Cara Menangani Demam Menggigil dan Mencegahnya

Demam menggigil merupakan kondisi umum yang sering terjadi sebagai gejala dari sebuah penyakit. Demam menggigil dapat berlangsung sebentar maupun lama tergantung dari penyebab yang mendasarinya. 

Demam yang disertai menggigil sendiri merupakan sebuah respon alami tubuh untuk melawan infeksi di mana aktivitas kekebalan meningkat dan tubuh menghangatkan dirinya sendiri. Demam menggigil dapat ditangani dengan pengobatan rumahan dan dalam banyak kasus tidak berbahaya.

Penyebab badan menggigil

Namun, jika sudah disertai gejala lain, tidak sembuh walau sudah diberikan perawatan rumahan, dan berlangsung dalam beberapa hari, segera periksakan ke dokter. Berikut beberapa perawatan yang dapat Anda lakukan untuk menangani demam menggigil serta cara mencegahnya.

Menangani demam menggigil

Orang yang ingin mengobati demam dapat mencoba obat anti demam yang dijual bebas, seperti acetaminofen, aspirin, atau ibuprofen. Namun, jangan pernah memberikan aspirin kepada anak, karena bisa meningkatkan risiko kondisi langka namun mengancam jiwa yang disebut sindrom Reye.

Minumlah banyak cairan dapat membantu mencegah dehidrasi. Buatlah tubuh senyaman mungkin, Anda bisa menggunakan kompres atau selimut, namun tak perlu melakukan hal ekstrim lainnya. 

Jika demam sangat tinggi dan tidak merespon pengobatan, atau muncul gejala penyakit parah lainnya, seperti leher kaku, kebingungan, atau kesulitan bernapas, segera hubungi dokter atau pergi ke ruang gawat darurat.

Kebanyakan demam, bahkan demam tinggi, tidak berbahaya. Hal ini dikarenakan tubuh masih dapat mengatur suhunya. Mengobati demam tidak akan menyembuhkan penyakit yang mendasarinya. Faktanya, hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung pengobatan demam.

Satu makalah tahun 2020 berpendapat bahwa untuk infeksi ringan yang cenderung hilang dengan sendirinya, mengobati demam mungkin tidak berbahaya. Namun, untuk infeksi yang lebih serius, seperti COVID-19 mengobati demam dapat menekan respons kekebalan alami tubuh, yang dapat memperlambat pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang.

Namun, ada beberapa pengecualian untuk aturan ini. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena menderita kanker, memiliki HIV, atau menggunakan obat imunosupresan harus segera menghubungi dokter saat demam. 

Demam pada bayi baru lahir yang berusia kurang dari 3 bulan dan berlangsung lebih dari sehari memerlukan kunjungan dokter untuk mendapat perawatan atau pengobatan yang tepat. Menurut Mayo Clinic, istirahat dan cairan biasanya cukup untuk mengobati demam pada orang dewasa dan bayi di atas usia 2 tahun, kecuali jika demam mencapai di atas 38,9°C.

Kapan Harus Ke Dokter?

Ketika tanda-tanda serius lainnya menyertai demam menggigil, Anda harus menemui dokter sesegera mungkin. Tanda-tanda atau gejala tersebut, termasuk:

  • Leher kaku
  • Kebingungan
  • Sifat lekas marah
  • Kelesuan
  • Batuk yang buruk
  • Sesak napas
  • Sakit perut parah

Anda juga harus mencari bantuan medis jika:

  • Untuk orang dewasa, jika suhu tubuh tetap di atas 103°F (39,4°C) selama lebih dari satu jam setelah perawatan di rumah
  • Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari
  • Untuk bayi di bawah usia 3 bulan yang memiliki suhu rektal 100,4°F (38,0°C) atau lebih tinggi
  • Anak antara usia 3 bulan dan 1 tahun mengalami demam di atas 102,0 ° F (38,9 ° C) yang berlangsung selama lebih dari 24 jam

Pencegahan Demam Menggigil

  • Seringkali, strategi terbaik untuk mencegah demam adalah dengan mencegah infeksi yang menyebabkannya. Tips berikut dapat membantu untuk mencegah demam menggigil:
  • Tetap di rumah saat sakit, dan jangan menitipkan anak yang sakit ke tempat penitipan anak atau sekolah
  • Mengobati demam tidak mencegah penyebarannya, jadi jangan bepergian saat tubuh belum pulih
  • Ambil semua vaksin yang memang baik untuk tubuh dan terhindari dari penyakit
  • Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air hangat secara teratur, terutama sebelum makan, sebelum menyentuh wajah, dan setelah menyentuh orang lain
  • Cobalah untuk menghindari orang yang sedang sakit, jika tidak memungkinkan, gunakan masker dan sering cuci tangan
  • Lakukan seks yang lebih aman untuk mengurangi penyebaran infeksi menular seksual
  • Di daerah ramai di mana tingkat COVID-19 tinggi, kenakanlah masker selalu 
  • Jaga pola dan metode makan maupun memasak dengan baik, gunakan peralatan yang berbeda untuk makanan yang berbeda, memanaskan makanan sesuai dengan instruksi, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh daging mentah

Demam menggigil pada umumnya bukan penyakit berbahaya dan akan reda dengan sendirinya. Ini merupakan respon alami tubuh dalam melawan infeksi penyakit. Akan lebih baik untuk mencegah semua hal yang dapat memicu demam menggigil.

Jika Anda sudah terlanjur mengalaminya, istirahatlah yang cukup, minum banyak air, dan buat diri Anda nyaman. Anda mungkin bisa mengambil beberapa obat. Jika perawatan rumahan tidak bekerja dan demam menunjukkan suhu tubuh yang tinggi serta berlangsung selama beberapa hari, segera periksakan ke dokter untuk mendapat perawatan terbaik.

Temukan lebih banyak informasi seputar demam menggigil di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa berkonsultasi secara online atau berdiskusi dengan dokter di aplikasi ini. Download aplikasi SehatQ di App Store atau Play Store.

Cara Mencegah Osteoporosis dengan Meningkatkan Asupan Nutrisi

Seiring bertambahnya usia, Anda semakin berisiko terhadap berbagai macam penyakit. Salah satu kondisi yang sering menyerang orang dewasa di usia lanjut adalah osteoporosis. Meskipun terjadi di usia tua, Anda tetap bisa menerapkan cara mencegah osteoporosis sejak muda. 

Osteoporosis akan berdampak pada kesehatan tulang Anda. Kondisi ini membuat Anda mudah mengalami keretakan atau bahkan patah tulang, meski hanya terkena sedikit saja benturan atau tekanan.

Cara mencegah osteoporosis melalui pola makan

Salah satu cara untuk terhindar dari osteoporosis adalah mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Ada beberapa nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tulang, dan Anda bisa mendapatkan nutrisi-nutrisi tersebut dari makanan serta minuman yang sehat.

Agar Anda bisa mencegah osteoporosis di masa tua nanti, cobalah untuk mengganti pola makan dengan memaksimalkan asupan nutrisi berikut: 

  • Kalsium

Kalsium adalah nutrisi yang sangat penting bagi tulang. Dari sekian banyak nutrisi yang ada, kalsium termasuk sebagai nutrisi yang paling penting. Adanya kalsium bisa membantu menjaga kekuatan otot serta tulang Anda. 

Kalsium paling mudah didapatkan dari produk susu, seperti susu, yogurt, dan lain sebagainya. Tapi, Anda juga bisa memperoleh kalsium dari makanan lain seperti brokoli, produk kedelai seperti tahu dan tempe, salmon, sayuran berdaun hijau tua, dan lainnya.

Jika Anda merasa tidak bisa mendapatkan kalsium yang cukup dari makanan, maka pertimbangkanlah untuk memakai suplemen kalsium sebagai cara mencegah osteoporosis. 

  • Vitamin D

Nutrisi kedua yang tak kalah penting dari kalsium adalah vitamin D. Vitamin D membantu tubuh agar bisa menyerap kalsium dengan maksimal, sehingga tulang Anda bisa mendapatkan asupan kalsium secara memadai.

Vitamin D tidak selalu mudah didapatkan dari makanan. Hanya ada sedikit makanan yang bisa memberikan asupan vitamin D sesuai dengan kebutuhan harian setiap orang dewasa. Tapi, untungnya, vitamin D bisa didapatkan secara maksimal melalui paparan sinar matahari.

Inilah mengapa Anda dianjurkan untuk selalu berjemur setiap hari secara rutin, agar Anda bisa mendapatkan vitamin D dengan baik. Berjemur juga menjadi salah satu cara mencegah osteoporosis yang bisa dipertimbangkan. 

Upaya pencegahan lainnya selain makanan

Selain memperhatikan asupan nutrisi, Anda juga bisa melakukan upaya pencegahan lain. Contohnya seperti: 

  • Sering berolahraga

Jika saat ini Anda belum terbiasa berolahraga, maka mulai sekarang biasakan diri untuk melakukan hal tersebut. Aktivitas olahraga sangat baik untuk menjaga kelenturan serta kekuatan tulang, bahkan hingga di masa tua nanti.

Tidak perlu melakukan aktivitas olahraga yang terlalu berat. Cukup dengan melakukan jalan cepat atau bersepeda secara rutin. Orang dewasa dianjurkan untuk berolahraga minimal 2 jam 30 menit dalam seminggu. 

  • Tidak merokok

Kebiasaan merokok sangat berpengaruh terhadap kesehatan tulang Anda. Merokok bisa meningkatkan berbagai risiko penyakit, termasuk salah satunya adalah osteoporosis. Oleh sebab itu, berhenti merokok juga bisa menjadi salah satu cara mencegah osteoporosis.

  • Tidak meminum minuman beralkohol

Selain merokok, kebiasaan meminum alkohol juga membuat Anda semakin rentan terhadap osteoporosis. Hentikan kebiasaan tersebut agar Anda bisa terhindar dari pengeroposan tulang di masa tua nanti.

Penting bagi Anda untuk menerapkan cara mencegah osteoporosis bukan hanya di usia tua, tapi sejak masih muda. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari osteoporosis di masa tua, meskipun Anda termasuk sebagai golongan faktor risiko osteoporosis sekalipun.

5 Penyakit yang Ditandai dengan Benjolan Kecil di Leher

Benjolan kecil di leher bisa disebabkan oleh banyak hal. Benjolan di leher disebut juga massa leher bisa besar dan terlihat, atau bisa juga sangat kecil. Di dalam leher, baik di sisi kanan dan kiri, terdapat banyak jaringan, otot, pembuluh darah, saraf, dan kelenjar getah bening. 

Selain itu, di dalam leher juga terdapat beberapa organ penting lain, seperti kelenjar tiroid dan paratiroid. Kebanyakan benjolan kecil di leher tidak berbahaya. Sebagian besar juga jinak, atau non-kanker. 

Namun, benjolan kecil di leher juga bisa menjadi tanda kondisi serius, seperti infeksi atau pertumbuhan kanker. 

Bahkan, ada beberapa penyakit yang muncul dengan gejala atau tanda munculnya benjolan kecil di leher. Berikut ini beberapa di antaranya: 

Benjolan di leher sakit bila ditekan dapat terjadi karena banyak hal

1. Nodul tiroid

Nodul tiroid adalah kondisi timbulnya benjolan padat atau berisi cairan yang berkembang di kelenjar tiroid.  Nodul tiroid merupakan salah satu jenis penyakit tiroid yang sering terjadi, baik pada pria maupun wanita.  

Munculnya nodul tiroid bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari kekurangan yodium hingga tumor atau kanker tiroid. Dalam banyak kasus, kondisi ini tidak berbahaya dan bukan disebabkan oleh penyakit serius.

Adapun gejala dari nodul tiroid selain munculnya benjolan di leher, yaitu: 

  • Batuk
  • Suara serak
  • Nyeri di tenggorokan atau leher
  • Kesulitan menelan 
  • Kesulitan bernapas  

2. Gondok

Benjolan kecil di leher juga bisa jadi tanda mengalami gondok. Gondok adalah pertumbuhan kelenjar tiroid yang tidak normal Ini mungkin jinak atau terkait dengan peningkatan atau penurunan hormon tiroid.

Kondisi ini umumnya disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Kesulitan menelan atau bernapas
  • Batuk
  • Suara serak
  • Pusing, terutama saat Anda mengangkat lengan di atas kepala. 

3. Tonsilitis

Tonsilitis adalah infeksi virus atau bakteri pada kelenjar getah bening amandel. Amandel yang bengkak dan lunak dan bintik-bintik putih atau kuning pada amandel juga dapat terjadi

Ketika munculnya benjolan di leher dicurigai sebagai tonsilitis biasanya disertai gejala lain, antara lain:

  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Bau mulut

4. Penyakit Hodgkin

Penyakit Hodgkin adalah salah satu jenis kanker getah bening (limfoma). Gejala yang paling umum adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak menimbulkan rasa sakit. 

Penyakit Hodgkins dapat disertai beberapa gejala, yaitu: 

  • Demam
  • Lemas
  • Gatal
  • Berkeringat pada malam hari
  • Berat badan menurun
  • Pembesaran organ limpa
  • Batuk, nyeri dada, dan sesak napas.
  • Kelelahan
  • penurunan berat badan 

5. Kanker tiroid

Kanker ini terjadi ketika sel-sel normal di tiroid menjadi tidak normal dan mulai tumbuh di luar kendali. Kanker tiroid merupakan bentuk kanker endokrin yang paling umum dengan beberapa subtipe. 

Gejala tambahan selain munculnya benjolan di leher adalah:

  • Batuk
  • Suara serak
  • Nyeri di tenggorokan atau leher
  • Kesulitan menelan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan kelenjar tiroid.

6. Gondongan

Gondongan adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus gondongan. Penyakit ini menyebar melalui air liur, sekresi hidung, dan kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi.

Jika Anda mengalami gondongan, maka Anda akan disertai gejala tambahan lain, seperti:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri tubuh
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan sering terjadi

Radang kelenjar ludah (parotis) menyebabkan pembengkakan, tekanan, dan nyeri di pipi. Vaksinasi melindungi dari infeksi gondok dan komplikasi gondongan. 

7. Kanker tenggorokan 

Penyakit terakhir yang ditandai dengan benjolan kecil di leher yaitu kanker tenggorokan. Jenis kanker ini dapat mencakup kanker pada kotak suara, pita suara, dan bagian tenggorokan lainnya, seperti amandel dan orofaring.

Kanker tenggorokan akan disertai gejala berupa:

  • Perubahan suara
  • Kesulitan menelan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Pembengkakan kelenjar getah bening 

Kanker tenggorokan paling sering terjadi pada orang dengan riwayat merokok, penggunaan alkohol berlebihan, kekurangan vitamin A, paparan asbes, HPV mulut, dan kebersihan gigi yang buruk.

Cara Mengobati Telinga Budek Sebelah Kanan atau Kiri yang Bisa Dilakukan di Rumah

Telinga tersumbat sebelah adalah salah satu gangguan telinga yang paling sering dialami oleh banyak orang. Telinga akan terasa penuh di salah satu bagian dan menyebabkan menurunnya fungsi pendengaran, atau membuat suara terdengar jauh dan kecil.

Penyebab telinga tersumbat sebelah hingga terasa budeg ini sangat beragam, mulai dari yang bisa disembuhkan sendiri hingga memerlukan penangan dokter spesialis THT (telinga hidung tenggorokan). Tentunya berbeda penyebab, akan berbeda pula bagaimana cara mengobati telinga budek sebelah kanan atau kiri.

Penyebab telinga tersumbat

Tidak hanya menurunkan fungsi pendengaran, beberapa penyebab telinga tersumbat di salah satu bagian ini pun bisa menimbulkan rasa pusing, nyeri, bunyi dengung, dan lainnya. Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan telinga menjadi budek di sebelah kanan atau kiri.

Penyebab telinga keluar cairan salah satunya, yaitu otitis media.
  • Kotoran telinga sudah menumpuk
  • Terlalu sering mendengarkan suara keras
  • Terjadi infeksi telinga tengah atau otitis media
  • Gejala tinnitus
  • Penyakit meniere
  • Kemasukan air
  • Kemasukan serangga atau benda asing lainnya
  • Neuroma akustik
  • Flu atau pilek
  • Berada di tempat tinggi 
  • Gejala sinus, dan lainnya.

Beberapa penyebab di atas sering terjadi pada banyak orang, dan bagaimana cara mengobati telinga budek sebelah kanan atau kiri pun juga beragam, ada yang perlu datang ke dokter, atau bisa melakukan perawatan sendiri.

Atasi telinga tersumbat dengan perawatan di rumah

Cara mengobati telinga budek sebelah kanan atau kiri ini bisa Anda lakukan sendiri di rumah untuk mengatasi penyebab telinga tersumbat yang tidak berbahaya dan tidak membutuhkan bantuan dokter spesialis.

1. Kompres air hangat 

Pada saat Anda flu dan pilek lalu merasakan bahwa telinga Anda tersumbat, itu disebabkan karena adanya lendir yang tersumbat di bagian tengah telinga. Sebenarnya, hal tersebut akan mereda saat flu dan pilek Anda selesai. Akan tetapi, jika dirasa mengganggu maka Anda bisa mencoba untuk mengompres telinga dengan air hangat.

Suhu hangat yang Anda gunakan itu bisa mengencerkan lendir dan juga melebarkan pembuluh darah sehingga lendir tersebut tidak lagi tersumbat dan aliran darah yang membawa oksigen akan sampai ke bagian tubuh yang sakit.

Anda cukup menggunakan lap yang telah dicelupkan ke air hangat bersuhu 40-50 derajat celcius, dan diperas hingga hanya menyisakan uap hangat. Lalu, tempelkan di bagian telinga Anda selama 5-10 menit.

2. Obat dekongestan

Cara mengobati telinga budek sebelah kanan atau kiri selanjutnya adalah dengan mengonsumsi obat dekongestan bila disebabkan karena flu dan pilek.

Obat ini bekerja dengan cara meredakan pembengkakan selaput lendir dan mengembalikan tekanan yang ada di dalam telinga menjadi normal. 

3. Miringkan kepala

Pada saat berenang atau mandi, seringkali air tidak sengaja masuk dan menyebabkan budek di salah satu bagian telinga. Oleh karena itu cara mengobati telinga budek sebelah kanan ini dengan cara memiringkan kepala ke arah telinga yang tersumbat, bisa dengan posisi tidur ataupun berdiri.

Dengan begitu, lama kelamaan air yang tersumbat di dalam telinga akan turun keluar.

4. Menggunakan hair dryer

Sama fungsinya dengan penggunaan pada rambut, menggunakan hair dryer juga bisa mengeringkan air yang ada di dalam telinga sehingga tidak lagi tersumbat.

5. Menggunakan baby oil atau minyak esensial

Apabila kotoran telinga dibiarkan terlalu lama tanpa dibersihkan, maka ia akan mengeras dan menyebabkan telinga tersumbat. Biasanya jika telinga tersumbat karena kotoran yang menumpuk akan disertai dengan rasa gatal di telinga.

Cara mengobati telinga budek sebelah kanan dan kiri ini bisa memanfaatkan baby oil atau minyak esensial untuk melunakkan kembali kotoran telinga.

Caranya, hangatkan minyak tersebut hingga terasa cukup hangat. Lalu masukkan ke dalam telinga yang sudah dihadapkan ke atas menggunakan pipet. 

Setelah masuk, tahanlah selama 10-15 detik lalu miringkan telinga agar kotoran keluar bersama minyak tersebut. Jika masih tersumbat, ada baiknya Anda langsung mendatangi dokter spesialis agar dapat dibersihkan secara menyeluruh.

6. Teknik pasif

Cara mengobati telinga budek sebelah kanan selanjutnya adalah menggunakan teknik pasif. Melakukan teknik pasif ini sangat mudah, Anda hanya perlu mengunyah permen karet selama beberapa saat hingga telinga tidak lagi tersumbat.

Dengan melakukan teknik pasif ini, Anda akan membantu katup eustachius yang tersumbat kembali terbuka sehingga tekanan yang ada di telinga bisa teratasi.

7. Manuver valsava

Teknik terakhir yang sangat mudah dilakukan sebagai cara mengobati telinga budek sebelah kanan adalah dengan menarik napas dalam-dalam dan menutup lubang hidung. Hembuskanlah napas secara perlahan melalui mulut Anda, atau dikenal dengan teknik manuver valsava.

Jadi, itulah beberapa hal mudah yang bisa Anda lakukan di rumah sebagai cara mengobati telinga budek sebelah kanan dan kiri. Apabila setelah mencoba beberapa teknik di atas namun telinga tetap tersumbat, maka Anda bisa segera menghubungi dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Inkontinensia Urine, Sindrom Geriatri yang Sering Dijumpai

Inkontinensia urine adalah salah satu sindrom geriatri yang paling sering dijumpai terjadi pada lansia. Ini adalah sebuah kondisi di mana seseorang kehilangan kontrol kandung kemih, yang meskipun cukup lazim dijumpai, sering menyebabkan rasa tidak nyaman dan malu.

Tingkat keparahan kondisi ini bervariasi, mulai dari mengompol ketika Anda bersin atau batuk hingga adanya keinginan untuk buang air kecil tiba-tiba dan sangat kuat sehingga Anda tidak bisa buang air kecil di toilet tepat waktu. Meskipun kondisi ini cukup sering dijumpai terjadi pada lansia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi yang tidak bisa dihindari sebagai bagian dari proses penuaan. Jika kondisi ini memengaruhi aktivitas sehari-hari Anda, jangan sungkan untuk mengunjungi dokter. Bagi banyak orang, perubahan diet dan gaya hidup bersamaan dengan perawatan medis dapat merawat gejala inkontinensia urine. 

Sebagai salah satu sindrom geriatri, inkontinensia urine sering dijumpai pada lansia. Banyak orang akan mengeluarkan sedikit urine dan hanya sesekali terjadi. Sementara orang lain dapat mengeluarkan urine dalam jumlah sedikit hingga sedang dengan lebih sering. Beberapa jenis inkontinensia urine di antaranya adalah:

  • Inkontinensia stress. Urine akan keluar ketika Anda memberikan tekanan pada kandung kemih saat batuk, bersin, tertawa, berlatih, atau mengangkat benda yang berat. 
  • Inkontinensia mendesak. Anda memiliki keinginan untuk buang air kecil secara mendadak. Selain itu, gejala diikuti dengan keluarnya urine secara tidak disengaja. Anda juga akan sering buang air kecil, bahkan di malam hari. Inkontinensia mendesak dapat disebabkan karena kondisi minor. Contoh kondisi ini seperti infeksi, atau kondisi yang lebih parah seperti gangguan saraf dan diabetes. 
  • Inkontinensia overflow. Anda akan mengalami tetesan urine konstan dan sering akibat kandung kemih tidak kosong sepenuhnya. 
  • Inkontinensia fungsional. Ini adalah gangguan mental atau fisik yang membuat Anda tidak bisa ke toilet tepat waktu. Misalnya, saat Anda memiliki arthritis, ada kemungkinan Anda tidak bisa membuka kancing celana dengan cepat. 
  • Inkontinensia campur. Biasanya merupakan kombinasi antara inkontinensia stres dan inkontinensia mendesak. 

Anda mungkin merasa tidak nyaman untuk mendiskusikan sindrom geriatri satu ini dengan dokter. Namun, jika inkontinensia sering terjadi dan memengaruhi kualitas hidup Anda, sangat penting untuk mencari bantuan medis karena inkontinensia urine dapat menyebabkan Anda kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari dan membatasi interaksi sosial, memengaruhi kualitas hidup secara negatif, meningkatkan risiko terjatuh pada lansia, dan mengindikasikan adanya kondisi kesehatan serius yang perlu mendapatkan perawatan segera. 

Sindrom geriatri ini disebabkan karena kebiasaan sehari-hari, kondisi medis tertentu, ataupun adanya masalah fisik. Evaluasi yang menyeluruh dari dokter dapat membantu menentukan apa yang menjadi alasan inkontinensia. Untuk inkontinensia urine sementara, makanan, obat-obatan, dan minuman tertentu dapat bertindak sebagai diuretic.

Ini berarti akan menstimulasi kandung kemih dan meningkatkan volume urine. Adapun makanan dan minuman serta obat-obatan tersebut di antaranya adalah alkohol, kafein, minuman berkarbonasi, pemanis buatan, cokelat, makanan yang tinggi kandungan gula atau asam dan bumbu, obat-obatan tekanan darah tinggi, dan dosis vitamin C yang besar. 

Sindrom geriatri ini juga dapat disebabkan karena kondisi medis yang bisa diobati. Contohnya, infeksi saluran kemih dapat mengiritasi kandung kemih, membuat Anda perlu buang air kecil dengan sering dan terkadang menyebabkan inkontinensia.

Selain itu, konstipasi dapat menyebabkan saraf menjadi overaktif dan meningkatkan frekuensi urine. Untuk memastikan inkontinensia urine Anda tidak disebabkan oleh kondisi medis berbahaya, periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, membuat diagnosis, dan membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi yang Anda derita. 

Kenali Penyebab Pneumonia, Pahami Gejalanya

Kenali Penyebab Pneumonia, Pahami Gejalanya

Pandemi Covid 19 membuat banyak orang makin menyadari bahayanya kondisi pneumonia. Pasalnya, tidak jarang infeksi Covid 19 ikut menginfeksi paru-paru dan menjadi penyebab pneumonia yang serius. Walaupun sebenarnya, pneumonia sendiri juga bisa dipicu oleh berbagai kondisi dan penyakit lain. 

Seseorang dikatakan mengalami pneumonia ketika kantung udara di paru-parunya mengalami peradangan yang disertai cairan dan nanah. Peradangan yang terjadi tersebut umumnya dipicu oleh adanya infeksi mikroorganisme, mulai dari virus, bakteri, sampai jamur. Di mana infeksi mikroorganisme-mikroorganisme yang parah dan menjadi penyebab pneumonia tersebut lebih rentan dialami oleh anak-anak berusia di bawah 5 tahun serta orang tua yang berusia di atas 65 tahun yang memiliki imunitas tubuh yang cukup lemah. 

Waspadai gejala pneumonia

Bukan hanya penyebab pneumonia yang mesti dikenali, Anda juga mesti memahami gejalanya. Tidak jarang seseorang dengan pneumonia terlanjur sulit ditangani karena kondisinya yang sudah parah. Memahami gejala-gejala pneumonia di bawah ini bisa membuat Anda dapat mengambil tindakan lebih cepat untuk memulihkan kondisi dengan pengobatan yang tepat. 

Kesulitan Bernapas 

Pneumonia merupakan kondisi yang menyerang bagian utama organ pernapasan Anda. Tentu saja Anda akan mengalami gejala yang membuat proses bernapas Anda tidak lagi mulus. Orang-orang dengan pneumonia hampir bisa dipastikan mengalami kesulitan bernapas dalam banyak versi. Namun pada biasanya, kesulitan bernapas yang merupakan gejala pneumonia adalah kondisi napas yang cepat dan dangkal, bahkan tidak jarang menimbulkan sesak napas bahkan saat Anda sedang tidak melakukan  kegiatan apapun. 

Nyeri Dada 

Nyeri dada kerap dikaitkan dengan kondisi jantung yang bermasalah. Namun, Anda juga harus tahu, nyeri dada bisa menjadi bagian gejala dari beragam masalah pernapasan, tidak terkecuali pneumonia. Ciri khas nyeri dada yang menandakan adanya peradangan di kantung udara akibat adanya cairan atau nanah adalah rasa nyeri tersebut muncul atau semakin berat setiap kali Anda mengambil atau mengembuskan napas. 

Takikardia 

Takikardia merupakan kondisi detak jantung yang cepat di atas 100 kali per menit. Tidak jarang takikardia menimpa penderita pneumonia. Pasalnya, ketika ada masalah di paru-paru, aliran oksigen ke jantung pun akan terimbas menjadi tidak optimal. Ini yang membuat jantung menjadi bekerja lebih berat dan meningkatkan detak jantung sampai melampaui batas wajar. 

Batuk

Jangan remehkan batuk yang Anda alami sebab batuk bisa menjadi pneumonia ataupun justru menjadi gejala dari pneumonia itu sendiri. Batuk yang mengarah pada kondisi pneumonia umumnya berjenis batuk berdahak dengan lendir kental berwarna kuning, hijau, atau cokelat. Bahkan dalam beberapa kondisi, penderita pneumonia bisa mengalami batuk darah alias hemoptysis. 

Suhu Tubuh Rendah 

Pneumonia merupakan peradangan di kantung udara paru-paru yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun jamur. Tidak heran wajar jika pada masa awal infeksi, penderita bisa mengalami demam. Namun, justru yang menjadi gejala lebih kuat yang mengarah ke pneumonia adalah suhu tubuh yang lebih rendah daripada seharusnya. Di mana suhu tubuh manusia umumnya berkisar di angka 36 derajat Celsius, namun angka yang lebih kecil sangat mungkin didapati pada penderita pneumonia. 

Menggigil 

Penderita pneumonia juga kerap merasakan kondisi menggigil. Gejala khas dari pneumonia yang satu ini pun kerap diikuti oleh produksi keringat yang berlebihan, namun berupa keringat dingin. Apakah Anda sering mengalaminya? Kewaspadaan perlu ditingkatkan, apalagi jika Anda ternyata sudah mengalami penyakit seperti flu ataupun pilek yang kerap menjadi penyebab pneumonia jika tidak tertangani dengan tepat. 

Nyeri Seluruh Badan 

Anda mungkin tidak pernah berpikir bahwa masalah pernapasan bisa menimbulkan gejala ke seluruh tubuh Anda. Nyatanya, penderita pneumonia tidak jarang mengalami nyeri di seluruh badan. Kondisi peradangan di kantung udara paru-paru membuat aliran oksigen dan darah tidak maksimal ke seluruh tubuh sehingga ikut berpengaruh pada kondisi otot dan sendi yang mengalami nyeri berlebihan. 

Gampang Merasa Bingung 

Ada gejala khas pneumonia jika penyakit ini dialami oleh orang tua. Peradangan di kantung udara paru-paru ikut berpengaruh pada asupan oksigen ke otak. Karena alasan inilah, para orang tua yang mengalami pneumonia kerap mengalami masalah fungsi memori singkat dan menjadi gampang merasa bingung. 

*** 

Penyebab pneumonia sudah dikenali dan diwaspadai? Kini saatnya Anda tidak meremehkan gejala-gejala yang mengarah ke pneumonia di atas dan segera membuat janji dengan dokter apabila beberapa gejala di atas sudah Anda rasakan.

Tips Edukasi & Cara Mencegah Diabetes Anak

Tips Edukasi & Cara Mencegah Diabetes Anak

Diabetes adalah salah satu penyakit yang diharapkan tidak dapat menimpa siapapun. Selain karena pengaruh gaya hidup, kasus diabetes juga ditemukan karena faktor keturunan atau riwayat keluarga. Bagaimana cara mencegah diabetes? Dapatkah diabetes tidak diturunkan ke anak cucu?

Studi turut menemukan bahwa diabetes tipe 2 berisiko lebih mudah terkena bagi keluarga yang memiliki riwayat keturunan diabetes. Itulah yang menjadi alasan, sebagian orangtua yang memiliki riwayat diabetes cemas dengan kondisi anak-anaknya. Namun, jangan khawatir. Sebagai orangtua kita dapat memberikan edukasi gaya hidup sehat demi mencegah diabetes pada anak. Lantas, apa saja yang harus dilakukan supaya anak-anak terhindar dari diabetes?

Diabetes pada Anak

Penyakit diabetes ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa saja. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan data kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan persentase 700% dalam jangka waktu 10 tahun.  Kasus diabetes pada anak umumnya ditemukan di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. 

Penyebab diabetes 1  pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah: kecenderungan riwayat genetik, sistem imun, faktor lingkungan, dan sistem imun. Sedangkan diabetes 2 erat kaitannya dengan gaya hidup dan pola makan. Biasanya diabetes 2 berkaitan dengan pengaruh kurangnya aktivitas fisik, obesitas, hipertensi, pola makan yang tidak seimbang, hingga kebiasaan merokok. Data yang ditemukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan persentase angka 18,8% risiko diabetes terhadap anak usia 12 tahun disebabkan oleh kelebihan berat badan dan 10,8% mengalami obesitas. 

Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Kekhawatiran orangtua terhadap anak yang memiliki riwayat diabetes dapat dicegah dengan cara mengawasi perilaku dan pola hidupnya sehari-hari. Berikut gejala yang harus diwaspadai jika anak menderita diabetes. 

Makan berlebihan

Anak dengan gejala diabetes akan merasakan lapar lebih sering meski sudah makan. Rasa lapar muncul karena jumlah insulin yang tidak optimal menyebabkan gula tidak dapat diolah menjadi energi. Jika anak makan terlalu banyak, orangtua perlu waspada dan menghimbau supaya anak makan dalam jumlah yang cukup. 

Sering merasa haus

Frekuensi buang air kecil lebih besar dialami oleh anak dengan diabetes. Rasa haus yang berlebihan menyebabkan mereka minum dalam jumlah yang banyak, namun tubuh tidak sanggup menyerap cairan dengan baik. 

Penurunan berat badan secara drastis

Biasanya berat badan anak dengan diabetes akan menurun drastis bahkan dalam waktu 2-6 minggu sebelum terdiagnosis. Penurunan berat badan disebabkan karena tubuh tidak mampu menyerap gula dalam darah, sehingga menyebabkan jaringan lemak dan otot menyusut.

Kelelahan dan suasana hati yang mudah marah

Kondisi tubuh yang tidak bisa mengolah energi akan menyebabkan gejala kelelahan. Selain itu, gangguan perilaku seperti mudah marah, murung, dan perubahan emosi yang tidak stabil bisa jadi pertanda yang harus diwaspadai. 

Cara Mencegah Diabetes pada Anak

Mencegah diabetes dapat dilakukan dengan memberlakukan kebiasaan baru yang menunjang kesehatan mereka. Terutama bagi penderita diabetes 2 yang berkaitan erat dengan gaya hidup dan pola makan, berikut tips edukasi dan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Terapkan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak, seperti: jalan-jalan sore, bermain bola, pergi ke taman atau melakukan aktivitas olahraga. Anak setidaknya membutuhkan 1 jam beraktivitas dalam satu hari. 
  • Atur berat badan supaya tetap stabil, tidak terlalu kurang maupun berlebihan. Menurunkan berat badan adalah upaya yang efektif untuk mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. 
  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih.  Anda bisa menggantinya dengan  minuman dan kudapan yang sehat.
  • Tawarkan camilan yang sehat, seperti: perbanyak makan buah, sayuran, dan umbi-umbian.
  • Kurangi aktivitas di depan layar televisi dan smartphone. Kecanduan terhadap smartphone akan menyebabkan anak malas beraktivitas. Ajari mereka untuk menggunakan smartphone atau menonton televisi dengan porsi waktu yang cukup.

Itulah tips edukasi dan cara mencegah diabetes yang bisa diterapkan pada anak. Perbanyak aktivitas olahraga, konsumsi makanan dan minuman yang sehat, serta hindari pantangan yang malah memberikan risiko diabetes lebih besar, seperti konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula.

6 Cara Menangani Hiperpigmentasi dari Rumah

Suka kesal tidak melihat bintik-bintik gelap atau sebagian area kulit yang menggelap baik di wajah maupun di bagian tubuh lainnya? Kondisi ini dikenal dengan sebutan hiperpigmentasi dalam dunia medis. Tentu saja ini menyebalkan karena sangat mampu merusak penampilan Anda. 

Penyebab hiperpigmentasi ada banyak. Hiperpigmentasi bisa terjadi karena masalah penuaan ataupun akibat dari suatu indikasi penyakit ataupun efek penggunaan obat tertentu. Namun, penyebab paling umum dari kondisi yang dipicu oleh meningkat drastisnya melanin dalam tubuh ini adalah paparan sinar matahari yang lama dan ekstrem. 

Penyebab hiperpigmentasi boleh jadi banyak. Namun, cara menanganinya pun tidak kalah beragam. Bukan hanya bisa mengandalkan dokter, Anda bahkan bisa menangani hiperpigmentasi dengan bantuan produk-produk yang ada di rumah atau dapur Anda, seperti di bawah ini. 

Lidah Buaya 

Lidah buaya tidak hanya mampu melembapkan kulit. Bahan alami ini juga terbukti cukup efektif memudarkan hiperpigmentasi yang Anda alami.  Ini karena ;idah buaya mengandung aloin, senyawa depigmentasi alami, yang telah terbukti mencerahkan kulit dan bekerja secara efektif sebagai pengobatan hiperpigmentasi nontoksik. Anda hanya perlu mengoleskan gel lidah buaya murni ke area yang mengalami hiperpigmentasi sebelum tidur. Diamkan semalam dan bilas dengan air hangat keesokan pagi. Anda bisa mendapatkan hasil hiperpigmentasi memudar dengan pemakaian yang konsisten tiap hari. 

Cuka Apel 

Cuka sari apel juga bisa Anda coba untuk menangani masalah hiperpigmentasi. Ini karena cuka apel mengandung asam asetat yang bisa meringankan hiperpigmentasi. Pastikan, Anda melarutkan cuka apel terlebih dahulu dengan air dengan perbandingan yang sama. Setelah itu, Anda bisa mengoleskan larutan cuka apel tersebut ke area kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Diamkan selama 2—3 menit, kemudian bilas dengan air hangat. Ulangi pemakaian larutan cuka apel ini dua kali sehari sampai Anda memperoleh hasil yang diinginkan. 

Susu 

Semua jenis susu yang diolah dengan beragam cara ternyata juga bisa menjadi cara jitu menyamarkan hiperpigmentasi yang kerap membuat Anda kesal. Kemampuan susu menangani hiperpigmentasi karena cairan ini mengandung asam laktat. Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu merendam bola-bola kapas dalam susu. Kemudian, Anda hanya perlu menggosokkannya ke bagian kulit yang gelap minimal 2 kali sehari. Ulangi pemakaian setiap hari sampai Anda mendapat hasil yang memuaskan. 

Tomat 

Cobalah menangani hiperpigmentasi dengan tomat. Caranya, Anda hanya perlu memeras setengah tomat, kemudian tambahkan dengan madu dan campur keduanya secara menyeluruh hingga menyerupai pasta tomat. Setelah itu, oleskan ke area kulit yang menggelap dan bersihkan dengan air setelah didiamkan sekitar 15 menit. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The British Journal of Dermatology pada tahun 2011 menemukan, pasta tomat kaya akan likopen sehingga bisa melindungi kulit dari aspek kerusakan foto jangka pendek dan jangka panjang, termasuk dari hiperpigmentasi. Manfaat dari pasta tomat dalam mencerakan area gelap karena hiperpigmentasi biasanya mulai akan terlihat setelah pemakaian 12 minggu. 

 Teh Hijau 

Teh hijau memiliki bahan aktif utama epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Bahan aktif inilah yang dapat membantu mengubah pigmentasi kulit dalam beberapa kasus, khususnya menyamarkan hiperpigmentasi. Sebagai ulasan dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery mencatat, EGCG merupakan senyawa antioksidan yang dapat membantu memblokir proses dalam sel yang menyebabkan pigmentasi berlebih. Daun teh hijau sendiri juga mengandung asam galat dan asam ellagic bisa dapat membantu memperbaiki kondisi kulit Anda.

Bawang Merah 

Bawang merah juga bisa menjadi agen pemutih kulit yang bermanfaat bagi Anda yang bermasalah hiperpigmentasi. Sebuah studi 2011 di jurnal Natural Product Research mencatat, isolat dari bawang merah dapat memblokir tindakan sel yang menyebabkan pigmentasi berlebih. Cara menggunakan bawang merah untuk memudarkan hiperpigmentasi tidak sulit. Anda hanya perlu menggiling bawang dan memasukkannya ke dalam kantong the kosong. Kemudian, oleskan kantong tersebut ke area hiperpigmentasi secara berkala tiap hari. 

Sekarang cek dapur Anda sekarang, kira-kira peralatan perang apa saja yang Anda miliki untuk bisa memudarkan hiperpigmentasi yang merusak penampilan Anda selama? Segera coba keampuhannya untuk menangani hiperpigmentasi tersebut. 

Kenali Cara Pengobatan dan Pencegahan Bagi Penderita Bradikardia

Bradikardia adalah kondisi ketika detak jantung lebih lambat dari keadaan normal. Kondisi ini bisa terjadi pada saat seseorang sedang tidur dan beristirahat serta bisa terjadi pada siapa saja baik orang tua, remaja, dan anak-anak, juga para atlet yang sering berolahraga. Pada kondisi normal, detak jantung memiliki angka BPM sebagai berikut.

  • Dewasa, 60-100 kali permenit
  • Anak usia 1-12 tahun, 80-120 kali permenit
  • Bayi di bawah usia 1 tahun, 100-170 kali permenit
Bradikardia terjadi ketika detak jantung kurang dari 60 kali per menit

Anda bisa menghitung detak jantung secara mandiri, yaitu dengan merasakan denyut nadi di pergelangan tangan kiri selama 1 menit. Jika Bradikardia disertai dengan gejala seperti sulit bernapas, dada terasa nyeri, dan sempat mengalami pingsan berkali-kali, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan juga diperlukan untuk menghindari gangguan pada organ dan jaringan tubuh yang diakibatkan kurangnya pasokan darah dan oksigen yang cukup.

Penderita akan diberikan pertanyaan oleh dokter terkait gejala yang dialami, riwayat penyakit dan konsumsi obat, serta riwayat penyakit dalam keluarga. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik seperti tekanan darah dan detak jantung. Pemeriksaan penunjang juga diperlukan untuk memperkuat diagnosa. Mulai dari menggunakan Elektrokardiografi (EKG) untuk memeriksa aliran listrik jantung, Holter Monitoring untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung selama beberapa hari ke depan, dan Event Recorder untuk merekam aktivitas listrik jantung saat muncul gejala.

Pengobatan Bradikardia

Pengobatan Bradikardia harus disesuaikan dengan penyebab, faktor risiko, dan tingkat keparahan kondisi penderita. Jika penderita tidak mengalami gejala apapun dan kondisi tubuhnya tetap stabil, maka pengobatan mungkin tidak diperlukan. Sedangkan jika penderita memiliki gejala yang dapat bertambah parah dan membutuhkan pengobatan, maka ada dua pilihan yaitu secara non-bedah dan bedah.

Prosedur non-bedah dilakukan untuk Bradikardia yang disebabkan oleh kondisi tertentu, misalnya seperti hipotiroidisme, maka pengobatan difokuskan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan terapi hormon. Jika Bradikardia dipicu oleh konsumsi obat-obatan, maka dokter akan merekomendasikan obat lain atau menyesuaikan dosis obat tersebut. Sedangkan prosedur bedah yaitu dengan memasang alat pacu jantung. Fungsinya adalah untuk menghasilkan impuls listrik agar menjaga irama detak jantung tetap stabil dan bisa memompa darah ke seluruh tubuh.

Pencegahan Bradikardia

Bradikardia juga bisa dipicu oleh faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, misalnya stress berlebihan, kebiasaan merokok dan minuman alkohol. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah terjadinya Bradikardia adalah dengan menghindari faktor risiko yang dapat memicu kondisi tersebut. Anda bisa mulai dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti:

  • Konsumsi makanan sehat, dengan perbanyak asupan gizi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari buah dan sayuran segar. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh serta kurangi penggunaan gula dan garam.
  • Berat badan ideal, juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Alasannya karena berat badan yang berlebihan atau obesitas memiliki kadar kolesterol dan trigliserida darah tinggi, tekanan darah tinggi, serta diabetes yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.
  • Berolahraga secara teratur, tentu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk membuat jantung lebih kuat sehingga meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Olahraga juga dapat menstabilkan tekanan darah dan mengurangi tekanan pada jantung akibat obesitas.
  • Kelola Sumber Stress, yang dapat menambah beban kerja jantung. Gangguan kecemasan juga bisa menjadi faktor risiko penyebab Bradikardia. Oleh karena itu, usahakan untuk membuat tubuh tetap rileks. Misalnya dengan mendengarkan music kesukaan, berjalan-jalan, atau melakukan yoga dan meditasi.

Cari Tahu Apa Itu Penyakit Degeneratif

Cari Tahu Apa Itu Penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif terjadi ketika bantalan di tulang belakang Anda mulai aus.  Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.  Setelah usia 40, kebanyakan orang mengalami beberapa degenerasi tulang belakang.  Perawatan yang tepat dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas.

Apa itu penyakit cakram degeneratif?

Penyakit cakram degeneratif adalah ketika cakram tulang belakang Anda aus.  Cakram tulang belakang adalah bantalan karet di antara tulang belakang Anda (tulang di tulang belakang Anda).  Mereka bertindak sebagai peredam kejut dan membantu Anda bergerak, menekuk, dan memutar dengan nyaman.  Cakram tulang belakang setiap orang merosot dari waktu ke waktu dan merupakan bagian normal dari penuaan.

 Saat bantal aus, tulang bisa mulai bergesekan.  Kontak ini dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah lain, seperti:

  •  Skoliosis dewasa, di mana tulang belakang melengkung.
  •  Disk hernia, juga disebut disk yang menonjol, tergelincir atau pecah.
  •  Stenosis tulang belakang, ketika ruang di sekitar tulang belakang Anda menyempit.
  •  Spondylolisthesis, ketika vertebra bergerak masuk dan keluar dari tempatnya.

Seberapa umumkah degenerasi diskus intervertebralis?

Hampir setiap orang mengalami beberapa degenerasi diskus setelah usia 40 tahun, bahkan jika mereka tidak mengalami gejala.  Ini dapat menyebabkan sakit punggung pada sekitar 5% orang dewasa.

Siapa yang mungkin terkena penyakit cakram degeneratif?

Penyakit cakram degeneratif paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.  Beberapa faktor meningkatkan risiko Anda terkena penyakit cakram degeneratif, termasuk:

  •  Cedera akut, seperti jatuh.
  •  Kegemukan.
  •  Seks biologis, dengan wanita lebih mungkin mengalami gejala.
  •  Merokok.
  •  Melakukan pekerjaan yang menuntut fisik.

Apa saja gejala penyakit cakram degeneratif?

Gejala yang paling umum dari penyakit cakram degeneratif adalah nyeri leher dan nyeri punggung.  Anda mungkin mengalami rasa sakit yang:

  • Datang dan pergi, berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  • Menyebabkan mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki Anda. 
  • Memancar ke bawah bokong dan punggung bawah.
  • Memburuk dengan duduk, membungkuk atau mengangkat.

Apa yang menyebabkan penyakit cakram degeneratif?

Diskus tulang belakang mengalami keausan sebagai bagian normal dari penuaan.  Terutama setelah usia 40 tahun, kebanyakan orang mengalami beberapa degenerasi diskus.  Namun, tidak semua orang mengalami rasa sakit.

Anda mungkin merasa sakit jika cakram tulang belakang Anda:

  • Kering: Disk Anda memiliki inti lunak yang sebagian besar berisi air.  Seiring bertambahnya usia, inti itu secara alami kehilangan air.  Akibatnya, disk menjadi lebih tipis dan tidak memberikan penyerapan goncangan sebanyak dulu.
  • Robek atau retak: Cedera ringan dapat menyebabkan retakan kecil pada cakram tulang belakang Anda.  Air mata ini sering berada di dekat saraf.  Air mata bisa menyakitkan, bahkan ketika itu kecil.  Jika dinding luar cakram tulang belakang Anda retak terbuka, cakram Anda mungkin menonjol keluar dari tempatnya, yang dikenal sebagai cakram hernia, yang dapat menekan saraf tulang belakang.

Seperti apa rasanya nyeri cakram degeneratif?

Nyeri cakram degeneratif:

  •  Bisa terjadi di leher atau punggung bawah.
  •  Dapat meluas ke lengan dan tangan atau ke pantat dan kaki.
  •  Bisa ringan, sedang atau berat.
  •  Mungkin mulai dan berhenti.
  •  Bisa bertambah buruk setelah aktivitas tertentu seperti membungkuk, memutar atau mengangkat.
  •  Bisa menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Diagnosis dan tes

Bagaimana penyakit cakram degeneratif didiagnosis?

Untuk mendiagnosis penyakit cakram degeneratif, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin mulai dengan menanyakan gejala Anda.  Pertanyaan mungkin termasuk:

  •  Kapan rasa sakitnya mulai?
  •  Di mana Anda merasa sakit?
  •  Aktivitas apa yang paling menyebabkan nyeri?
  •  Aktivitas apa yang mengurangi rasa sakit?
  •  Apakah Anda mengalami cedera atau kecelakaan yang menyebabkan rasa sakit?
  •  Apakah Anda memiliki gejala lain, seperti kesemutan atau mati rasa?
  •  Seberapa jauh Anda bisa berjalan?

Penyedia layanan kesehatan Anda dapat menggunakan pemindaian pencitraan seperti X-ray, CT atau MRI. Tes ini dapat menunjukkan kepada penyedia layanan kesehatan Anda status dan keselarasan disk Anda.  Penyedia Anda juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa:

  • Fungsi saraf: Penyedia Anda mungkin menggunakan palu refleks untuk memeriksa reaksi Anda.  Reaksi yang buruk atau tidak ada bisa berarti Anda memiliki saraf yang rusak atau tertekan.
  •  Tingkat rasa sakit: Penyedia Anda mungkin menyentuh atau menekan area tertentu di punggung Anda untuk mengukur tingkat rasa sakit Anda.
  •  Kekuatan: Kelemahan atau penyusutan otot (atrofi) bisa berarti Anda mengalami kerusakan saraf atau diskus yang mengalami degenerasi.

Manajemen dan perawatan

Bagaimana penyakit cakram degeneratif diobati?

Biasanya, penyedia layanan kesehatan Anda akan merekomendasikan opsi perawatan non-invasif terlebih dahulu.  Perawatan Anda mungkin termasuk:

  •  Terapi fisik: Berpartisipasi dalam latihan penguatan dan peregangan dengan penyedia layanan kesehatan yang terlatih.
  •  Obat-obatan: Mengkonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), pelemas otot atau steroid.
  •  Suntikan steroid: Menyuntikkan obat di dekat saraf tulang belakang, cakram, atau persendian untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
  •  Neurotomi frekuensi radio: Menggunakan arus listrik untuk membakar saraf sensorik dan mencegah sinyal rasa sakit mencapai otak Anda.
  •  Bisakah saya mengobati penyakit cakram degeneratif di rumah?

Beberapa orang menemukan pereda nyeri melalui pengobatan di rumah.  Perawatan di rumah dapat mengurangi rasa sakit untuk waktu yang singkat.  Tapi itu bukan pengobatan jangka panjang untuk cakram yang mengalami degenerasi parah.  Anda dapat mencoba:

  • Latihan: Aktivitas berdampak rendah seperti berjalan atau berenang dapat memperkuat otot punggung dan mengurangi rasa sakit.
  • Terapi panas dan dingin: Kompres es dan bantalan pemanas bergantian setiap 10 hingga 15 menit hingga tiga hingga empat kali per hari dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan.
  • Peregangan: Yoga lembut dan peregangan sepanjang hari dapat memperbaiki postur dan meredakan ketegangan.

Apakah saya perlu operasi untuk penyakit cakram degeneratif?

Banyak pasien tidak memerlukan pembedahan untuk penyakit cakram degeneratif.  Tetapi jika Anda telah mencoba beberapa perawatan non-bedah dan mengalami nyeri dan/atau kelemahan yang terus-menerus, pembedahan mungkin merupakan pilihan yang baik.

Atau ahli bedah Anda mungkin menggunakan salah satu dari beberapa jenis operasi dekompresi tulang belakang:

  • Diskektomi: Menghapus bagian dari cakram tulang belakang untuk mengurangi tekanan pada saraf Anda.
  • Foraminotomi: Memperluas pembukaan akar saraf Anda dengan membuang jaringan dan tulang.
  • Laminektomi: Mengambil sebagian kecil tulang dari tulang belakang bagian bawah (lamina).
  • Penghapusan osteofit: Menghilangkan taji tulang (osteofit).
  • Fusi tulang belakang: Selama prosedur ini, ahli bedah Anda menghubungkan dua atau lebih tulang belakang untuk meningkatkan stabilitas.

Bagaimana saya bisa mencegah penyakit cakram degeneratif?

Anda dapat mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit degeneratif tulang belakang melalui perubahan gaya hidup.  Beberapa di antaranya adalah:

  •  Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
  •  Menghindari atau berhenti merokok.
  •  Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan