Apa Saja Penyebab Bibir Hitam?

Menjaga kesehatan itu penting supaya terhindar dari berbagai risiko seperti bibir hitam. Bibir hitam bisa terjadi karena seseorang mengalami kondisi tertentu.

Pemahaman Tentang Bibir Hitam

Perubahan warna di bagian bibir tidak hanya karena seseorang mengalami kondisi tertentu, namun warna bibir juga menunjukkan penampilan manusia berdasarkan ras.

Perubahan yang terjadi pada warna bibir ditentukan oleh zat warna yang disebut sebagai pigmen melanin. Melanin berada di bagian yang disebut sebagai vermillion. Vermillion merupakan bagian yang menyatu dengan bibir. Jika kadar melanin rendah, warna bibir akan cerah. Jika kadar melanin tinggi, warna bibir akan gelap atau hitam.

image Bibir Hitam

Selain kadar melanin, bibir hitam juga terjadi karena faktor lain seperti merokok. Untuk mengatasi masalah pada bibir, pasien bisa melakukan cara-cara sederhana dengan menerapkan pola hidup yang lebih teratur.

Penyebab Bibir Hitam

Bibir hitam disebabkan oleh faktor berikut:

  • Kadar melanin

Kadar melanin yang tinggi atau lebih banyak dari biasa (hiperpigmentasi) bisa membuat bibir seseorang hitam.

  • Sinar matahari

Sinar matahari bisa menimbulkan efek yang buruk bagi tubuh, termasuk bibir. Sinar matahari bisa meningkatkan kadar melanin.

  • Kebiasaan yang melibatkan bibir

Menjilat, menghisap, atau menggigit bibir adalah kebiasaan yang sering dilakukan manusia sehingga bibir mereka bisa menjadi hitam.

  • Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan tidak hanya membuat tubuh lelah, namun juga bisa membuat bibir hitam.

  • Kekurangan vitamin B

Kekurangan vitamin B dapat memicu berbagai risiko, termasuk bibir hitam.

  • Merokok

Merokok bisa memicu berbagai masalah pada tubuh, termasuk bibir hitam. Bibir hitam bisa timbul karena kandungan rokok (nikotin dan benzpyrene) bisa meningkatkan melanin.

  • Kafein

Mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan bisa membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Peningkatan frekuensi buang air kecil bisa menyebabkan dehidrasi dan membuat bibir kering, pecah, dan hitam.

  • Pasta gigi

Jika manusia menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride secara berlebihan, mereka bisa berisiko terhadap bibir hitam.

  • Reaksi alergi

Reaksi alergi bisa memicu berbagai efek pada tubuh, salah satunya termasuk bibir hitam. Ada berbagai sumber yang bisa membuat seseorang mengalami kondisi tersebut. Contoh pemicu alergi adalah zat yang ada pada produk kecantikan. Meskipun sumber alergi bisa dari manapun, reaksi alergi hanya bersifat sementara.

  • Kehamilan

Kehamilan bisa memberikan berbagai efek pada tubuh wanita yang hamil, termasuk bibir hitam. Bibir hitam dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan hormon tidak hanya membuat bibir hitam, namun bagian tubuh lain seperti puting juga mengalami kondisi yang serupa. Warna hitam pada tubuh akan hilang setelah mereka melakukan persalinan.

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon tidak hanya terjadi ketika seseorang hamil, namun juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain seperti usia dan penyakit yang terjadi pada penderita.

  • Obat-obatan

Sebagian obat bisa memicu efek samping berupa hiperpigmentasi. Contoh obat yang bisa memicu risiko tersebut adalah antibiotik (golongan minosiklin).

  • Kemoterapi

Kemoterapi juga merupakan faktor lain yang dapat memicu berbagai efek samping, termasuk hiperpigmentasi.

  • Kondisi lain

Bibir hitam bisa terjadi karena kondisi lain seperti anemia.

Jika Anda Mengalami Masalah Pada Bibir

Anda bisa bertemu dengan dokter jika Anda mengalami bibir hitam. Sebelum Anda bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika dokter memerlukannya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang melibatkan pemeriksaan fisik.

Pengobatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menentukan pengobatan seperti terapi laser dan operasi untuk mengatasi masalah pada kulit, termasuk bibir.

Pencegahan

Pada dasarnya, pasien bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti lemon untuk mencegah bibir hitam. Selain itu, pasien juga perlu menerapkan pola hidup yang teratur seperti tidak merokok.

Kesimpulan

Bibir hitam merupakan kondisi yang tidak membahayakan tubuh. Jika Anda ingin mengatasi bibir hitam, Anda bisa melakukan cara-cara yang sederhana dengan menggunakan bahan-bahan alami. Untuk informasi lebih lanjut tentang bibir, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Mengenal Hiperosmia: Kondisi Indra Penciuman Sangat Tajam

Mengenal Hiperosmia: Kondisi Indra Penciuman Sangat Tajam

Mempunyai indra penciuman yang bagus dan tajam tentunya diharapkan semua orang supaya dapat dengan mudah mengidentifikasi bau-bau atau aroma yang di sekitar seperti bau masakan, wangi bunga atau malah bau busuk.

Itu berarti Anda tidak mengalami masalah sama sekali pada organ penciuman Anda seperti polip dan sinus atau Anosmia dan Parosmia yang mengarah pada Covid-19.

Namun bagaimana jika ternyata penciuman yang dimiliki tersebut sangat tajam dan melampaui batas normal?

Kondisi inilah yang disebut dengan hiperosmia, dan ini memungkinkan orang yang memilikinya menjadi super atau hipersensitif terhadap bau-bau di sekitarnya.

Dalam beberapa hal kondisi ini bisa sangat menjengkelkan karena kondisi ini bisa membuat orang yang memilikinya mencium bau-bau yang tidak sedap dan menyengat.

Gejalanya

Orang yang memiliki hiperosmia biasanya mengalami ketidaknyamanan yang luar biasa terhadap bau-bau di sekitar.

Bukan hanya bau busuk dan menyengat, bau-bau lain yang berasal dari parfum atau pembersih pakaian bisa dianggap mengganggu.

Bau-bau yang mengandung zat kimia itu tentunya dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada pengidapnya

Penyebab

Penyebab kondisi penciuman hipersensitif ini disebabkan oleh berbagai faktor dan bergantung pada kondisi penderitanya. Beberapa kondisi terkait dapat menyebabkan perubahan penciuman dan sebaliknya.

Berikut penyebabnya:

Kehamilan

Penyebab pertama hiperosmia adalah kehamilan, yang biasanya ditandai dengan peningkatan indra penciuman.

Hal ini dapat memicu sakit kepala, mual, dan muntah selama trimester pertama. Hal ini juga berkaitan dengan hiperemesis gravidarum, yaitu bentuk mual di pagi hari yang bisa menyebabkan rawat inap.

Migrain

Penyebab kedua  adalah migrain. Hal ini dapat meningkatkan sensitivitas terhadap bau dan malah dapat memicu migrain.

Penyakit Lyme

Penyakit Lyme adalah penyakit lain yang berhubungan dengan hiperosmia.  Dalam sebuah penelitian, 50% pasien penyakit Lyme mengalami peningkatan penciuman.  Jika Anda berpikir mungkin telah terkena penyakit Lyme, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Penyakit autoimun

Salah satunya terkait dengan penyakit Addison yang oleh para peneliti dihubungkan dengan gejala insufisiensi adrenal, dan merupakan awal dari salah satu penyakit autoimun ini.

Kondisi neurologis

Beberapa kondisi neurologis juga telah dikaitkan dengan hiperosmia, termasuk multiple sclerosis (MS), Parkinson, Alzheimer, dan epilepsi.  

Multiple sclerosis diketahui mempengaruhi indra seperti rasa dan bau. Kehilangan penciuman paling sering terjadi pada kondisi ini. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, pertumbuhan neoplastik seperti polip atau tumor dapat terjadi secara dari dalam dan dan luar, dan  hal ini dapat mempengaruhi saraf penciuman.

Kemungkinan penyebab hiperosmia lainnya meliputi:

  •  alergi
  •  meningitis steril
  •  diabetes
  •  sindrom Cushing
  •  kekurangan vitamin B-12
  •  kekurangan nutrisi
  •  obat dengan resep tertentu
  •  kemungkinan kondisi genetik

Diagnosis

Diagnosis terhadap hiperosmia bisa dilakukan dengan endoskopi hidung yang merupakan tes paling akurat.

Prosedurnya adalah dokter akan menempatkan kamera ke ujung teleskop kecil yang kaku atau fleksibel selanjutnya dokter akan menaruh benda lembut di hidung Anda yang kemudian ditransmisikan ke layar televisi.

Kemudian dokter akan meminta Anda untuk melihat-lihat  apakah ada masalah pada hidung  yang mempengaruhi kemampuan penciuman Anda terutama di rongga hidung.

Apabila hidung bersih, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes garuk dan hirup bau dari sesuatu yang digaruk tersebut.

Perawatan dan Pengobatan

Apabila memang Anda mengalami hiperosmia, Dokter akan menyarankan Anda untuk segera ke spesialis THT yang dapat mengungkapkan penyebab hiperosmia yang kemungkinan diakibatkan oleh polip, sinus, tumor, dan infeksi melalui pemindaian CT atau MRI.

Apabila memang hiperosmia disebabkan oleh migrain dan autoimun, Anda harus segera ke dokter yang berhubungan dengan penyebab-penyebab tersebut.

Mengingat penyebab hiperosmia bervariasi sehingga tidak diketahui perawatan yang tepat, ada beberapa pengobatan yang dianjurkan untuk bisa membantu, yaitu:

  • Sabun atau semprotan saline untuk menjaga hidung tetap sehat dan lembab.
  • Obat-obatan untuk membantu mengatasi mual atau muntah yang disebabkan oleh kepekaan ekstrem terhadap bau.
  • Masker untuk menghalangi  bau yang kuat.
  • Permen karet atau permen untuk menyamarkan bau yang tidak sedap.

Demikian mengenai hiperosmia yang merupakan kondisi indra penciuman yang sangat tajam dan ternyata malah membuat tidak nyaman.

Efek Samping Albothyl untuk Sariawan dan Bahaya Lainnya

Sempat jadi salah satu obat sariawan yang populer, albothyl resmi dibekukan pemerintah Indonesia, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pada awal 2018 silam. Kondisi ini terjadi lantaran efek samping albothyl untuk sariawan tergolong tidak main-main.

Menanggapi situasi ini, PT Pharos Indonesia selaku produsen bersikap legowo. Setelah keputusan diambil BPOM, salah satu perusahaan farmasi yang beroperasi di Indonesia ini segera menarik produknya.

Menurut BPOM, efek samping albothyl untuk sariawan tersebut datang dari salah satu kandungannya, yakni policresulen. Sebenarnya, potensi efek samping policresulen yang ada di dalam albothyl bukan hanya ada bagi sariawan. Ia punya kemungkinan lain, sebab albothyl tidak hanya digunakan sebagai obat sariawan. 

Sariawan HIV rasanya lebih sakit dan lebih parah ketimbang sariawan biasa

Lebih dari itu, albothyl juga dapat diperuntukkan sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan, serta penggunaan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan (THT), termasuk penggunaan vaginal (ginekologi). 

Efek samping albothyl untuk sariawan adalah membuat luka di jaringan bibir itu bertambah besar. Pada penggunaan albothyl, sariawan seolah memang sembuh. Namun, risiko lainnya yang bisa ditimbulkan seperti sariawan bertambah besar dan sakit.

Hal itu terjadi lantaran disebabkan oleh sariawan yang terlalu besar, policresulen diberikan secara terus-menerus, tubuh yang tidak mampu untuk membentuk jaringan baru yang sehat, atau sariawan yang diderita bukan sariawan biasa.

Di luar efek samping albothyl untuk sariawan seperti yang sudah disinggung sebelumnya, berikut beberapa kemungkinan bahaya lain dari penggunaan albothyl:

  • Infeksi

Sebelum akhirnya resmi dibekukan, dalam 2 tahun (2016-2018) BPOM menerima 38 laporan dari profesional kesehatan dan pasien dengan keluhan efek samping albothyl untuk sariawan. Di antara efek samping serius yaitu sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi (noma like lesion).

  • Vasokonstriksi

Vasokonstriksi adalah istilah medis untuk kondisi penyempitan pembuluh darah perifer. Vasokonstriksi dapat terjadi di mana saja, dalam kasus albothyl, kondisi ini terjadi pada daerah sariawan yang menyebabkan suplai darah pada daerah sariawan terhenti. Hal itu membuat jaringan sariawan menjadi mati sehingga rasa perih pada sariawan sesaat hilang setelah diberikan policresulen.

  • Deskuamasi

Deskuamasi jaringan atau pengelupasan kulit juga menjadi efek samping albothyl untuk sariawan. Efek samping ini bisa langsung terjadi apabila digunakan dengan cara berkumur. Sesaat setelah dikumur, akan terlihat terjadinya kulit mulut yang terkelupas.

  • Berbahaya bagi daerah kewanitaan

Efek samping albothyl yang terjadi di area kewanitaan tidak hanya sekadar iritasi biasa. Lebih jauh dari itu, penggunaan albothyl bisa memberikan rasa tidak nyaman, karena kering, pada organ intim wanita. Bahkan, efek sampingnya bisa membuat kondisi vagina seperti mengalami luka bakar.

Sedikit informasi terkait peredaran albothyl di Indonesia

Sebelum benar-benar hilang dari pasaran, albothyl sudah beredar di pasar obat Indonesia selama 35 tahun (hingga 2018). PT Pharos Indonesia merupakan pemegang izin edar albothyl di Indonesia. Indonesia sendiri bukanlah satu-satunya negara yang memanfaatkan albothyl. Produk ini juga tersebar di banyak negara. Albothyl sendiri berada di bawah lisensi Jerman. Merek tersebut dibeli perusahaan Takeda dari Jepang. 

Pembekuan izin edar albothyl pada Februari 2018 sendiri bermula dari sebuah “curhatan” yang dilayangkan seorang dokter spesialis gigi dan mulut. Widya, nama dokter tersebut, menuliskan pengalaman pasiennya di media sosial Twitter pada 2014. Sang pasien mendatangi Widya dengan kondisi rongga mulut yang cukup parah. Si pasien, yang akhirnya meninggal dunia, mengaku menggunakan albothyl sebelumnya.

Dua bulan setelah bercuit di Twitter, dr. Widya disomasi PT Pharos Indonesia. Bola salju permasalahan ini terus bergulir hingga akhirnya Widya mengirimkan data pasien tadi ke BPOM pada 2015 bersama 20-an data pasien lain yang ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Seluruh data itu terkait efek samping albothyl untuk sariawan. Baru pada 2018-lah akhirnya BPOM benar-benar menarik produk ini dari pasaran.

Deviasi Septum Nasal Sebabkan Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Deviasi Septum Nasal Sebabkan Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Sebagai salah satu indera, hidung punya peran penting bagi seorang manusia. Akan tetapi, hidung, seperti organ-organ lainnya, juga berisiko mengalami masalah kesehatan. Kita tak pernah tahu masalah kesehatan apa yang datang mengancam, sampai terasa sebuah tanda, semisal nyeri di tulang hidung dekat mata.

Nyeri di tulang hidung dekat mata berarti bagian pangkal hidung seseorang yang terserang sesuatu. Area ini merupakan tulang keras sebelum tulang rawan lunak pada lubang hidung. Risiko menderita sakit di tulang hidung dekat mata terhitung besar mengingat letaknya yang dekat dengan sinus.

Kini, coba kamu ingat-ingat, dalam hidupmu, pernahkah kamu membaca, melihat, atau setidaknya mendengar mengenai deviasi septum nasal? Jika belum, wajar, sebab masalah kesehatan yang terjadi di dalam hidung ini memang belum populer seperti penyakit hidung lain, macam sinus, misalnya.

Deviasi septum nasal, atau yang disebut juga dengan deviasi septum nasi, adalah kelainan hidung yang terjadi saat septum bergeser menjauh dari garis tengah hidung. Septum adalah tulang lunak yang membagi rongga hidung menjadi dua. Septum ada di pangkal hidung.

Septum hidung yang normal adalah terletak persis di tengah, memisahkan bagian kiri dan kanan hidung menjadi dua saluran dengan ukuran yang sama. Septum yang bergeser atau bengkok (deviasi) ini dapat menyebabkan aliran udara yang keluar dan masuk melalui hidung terhambat, sehingga mengakibatkan terganggunya pernapasan.

Gejala biasanya terasa lebih buruk pada satu sisi hidung, dan terkadang bahkan terjadi di sisi yang berlawanan dari arah bengkoknya septum. Dalam sejumlah kasus, septum yang bengkok bisa menjadi awal dari berbagai masalah hidung lainnya. Pengeringan sinus, infeksi sinus (sinusitis) yang kambuh secara berulang, serta nyeri di tulang hidung dekat mata, hanyalah beberapa di antaranya.

Kebanyakan kelainan bentuk septum tidak menimbulkan gejala, dan seseorang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa sebenarnya dia memiliki septum yang menyimpang. Namun, sebagian kelainan bentuk septum dapat menimbulkan tanda-tanda dan gejala berikut:

  • Penyumbatan hidung

Penyumbatan ini dapat membuat sulit untuk bernapas melalui satu atau kedua lubang hidung. Kondisi ini mungkin akan lebih terasa ketika seseorang mengalami pilek, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), atau alergi yang dapat menyebabkan saluran hidung seseorang membengkak dan menyempit.

  • Sakit kepala

Karena udara tidak dapat masuk dan keluar dengan lancar dari hidung yang tersumbat, seseorang mungkin akan merasakan sakit kepala yang menusuk, di luar nyeri di tulang hidung dekat mata. Kondisi ini mungkin sekali membuat rasa sakit menjalar hingga ke wajah.

  • Gangguan tidur

Saluran hidung yang tertekan oleh septum yang bengkok akan tersumbat, dan mengakibatkan seseorang kesulitan bernapas saat tidur. Kondisi ini disebut dengan sleep apnea. Selain itu, seseorang juga cenderung lebih sering mendengkur atau ngorok saat tidur karena tersumbatnya saluran pernapasan.

Umumnya, deviasi septum nasal, atau disposisi septum ini terjadi akibat dari cedera yang menyebabkan septum hidung berpindah keluar dari posisinya. Pada bayi, cedera seperti ini dapat terjadi saat persalinan. Sementara pada anak-anak dan orang dewasa, beragam kecelakan bisa menjadi penyebab dari cedera hidung dan berujung menjadi tulang hidung bengkok.

Cedera pada hidung ini paling sering terjadi selama olahraga kontak (seperti tinju), terbentur benda keras, atau kecelakaan lalu lintas. Penting oleh tiap orang untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Terhindar dari cedera, bisa jadi cara terbaik bagi seseorang agar tak harus merasakan nyeri di tulang hidung dekat mata lantaran deviasi septum nasal ini.

Rasakan Ciri-ciri Varises, Apa Saja Pemicunya?

Anda mendapati kaki Anda ada pembuluh darah yang menonjol, terlihat bengkok, dan menghasilkan warna biru atau ungu tua? Itu ciri-ciri varises! Ini merupakan penyakit di mana pembuluh darah mengalami pembengkakan yang akan mempersempit aliran darah jika terus dibiarkan. 

Penyebab varises salah satunya adalah jarang bergerak

Karena alasan inilah, orang yang mengalami ciri-ciri varises sebaiknya segera meredakan gejala tersebut dengan pergi ke dokter ataupun perawatan rumah, seperti mengangkat posisi kaki sejajar atau lebih tinggi dari jantung sampai menggunakan stoking kompresi. Jika tidak, bersiaplah menghadapi komplikasi varises, mulai dari bisul sampai gumpalan darah. 

Ciri-ciri varises yang Anda alami sendiri sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, sejumlah kondisi berpengaruh cukup besar dalam memicu terjadinya ciri-ciri varises. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko varises yang sebaiknya Anda ketahui. 

Pertambahan Usia 

Risiko mengalami ciri-ciri varises meningkat seiring bertambahnya usia. Orang-orang dengan usia di atas 50 tahun lebih mudah mengalami pembengkakan pembuluh darah ini. Pasalnya, penuaan menyebabkan keausan pada katup di pembuluh darah Anda yang membantu mengatur aliran darah. Akhirnya, keausan itu menyebabkan katup memungkinkan beberapa darah mengalir kembali ke pembuluh darah Anda di mana ia terkumpul alih-alih mengalir ke jantung Anda.

Kegemukan 

Berat badan ternyata berpengaruh ke kondisi pembuluh darah Anda. Orang-orang dengan berat badan berlebih, mulai dari kegemukan sampai obesitas, cenderung akan mudah mengalami ciri-ciri varises. Ini terjadi karena kelebihan berat badan menambah tekanan pada pembuluh darah sehingga ia berpotensi menonjol, bengkok, dan membengkak. 

Berdiri atau Duduk Lama 

Pekerjaan Anda juga sangat menentukan seberapa risiko Anda akan mengalami ciri-ciri varises. Orang-orang dengan pekerjaan yang mengharuskan berdiri atau duduk dalam posisi lama cenderung lebih mudah mengalami varises. Ini karena pada saat diam pada posisi yang sama selama berjam-jam dengan kaki menggantung ke bawah akan membuat darah Anda tidak mengalir dengan baik. 

Menopause 

Ciri-ciri varises lebih banyak menyambangi perempuan dibandingkan laki-laki. Khususnya, penyakit ini lebih rentan terjadi pada perempuan yang sudah menopause. Terjadinya perubahan hormon yang lumayan ekstrem pasca menopause mengendurkan dinding vena. Hal inilah yang pada akhirnya memicu terjadinya varises pada perempuan tersebut. 

Kehamilan

Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh Anda meningkat. Perubahan ini mendukung pertumbuhan janin, tetapi juga dapat menghasilkan efek samping yang tidak menguntungkan. Di mana salah satunya Anda akan mengalami ciri-ciri varises karena pembuluh darah yang membesar di kaki Anda. Perubahan hormonal selama kehamilan juga berperan dalam memicu terjadinya ciri-ciri varises tersebut. 

Histori Keluarga 

Bersiaplah menghadapi kemungkinan mengalami ciri –ciri varises apabila ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit ini. Pasalnya sering dijumpai fakta, seseorang dengan anggota keluarga lain menderita varises, ia pun ikut merasakan gejala varises tersebut di kesempatan berbeda. 

Sering Angkat Beban 

Perhatikanlah beban yang sering Anda angkat atau bawa tiap harinya. Jangan bayangkan angkat beban adalah mengangkat barbell atau peralatan olahraga saja. Membawa tas yang berat, misalnya, juga tergolong mengangkat beban. Terlalu sering mengangkat beban yang berat akan membuat tekanan ke pembuluh darah bagian bawah akan semakin besar. Hal inilah yang pada akhirnya memicu terjadinya ciri-ciri varises pada diri Anda. Sebaiknya, kurangi beban yang sering Anda bawa tiap hari. Idealnya untuk tas pun, isinya tidak menyentuh 5 persen dari berat badan Anda. Bisakah demikian? 

Jika mengalami ciri-ciri varises, jangan langsung panik. Lakukan penanganan rumah dengan segera untuk mencegah pemburukan terjadi. Jika memang tonjolan pembuluh darah sudah parah bahkan sampai menimbulkan pendarahan, ke dokter adalah satu-satunya solusi.

Komplikasi Lupus, Dari Depresi Hingga Nefritis Lupus

Lupus adalah kondisi autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Kondisi autoimun adlaah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh Anda bertanggungjawab terhadap peradangan dan penghancuran sel-sel tubuh sendiri. Banyak orang yang menderita lupus akan mengalami versi ringan dari penyakit ini. Namun, kondisi ini dapat berubah menjadi parah, seperti nefritis lupus, tanpa adanya perawatan yang tepat. Saat ini, tidak ada obat untuk lupus. Sehingga, perawatan hanya berfokus pada mengatasi gejala dan mengurangi peradangan. 

Komplikasi lupus

Ada berbagia macam komplikasi yang berhubungan dengan lupus, seperti nefritis lupus hingga depresi. Semuanya disebabkan oleh peradangan yang berhubungan dengan kondisi ini. Komplikasi lupus dapat melibatkan masalah pada: 

  • Ginjal. Peradangan akibat lupus dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang berujung gagal ginjal. 
  • Pembuluh darah atau darah. Pembuluh darah dapat meradang akibat lupus. Kondisi ini disebut dengan istilah vasculitis. Selain itu, lupus dapat menyebabkan masalah pada penderahan dan pembekuan darah. 
  • Jantung. Lupus juga dapat menyebabkan peradangan pada jantung dan daerah di sekitarnya. Kondisi ini juga akan membuat Anda memiliki risiko lebih besar dalam menderita penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. 
  • Paru-paru. Peradangan pada paru-paru akibat lupus dapat menyebabkan pernapasan yang menyakitkan. 
  • Sistem saraf. Saat lupus memengaruhi otak, Anda dapat menderita rasa pusing, sakit kepala, dan bahkan kejang. 

Orang-orang yang menderita lupus juga lebih rentan dalam menderita infeksi. Hal ini disebabkan bukan hanya karena kondisi itu sendiri, tetapi juga karena banyak dari obat-obatna yang digunakan untuk merawat lupus melemahkan dan menekan sistem kekebalan tubuh. JIka Anda menderita lupus, sangat penting untuk mengikuti rencana perawatan yang dianjurkan oleh dokter. Dengan mengikuti rencana perawatan tersebut, Anda bisa mencegah lupus kambuh dan bertambah parah, serta membantu mencegah kerusakan organ tubuh. 

Nefritis lupus

Nefriti lupus adalah sebuah komplikasi serius yang dapat terjadi akibat lupus. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang bagian ginjal yang menyaring darah. Sangat penting untuk mengenali gejala nefritis lupus sehingga Anda bisa mencari perawatan segera. Gejala nefritis lupus di antaranya adalah urine yang berwarna gelap, urin yang berbusa, urin berdarah, sering buang air kecil, pertambahan berat badan, kaki dan pergelangan kaki yang bengkak, dan tekanan darah tinggi. 

Lupus dan depresi

Hidup dengan lupus terkadang cukup sulit. Merasa frustasi dan sedih saat menderita lupus merupakan reaksi yang alami dan umum dijumpai. Namun, sangat penting untuk menbedakan perasaan negatif sementara dengan kondisi seperti depresi. Depresi sering terjadi pada orang-orang yang menderita lupus. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2018, diperkirakan sekitar 25 persen dari orang yang mengidap lupus juga memiliki depresi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala atau tanda-tanda depresi sehingga Anda bisa mencari bantuan. Adapun tanda tersebut di antaranya adalah merasa bersalah dan sedih, rasa kepercayaan diri yang rendah, menangis tanpa sebab yang jelas, kesulitan berkonsentrasi, kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak, fluktuasi nafsu makan yang menyebabkan naik turunnya berat badan, dan Anda tidak lagi menyukai aktivitas yang sebelumnya Anda sukai. 

Nefritis lupus dan depresi adalah dua komplikasi serius yang perlu mendapatkan perawatan segera. Meskipun hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit lupus, perawatan yang berfokus dalam mengatasi gejala serta mencegah komplikasi berbahaya penting agar Anda mampu menjalani hidup dan aktivitas sehari-hari dengan normal, sehingga kualitas hidup pun meningkat.

Ragam Penyakit yang Menyebabkan Rahang Sakit

https://www.sehatq.com/penyakit/rahang-sakit

Rahang sakit pada umumnya tidak ditanggapi dengan serius oleh penderitanya. Sebab, biasanya orang yang mengalami sakit pada rahang berpikir kalau kondisi itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Padahal, jika kita ingin mencari tahu lebih dalam, maka bersikap untuk tidak meremehkan semua penyakit adalah langkah bijak. 

Berkelindan dengan rahang sakit, sebetulnya nyeri di sekitar pipi itu bisa juga muncul karena ada penyakit lain. Ihwal itu, artikel ini akan menjabarkan beberapa penyakit yang menyebabkan rahang sakit. Sehingga, diharapkan pembaca agar lebih waspada ketika mengalami nyeri di area wajah.

  • Serangan jantung

Rahang sakit bisa berkaitan dengan serangan jantung. Hal ini diketahui berdasarkan berbagai sumber kesehatan yang berhasil dihimpun. Jika anda mengalami sakit pada rahang dan disertai dengan gejala serangan jantung, maka segeralah untuk meminta pertolongan dokter.

Berkenaan dengan gejala serangan jantung, ciri yang kerap terjadi pada pasiennya adalah merasakan pusing, mual disertai muntah, perut sakit, keringat dingin tanpa sebab atau tiba-tiba, dada terasa seperti tertekan atau nyeri, terjadinya gangguan pencernaan, dan rasa sakit menyebar dari rahang ke leher, lalu ke bagian punggung hingga perut.

  • Kanker mulut

Jika di antara pembaca ada yang mengidap penyakit kanker mulut, maka hal itu berpotensi membuat rahang sakit. Kendati demikian, berdasarkan keterangan berbagai sumber, sakit pada rahang ini bukan gejala utama dari penyakit kanker mulut. Hanya saja, kanker jenis ini juga memberikan gejala yang berkaitan dengan rahang.

Adapun gejala yang dimaksud adalah kesulitan menggerakkan rahang, terjadinya pembekakan pada rahang, dan muncul benjolan di sekitar leher. Oleh sebab itu, meskipun rahang sakit bukan gejala utama, kita perlu mewaspadai gejala lainnya kanker mulut yang berkaitan dengan rahang.

  • Nyeri pada wajah

Neuralgia trigeminal atau nyeri pada wajah secara tiba-tiba merupakan penyakit yang bisa menyebabkan rahang sakit. Kondisi nyeri pada wajah ini bisa disebabkan karena saraf trigeminal terjepit. Oleh sebab itu, maka berpotensi membuat rahang menjadi sakit baik di bagian atas, maupun bawah.

  • Infeksi tulang

Kata lain dari infeksi ini adalah osteomielitis. Infeksi pada tulang yang bisa menyebabkan sakit pada rahang adalah apabila infeksi itu terjadi pada tulang rahang bagian bawah. Oleh sebab itu, apabila anda mengetahui adanya infeksi, segeralah pergi ke dokter agar bisa lekas diambil tindakan medis.

Dari penjelasan tersebut, kita dapat mengetahui beberapa penyakit yang bisa menyebabkan rahang sakit. Akan tetapi, berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, terdapat penyakit lain yang bisa mengakibatkan nyeri pada rahang. Adapun penyakit yang dimaskud adalah sinus, sakit gigi, autoimun, bahkan sampai tumor.

Kendati demikian, khusus tumor atau kista, penyakit ini terbilang jarang menyebabkan rahang menjadi sakit. Namun, kita juga perlu mewaspadainya sebagai upaya pencegahan.

Demikian artikel yang bisa disampaikan terkait rahang sakit dan berbagai penyakit yang menjadi penyebabnya. Sebagaimana keterangan di awal, sangat diharapkan agar pembaca tidak menganggap remeh sakit pada sekitar rahang. Bila upaya pengobatan sederhana, seperti mengompres, tidak juga memberikan hasil yang memuaskan, maka tidak ada salahnya untuk lekas ke rumah sakit. 

Berkonsultasi dengan dokter terkait lebih baik daripada rasa nyeri dibiarkan begitu saja. Di sisi lain, dengan berkomunikasi dengan ahli merupakan langkah yang tidak bisa ditawar, terlebih jika rahang sakit disebabkan karena berbagai penyakit yang telah dijabarkan dalam artikel ini. Akhir kalimat, bagaimanapun juga deteksi dini suatu penyakit merupakan hal penting dalam menerapkan langkah medis, sehingga pasien bisa lebih cepat mendapatkan pertolongan.

Mudah Dilakukan, Ini 5 Cara Mengatasi Nyeri di Mata Kaki

Mudah Dilakukan, Ini 5 Cara Mengatasi Nyeri di Mata Kaki

Fungsi mata kaki adalah sebagai pelindung sendi engsel yang ada di kaki kita. Tidak hanya itu, mata kaki juga berfungsi sebagai poros penggerak telapak kaki dan otot betis.

Mengingat fungsinya yang cukup banyak, maka ketika terasa nyeri di mata kaki, tentu sangat tidak nyaman. Bahkan, hal ini akan kesulitan berjalan.

Nah, untuk itulah Anda harus menemukan cara yang tepat untuk mengatasi nyeri di mata kaki. Berikut ini sejumlah cara yang dapat Anda lakukan:

Istirahatkan Pergelangan Kaki 

Ketika muncul rasa nyeri di mata kaki, sebaiknya Anda segera mengistirahatkan kaki Anda.  Hindari membebani pergelangan kaki Anda. 

Selain itu, pastikan Anda bergerak sesedikit mungkin selama beberapa hari pertama. Gunakan kruk atau tongkat jika Anda harus berjalan atau bergerak.

Menaruh Kantong Es di Pergelangan Kaki 

Meletakkan kantong es di pergelangan kaki dapat meredakan nyeri. Lakukan setidaknya selama 20 menit setiap kali. 

Lakukan ini tiga hingga lima kali sehari selama 3 hari setelah cedera. Hal ini akan membantu mengurangi nyeri bengkak dan mati rasa.

Bungkus dengan Perban 

Selanjutnya, Anda juga bisa membungkus pergelangan kaki Anda yang terasa nyeri dengan perban elastis. Jangan membungkusnya terlalu erat sehingga pergelangan kaki Anda mati rasa atau jari-jari kaki Anda membiru.

Jika memungkinkan, pertahankan agar pergelangan kaki Anda tetap terangkat di atas ketinggian jantung di atas tumpukan bantal atau jenis struktur pendukung lainnya.

Konsumsi Obat Pereda Nyeri 

Ketika nyeri di mata kaki terasa tak tertahankan, Anda dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di apotek seperti acetaminophen atau ibuprofen. Obat ini ampuh untuk meredakan nyeri dan bengkak di mata kaki. 

Anda juga dapat menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri, bengkak, dan peradangan

Terapi 

Setelah rasa sakit Anda mereda, latih pergelangan kaki Anda dengan memutarnya secara melingkar. Putar ke dua arah, dan hentikan jika mulai terasa sakit.

Anda juga bisa menggunakan tangan untuk menekuk pergelangan kaki ke atas dan ke bawah dengan lembut. Latihan ini akan mengembalikan rentang gerak Anda, membantu mengurangi pembengkakan, dan mempercepat proses pemulihan.

Jika nyeri pergelangan kaki Anda disebabkan oleh artritis, Anda tidak akan dapat menyembuhkan cedera sepenuhnya.  

Selain itu, melakukan peregangan untuk mempertahankan rentang gerak yang baik pada persendian Anda.  

Konsultasi ke Dokter 

Meskipun sebagian besar nyeri di mata kaki bisa sembuh dengan perawatan sendiri di rumah, tetapi Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter. Terutama jika mengalami pembengkakan atau memar yang ekstrim, bersama dengan ketidakmampuan untuk memberi beban atau tekanan pada area tersebut tanpa rasa sakit yang signifikan. 

Selain itu, Anda juga harus menghubungi dokter ketika mengalami beberapa gejala penyerta seperti: 

  • Sakit makin parah dan terus datang kembali
  • Rasa sakit tidak kunjung membaik setelah melakukan perawatan mandiri selama 2 minggu
  • Kaki terasa kesemutan atau mati rasa
  • Menderita diabetes
  • Mengalami pembengkakan
  • Terdapat luka terbuka atau kelainan bentuk yang parah
  • Terdapat tanda infeksi seperti kemerahan, hangat, dan nyeri di area yang sakit
  • Mengalami demam hingga 37,8 derajat Celcius

Perlu pemeriksaan langsung oleh dokter untuk mengetahui penyebab keluhan Anda. Selain pemeriksaan fisik dasar, diperlukan juga pemeriksaan tambahan seperti tes darah, USG atau MRI bila memang diperlukan. 

Penanganannya nantinya bisa berupa terapi obat-obatan, pemasangan perban elastis pada kaki, hingga operasi, tergantung indikasi yang ditemukan dokter.

Cara Mengatasi Beragam Penyebab Bibir Bengkak

Penyebab bibir bengkak bisa sangat beragam, mulai dari kondisi ringan seperti tergigit, alergi, hingga penyakit langka. Mengenali apa penyebabnya sangat penting untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Tiap penyebab memiliki penanganannya sendiri. Ada yang bisa dilakukan sendiri di rumah, membeli obat-obatan di apotek, atau harus menggunakan penanganan medis segera.

Penyebab bibir bengkak salah satunya bisa jadi alergi

Jika bibir bengkak yang dialami disertai gejala lain yang cukup parah, misalnya kebas dan bernanah, hindari melakukan diagnosis sendiri dan segera periksakan ke dokter.

Cara Mengatasi Bibir Bengkak

Cara untuk mengobati bibir bengkak bergantung dari penyebab dan keparahan gejala yang dialami. Jika Anda bangun dari tidur dan menemukan bibir bengkak ringan tidak disertai gejala lain, biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Lebih dari 24 jam tidak juga hilang atau menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi parah, segera periksakan ke dokter. 

1. Pengobatan di rumah

Bibir bengkak yang disebabkan kondisi ringan seperti tergigit saat tidur, digigit serangga (semut atau lebah), luka bakar (sunburn), atau luka akibat cedera bisa diobati di rumah.

Untuk penanganan satu ini pada umumnya Anda tahu jelas apa penyebabnya. Cara termudah yang bisa dilakukan adalah membungkus es batu dengan handuk atau serbet dan menempelkannya ke bibir yang bengkak selama kurang lebih 15 menit.

Cara ini ampuh untuk mengurangi peradangan yang terjadi di bibir. Akan tetapi jangan langsung menempelkan es ke kulit karena bisa menyebabkan kerusakan.

Jika disebabkan oleh luka bakar atau sunburn, Anda bisa mengoleskan lotion dengan ekstrak lidah buaya. Apabila muncul pecah-pecah atau kering bisa Anda tambahkan dengan lip balm yang lembut.

Ada beberapa pengobatan lainnya untuk bibir bengkak akibat sunburn, seperti teh hitam dan madu, mandi menggunakan air dingin, atau merendam tubuh dengan air dingin yang ditambah dengan bubur oat. 

Bersihkan luka penyebab bibir bengkak dengan kain bersih dan tekan dengan kain bersih lain atau perban untuk menghentikan pendarahan. Jika luka berada di dalam mulut, bersihkan dengan air dingin kemudian letakkan es di dalam mulut untuk mengurangi bengkak dan nyeri. 

Jika lukanya cukup lebar, biasanya karena gigitan serangga atau hewan dan kemudian menunjukkan tanda-tanda infeksi, segera periksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

2. Penanganan obat-obatan

Bibir bengkak yang disebabkan oleh alergi atau peradangan, menggunakan obat-obatan seperti obat anti-inflamasi (NSAID) bisa membantu. Contohnya adalah ibuprofen dan corticosteroid yang bisa ditemukan di apotek baik menggunakan resep maupun tidak.

Obat anti-inflamasi juga bisa membantu mengurangi memar atau cedera lain yang menyebabkan bibir bengkak. Beberapa kondisi lain yang terkait dengan neurologis atau saraf membutuhkan penangan invasif, misalnya menggunakan obat baclofen atau perileks otot. 

Obat antihistamin juga bisa membantu apabila kamu mengalami angioedema, kecuali dalam kasus yang lebih serius yang membutuhkan penangan medis atau dokter.

3. Penanganan medis atau dokter

Walaupun kondisinya terdengar ringan, namun bibir bengkak bisa disebabkan oleh kondisi atau penyakit yang membahayakan. Misalnya alergi yang disertai gejala berat seperti mengi, napas pendek atau bengkak di bagian wajah lain yang berujung pada syok anafilaksis.

Dalam kondisi tersebut maka harus mendapatkan penanganan dokter secepatnya. Untuk bengkak yang sudah parah biasanya dokter akan merekomendasikan terapi radiasi dan operasi.

Jika mengalami jerawat kistik atau adanya kista mencurigakan di bibir atau di bawahnya, periksakan ke dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Komplikasi Bibir Bengkak

Penyebab bibir bengkak yang tidak ditangani dan diatasi dengan serius dan secepatnya bisa menyebabkan komplikasi. Komplikasi ini bisa sangat progresif dan bervariasi tergantung dari penyebabnya.

Karena bisa dipicu oleh penyakit serius, tidak segera mencari penanganan medis dapat menyebabkan komplikasi dan kerusakan permanen. 

Segera periksakan ke dokter bila bengkak tidak hilang selama beberapa waktu yang lama, adanya perubahan warna, atau gejala yang tidak biasa di bibir Anda. 

Setelah diperiksa dan penyebabnya terdiagnosis, Anda akan mendapatkan penanganan yang sesuai dan bisa mengurangi risiko terjadinya komplikasi seperti:

  • Kelainan bentuk
  • Kesulitan bernapas atau henti napas akibat syok anafilaksis
  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain, termasuk darah

Jangan remehkan apapun penyebab bibir bengkak yang Anda alami. Sebaiknya obati dengan baik dan jelas dan jangan ragu untuk memeriksakan ke dokter bila gejala semakin serius.

Beragam Penyebab yang Membuat Kepala Bayi Panas

Kepala bayi panas menjadi indikator kuat bayi sedang mengalami demam. Anda mungkin akan panik. Namun sebenarnya, demam pada bayi tidak perlu terlalu dikhawatirkan apabila suhunya tidak mencapai 39 derajat Celcius, tidak disertai kejang, serta bayi terus mengeluarkan keringat yang membuat suhu tubuh berangsur menurun. 

image Demam pada Anak

Demam pada bayi pun sebenarnya lumrah terjadi. Penyebabnya sangat beraneka dan bisa saja asal muasalnya tidak pernah Anda duga sebelumnya. Namun pada umumnya, infeksi dan peradangan menjadi penyebab kepala bayi panas yang paling sering. 

Penasaran apa saja penyebab lain yang membuat kepala bayi panas? Berikut ini adalah macam-macam hal yang membuat sang buah hati mengalami demam dan suhu tubuhnya mendadak meningkat. 

  • Infeksi Virus 

Kepala bayi panas umumnya terjadi saat mereka mengalami flu atau pilek. Pada saat itulah, demam terjadi untuk melawan infeksi virus yang sedang menyerang tubuh. Virus sendiri menyebabkan infeksi 10 kali lebih banyak daripada bakteri sehingga memungkinkan demam lebih rentan terjadi pada bayi. Kepala bayi panas merupakan gejala awal dari infeksi virus yang biasa terjadinya 24 jam sejak bayi terinfeksi. 

  • Infeksi Bakteri 

Tidak hanya virus, bakteri juga menjadi penyebab dari kepala bayi panas. Biasanya, demam yang disebabkan oleh bakteri disertai dengan infeksi di bagian tubuh tertentu secara spesifik. Sebagai contoh, infeksi bakteri yang menyebabkan demam bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda sedang mengalami radang tenggorokan maupun infeksi saluran kemih. Infeksi bakteri ini cenderung lebih lama membuat demam. Infeksi bakteri bahkan bisa menyebabkan meningitis yang berbahaya bagi keselamatan bayi karena berpotensi merusak otak. Jika mencurigai bayi infeksi dan kepalanya panas, sebaiknya Anda mengkonsultasikan penanganannya ke dokter. 

  • Imunisasi 

Demam juga bisa sangat mudah terjadi ketika bayi Anda habis diimunisasi atau divaksin. Ini karena ketika di imunisasi, sejumlah virus atau bakteri yang sudah dilemahkan dimasukkan ke dalam tubuh anak. Pemasukan inilah yang menimbulkan perlawanan dari tubuh sehingga menimbulkan kepala bayi panas. Demam yang timbul akibat vaksinasi umumnya akan terjadi 12 jam setelah bayi divaksin. Demam akan berlangsung 2—3 hari dan sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus. 

  • Tumbuh Gigi

Kepala bayi panas karena masalah tumbuh gigi sampai saat ini masih mengandung pro kontra. Sebagian menganggap tumbuh gigi tidak menghasilkan demam. Namun ada penelitian yang menemukan, kaitan tumbuh gigi anak dengan demam bayi sangat erat. Pasalnya saat tumbuh gigi, kemungkinan peradangan gusi rentan terjadi. Kondisi peradangan inilah yang membuat kepala bayi panas lebih mudah terjadi. 

  • Suhu Panas 

Suhu ideal untuk tubuh bayi adalah berkisar 22-23 derajat Celcius. Jika lebih daripada itu, bayi akan mudah merasa kepanasan dan kepala bayi panas akan cepat terjadi. Demam yang terjadi akibat suhu terlalu panas biasanya bersifat ringan dan suhu tubuh bayi bisa kembali normal dalam beberapa jam. Namun pastikan, bayi Anda cukup mengonsumsi cairan ketika demam tengah berlangsung untuk mencegah potensi heat stroke yang lebih berbahaya. 

  • Pakaian Berlapis 

Ketika bayi masih berusia bulanan, khususnya di bawah 6 bulan, orang tua cenderung memiliki kecemasan tinggi bahwa anak mereka akan merasa kedinginan. Tidak jarang orang tua akan membalut anaknya dengan berlapis pakaian dengan harapan anak akan merasa hangat dan nyaman. Padahal di sisi lain, pakaian yang berlapis dan tebal ini bisa berpotensi menimbulkan kepala bayi panas. Jika hal ini terjadi pada buah hati Anda, segera lepas pakaian bayi Anda sampai suhu tubuhnya menurun kembali. 

  • Infeksi Aliran Darah 

Kepala bayi panas perlu sangat Anda waspadai apabila terjadi di tiga bulan pertama kehidupannya. Biasanya, demam pada bayi baru lahir yang sering terjadi diakibatkan oleh adanya infeksi aliran darah. Penanganan tepat amat diperlukan oleh bayi ketika infeksi aliran darah terjadi maka Anda mesti segera membawanya ke dokter. 

Beberapa penyebab kepala bayi panas memang tidak perlu dikhawatirkan secara berlebih. Namun jika demam terjadi terus-menerus dan mengarah pada infeksi bakteri dan aliran darah, Anda sangat dianjurkan membawa anak ke dokter.