan yang dikonsumsi bisa keluar kembali, esofagus Anda bisa saja menjadi robek.

Robekan pada lapisan esofagus bisa menyebabkan pendarahan hebat dan mengancam jiwa. Tanda dari robekan pada esofagus adalah adanya darah berwarna merah cerah yang keluar bersama dengan muntahan Anda.

Selain itu, bila Anda memaksakan diri untuk muntah terlalu sering dan berulang kali, esofagus mungkin tidak hanya akan robek, melainkan pecah. Apabila esofagus Anda sudah pecah, Anda sudah memasuki kondisi darurat dan memerlukan penanganan segera melalui operasi.

  • Kerusakan mulut dan gigi

Kondisi bulimia nervosa dapat memicu asam lambung. Asam lambung lama-kelamaan akan mengubah warna gigi Anda dan menyebabkan penyakit gusi.

Kerusakan gigi bisa terjadi karena asam lambung dalam muntahan bisa menyebabkan kerusakan enamel gigi. Hal ini membuat gigi Anda menjadi lebih sensitif terhadap panas dan dingin.

Selain itu, ketika muntah, sudut mulut Anda akan terluka dan menimbulkan rasa sakit. Kelenjar ludah Anda juga rentan mengalami pembesaran.

  • Masalah hormonal

Dampak lain dari kondisi bulimia nervosa adalah masalah hormonal, termasuk siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur. Selain itu, Anda juga rentan mengalami infertilitas, membuat Anda sulit untuk bisa mengandung.

Terkadang, Anda mungkin bisa tidak datang bulan sama sekali dalam beberapa waktu. Hal ini tentu tidak baik untuk kesehatan hormonal Anda.

Masih ada banyak sekali dampak lain yang ditimbulkan dari gejala bulimia nervosa bagi tubuh Anda, baik secara fisik maupun mental. Bila Anda menderita kondisi ini, Anda perlu mendapatkan penanganan segera dari psikolog sebelum dampak negatif yang ditimbulkan semakin parah, bahkan mengancam jiwa.

Apa Akibatnya jika Glaukoma Tekanan Normal Tidak Segera Diobati?

glaukoma tekanan normal

Glaukoma tekanan normal sebisa mungkin diketahui dan diobati sejak awal sebelum kondisinya semakin parah. Jika terjadi kerusakan, maka kesehatan mata akan sulit dikembalikan ke kondisi normal. Pengobatan pun semakin rumit jika glaukoma tekanan normal terdeteksi dalam keadaan sudah parah.

Perbedaan galukoma tekanan normal dengan lainnya

Terdapat berbagai jenis glaukoma, akan tetapi jenis glaukoma tekanan normal cukup berbeda dibandingkan jenis lain. Jika glaukoma jenis lain kebanyakan disebabkan karena tekanan cairan mata yang cukup tinggi, glaukoma jenis ini justru memiliki tekanan normal atau cenderung rendah.

Penyebab glaukoma tekanan normal belum diketahui secara pasti. Ada kemungkinan karena kondisi saraf mata yang terlalu sensitif atau rapuh, sehingga tekanan normal pun bisa menimbulkan kerusakan.

Selain itu, glaukoma tekanan normal juga bisa disebabkan karena kurangnya aliran darah yang masuk ke saraf mata. Hal ini berhubungan dengan kondisi darah rendah akibat reaksi berlebihan terhadap konsumsi obat tertentu atau pernah mengalami kehilangan darah dalam jumlah banyak.

Akibat glaukoma tekanan normal

Anda mungkin tidak menyadari penyakit ini di awal gejala sehingga glaukoma tekanan normal merupakan pencuri penglihatan diam-diam. Seperti yang telah diketahui, akibat paling menyeramkan dari glaukoma yaitu kebutaan. Sama seperti glaukoma tekanan darah normal, jika kondisi penderita tidak diobati maka pada akhirnya mengakibatkan kebutaan.

Awalnya mata akan kehilangan penglihatan bagian samping atau periferal. Anda mungkin tidak bisa melihat dari arah sudut mata. Apabila kondisi semakin memburuk, penglihatan menjadi semakin sempit seperti terowongan. Jika paseisn mendapatkan penangangan dan pengobatan, kondisi ini bisa dicegah semaksimal mungkin. Konsultasikan keluhan sejak dini ke dokter spesialis mata.

Pengobatan medis

Meskipun kerusakan mata akibat glaukoma tidak bisa dikembalikan seperti semula, setidaknya pengobatan ini akan membuat kerusakan berjalan lamban atau mengurangi kemungkinan pasien kehilangan penglihatan. Dokter biasanya mengurangi tekanan mata serendah mungkin menggunakan pengobatan medis, perawatan laser, atau tindakan operasi.

  • Tetes mata

Pengobatan ini merupakan langkah pertama saat seseorang didiagnosis glaukoma tekanan normal. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah cairan mata sehingga tekanannya juga berkurang. Akan tetapi, tetes mata akan mengakibatkan efek samping seperti rasa gatal dan menyengat, penglihatan buram, serta perubahan detak jantung. Beberapa jenis tetes mata memiliki interaksi dengan obat lain sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. 

  • Laser mata

Laser digunakan untuk membuka sumbatan dan melancarkan saluran cairan di mata sehingga dapat mengalir dengan mudah dan tekanan berkurang. Cara ini dilakukan jika pengobatan topikal tidak mampu mencegah kerusakan glaukoma tekanan rendah.

Salah satu jenis laser mata yang bisa digunakan yaitu Selective Laser Trabeculoplasty. Energi yang dihasilkan laser dipancarkan ke jaringan saluran cairan mata sehingga terjadi perubahan secara biologis maupun kimia. Biasanya laser jenis ini membutuhkan waktu 1-3 bulan hingga hasilnya terasa.    

  • Operasi

Apabila pengobatan topikal seperti tetes mata dan laser tidak mampu mengurangi tekanan mata sesuai yang diinginkan, maka tindakan operasi dapat dijadikan opsi terakhir. Prosedur yang digunakan salah satunya yaitu trabeculectomy atau membuat saluran cairan baru di bagian sklera mata. Atau bisa juga dengan memasang tabung drainase kecil untuk mengurangi tekanan. Pilihan-pilihan pengobatan mata tersebut dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter dan keparahan kondisi mata. Sebaiknya Anda tetap melakukan pemeriksaan mata secara berkala agar tingkat keparahan terpantau dengan baik.   

Gangguan Penyimpanan Lisosom, Penyakit Langka yang Perlu Diketahui

Lisosom adalah organ dalam sel yang fungsinya untuk mencerna senyawa karbohidrat dan protein. Fungsi tersebut baru bisa berjalan dengan bantuan enzim tertentu. Kekurangan enzim akan membuat racun menumpuk dalam tubuh. Kekurangan enzim ini disebabkan oleh adanya gangguan penyimpanan lisosom.

Gangguan penyimpanan lisosom ini termasuk penyakit langka yang jarang terjadi. Lebih dari 50 penyakit langka yang memengaruhi lisosom.

Orang yang menderita gangguan penyimpanan lisosom ini tidak memiliki enzim penting yang berfungsi mempercepat reaksi dalam tubuh. Tanpa enzim tersebut, lisosom tidak mamu bekerja mengurai zat-zat dan membuat racun menumpuk dalam tubuh dan dapat merusak sel bahkan organ tubuh.

Jenis dan Gejala Gangguan Penyimpanan Lisosom

Gejala dari gangguan penyimpanan lisosom ini akan berbeda-beda sesuai dengan jenis gangguan penyimpanan lisosom yang memengaruhi berbagai jenis enzim. Berikut di antaranya.

  • Fabry Disease

Penyakit Fabry ini terjadi saatu tubuh mengalami kekurangan enzim alpha-galactosidase A. gejalanya meliputi demam, diare atau sembelit, tubuh menjadi sulit berkeringat, dan tungkai terasa nyeri, kaku atau kesemutan.

  • Krabbe Disease

Krabbe disease terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan enzim galactosylceramidase. Gejala biasanya muncul di usia 6 bulan pertama bayi, seperti demam, otot kaku dan lemah, serta fungsi pendengaran dan penglihatan menghilang.

  • Gaucher Disease

Penyakit Gaucher adalah penyakit saat tubuh mengalami kekurangan enzim beta-glucocerebrosidase dengan gejala berupa anemia, organ hati dan limpa mengalami pembesaran, dan terasa nyeri tulang hingga patah tulang.

  • Niemann-Pick Disease

Merupakan penyakit saat tubuh mengalami kekurangan enzim acid sphingomyelinase (ASM) atau terjadi saat tubuh tidak bisa mencerna lemak dan kolesterol secara efektif. Gejala penyakit ini berupa gangguan pernapasan, kulit dan mata menguning, dan hati serta limpa mengalami pembesaran.

  • Mucopolysaccharidosis (MPS)

Penyakit MPS Ini adalah kondisi akibat kekurangan enzim yang mencerna jenis karbohidrat glikosaminoglikan. Gejala penyakit MPS ini berupa gangguan sendi, mengalami gangguan belajar, dan gangguan berbicara serta mendengar.

  • Metachromatic Leukodystrophy (MLD)

Penyakit MLD ini merupakan kondisi saat tubuh kekurangan enzim arylsulfatase A dengan gejala seperti kesulitan berbicara, makan, berjalan, mengalami gangguan fungsi saraf dan fungsi otot, hilangnya fungsi penglihatan dan pendengaran.

  • Pompe Disease

Penyakit Pompe adalah kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan enzom alpha-glucosidase dengan menunjukkan gejala seperti lemah otot, tumbuh kembang anak menjadi lambat, organ hati dan jantung mengalami pembesaran.

  • Tay-Sachs Disease

Penyakit ini terjadi saat tubuh mengalami kekurangan enzim hexosaminidases dengan gejala-gejala berupa kejang, muncul bintik merah di mata, dan hilangnya fungsi penglihatan dan pendengaran.

Cara Mengobati Gangguan Penyimpanan Lisosom

Untuk penyakit ini, belum ditemukan pengobatannya untuk menyembuhkannya. Hanya saja diberikan penanganan, meliputi:

  • Terapi penggantian enzim melalui infus untuk menggantikan enzim yang hilang
  • Transplantasi sel stem atau sel punca dari pendonor untuk membantu tubuh penderita memproduksi enzim yang hilang
  • Terapi reduksi substrat yang berguna untuk mengurangi substansi yang menumpuk dalam sel.

Ada juga penanganan untuk mengurangi gejala gangguan penyimpanan lisosom. Penanganan tersebut dilaukan dengan langka-langkah berikut:

  • Operasi
  • Konsumsi obat-obatan
  • Terapi fisik
  • Melakukan dialisis atau proses menghilangkan zat racun dari tubuh (cuci darah).

Pengobatan yang dilakukan lebih cepat pada penderita gangguan penyimpanan lisosom mungkin bisa memperlambat perkembangan penyakit ini di waktu yang akan datang. Meskipun pengobatan yang dimaksud tidak bisa menyembuhkan penyakit ini.

Rekomendasi Obat Demam yang Bisa Dibeli Tanpa Resep Dokter

Demam seringkali muncul saat seseorang mengalami gangguan kesehatan. Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala yang timbul sebagai akibat dari suatu penyakit. Sehingga, jika Anda minum obat demam, yang reda adalah gejalanya, bukan penyakitnya. Secara normal, demam adalah mekanisme yang terjadi saat tubuh mencoba melawan infeksi akibat bakteri, virus, jamur, atau komponen lain yang berbahaya. Sehingga jika demam yang dirasakan masih ringan, dokter biasanya tidak menyarankan Anda langsung minum obat penurun panas. Sebab, naiknya suhu tubuh ini justru berguna untuk membunuh penyebab penyakit. Jenis obat demam yang bisa dibeli bebas adalah paracetamol dan obat-obatan dari golongan antiinflamasi non-steroidal (AINS) seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

  1. Paracetamol

Paracetamol atau bisa juga disebut dengan acetaminophen adalah obat penurun panas sekaligus pereda nyeri. Obat demam ini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet, kapsul, puyer, hingga sirup.Paracetamol aman untuk dikonsumsi oleh bayi berusia di atas 6 bulan hingga orang dewasa, tapi tentu dengan dosis yang berbeda. Anda harus ikuti instruksi dosis yang ada dikemasan dan jangan mengonsumsi melebihi dosis yang disarankan.

Jika Anda termasuk orang yang secara teratur mengonsumsi obat-obatan lain, berhati-hatilah saat minum paracetamol. Sebab, obat ini bisa menimbulkan interaksi yang berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan:

  • Obat pengencer darah seperti warfarin
  • Obat turberkulosis atau TBC yang bernama isoniazid
  • Obat kejang, seperti carbamazepine dan phenytoin
  • Ibuprofen

Selain bisa membantu menurunkan panas, obat ini juga dapat meredakan peradangan atau inflamasi dan nyeri di tubuh. Obat ini sudah bisa dikonsumsi oleh anak berusia 6 bulan ke atas dan orang dewasa dengan dosis yang berbeda. Hal yang penting, selalu ikuti dosis yang tertera di dalam kemasan. Secara umum ibuprofen aman untuk dikonsumsi, meski bagi beberapa orang bisa menimbulkan efek samping berupa sakit perut. Karena itu, biasanya Anda disarankan minum obat ini setelah makan. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi ibuprofen apabila Anda juga sedang menggunakan obat pegencer darah seperti warfarin secara teratur.

  • Naproxen

Obat demam selanjutnya adalah naproxen. Obat ini baru boleh dikonsumsi oleh anak berusia 12 tahun ke atas. Penggunaan Naproxen untuk anak di bawah 12 tahun harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu. Sama seperti ibuprofen, naproxen juga merupakan obat golongan AINS. Selain menurunkan panas, obat ini juga bisa meredakan peradangan atau inflamasi dan mengurangi rasa nyeri. Efek samping naproxen mirip dengan efek samping ibuprofen, yaitu bisa menimbulkan sakit perut. Sehingga, Anda disarankan untuk mengonsumsi obat ini setelah makan.

  • Aspirin

Dibanding dengan obat penurun panas golongan AINS lainnya, aspirin cenderung lebih keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak tanpa konsultasi dokter. Obat demam ini hanya boleh dikonsumsi secara bebas oleh orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.Selain sakit perut, aspirin juga berpotensi menimbulkan efek samping yang lebih serius seperti perdarahan dan tukak lambung. Sama seperti obat-obatan lainnya, aspirin juga tidak luput dari potensi alergi.

Perlu diingat bahwa mekanisme tubuh dalam menghadapi demam bisa berbeda bagi setiap orang. Pada beberapa anak, suhu tubuh sedikit melebihi normal sudah bisa memicu kejang. Sehingga, rekomendasi obat demam di atas bisa saja dimodifikasi sesuai anjuran dokter atau kondisi masing-masing orang. Chat konsultasi dokter, tips dan trik menjaga kesehatan, mengatasi demam, bahkan membeli obat demam, dapat Anda peroleh dengan mengakses di SehatQ.com.

Perhatikan Ini Sebelum dan Sesudah Operasi Gendang Telinga

Operasi gendang telinga atau merupakan suatu tindakan operasi untuk memperbaiki lubang atau robek pada gendang telinga. Tindakan oprasi ini bertujuan untuk memperbaiki pendengaran, mengurangi infeksi berulang yang tidak membaik dengan pengobatan lain. Jika Anda ingin melakukan operasi gendang telinga, perhatikan hal-hal berikut untuk memperlancar proses operasi dan penyembuhan setelah prosedur operasi dijalankan.

Persiapan Sebelum Operasi Gendang Telinga

  • Hindari mengonsumsi aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Aleve), dan obat antiinflamasi non steroid lainnya, Vitamin E, suplemen herbal, dan obat yang mengandung senyawa ini, selama dua minggu sebelum operasi.
  • Jangan merokok dua minggu sebelum dan dua minggu setelah operasi. Nikotin dan asap tembakau menunda penyembuhan dan dapat menyebabkan jaringan parut. Ini adalah waktu yang tepat untuk menghentikan kebiasaan itu.
  • Hindari kerusakan akibat sinar matahari dua minggu sebelum operasi. Meskipun kami merekomendasikan memakai SPF 30 atau lebih tinggi, dokter dan staf kami memakai SPF 50 setiap hari.
  • Resep Anda untuk setelah operasi (biasanya antibiotik dan obat pereda nyeri) akan diberikan kepada Anda pada hari operasi.

Beli barang-barang non-resep berikut:

  • Salep vaseline
  • Ikat kepala yang lembut
  • Jangan makan atau minum apa pun, termasuk air, setelah tengah malam.
  • Mintalah seseorang untuk menemani Anda  pulang dari rumah sakit. Anda tidak akan diizinkan untuk mengemudi atau pergi sendiri. Aturlah seseorang untuk tinggal bersamamu selama 24 jam pertama setelah operasi.

Hal yang Harus diperhatikan Ketika Hari Operasi Pembedahan

  • Jangan makan atau minum apa pun, termasuk air, pada pagi di hari operasi. Obat esensial dapat dikonsumsi dengan seteguk air.
  • Kenakan pakaian longgar yang kencang di depan atau belakang. Hindari pakaian yang licin.
  • Tinggalkan semua barang berharga di rumah; jangan memakai perhiasan.
  • Jangan memakai riasan wajah atau mata. Hindari cat kuku.
  • Jangan memakai lensa kontak.

Perawatan Pasca Operasi Gendang Telinga

  • Jaga agar kepala Anda tetap tinggi untuk meminimalkan pembengkakan. Kursi malas berfungsi baik, atau menambahkan bantal tambahan di tempat tidur Anda sudah memadai.
  • Gantilah kapas di telinga Anda setiap hari (tapi biarkan pembalut yang ada lebih dalam di telinga Anda di tempat)
  • Berhati-hatilah untuk tidak membengkokkan atau mengenai telinga Anda saat menyikat atau menata rambut Anda.
  • Anda dapat mengenakan kacamata, tetapi kacamata tersebut harus ditempel agar tidak tergantung pada sayatan.
  • Akan ada beberapa daerah yang mengalami penurunan sensasi atau mati rasa. Sensasi akan kembali normal seiring waktu. Hati-hati untuk menghindari luka bakar saat menggunakan pengeriting rambut, blow dryer, dll.
  • Kenakan ikat kepala di telinga Anda siang dan malam selama satu minggu, dan kemudian hanya pada malam hari selama satu minggu.
  • Hindari aktivitas fisik yang ekstrem, termasuk aktivitas atletik dan hubungan intim. Anda dapat melanjutkan berjalan ringan tiga hari setelah operasi. Latihan aerobik, latihan beban, mengangkat beban, dan mengedan secara bertahap dapat dilanjutkan tiga minggu setelah operasi.
  • Anak-anak dapat kembali ke sekolah selama seminggu setelah operasi, tetapi harus mengenakan ikat kepala setiap saat dan tidak boleh berpartisipasi dalam kelas olahraga atau pendidikan jasmani yang aktif.
  • Berenang tidak diperbolehkan hingga 4-6 minggu setelah operasi.
  • Benar-benar menghindari paparan sinar matahari, lampu matahari, atau tanning bed selama enam minggu setelah operasi. Direkomendasikan untuk memakai SPF 30 atau lebih tinggi ketika berpergian ke luar rumah.
  • Minumlah obat yang diresepkan oleh dokter Anda.

***

Jangan khawatir jika telinga menunjukkan pembengkakan setalah operasi gendang telinga, karena hal ini biasanya terjadi dan akan sembuh dalam 2 minggu. Pada pasien tertentu, mungkin perlu sedikit lebih lama untuk mereda pembengkakan yang terjadi. Jika pembengkakan berangsur lama dari waktu yang diperkirakan, konsultasikanlah ke dokter.