Kenali Penyebab Pneumonia, Pahami Gejalanya

Kenali Penyebab Pneumonia, Pahami Gejalanya

Pandemi Covid 19 membuat banyak orang makin menyadari bahayanya kondisi pneumonia. Pasalnya, tidak jarang infeksi Covid 19 ikut menginfeksi paru-paru dan menjadi penyebab pneumonia yang serius. Walaupun sebenarnya, pneumonia sendiri juga bisa dipicu oleh berbagai kondisi dan penyakit lain. 

Seseorang dikatakan mengalami pneumonia ketika kantung udara di paru-parunya mengalami peradangan yang disertai cairan dan nanah. Peradangan yang terjadi tersebut umumnya dipicu oleh adanya infeksi mikroorganisme, mulai dari virus, bakteri, sampai jamur. Di mana infeksi mikroorganisme-mikroorganisme yang parah dan menjadi penyebab pneumonia tersebut lebih rentan dialami oleh anak-anak berusia di bawah 5 tahun serta orang tua yang berusia di atas 65 tahun yang memiliki imunitas tubuh yang cukup lemah. 

Waspadai gejala pneumonia

Bukan hanya penyebab pneumonia yang mesti dikenali, Anda juga mesti memahami gejalanya. Tidak jarang seseorang dengan pneumonia terlanjur sulit ditangani karena kondisinya yang sudah parah. Memahami gejala-gejala pneumonia di bawah ini bisa membuat Anda dapat mengambil tindakan lebih cepat untuk memulihkan kondisi dengan pengobatan yang tepat. 

Kesulitan Bernapas 

Pneumonia merupakan kondisi yang menyerang bagian utama organ pernapasan Anda. Tentu saja Anda akan mengalami gejala yang membuat proses bernapas Anda tidak lagi mulus. Orang-orang dengan pneumonia hampir bisa dipastikan mengalami kesulitan bernapas dalam banyak versi. Namun pada biasanya, kesulitan bernapas yang merupakan gejala pneumonia adalah kondisi napas yang cepat dan dangkal, bahkan tidak jarang menimbulkan sesak napas bahkan saat Anda sedang tidak melakukan  kegiatan apapun. 

Nyeri Dada 

Nyeri dada kerap dikaitkan dengan kondisi jantung yang bermasalah. Namun, Anda juga harus tahu, nyeri dada bisa menjadi bagian gejala dari beragam masalah pernapasan, tidak terkecuali pneumonia. Ciri khas nyeri dada yang menandakan adanya peradangan di kantung udara akibat adanya cairan atau nanah adalah rasa nyeri tersebut muncul atau semakin berat setiap kali Anda mengambil atau mengembuskan napas. 

Takikardia 

Takikardia merupakan kondisi detak jantung yang cepat di atas 100 kali per menit. Tidak jarang takikardia menimpa penderita pneumonia. Pasalnya, ketika ada masalah di paru-paru, aliran oksigen ke jantung pun akan terimbas menjadi tidak optimal. Ini yang membuat jantung menjadi bekerja lebih berat dan meningkatkan detak jantung sampai melampaui batas wajar. 

Batuk

Jangan remehkan batuk yang Anda alami sebab batuk bisa menjadi pneumonia ataupun justru menjadi gejala dari pneumonia itu sendiri. Batuk yang mengarah pada kondisi pneumonia umumnya berjenis batuk berdahak dengan lendir kental berwarna kuning, hijau, atau cokelat. Bahkan dalam beberapa kondisi, penderita pneumonia bisa mengalami batuk darah alias hemoptysis. 

Suhu Tubuh Rendah 

Pneumonia merupakan peradangan di kantung udara paru-paru yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun jamur. Tidak heran wajar jika pada masa awal infeksi, penderita bisa mengalami demam. Namun, justru yang menjadi gejala lebih kuat yang mengarah ke pneumonia adalah suhu tubuh yang lebih rendah daripada seharusnya. Di mana suhu tubuh manusia umumnya berkisar di angka 36 derajat Celsius, namun angka yang lebih kecil sangat mungkin didapati pada penderita pneumonia. 

Menggigil 

Penderita pneumonia juga kerap merasakan kondisi menggigil. Gejala khas dari pneumonia yang satu ini pun kerap diikuti oleh produksi keringat yang berlebihan, namun berupa keringat dingin. Apakah Anda sering mengalaminya? Kewaspadaan perlu ditingkatkan, apalagi jika Anda ternyata sudah mengalami penyakit seperti flu ataupun pilek yang kerap menjadi penyebab pneumonia jika tidak tertangani dengan tepat. 

Nyeri Seluruh Badan 

Anda mungkin tidak pernah berpikir bahwa masalah pernapasan bisa menimbulkan gejala ke seluruh tubuh Anda. Nyatanya, penderita pneumonia tidak jarang mengalami nyeri di seluruh badan. Kondisi peradangan di kantung udara paru-paru membuat aliran oksigen dan darah tidak maksimal ke seluruh tubuh sehingga ikut berpengaruh pada kondisi otot dan sendi yang mengalami nyeri berlebihan. 

Gampang Merasa Bingung 

Ada gejala khas pneumonia jika penyakit ini dialami oleh orang tua. Peradangan di kantung udara paru-paru ikut berpengaruh pada asupan oksigen ke otak. Karena alasan inilah, para orang tua yang mengalami pneumonia kerap mengalami masalah fungsi memori singkat dan menjadi gampang merasa bingung. 

*** 

Penyebab pneumonia sudah dikenali dan diwaspadai? Kini saatnya Anda tidak meremehkan gejala-gejala yang mengarah ke pneumonia di atas dan segera membuat janji dengan dokter apabila beberapa gejala di atas sudah Anda rasakan.

Tips Edukasi & Cara Mencegah Diabetes Anak

Tips Edukasi & Cara Mencegah Diabetes Anak

Diabetes adalah salah satu penyakit yang diharapkan tidak dapat menimpa siapapun. Selain karena pengaruh gaya hidup, kasus diabetes juga ditemukan karena faktor keturunan atau riwayat keluarga. Bagaimana cara mencegah diabetes? Dapatkah diabetes tidak diturunkan ke anak cucu?

Studi turut menemukan bahwa diabetes tipe 2 berisiko lebih mudah terkena bagi keluarga yang memiliki riwayat keturunan diabetes. Itulah yang menjadi alasan, sebagian orangtua yang memiliki riwayat diabetes cemas dengan kondisi anak-anaknya. Namun, jangan khawatir. Sebagai orangtua kita dapat memberikan edukasi gaya hidup sehat demi mencegah diabetes pada anak. Lantas, apa saja yang harus dilakukan supaya anak-anak terhindar dari diabetes?

Diabetes pada Anak

Penyakit diabetes ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa saja. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan data kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan persentase 700% dalam jangka waktu 10 tahun.  Kasus diabetes pada anak umumnya ditemukan di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. 

Penyebab diabetes 1  pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah: kecenderungan riwayat genetik, sistem imun, faktor lingkungan, dan sistem imun. Sedangkan diabetes 2 erat kaitannya dengan gaya hidup dan pola makan. Biasanya diabetes 2 berkaitan dengan pengaruh kurangnya aktivitas fisik, obesitas, hipertensi, pola makan yang tidak seimbang, hingga kebiasaan merokok. Data yang ditemukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan persentase angka 18,8% risiko diabetes terhadap anak usia 12 tahun disebabkan oleh kelebihan berat badan dan 10,8% mengalami obesitas. 

Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Kekhawatiran orangtua terhadap anak yang memiliki riwayat diabetes dapat dicegah dengan cara mengawasi perilaku dan pola hidupnya sehari-hari. Berikut gejala yang harus diwaspadai jika anak menderita diabetes. 

Makan berlebihan

Anak dengan gejala diabetes akan merasakan lapar lebih sering meski sudah makan. Rasa lapar muncul karena jumlah insulin yang tidak optimal menyebabkan gula tidak dapat diolah menjadi energi. Jika anak makan terlalu banyak, orangtua perlu waspada dan menghimbau supaya anak makan dalam jumlah yang cukup. 

Sering merasa haus

Frekuensi buang air kecil lebih besar dialami oleh anak dengan diabetes. Rasa haus yang berlebihan menyebabkan mereka minum dalam jumlah yang banyak, namun tubuh tidak sanggup menyerap cairan dengan baik. 

Penurunan berat badan secara drastis

Biasanya berat badan anak dengan diabetes akan menurun drastis bahkan dalam waktu 2-6 minggu sebelum terdiagnosis. Penurunan berat badan disebabkan karena tubuh tidak mampu menyerap gula dalam darah, sehingga menyebabkan jaringan lemak dan otot menyusut.

Kelelahan dan suasana hati yang mudah marah

Kondisi tubuh yang tidak bisa mengolah energi akan menyebabkan gejala kelelahan. Selain itu, gangguan perilaku seperti mudah marah, murung, dan perubahan emosi yang tidak stabil bisa jadi pertanda yang harus diwaspadai. 

Cara Mencegah Diabetes pada Anak

Mencegah diabetes dapat dilakukan dengan memberlakukan kebiasaan baru yang menunjang kesehatan mereka. Terutama bagi penderita diabetes 2 yang berkaitan erat dengan gaya hidup dan pola makan, berikut tips edukasi dan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Terapkan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak, seperti: jalan-jalan sore, bermain bola, pergi ke taman atau melakukan aktivitas olahraga. Anak setidaknya membutuhkan 1 jam beraktivitas dalam satu hari. 
  • Atur berat badan supaya tetap stabil, tidak terlalu kurang maupun berlebihan. Menurunkan berat badan adalah upaya yang efektif untuk mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. 
  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih.  Anda bisa menggantinya dengan  minuman dan kudapan yang sehat.
  • Tawarkan camilan yang sehat, seperti: perbanyak makan buah, sayuran, dan umbi-umbian.
  • Kurangi aktivitas di depan layar televisi dan smartphone. Kecanduan terhadap smartphone akan menyebabkan anak malas beraktivitas. Ajari mereka untuk menggunakan smartphone atau menonton televisi dengan porsi waktu yang cukup.

Itulah tips edukasi dan cara mencegah diabetes yang bisa diterapkan pada anak. Perbanyak aktivitas olahraga, konsumsi makanan dan minuman yang sehat, serta hindari pantangan yang malah memberikan risiko diabetes lebih besar, seperti konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula.

6 Cara Menangani Hiperpigmentasi dari Rumah

Suka kesal tidak melihat bintik-bintik gelap atau sebagian area kulit yang menggelap baik di wajah maupun di bagian tubuh lainnya? Kondisi ini dikenal dengan sebutan hiperpigmentasi dalam dunia medis. Tentu saja ini menyebalkan karena sangat mampu merusak penampilan Anda. 

Penyebab hiperpigmentasi ada banyak. Hiperpigmentasi bisa terjadi karena masalah penuaan ataupun akibat dari suatu indikasi penyakit ataupun efek penggunaan obat tertentu. Namun, penyebab paling umum dari kondisi yang dipicu oleh meningkat drastisnya melanin dalam tubuh ini adalah paparan sinar matahari yang lama dan ekstrem. 

Penyebab hiperpigmentasi boleh jadi banyak. Namun, cara menanganinya pun tidak kalah beragam. Bukan hanya bisa mengandalkan dokter, Anda bahkan bisa menangani hiperpigmentasi dengan bantuan produk-produk yang ada di rumah atau dapur Anda, seperti di bawah ini. 

Lidah Buaya 

Lidah buaya tidak hanya mampu melembapkan kulit. Bahan alami ini juga terbukti cukup efektif memudarkan hiperpigmentasi yang Anda alami.  Ini karena ;idah buaya mengandung aloin, senyawa depigmentasi alami, yang telah terbukti mencerahkan kulit dan bekerja secara efektif sebagai pengobatan hiperpigmentasi nontoksik. Anda hanya perlu mengoleskan gel lidah buaya murni ke area yang mengalami hiperpigmentasi sebelum tidur. Diamkan semalam dan bilas dengan air hangat keesokan pagi. Anda bisa mendapatkan hasil hiperpigmentasi memudar dengan pemakaian yang konsisten tiap hari. 

Cuka Apel 

Cuka sari apel juga bisa Anda coba untuk menangani masalah hiperpigmentasi. Ini karena cuka apel mengandung asam asetat yang bisa meringankan hiperpigmentasi. Pastikan, Anda melarutkan cuka apel terlebih dahulu dengan air dengan perbandingan yang sama. Setelah itu, Anda bisa mengoleskan larutan cuka apel tersebut ke area kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Diamkan selama 2—3 menit, kemudian bilas dengan air hangat. Ulangi pemakaian larutan cuka apel ini dua kali sehari sampai Anda memperoleh hasil yang diinginkan. 

Susu 

Semua jenis susu yang diolah dengan beragam cara ternyata juga bisa menjadi cara jitu menyamarkan hiperpigmentasi yang kerap membuat Anda kesal. Kemampuan susu menangani hiperpigmentasi karena cairan ini mengandung asam laktat. Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu merendam bola-bola kapas dalam susu. Kemudian, Anda hanya perlu menggosokkannya ke bagian kulit yang gelap minimal 2 kali sehari. Ulangi pemakaian setiap hari sampai Anda mendapat hasil yang memuaskan. 

Tomat 

Cobalah menangani hiperpigmentasi dengan tomat. Caranya, Anda hanya perlu memeras setengah tomat, kemudian tambahkan dengan madu dan campur keduanya secara menyeluruh hingga menyerupai pasta tomat. Setelah itu, oleskan ke area kulit yang menggelap dan bersihkan dengan air setelah didiamkan sekitar 15 menit. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The British Journal of Dermatology pada tahun 2011 menemukan, pasta tomat kaya akan likopen sehingga bisa melindungi kulit dari aspek kerusakan foto jangka pendek dan jangka panjang, termasuk dari hiperpigmentasi. Manfaat dari pasta tomat dalam mencerakan area gelap karena hiperpigmentasi biasanya mulai akan terlihat setelah pemakaian 12 minggu. 

 Teh Hijau 

Teh hijau memiliki bahan aktif utama epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Bahan aktif inilah yang dapat membantu mengubah pigmentasi kulit dalam beberapa kasus, khususnya menyamarkan hiperpigmentasi. Sebagai ulasan dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery mencatat, EGCG merupakan senyawa antioksidan yang dapat membantu memblokir proses dalam sel yang menyebabkan pigmentasi berlebih. Daun teh hijau sendiri juga mengandung asam galat dan asam ellagic bisa dapat membantu memperbaiki kondisi kulit Anda.

Bawang Merah 

Bawang merah juga bisa menjadi agen pemutih kulit yang bermanfaat bagi Anda yang bermasalah hiperpigmentasi. Sebuah studi 2011 di jurnal Natural Product Research mencatat, isolat dari bawang merah dapat memblokir tindakan sel yang menyebabkan pigmentasi berlebih. Cara menggunakan bawang merah untuk memudarkan hiperpigmentasi tidak sulit. Anda hanya perlu menggiling bawang dan memasukkannya ke dalam kantong the kosong. Kemudian, oleskan kantong tersebut ke area hiperpigmentasi secara berkala tiap hari. 

Sekarang cek dapur Anda sekarang, kira-kira peralatan perang apa saja yang Anda miliki untuk bisa memudarkan hiperpigmentasi yang merusak penampilan Anda selama? Segera coba keampuhannya untuk menangani hiperpigmentasi tersebut. 

Kenali Cara Pengobatan dan Pencegahan Bagi Penderita Bradikardia

Bradikardia adalah kondisi ketika detak jantung lebih lambat dari keadaan normal. Kondisi ini bisa terjadi pada saat seseorang sedang tidur dan beristirahat serta bisa terjadi pada siapa saja baik orang tua, remaja, dan anak-anak, juga para atlet yang sering berolahraga. Pada kondisi normal, detak jantung memiliki angka BPM sebagai berikut.

  • Dewasa, 60-100 kali permenit
  • Anak usia 1-12 tahun, 80-120 kali permenit
  • Bayi di bawah usia 1 tahun, 100-170 kali permenit
Bradikardia terjadi ketika detak jantung kurang dari 60 kali per menit

Anda bisa menghitung detak jantung secara mandiri, yaitu dengan merasakan denyut nadi di pergelangan tangan kiri selama 1 menit. Jika Bradikardia disertai dengan gejala seperti sulit bernapas, dada terasa nyeri, dan sempat mengalami pingsan berkali-kali, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan juga diperlukan untuk menghindari gangguan pada organ dan jaringan tubuh yang diakibatkan kurangnya pasokan darah dan oksigen yang cukup.

Penderita akan diberikan pertanyaan oleh dokter terkait gejala yang dialami, riwayat penyakit dan konsumsi obat, serta riwayat penyakit dalam keluarga. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik seperti tekanan darah dan detak jantung. Pemeriksaan penunjang juga diperlukan untuk memperkuat diagnosa. Mulai dari menggunakan Elektrokardiografi (EKG) untuk memeriksa aliran listrik jantung, Holter Monitoring untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung selama beberapa hari ke depan, dan Event Recorder untuk merekam aktivitas listrik jantung saat muncul gejala.

Pengobatan Bradikardia

Pengobatan Bradikardia harus disesuaikan dengan penyebab, faktor risiko, dan tingkat keparahan kondisi penderita. Jika penderita tidak mengalami gejala apapun dan kondisi tubuhnya tetap stabil, maka pengobatan mungkin tidak diperlukan. Sedangkan jika penderita memiliki gejala yang dapat bertambah parah dan membutuhkan pengobatan, maka ada dua pilihan yaitu secara non-bedah dan bedah.

Prosedur non-bedah dilakukan untuk Bradikardia yang disebabkan oleh kondisi tertentu, misalnya seperti hipotiroidisme, maka pengobatan difokuskan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan terapi hormon. Jika Bradikardia dipicu oleh konsumsi obat-obatan, maka dokter akan merekomendasikan obat lain atau menyesuaikan dosis obat tersebut. Sedangkan prosedur bedah yaitu dengan memasang alat pacu jantung. Fungsinya adalah untuk menghasilkan impuls listrik agar menjaga irama detak jantung tetap stabil dan bisa memompa darah ke seluruh tubuh.

Pencegahan Bradikardia

Bradikardia juga bisa dipicu oleh faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, misalnya stress berlebihan, kebiasaan merokok dan minuman alkohol. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah terjadinya Bradikardia adalah dengan menghindari faktor risiko yang dapat memicu kondisi tersebut. Anda bisa mulai dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti:

  • Konsumsi makanan sehat, dengan perbanyak asupan gizi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari buah dan sayuran segar. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh serta kurangi penggunaan gula dan garam.
  • Berat badan ideal, juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Alasannya karena berat badan yang berlebihan atau obesitas memiliki kadar kolesterol dan trigliserida darah tinggi, tekanan darah tinggi, serta diabetes yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.
  • Berolahraga secara teratur, tentu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk membuat jantung lebih kuat sehingga meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Olahraga juga dapat menstabilkan tekanan darah dan mengurangi tekanan pada jantung akibat obesitas.
  • Kelola Sumber Stress, yang dapat menambah beban kerja jantung. Gangguan kecemasan juga bisa menjadi faktor risiko penyebab Bradikardia. Oleh karena itu, usahakan untuk membuat tubuh tetap rileks. Misalnya dengan mendengarkan music kesukaan, berjalan-jalan, atau melakukan yoga dan meditasi.

Cari Tahu Apa Itu Penyakit Degeneratif

Cari Tahu Apa Itu Penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif terjadi ketika bantalan di tulang belakang Anda mulai aus.  Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.  Setelah usia 40, kebanyakan orang mengalami beberapa degenerasi tulang belakang.  Perawatan yang tepat dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas.

Apa itu penyakit cakram degeneratif?

Penyakit cakram degeneratif adalah ketika cakram tulang belakang Anda aus.  Cakram tulang belakang adalah bantalan karet di antara tulang belakang Anda (tulang di tulang belakang Anda).  Mereka bertindak sebagai peredam kejut dan membantu Anda bergerak, menekuk, dan memutar dengan nyaman.  Cakram tulang belakang setiap orang merosot dari waktu ke waktu dan merupakan bagian normal dari penuaan.

 Saat bantal aus, tulang bisa mulai bergesekan.  Kontak ini dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah lain, seperti:

  •  Skoliosis dewasa, di mana tulang belakang melengkung.
  •  Disk hernia, juga disebut disk yang menonjol, tergelincir atau pecah.
  •  Stenosis tulang belakang, ketika ruang di sekitar tulang belakang Anda menyempit.
  •  Spondylolisthesis, ketika vertebra bergerak masuk dan keluar dari tempatnya.

Seberapa umumkah degenerasi diskus intervertebralis?

Hampir setiap orang mengalami beberapa degenerasi diskus setelah usia 40 tahun, bahkan jika mereka tidak mengalami gejala.  Ini dapat menyebabkan sakit punggung pada sekitar 5% orang dewasa.

Siapa yang mungkin terkena penyakit cakram degeneratif?

Penyakit cakram degeneratif paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.  Beberapa faktor meningkatkan risiko Anda terkena penyakit cakram degeneratif, termasuk:

  •  Cedera akut, seperti jatuh.
  •  Kegemukan.
  •  Seks biologis, dengan wanita lebih mungkin mengalami gejala.
  •  Merokok.
  •  Melakukan pekerjaan yang menuntut fisik.

Apa saja gejala penyakit cakram degeneratif?

Gejala yang paling umum dari penyakit cakram degeneratif adalah nyeri leher dan nyeri punggung.  Anda mungkin mengalami rasa sakit yang:

  • Datang dan pergi, berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  • Menyebabkan mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki Anda. 
  • Memancar ke bawah bokong dan punggung bawah.
  • Memburuk dengan duduk, membungkuk atau mengangkat.

Apa yang menyebabkan penyakit cakram degeneratif?

Diskus tulang belakang mengalami keausan sebagai bagian normal dari penuaan.  Terutama setelah usia 40 tahun, kebanyakan orang mengalami beberapa degenerasi diskus.  Namun, tidak semua orang mengalami rasa sakit.

Anda mungkin merasa sakit jika cakram tulang belakang Anda:

  • Kering: Disk Anda memiliki inti lunak yang sebagian besar berisi air.  Seiring bertambahnya usia, inti itu secara alami kehilangan air.  Akibatnya, disk menjadi lebih tipis dan tidak memberikan penyerapan goncangan sebanyak dulu.
  • Robek atau retak: Cedera ringan dapat menyebabkan retakan kecil pada cakram tulang belakang Anda.  Air mata ini sering berada di dekat saraf.  Air mata bisa menyakitkan, bahkan ketika itu kecil.  Jika dinding luar cakram tulang belakang Anda retak terbuka, cakram Anda mungkin menonjol keluar dari tempatnya, yang dikenal sebagai cakram hernia, yang dapat menekan saraf tulang belakang.

Seperti apa rasanya nyeri cakram degeneratif?

Nyeri cakram degeneratif:

  •  Bisa terjadi di leher atau punggung bawah.
  •  Dapat meluas ke lengan dan tangan atau ke pantat dan kaki.
  •  Bisa ringan, sedang atau berat.
  •  Mungkin mulai dan berhenti.
  •  Bisa bertambah buruk setelah aktivitas tertentu seperti membungkuk, memutar atau mengangkat.
  •  Bisa menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Diagnosis dan tes

Bagaimana penyakit cakram degeneratif didiagnosis?

Untuk mendiagnosis penyakit cakram degeneratif, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin mulai dengan menanyakan gejala Anda.  Pertanyaan mungkin termasuk:

  •  Kapan rasa sakitnya mulai?
  •  Di mana Anda merasa sakit?
  •  Aktivitas apa yang paling menyebabkan nyeri?
  •  Aktivitas apa yang mengurangi rasa sakit?
  •  Apakah Anda mengalami cedera atau kecelakaan yang menyebabkan rasa sakit?
  •  Apakah Anda memiliki gejala lain, seperti kesemutan atau mati rasa?
  •  Seberapa jauh Anda bisa berjalan?

Penyedia layanan kesehatan Anda dapat menggunakan pemindaian pencitraan seperti X-ray, CT atau MRI. Tes ini dapat menunjukkan kepada penyedia layanan kesehatan Anda status dan keselarasan disk Anda.  Penyedia Anda juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa:

  • Fungsi saraf: Penyedia Anda mungkin menggunakan palu refleks untuk memeriksa reaksi Anda.  Reaksi yang buruk atau tidak ada bisa berarti Anda memiliki saraf yang rusak atau tertekan.
  •  Tingkat rasa sakit: Penyedia Anda mungkin menyentuh atau menekan area tertentu di punggung Anda untuk mengukur tingkat rasa sakit Anda.
  •  Kekuatan: Kelemahan atau penyusutan otot (atrofi) bisa berarti Anda mengalami kerusakan saraf atau diskus yang mengalami degenerasi.

Manajemen dan perawatan

Bagaimana penyakit cakram degeneratif diobati?

Biasanya, penyedia layanan kesehatan Anda akan merekomendasikan opsi perawatan non-invasif terlebih dahulu.  Perawatan Anda mungkin termasuk:

  •  Terapi fisik: Berpartisipasi dalam latihan penguatan dan peregangan dengan penyedia layanan kesehatan yang terlatih.
  •  Obat-obatan: Mengkonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), pelemas otot atau steroid.
  •  Suntikan steroid: Menyuntikkan obat di dekat saraf tulang belakang, cakram, atau persendian untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
  •  Neurotomi frekuensi radio: Menggunakan arus listrik untuk membakar saraf sensorik dan mencegah sinyal rasa sakit mencapai otak Anda.
  •  Bisakah saya mengobati penyakit cakram degeneratif di rumah?

Beberapa orang menemukan pereda nyeri melalui pengobatan di rumah.  Perawatan di rumah dapat mengurangi rasa sakit untuk waktu yang singkat.  Tapi itu bukan pengobatan jangka panjang untuk cakram yang mengalami degenerasi parah.  Anda dapat mencoba:

  • Latihan: Aktivitas berdampak rendah seperti berjalan atau berenang dapat memperkuat otot punggung dan mengurangi rasa sakit.
  • Terapi panas dan dingin: Kompres es dan bantalan pemanas bergantian setiap 10 hingga 15 menit hingga tiga hingga empat kali per hari dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan.
  • Peregangan: Yoga lembut dan peregangan sepanjang hari dapat memperbaiki postur dan meredakan ketegangan.

Apakah saya perlu operasi untuk penyakit cakram degeneratif?

Banyak pasien tidak memerlukan pembedahan untuk penyakit cakram degeneratif.  Tetapi jika Anda telah mencoba beberapa perawatan non-bedah dan mengalami nyeri dan/atau kelemahan yang terus-menerus, pembedahan mungkin merupakan pilihan yang baik.

Atau ahli bedah Anda mungkin menggunakan salah satu dari beberapa jenis operasi dekompresi tulang belakang:

  • Diskektomi: Menghapus bagian dari cakram tulang belakang untuk mengurangi tekanan pada saraf Anda.
  • Foraminotomi: Memperluas pembukaan akar saraf Anda dengan membuang jaringan dan tulang.
  • Laminektomi: Mengambil sebagian kecil tulang dari tulang belakang bagian bawah (lamina).
  • Penghapusan osteofit: Menghilangkan taji tulang (osteofit).
  • Fusi tulang belakang: Selama prosedur ini, ahli bedah Anda menghubungkan dua atau lebih tulang belakang untuk meningkatkan stabilitas.

Bagaimana saya bisa mencegah penyakit cakram degeneratif?

Anda dapat mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit degeneratif tulang belakang melalui perubahan gaya hidup.  Beberapa di antaranya adalah:

  •  Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
  •  Menghindari atau berhenti merokok.
  •  Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan

Apa Saja Penyebab Bibir Hitam?

Menjaga kesehatan itu penting supaya terhindar dari berbagai risiko seperti bibir hitam. Bibir hitam bisa terjadi karena seseorang mengalami kondisi tertentu.

Pemahaman Tentang Bibir Hitam

Perubahan warna di bagian bibir tidak hanya karena seseorang mengalami kondisi tertentu, namun warna bibir juga menunjukkan penampilan manusia berdasarkan ras.

Perubahan yang terjadi pada warna bibir ditentukan oleh zat warna yang disebut sebagai pigmen melanin. Melanin berada di bagian yang disebut sebagai vermillion. Vermillion merupakan bagian yang menyatu dengan bibir. Jika kadar melanin rendah, warna bibir akan cerah. Jika kadar melanin tinggi, warna bibir akan gelap atau hitam.

image Bibir Hitam

Selain kadar melanin, bibir hitam juga terjadi karena faktor lain seperti merokok. Untuk mengatasi masalah pada bibir, pasien bisa melakukan cara-cara sederhana dengan menerapkan pola hidup yang lebih teratur.

Penyebab Bibir Hitam

Bibir hitam disebabkan oleh faktor berikut:

  • Kadar melanin

Kadar melanin yang tinggi atau lebih banyak dari biasa (hiperpigmentasi) bisa membuat bibir seseorang hitam.

  • Sinar matahari

Sinar matahari bisa menimbulkan efek yang buruk bagi tubuh, termasuk bibir. Sinar matahari bisa meningkatkan kadar melanin.

  • Kebiasaan yang melibatkan bibir

Menjilat, menghisap, atau menggigit bibir adalah kebiasaan yang sering dilakukan manusia sehingga bibir mereka bisa menjadi hitam.

  • Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan tidak hanya membuat tubuh lelah, namun juga bisa membuat bibir hitam.

  • Kekurangan vitamin B

Kekurangan vitamin B dapat memicu berbagai risiko, termasuk bibir hitam.

  • Merokok

Merokok bisa memicu berbagai masalah pada tubuh, termasuk bibir hitam. Bibir hitam bisa timbul karena kandungan rokok (nikotin dan benzpyrene) bisa meningkatkan melanin.

  • Kafein

Mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan bisa membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Peningkatan frekuensi buang air kecil bisa menyebabkan dehidrasi dan membuat bibir kering, pecah, dan hitam.

  • Pasta gigi

Jika manusia menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride secara berlebihan, mereka bisa berisiko terhadap bibir hitam.

  • Reaksi alergi

Reaksi alergi bisa memicu berbagai efek pada tubuh, salah satunya termasuk bibir hitam. Ada berbagai sumber yang bisa membuat seseorang mengalami kondisi tersebut. Contoh pemicu alergi adalah zat yang ada pada produk kecantikan. Meskipun sumber alergi bisa dari manapun, reaksi alergi hanya bersifat sementara.

  • Kehamilan

Kehamilan bisa memberikan berbagai efek pada tubuh wanita yang hamil, termasuk bibir hitam. Bibir hitam dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan hormon tidak hanya membuat bibir hitam, namun bagian tubuh lain seperti puting juga mengalami kondisi yang serupa. Warna hitam pada tubuh akan hilang setelah mereka melakukan persalinan.

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon tidak hanya terjadi ketika seseorang hamil, namun juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain seperti usia dan penyakit yang terjadi pada penderita.

  • Obat-obatan

Sebagian obat bisa memicu efek samping berupa hiperpigmentasi. Contoh obat yang bisa memicu risiko tersebut adalah antibiotik (golongan minosiklin).

  • Kemoterapi

Kemoterapi juga merupakan faktor lain yang dapat memicu berbagai efek samping, termasuk hiperpigmentasi.

  • Kondisi lain

Bibir hitam bisa terjadi karena kondisi lain seperti anemia.

Jika Anda Mengalami Masalah Pada Bibir

Anda bisa bertemu dengan dokter jika Anda mengalami bibir hitam. Sebelum Anda bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika dokter memerlukannya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang melibatkan pemeriksaan fisik.

Pengobatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menentukan pengobatan seperti terapi laser dan operasi untuk mengatasi masalah pada kulit, termasuk bibir.

Pencegahan

Pada dasarnya, pasien bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti lemon untuk mencegah bibir hitam. Selain itu, pasien juga perlu menerapkan pola hidup yang teratur seperti tidak merokok.

Kesimpulan

Bibir hitam merupakan kondisi yang tidak membahayakan tubuh. Jika Anda ingin mengatasi bibir hitam, Anda bisa melakukan cara-cara yang sederhana dengan menggunakan bahan-bahan alami. Untuk informasi lebih lanjut tentang bibir, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Mengenal Hiperosmia: Kondisi Indra Penciuman Sangat Tajam

Mengenal Hiperosmia: Kondisi Indra Penciuman Sangat Tajam

Mempunyai indra penciuman yang bagus dan tajam tentunya diharapkan semua orang supaya dapat dengan mudah mengidentifikasi bau-bau atau aroma yang di sekitar seperti bau masakan, wangi bunga atau malah bau busuk.

Itu berarti Anda tidak mengalami masalah sama sekali pada organ penciuman Anda seperti polip dan sinus atau Anosmia dan Parosmia yang mengarah pada Covid-19.

Namun bagaimana jika ternyata penciuman yang dimiliki tersebut sangat tajam dan melampaui batas normal?

Kondisi inilah yang disebut dengan hiperosmia, dan ini memungkinkan orang yang memilikinya menjadi super atau hipersensitif terhadap bau-bau di sekitarnya.

Dalam beberapa hal kondisi ini bisa sangat menjengkelkan karena kondisi ini bisa membuat orang yang memilikinya mencium bau-bau yang tidak sedap dan menyengat.

Gejalanya

Orang yang memiliki hiperosmia biasanya mengalami ketidaknyamanan yang luar biasa terhadap bau-bau di sekitar.

Bukan hanya bau busuk dan menyengat, bau-bau lain yang berasal dari parfum atau pembersih pakaian bisa dianggap mengganggu.

Bau-bau yang mengandung zat kimia itu tentunya dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada pengidapnya

Penyebab

Penyebab kondisi penciuman hipersensitif ini disebabkan oleh berbagai faktor dan bergantung pada kondisi penderitanya. Beberapa kondisi terkait dapat menyebabkan perubahan penciuman dan sebaliknya.

Berikut penyebabnya:

Kehamilan

Penyebab pertama hiperosmia adalah kehamilan, yang biasanya ditandai dengan peningkatan indra penciuman.

Hal ini dapat memicu sakit kepala, mual, dan muntah selama trimester pertama. Hal ini juga berkaitan dengan hiperemesis gravidarum, yaitu bentuk mual di pagi hari yang bisa menyebabkan rawat inap.

Migrain

Penyebab kedua  adalah migrain. Hal ini dapat meningkatkan sensitivitas terhadap bau dan malah dapat memicu migrain.

Penyakit Lyme

Penyakit Lyme adalah penyakit lain yang berhubungan dengan hiperosmia.  Dalam sebuah penelitian, 50% pasien penyakit Lyme mengalami peningkatan penciuman.  Jika Anda berpikir mungkin telah terkena penyakit Lyme, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Penyakit autoimun

Salah satunya terkait dengan penyakit Addison yang oleh para peneliti dihubungkan dengan gejala insufisiensi adrenal, dan merupakan awal dari salah satu penyakit autoimun ini.

Kondisi neurologis

Beberapa kondisi neurologis juga telah dikaitkan dengan hiperosmia, termasuk multiple sclerosis (MS), Parkinson, Alzheimer, dan epilepsi.  

Multiple sclerosis diketahui mempengaruhi indra seperti rasa dan bau. Kehilangan penciuman paling sering terjadi pada kondisi ini. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, pertumbuhan neoplastik seperti polip atau tumor dapat terjadi secara dari dalam dan dan luar, dan  hal ini dapat mempengaruhi saraf penciuman.

Kemungkinan penyebab hiperosmia lainnya meliputi:

  •  alergi
  •  meningitis steril
  •  diabetes
  •  sindrom Cushing
  •  kekurangan vitamin B-12
  •  kekurangan nutrisi
  •  obat dengan resep tertentu
  •  kemungkinan kondisi genetik

Diagnosis

Diagnosis terhadap hiperosmia bisa dilakukan dengan endoskopi hidung yang merupakan tes paling akurat.

Prosedurnya adalah dokter akan menempatkan kamera ke ujung teleskop kecil yang kaku atau fleksibel selanjutnya dokter akan menaruh benda lembut di hidung Anda yang kemudian ditransmisikan ke layar televisi.

Kemudian dokter akan meminta Anda untuk melihat-lihat  apakah ada masalah pada hidung  yang mempengaruhi kemampuan penciuman Anda terutama di rongga hidung.

Apabila hidung bersih, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes garuk dan hirup bau dari sesuatu yang digaruk tersebut.

Perawatan dan Pengobatan

Apabila memang Anda mengalami hiperosmia, Dokter akan menyarankan Anda untuk segera ke spesialis THT yang dapat mengungkapkan penyebab hiperosmia yang kemungkinan diakibatkan oleh polip, sinus, tumor, dan infeksi melalui pemindaian CT atau MRI.

Apabila memang hiperosmia disebabkan oleh migrain dan autoimun, Anda harus segera ke dokter yang berhubungan dengan penyebab-penyebab tersebut.

Mengingat penyebab hiperosmia bervariasi sehingga tidak diketahui perawatan yang tepat, ada beberapa pengobatan yang dianjurkan untuk bisa membantu, yaitu:

  • Sabun atau semprotan saline untuk menjaga hidung tetap sehat dan lembab.
  • Obat-obatan untuk membantu mengatasi mual atau muntah yang disebabkan oleh kepekaan ekstrem terhadap bau.
  • Masker untuk menghalangi  bau yang kuat.
  • Permen karet atau permen untuk menyamarkan bau yang tidak sedap.

Demikian mengenai hiperosmia yang merupakan kondisi indra penciuman yang sangat tajam dan ternyata malah membuat tidak nyaman.

Efek Samping Albothyl untuk Sariawan dan Bahaya Lainnya

Sempat jadi salah satu obat sariawan yang populer, albothyl resmi dibekukan pemerintah Indonesia, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pada awal 2018 silam. Kondisi ini terjadi lantaran efek samping albothyl untuk sariawan tergolong tidak main-main.

Menanggapi situasi ini, PT Pharos Indonesia selaku produsen bersikap legowo. Setelah keputusan diambil BPOM, salah satu perusahaan farmasi yang beroperasi di Indonesia ini segera menarik produknya.

Menurut BPOM, efek samping albothyl untuk sariawan tersebut datang dari salah satu kandungannya, yakni policresulen. Sebenarnya, potensi efek samping policresulen yang ada di dalam albothyl bukan hanya ada bagi sariawan. Ia punya kemungkinan lain, sebab albothyl tidak hanya digunakan sebagai obat sariawan. 

Sariawan HIV rasanya lebih sakit dan lebih parah ketimbang sariawan biasa

Lebih dari itu, albothyl juga dapat diperuntukkan sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan, serta penggunaan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan (THT), termasuk penggunaan vaginal (ginekologi). 

Efek samping albothyl untuk sariawan adalah membuat luka di jaringan bibir itu bertambah besar. Pada penggunaan albothyl, sariawan seolah memang sembuh. Namun, risiko lainnya yang bisa ditimbulkan seperti sariawan bertambah besar dan sakit.

Hal itu terjadi lantaran disebabkan oleh sariawan yang terlalu besar, policresulen diberikan secara terus-menerus, tubuh yang tidak mampu untuk membentuk jaringan baru yang sehat, atau sariawan yang diderita bukan sariawan biasa.

Di luar efek samping albothyl untuk sariawan seperti yang sudah disinggung sebelumnya, berikut beberapa kemungkinan bahaya lain dari penggunaan albothyl:

  • Infeksi

Sebelum akhirnya resmi dibekukan, dalam 2 tahun (2016-2018) BPOM menerima 38 laporan dari profesional kesehatan dan pasien dengan keluhan efek samping albothyl untuk sariawan. Di antara efek samping serius yaitu sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi (noma like lesion).

  • Vasokonstriksi

Vasokonstriksi adalah istilah medis untuk kondisi penyempitan pembuluh darah perifer. Vasokonstriksi dapat terjadi di mana saja, dalam kasus albothyl, kondisi ini terjadi pada daerah sariawan yang menyebabkan suplai darah pada daerah sariawan terhenti. Hal itu membuat jaringan sariawan menjadi mati sehingga rasa perih pada sariawan sesaat hilang setelah diberikan policresulen.

  • Deskuamasi

Deskuamasi jaringan atau pengelupasan kulit juga menjadi efek samping albothyl untuk sariawan. Efek samping ini bisa langsung terjadi apabila digunakan dengan cara berkumur. Sesaat setelah dikumur, akan terlihat terjadinya kulit mulut yang terkelupas.

  • Berbahaya bagi daerah kewanitaan

Efek samping albothyl yang terjadi di area kewanitaan tidak hanya sekadar iritasi biasa. Lebih jauh dari itu, penggunaan albothyl bisa memberikan rasa tidak nyaman, karena kering, pada organ intim wanita. Bahkan, efek sampingnya bisa membuat kondisi vagina seperti mengalami luka bakar.

Sedikit informasi terkait peredaran albothyl di Indonesia

Sebelum benar-benar hilang dari pasaran, albothyl sudah beredar di pasar obat Indonesia selama 35 tahun (hingga 2018). PT Pharos Indonesia merupakan pemegang izin edar albothyl di Indonesia. Indonesia sendiri bukanlah satu-satunya negara yang memanfaatkan albothyl. Produk ini juga tersebar di banyak negara. Albothyl sendiri berada di bawah lisensi Jerman. Merek tersebut dibeli perusahaan Takeda dari Jepang. 

Pembekuan izin edar albothyl pada Februari 2018 sendiri bermula dari sebuah “curhatan” yang dilayangkan seorang dokter spesialis gigi dan mulut. Widya, nama dokter tersebut, menuliskan pengalaman pasiennya di media sosial Twitter pada 2014. Sang pasien mendatangi Widya dengan kondisi rongga mulut yang cukup parah. Si pasien, yang akhirnya meninggal dunia, mengaku menggunakan albothyl sebelumnya.

Dua bulan setelah bercuit di Twitter, dr. Widya disomasi PT Pharos Indonesia. Bola salju permasalahan ini terus bergulir hingga akhirnya Widya mengirimkan data pasien tadi ke BPOM pada 2015 bersama 20-an data pasien lain yang ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Seluruh data itu terkait efek samping albothyl untuk sariawan. Baru pada 2018-lah akhirnya BPOM benar-benar menarik produk ini dari pasaran.

Deviasi Septum Nasal Sebabkan Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Deviasi Septum Nasal Sebabkan Nyeri di Tulang Hidung Dekat Mata?

Sebagai salah satu indera, hidung punya peran penting bagi seorang manusia. Akan tetapi, hidung, seperti organ-organ lainnya, juga berisiko mengalami masalah kesehatan. Kita tak pernah tahu masalah kesehatan apa yang datang mengancam, sampai terasa sebuah tanda, semisal nyeri di tulang hidung dekat mata.

Nyeri di tulang hidung dekat mata berarti bagian pangkal hidung seseorang yang terserang sesuatu. Area ini merupakan tulang keras sebelum tulang rawan lunak pada lubang hidung. Risiko menderita sakit di tulang hidung dekat mata terhitung besar mengingat letaknya yang dekat dengan sinus.

Kini, coba kamu ingat-ingat, dalam hidupmu, pernahkah kamu membaca, melihat, atau setidaknya mendengar mengenai deviasi septum nasal? Jika belum, wajar, sebab masalah kesehatan yang terjadi di dalam hidung ini memang belum populer seperti penyakit hidung lain, macam sinus, misalnya.

Deviasi septum nasal, atau yang disebut juga dengan deviasi septum nasi, adalah kelainan hidung yang terjadi saat septum bergeser menjauh dari garis tengah hidung. Septum adalah tulang lunak yang membagi rongga hidung menjadi dua. Septum ada di pangkal hidung.

Septum hidung yang normal adalah terletak persis di tengah, memisahkan bagian kiri dan kanan hidung menjadi dua saluran dengan ukuran yang sama. Septum yang bergeser atau bengkok (deviasi) ini dapat menyebabkan aliran udara yang keluar dan masuk melalui hidung terhambat, sehingga mengakibatkan terganggunya pernapasan.

Gejala biasanya terasa lebih buruk pada satu sisi hidung, dan terkadang bahkan terjadi di sisi yang berlawanan dari arah bengkoknya septum. Dalam sejumlah kasus, septum yang bengkok bisa menjadi awal dari berbagai masalah hidung lainnya. Pengeringan sinus, infeksi sinus (sinusitis) yang kambuh secara berulang, serta nyeri di tulang hidung dekat mata, hanyalah beberapa di antaranya.

Kebanyakan kelainan bentuk septum tidak menimbulkan gejala, dan seseorang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa sebenarnya dia memiliki septum yang menyimpang. Namun, sebagian kelainan bentuk septum dapat menimbulkan tanda-tanda dan gejala berikut:

  • Penyumbatan hidung

Penyumbatan ini dapat membuat sulit untuk bernapas melalui satu atau kedua lubang hidung. Kondisi ini mungkin akan lebih terasa ketika seseorang mengalami pilek, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), atau alergi yang dapat menyebabkan saluran hidung seseorang membengkak dan menyempit.

  • Sakit kepala

Karena udara tidak dapat masuk dan keluar dengan lancar dari hidung yang tersumbat, seseorang mungkin akan merasakan sakit kepala yang menusuk, di luar nyeri di tulang hidung dekat mata. Kondisi ini mungkin sekali membuat rasa sakit menjalar hingga ke wajah.

  • Gangguan tidur

Saluran hidung yang tertekan oleh septum yang bengkok akan tersumbat, dan mengakibatkan seseorang kesulitan bernapas saat tidur. Kondisi ini disebut dengan sleep apnea. Selain itu, seseorang juga cenderung lebih sering mendengkur atau ngorok saat tidur karena tersumbatnya saluran pernapasan.

Umumnya, deviasi septum nasal, atau disposisi septum ini terjadi akibat dari cedera yang menyebabkan septum hidung berpindah keluar dari posisinya. Pada bayi, cedera seperti ini dapat terjadi saat persalinan. Sementara pada anak-anak dan orang dewasa, beragam kecelakan bisa menjadi penyebab dari cedera hidung dan berujung menjadi tulang hidung bengkok.

Cedera pada hidung ini paling sering terjadi selama olahraga kontak (seperti tinju), terbentur benda keras, atau kecelakaan lalu lintas. Penting oleh tiap orang untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Terhindar dari cedera, bisa jadi cara terbaik bagi seseorang agar tak harus merasakan nyeri di tulang hidung dekat mata lantaran deviasi septum nasal ini.

Rasakan Ciri-ciri Varises, Apa Saja Pemicunya?

Anda mendapati kaki Anda ada pembuluh darah yang menonjol, terlihat bengkok, dan menghasilkan warna biru atau ungu tua? Itu ciri-ciri varises! Ini merupakan penyakit di mana pembuluh darah mengalami pembengkakan yang akan mempersempit aliran darah jika terus dibiarkan. 

Penyebab varises salah satunya adalah jarang bergerak

Karena alasan inilah, orang yang mengalami ciri-ciri varises sebaiknya segera meredakan gejala tersebut dengan pergi ke dokter ataupun perawatan rumah, seperti mengangkat posisi kaki sejajar atau lebih tinggi dari jantung sampai menggunakan stoking kompresi. Jika tidak, bersiaplah menghadapi komplikasi varises, mulai dari bisul sampai gumpalan darah. 

Ciri-ciri varises yang Anda alami sendiri sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, sejumlah kondisi berpengaruh cukup besar dalam memicu terjadinya ciri-ciri varises. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko varises yang sebaiknya Anda ketahui. 

Pertambahan Usia 

Risiko mengalami ciri-ciri varises meningkat seiring bertambahnya usia. Orang-orang dengan usia di atas 50 tahun lebih mudah mengalami pembengkakan pembuluh darah ini. Pasalnya, penuaan menyebabkan keausan pada katup di pembuluh darah Anda yang membantu mengatur aliran darah. Akhirnya, keausan itu menyebabkan katup memungkinkan beberapa darah mengalir kembali ke pembuluh darah Anda di mana ia terkumpul alih-alih mengalir ke jantung Anda.

Kegemukan 

Berat badan ternyata berpengaruh ke kondisi pembuluh darah Anda. Orang-orang dengan berat badan berlebih, mulai dari kegemukan sampai obesitas, cenderung akan mudah mengalami ciri-ciri varises. Ini terjadi karena kelebihan berat badan menambah tekanan pada pembuluh darah sehingga ia berpotensi menonjol, bengkok, dan membengkak. 

Berdiri atau Duduk Lama 

Pekerjaan Anda juga sangat menentukan seberapa risiko Anda akan mengalami ciri-ciri varises. Orang-orang dengan pekerjaan yang mengharuskan berdiri atau duduk dalam posisi lama cenderung lebih mudah mengalami varises. Ini karena pada saat diam pada posisi yang sama selama berjam-jam dengan kaki menggantung ke bawah akan membuat darah Anda tidak mengalir dengan baik. 

Menopause 

Ciri-ciri varises lebih banyak menyambangi perempuan dibandingkan laki-laki. Khususnya, penyakit ini lebih rentan terjadi pada perempuan yang sudah menopause. Terjadinya perubahan hormon yang lumayan ekstrem pasca menopause mengendurkan dinding vena. Hal inilah yang pada akhirnya memicu terjadinya varises pada perempuan tersebut. 

Kehamilan

Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh Anda meningkat. Perubahan ini mendukung pertumbuhan janin, tetapi juga dapat menghasilkan efek samping yang tidak menguntungkan. Di mana salah satunya Anda akan mengalami ciri-ciri varises karena pembuluh darah yang membesar di kaki Anda. Perubahan hormonal selama kehamilan juga berperan dalam memicu terjadinya ciri-ciri varises tersebut. 

Histori Keluarga 

Bersiaplah menghadapi kemungkinan mengalami ciri –ciri varises apabila ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit ini. Pasalnya sering dijumpai fakta, seseorang dengan anggota keluarga lain menderita varises, ia pun ikut merasakan gejala varises tersebut di kesempatan berbeda. 

Sering Angkat Beban 

Perhatikanlah beban yang sering Anda angkat atau bawa tiap harinya. Jangan bayangkan angkat beban adalah mengangkat barbell atau peralatan olahraga saja. Membawa tas yang berat, misalnya, juga tergolong mengangkat beban. Terlalu sering mengangkat beban yang berat akan membuat tekanan ke pembuluh darah bagian bawah akan semakin besar. Hal inilah yang pada akhirnya memicu terjadinya ciri-ciri varises pada diri Anda. Sebaiknya, kurangi beban yang sering Anda bawa tiap hari. Idealnya untuk tas pun, isinya tidak menyentuh 5 persen dari berat badan Anda. Bisakah demikian? 

Jika mengalami ciri-ciri varises, jangan langsung panik. Lakukan penanganan rumah dengan segera untuk mencegah pemburukan terjadi. Jika memang tonjolan pembuluh darah sudah parah bahkan sampai menimbulkan pendarahan, ke dokter adalah satu-satunya solusi.