Ragam Penyakit yang Menyebabkan Rahang Sakit

https://www.sehatq.com/penyakit/rahang-sakit

Rahang sakit pada umumnya tidak ditanggapi dengan serius oleh penderitanya. Sebab, biasanya orang yang mengalami sakit pada rahang berpikir kalau kondisi itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Padahal, jika kita ingin mencari tahu lebih dalam, maka bersikap untuk tidak meremehkan semua penyakit adalah langkah bijak. 

Berkelindan dengan rahang sakit, sebetulnya nyeri di sekitar pipi itu bisa juga muncul karena ada penyakit lain. Ihwal itu, artikel ini akan menjabarkan beberapa penyakit yang menyebabkan rahang sakit. Sehingga, diharapkan pembaca agar lebih waspada ketika mengalami nyeri di area wajah.

  • Serangan jantung

Rahang sakit bisa berkaitan dengan serangan jantung. Hal ini diketahui berdasarkan berbagai sumber kesehatan yang berhasil dihimpun. Jika anda mengalami sakit pada rahang dan disertai dengan gejala serangan jantung, maka segeralah untuk meminta pertolongan dokter.

Berkenaan dengan gejala serangan jantung, ciri yang kerap terjadi pada pasiennya adalah merasakan pusing, mual disertai muntah, perut sakit, keringat dingin tanpa sebab atau tiba-tiba, dada terasa seperti tertekan atau nyeri, terjadinya gangguan pencernaan, dan rasa sakit menyebar dari rahang ke leher, lalu ke bagian punggung hingga perut.

  • Kanker mulut

Jika di antara pembaca ada yang mengidap penyakit kanker mulut, maka hal itu berpotensi membuat rahang sakit. Kendati demikian, berdasarkan keterangan berbagai sumber, sakit pada rahang ini bukan gejala utama dari penyakit kanker mulut. Hanya saja, kanker jenis ini juga memberikan gejala yang berkaitan dengan rahang.

Adapun gejala yang dimaksud adalah kesulitan menggerakkan rahang, terjadinya pembekakan pada rahang, dan muncul benjolan di sekitar leher. Oleh sebab itu, meskipun rahang sakit bukan gejala utama, kita perlu mewaspadai gejala lainnya kanker mulut yang berkaitan dengan rahang.

  • Nyeri pada wajah

Neuralgia trigeminal atau nyeri pada wajah secara tiba-tiba merupakan penyakit yang bisa menyebabkan rahang sakit. Kondisi nyeri pada wajah ini bisa disebabkan karena saraf trigeminal terjepit. Oleh sebab itu, maka berpotensi membuat rahang menjadi sakit baik di bagian atas, maupun bawah.

  • Infeksi tulang

Kata lain dari infeksi ini adalah osteomielitis. Infeksi pada tulang yang bisa menyebabkan sakit pada rahang adalah apabila infeksi itu terjadi pada tulang rahang bagian bawah. Oleh sebab itu, apabila anda mengetahui adanya infeksi, segeralah pergi ke dokter agar bisa lekas diambil tindakan medis.

Dari penjelasan tersebut, kita dapat mengetahui beberapa penyakit yang bisa menyebabkan rahang sakit. Akan tetapi, berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, terdapat penyakit lain yang bisa mengakibatkan nyeri pada rahang. Adapun penyakit yang dimaskud adalah sinus, sakit gigi, autoimun, bahkan sampai tumor.

Kendati demikian, khusus tumor atau kista, penyakit ini terbilang jarang menyebabkan rahang menjadi sakit. Namun, kita juga perlu mewaspadainya sebagai upaya pencegahan.

Demikian artikel yang bisa disampaikan terkait rahang sakit dan berbagai penyakit yang menjadi penyebabnya. Sebagaimana keterangan di awal, sangat diharapkan agar pembaca tidak menganggap remeh sakit pada sekitar rahang. Bila upaya pengobatan sederhana, seperti mengompres, tidak juga memberikan hasil yang memuaskan, maka tidak ada salahnya untuk lekas ke rumah sakit. 

Berkonsultasi dengan dokter terkait lebih baik daripada rasa nyeri dibiarkan begitu saja. Di sisi lain, dengan berkomunikasi dengan ahli merupakan langkah yang tidak bisa ditawar, terlebih jika rahang sakit disebabkan karena berbagai penyakit yang telah dijabarkan dalam artikel ini. Akhir kalimat, bagaimanapun juga deteksi dini suatu penyakit merupakan hal penting dalam menerapkan langkah medis, sehingga pasien bisa lebih cepat mendapatkan pertolongan.

Mudah Dilakukan, Ini 5 Cara Mengatasi Nyeri di Mata Kaki

Mudah Dilakukan, Ini 5 Cara Mengatasi Nyeri di Mata Kaki

Fungsi mata kaki adalah sebagai pelindung sendi engsel yang ada di kaki kita. Tidak hanya itu, mata kaki juga berfungsi sebagai poros penggerak telapak kaki dan otot betis.

Mengingat fungsinya yang cukup banyak, maka ketika terasa nyeri di mata kaki, tentu sangat tidak nyaman. Bahkan, hal ini akan kesulitan berjalan.

Nah, untuk itulah Anda harus menemukan cara yang tepat untuk mengatasi nyeri di mata kaki. Berikut ini sejumlah cara yang dapat Anda lakukan:

Istirahatkan Pergelangan Kaki 

Ketika muncul rasa nyeri di mata kaki, sebaiknya Anda segera mengistirahatkan kaki Anda.  Hindari membebani pergelangan kaki Anda. 

Selain itu, pastikan Anda bergerak sesedikit mungkin selama beberapa hari pertama. Gunakan kruk atau tongkat jika Anda harus berjalan atau bergerak.

Menaruh Kantong Es di Pergelangan Kaki 

Meletakkan kantong es di pergelangan kaki dapat meredakan nyeri. Lakukan setidaknya selama 20 menit setiap kali. 

Lakukan ini tiga hingga lima kali sehari selama 3 hari setelah cedera. Hal ini akan membantu mengurangi nyeri bengkak dan mati rasa.

Bungkus dengan Perban 

Selanjutnya, Anda juga bisa membungkus pergelangan kaki Anda yang terasa nyeri dengan perban elastis. Jangan membungkusnya terlalu erat sehingga pergelangan kaki Anda mati rasa atau jari-jari kaki Anda membiru.

Jika memungkinkan, pertahankan agar pergelangan kaki Anda tetap terangkat di atas ketinggian jantung di atas tumpukan bantal atau jenis struktur pendukung lainnya.

Konsumsi Obat Pereda Nyeri 

Ketika nyeri di mata kaki terasa tak tertahankan, Anda dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di apotek seperti acetaminophen atau ibuprofen. Obat ini ampuh untuk meredakan nyeri dan bengkak di mata kaki. 

Anda juga dapat menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri, bengkak, dan peradangan

Terapi 

Setelah rasa sakit Anda mereda, latih pergelangan kaki Anda dengan memutarnya secara melingkar. Putar ke dua arah, dan hentikan jika mulai terasa sakit.

Anda juga bisa menggunakan tangan untuk menekuk pergelangan kaki ke atas dan ke bawah dengan lembut. Latihan ini akan mengembalikan rentang gerak Anda, membantu mengurangi pembengkakan, dan mempercepat proses pemulihan.

Jika nyeri pergelangan kaki Anda disebabkan oleh artritis, Anda tidak akan dapat menyembuhkan cedera sepenuhnya.  

Selain itu, melakukan peregangan untuk mempertahankan rentang gerak yang baik pada persendian Anda.  

Konsultasi ke Dokter 

Meskipun sebagian besar nyeri di mata kaki bisa sembuh dengan perawatan sendiri di rumah, tetapi Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter. Terutama jika mengalami pembengkakan atau memar yang ekstrim, bersama dengan ketidakmampuan untuk memberi beban atau tekanan pada area tersebut tanpa rasa sakit yang signifikan. 

Selain itu, Anda juga harus menghubungi dokter ketika mengalami beberapa gejala penyerta seperti: 

  • Sakit makin parah dan terus datang kembali
  • Rasa sakit tidak kunjung membaik setelah melakukan perawatan mandiri selama 2 minggu
  • Kaki terasa kesemutan atau mati rasa
  • Menderita diabetes
  • Mengalami pembengkakan
  • Terdapat luka terbuka atau kelainan bentuk yang parah
  • Terdapat tanda infeksi seperti kemerahan, hangat, dan nyeri di area yang sakit
  • Mengalami demam hingga 37,8 derajat Celcius

Perlu pemeriksaan langsung oleh dokter untuk mengetahui penyebab keluhan Anda. Selain pemeriksaan fisik dasar, diperlukan juga pemeriksaan tambahan seperti tes darah, USG atau MRI bila memang diperlukan. 

Penanganannya nantinya bisa berupa terapi obat-obatan, pemasangan perban elastis pada kaki, hingga operasi, tergantung indikasi yang ditemukan dokter.

Cara Mengatasi Beragam Penyebab Bibir Bengkak

Penyebab bibir bengkak bisa sangat beragam, mulai dari kondisi ringan seperti tergigit, alergi, hingga penyakit langka. Mengenali apa penyebabnya sangat penting untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Tiap penyebab memiliki penanganannya sendiri. Ada yang bisa dilakukan sendiri di rumah, membeli obat-obatan di apotek, atau harus menggunakan penanganan medis segera.

Penyebab bibir bengkak salah satunya bisa jadi alergi

Jika bibir bengkak yang dialami disertai gejala lain yang cukup parah, misalnya kebas dan bernanah, hindari melakukan diagnosis sendiri dan segera periksakan ke dokter.

Cara Mengatasi Bibir Bengkak

Cara untuk mengobati bibir bengkak bergantung dari penyebab dan keparahan gejala yang dialami. Jika Anda bangun dari tidur dan menemukan bibir bengkak ringan tidak disertai gejala lain, biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Lebih dari 24 jam tidak juga hilang atau menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi parah, segera periksakan ke dokter. 

1. Pengobatan di rumah

Bibir bengkak yang disebabkan kondisi ringan seperti tergigit saat tidur, digigit serangga (semut atau lebah), luka bakar (sunburn), atau luka akibat cedera bisa diobati di rumah.

Untuk penanganan satu ini pada umumnya Anda tahu jelas apa penyebabnya. Cara termudah yang bisa dilakukan adalah membungkus es batu dengan handuk atau serbet dan menempelkannya ke bibir yang bengkak selama kurang lebih 15 menit.

Cara ini ampuh untuk mengurangi peradangan yang terjadi di bibir. Akan tetapi jangan langsung menempelkan es ke kulit karena bisa menyebabkan kerusakan.

Jika disebabkan oleh luka bakar atau sunburn, Anda bisa mengoleskan lotion dengan ekstrak lidah buaya. Apabila muncul pecah-pecah atau kering bisa Anda tambahkan dengan lip balm yang lembut.

Ada beberapa pengobatan lainnya untuk bibir bengkak akibat sunburn, seperti teh hitam dan madu, mandi menggunakan air dingin, atau merendam tubuh dengan air dingin yang ditambah dengan bubur oat. 

Bersihkan luka penyebab bibir bengkak dengan kain bersih dan tekan dengan kain bersih lain atau perban untuk menghentikan pendarahan. Jika luka berada di dalam mulut, bersihkan dengan air dingin kemudian letakkan es di dalam mulut untuk mengurangi bengkak dan nyeri. 

Jika lukanya cukup lebar, biasanya karena gigitan serangga atau hewan dan kemudian menunjukkan tanda-tanda infeksi, segera periksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

2. Penanganan obat-obatan

Bibir bengkak yang disebabkan oleh alergi atau peradangan, menggunakan obat-obatan seperti obat anti-inflamasi (NSAID) bisa membantu. Contohnya adalah ibuprofen dan corticosteroid yang bisa ditemukan di apotek baik menggunakan resep maupun tidak.

Obat anti-inflamasi juga bisa membantu mengurangi memar atau cedera lain yang menyebabkan bibir bengkak. Beberapa kondisi lain yang terkait dengan neurologis atau saraf membutuhkan penangan invasif, misalnya menggunakan obat baclofen atau perileks otot. 

Obat antihistamin juga bisa membantu apabila kamu mengalami angioedema, kecuali dalam kasus yang lebih serius yang membutuhkan penangan medis atau dokter.

3. Penanganan medis atau dokter

Walaupun kondisinya terdengar ringan, namun bibir bengkak bisa disebabkan oleh kondisi atau penyakit yang membahayakan. Misalnya alergi yang disertai gejala berat seperti mengi, napas pendek atau bengkak di bagian wajah lain yang berujung pada syok anafilaksis.

Dalam kondisi tersebut maka harus mendapatkan penanganan dokter secepatnya. Untuk bengkak yang sudah parah biasanya dokter akan merekomendasikan terapi radiasi dan operasi.

Jika mengalami jerawat kistik atau adanya kista mencurigakan di bibir atau di bawahnya, periksakan ke dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Komplikasi Bibir Bengkak

Penyebab bibir bengkak yang tidak ditangani dan diatasi dengan serius dan secepatnya bisa menyebabkan komplikasi. Komplikasi ini bisa sangat progresif dan bervariasi tergantung dari penyebabnya.

Karena bisa dipicu oleh penyakit serius, tidak segera mencari penanganan medis dapat menyebabkan komplikasi dan kerusakan permanen. 

Segera periksakan ke dokter bila bengkak tidak hilang selama beberapa waktu yang lama, adanya perubahan warna, atau gejala yang tidak biasa di bibir Anda. 

Setelah diperiksa dan penyebabnya terdiagnosis, Anda akan mendapatkan penanganan yang sesuai dan bisa mengurangi risiko terjadinya komplikasi seperti:

  • Kelainan bentuk
  • Kesulitan bernapas atau henti napas akibat syok anafilaksis
  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain, termasuk darah

Jangan remehkan apapun penyebab bibir bengkak yang Anda alami. Sebaiknya obati dengan baik dan jelas dan jangan ragu untuk memeriksakan ke dokter bila gejala semakin serius.

Beragam Penyebab yang Membuat Kepala Bayi Panas

Kepala bayi panas menjadi indikator kuat bayi sedang mengalami demam. Anda mungkin akan panik. Namun sebenarnya, demam pada bayi tidak perlu terlalu dikhawatirkan apabila suhunya tidak mencapai 39 derajat Celcius, tidak disertai kejang, serta bayi terus mengeluarkan keringat yang membuat suhu tubuh berangsur menurun. 

image Demam pada Anak

Demam pada bayi pun sebenarnya lumrah terjadi. Penyebabnya sangat beraneka dan bisa saja asal muasalnya tidak pernah Anda duga sebelumnya. Namun pada umumnya, infeksi dan peradangan menjadi penyebab kepala bayi panas yang paling sering. 

Penasaran apa saja penyebab lain yang membuat kepala bayi panas? Berikut ini adalah macam-macam hal yang membuat sang buah hati mengalami demam dan suhu tubuhnya mendadak meningkat. 

  • Infeksi Virus 

Kepala bayi panas umumnya terjadi saat mereka mengalami flu atau pilek. Pada saat itulah, demam terjadi untuk melawan infeksi virus yang sedang menyerang tubuh. Virus sendiri menyebabkan infeksi 10 kali lebih banyak daripada bakteri sehingga memungkinkan demam lebih rentan terjadi pada bayi. Kepala bayi panas merupakan gejala awal dari infeksi virus yang biasa terjadinya 24 jam sejak bayi terinfeksi. 

  • Infeksi Bakteri 

Tidak hanya virus, bakteri juga menjadi penyebab dari kepala bayi panas. Biasanya, demam yang disebabkan oleh bakteri disertai dengan infeksi di bagian tubuh tertentu secara spesifik. Sebagai contoh, infeksi bakteri yang menyebabkan demam bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda sedang mengalami radang tenggorokan maupun infeksi saluran kemih. Infeksi bakteri ini cenderung lebih lama membuat demam. Infeksi bakteri bahkan bisa menyebabkan meningitis yang berbahaya bagi keselamatan bayi karena berpotensi merusak otak. Jika mencurigai bayi infeksi dan kepalanya panas, sebaiknya Anda mengkonsultasikan penanganannya ke dokter. 

  • Imunisasi 

Demam juga bisa sangat mudah terjadi ketika bayi Anda habis diimunisasi atau divaksin. Ini karena ketika di imunisasi, sejumlah virus atau bakteri yang sudah dilemahkan dimasukkan ke dalam tubuh anak. Pemasukan inilah yang menimbulkan perlawanan dari tubuh sehingga menimbulkan kepala bayi panas. Demam yang timbul akibat vaksinasi umumnya akan terjadi 12 jam setelah bayi divaksin. Demam akan berlangsung 2—3 hari dan sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus. 

  • Tumbuh Gigi

Kepala bayi panas karena masalah tumbuh gigi sampai saat ini masih mengandung pro kontra. Sebagian menganggap tumbuh gigi tidak menghasilkan demam. Namun ada penelitian yang menemukan, kaitan tumbuh gigi anak dengan demam bayi sangat erat. Pasalnya saat tumbuh gigi, kemungkinan peradangan gusi rentan terjadi. Kondisi peradangan inilah yang membuat kepala bayi panas lebih mudah terjadi. 

  • Suhu Panas 

Suhu ideal untuk tubuh bayi adalah berkisar 22-23 derajat Celcius. Jika lebih daripada itu, bayi akan mudah merasa kepanasan dan kepala bayi panas akan cepat terjadi. Demam yang terjadi akibat suhu terlalu panas biasanya bersifat ringan dan suhu tubuh bayi bisa kembali normal dalam beberapa jam. Namun pastikan, bayi Anda cukup mengonsumsi cairan ketika demam tengah berlangsung untuk mencegah potensi heat stroke yang lebih berbahaya. 

  • Pakaian Berlapis 

Ketika bayi masih berusia bulanan, khususnya di bawah 6 bulan, orang tua cenderung memiliki kecemasan tinggi bahwa anak mereka akan merasa kedinginan. Tidak jarang orang tua akan membalut anaknya dengan berlapis pakaian dengan harapan anak akan merasa hangat dan nyaman. Padahal di sisi lain, pakaian yang berlapis dan tebal ini bisa berpotensi menimbulkan kepala bayi panas. Jika hal ini terjadi pada buah hati Anda, segera lepas pakaian bayi Anda sampai suhu tubuhnya menurun kembali. 

  • Infeksi Aliran Darah 

Kepala bayi panas perlu sangat Anda waspadai apabila terjadi di tiga bulan pertama kehidupannya. Biasanya, demam pada bayi baru lahir yang sering terjadi diakibatkan oleh adanya infeksi aliran darah. Penanganan tepat amat diperlukan oleh bayi ketika infeksi aliran darah terjadi maka Anda mesti segera membawanya ke dokter. 

Beberapa penyebab kepala bayi panas memang tidak perlu dikhawatirkan secara berlebih. Namun jika demam terjadi terus-menerus dan mengarah pada infeksi bakteri dan aliran darah, Anda sangat dianjurkan membawa anak ke dokter.

Tanya Dokter Penyakit Dalam BIla Punya Gejala Diabetes

Tanya Dokter Penyakit Dalam BIla Punya Gejala Diabetes

Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit yang memengaruhi bagaimana tubuh Anda menggunakan gula darah (glukosa). Glukosa sangat penting bagi kesehatan Anda karena zat tersebut adalah sumber energi bagi sel-sel yang membentuk otot dan jaringan. Glukosa juga merupakan sumber utama bahan bakar bagi otak. Penyebab diabetes bervariasi tergantung tipenya. Untuk itu, penting bagi Anda agar menghubungi dan tanya dokter penyakit dalam seputar gejala yang dialami, agar diagnosa dan perawatan tepat dapat dilakukan dengan segera. Namun, tidak peduli jenis diabetes yang Anda miliki, kondisi ini dapat mengakibatkan adanya gula berlebih di dalam darah. Terlalu banyak gula di dalam darah dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan serius. 

Diabetes memiliki beberapa jenis. Tanya dokter penyakit dalam diabetes jenis apa yang Anda miliki. Kondisi diabetes kronis meliputi diabetes tipe 1 dan tipe 2. Sementara itu, kondisi diabetes yang berpotensi dapat disembuhkan yaitu adalah prediabetes dan diabetes gestasi. Prediabetes terjadi ketika level gula darah Anda lebih tinggi dibandingkan dengan angka normal, namun tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes. Namun, prediabetes dapat berubah menjadi diabetes apabila perawatan untuk mencegah kondisi bertambah parah tidak dilakukan. Di sisi lain, diabetes gestasi terjadi pada saat kehamilan dan akan sembuh setelah bayi dilahirkan. 

Gejala diabetes

Gejala kondisi ini beragam tergantung pada seberapa banyak gula darah di dalam tubuh Anda. Beberapa orang, terutama mereka dengan kondisi prediabetes atau diabetes tipe 2, terkadang tidak menunjukkan gejala apapun. Pada kasus diabetes tipe 1, gejala sering muncul dengan cepat atau bertambah lebih parah. Beberapa tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 di antaranya adalah meningkatnya rasa haus, sering buang air kecil, rasa lapar ekstrim, turunnya berat badan tanpa ada penyebab yang jelas, terdapat ketone di dalam urin, kelelahan, mudah marah, pandangan yang kabur, luka yang lambat sembuh, dan sering terjadi infeksi (misalnya infeksi kulit, gusi, ataupun vagina). Tanya dokter penyakit dalam apabila Anda menderita gejala-gejala tersebut. Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada usia berapapun, meskipun sering ditemui pada masa kanak-kanak atau remaja. Sementara diabetes tipe 2 banyak dijumpai pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun. 

Penyebab diabetes

Penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui. Namun, yang pasti adalah sistem kekebalan tubuh Anda, yang biasanya melawan bakteri dan virus berbahaya, malah berbalik menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Hal ini menyebabkan Anda kekurangan insulin atau bahkan tidak sama sekali. Alih-alih dibawa ke sel-sel tubuh, gula menumpuk di aliran darah. Tipe 1 dipercaya disebabkan karena kombinasi faktor lingkungan dan kerawanan genetik, meskipun apa faktor yang pasti tidak diketahui dengan jelas. Namun, berat badan tidak dianggap sebagai faktor diabetes tipe 1. 

Di sisi lain, pada kasus prediabetes dan diabetes tipe 2, sel-sel Anda menjadi resisten terhadap aksi insulin, dan pankreas tidak mampu membuat cukup insulin untuk mengatasi resistensi tersebut. Alih-alih bergerak menuju sel di mana gula digunakan untuk energi, gula malah menumpuk di dalam aliran darah. Sama seperti diabetes tipe 1, kerentanan genetik dan faktor lingkungan memerankan peran dalam perkembangan diabetes tipe 2, dengan kelebihan berat badan atau obesitas dihubungkan dengan kondisi ini, namun tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 memiliki gangguan kelebihan berat badan. Tanya dokter penyakit dalam untuk informasi lebih lanjut seputar diabetes, terutama apabila gejala-gejala yang disebutkan di atas terjadi pada Anda. 

Jangan Asal Pilih! Begini Cara Mencari Dokter Mata Terbaik di Surabaya

Jangan Asal Pilih! Begini Cara Mencari Dokter Mata Terbaik di Surabaya

Anda pasti ingin mendapatkan yang terbaik bagi tubuh Anda. Dalam hal kesehatan mata, kini sudah banyak pilihan dokter mata yang tersedia. Saking banyaknya membuat Anda kebingungan memilih dokter mata terbaik, terlebih jika Anda tinggal di kota besar seperti Surabaya. 

Untungnya ada cara mudah untuk mengetahui mana dokter mata yang tepat untuk Anda. Berikut tips mencari dokter mata Surabaya terbaik. 

  1. Pilih dokter mata sesuai permasalahan yang diderita

Terdapat tiga jenis ahli kesehatan mata, yaitu ophthalmologis, optometris, dan optician. 

Ophthalmologis adalah dokter spesialis mata yang memiliki kualifikasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata, mendiagnosis masalah pada mata, sekaligus mengobatinya. 

Sedangkan optometris merupakan ahli mata yang bertanggung jawab memeriksa ketajaman mata. Mereka bisa memberikan resep lensa kacamata dan lensa kontak kepada pasien. Jika Anda memiliki masalah pada ketajaman mata, maka pilihan Anda adalah optometris. 

Adapun opitican atau ahli optik adalah tenaga kesehatan mata non-medis. Biasanya mereka bekerjasama dengan dokter mata (optometris) dan dokter spesialis mata. Para ahli optik bisa membantu Anda memilih model kacamata dan lensa kontak yang sesuai dengan kondisi mata Anda.

  1. Pertimbangkan rekomendasi

Langkah termudah dalam memilih dokter mata di Surabaya adalah dengan rekomendasi keluarga atau teman. Anda juga bisa mencari penilaian atau review dokter mata melalui mesin pencarian. 

Ingat, setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda. Bisa saja pilihan terbaik mereka ternyata tidak sesuai dengan keinginan Anda. Maka itu Anda tidak bisa hanya mengandalkan rekomendasi orang lain. 

  1. Kredensial dokter mata

Selanjutnya, ketika menemukan dokter mata yang sekiranya cocok, maka waktunya bagi Anda untuk mencari kredensial sang dokter. Apakah ia memiliki pelatihan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang Anda hadapi. 

Pastikan juga bahwa dokter mata pilihan Anda tidak memiliki riwayat malpraktek atau tindakan disipliner.  

  1. Pengalaman dokter mata juga penting!

Jika Anda memiliki masalah mata atau kondisi mata yang parah, ada baiknya untuk memilih dokter mata Surabaya yang berpengalaman. Misalnya, masalah mata seperti glaukoma atau operasi mata lasik.

Semakin banyak pengalaman yang dimiliki dokter terhadap suatu kondisi atau prosedur, maka semakin baik hasil yang bisa Anda dapatkan. 

  1. Cocokkan harga

Ketika semua sudah sesuai, jangan lupa untuk mencocokkan harga. Apakah harga yang mereka tetapkan sesuai dengan anggaran Anda. Cari tahu juga apakah biaya tersebut ditanggung asuransi Anda.

  1. Evaluasi gaya komunikasi

Setelah memeriksakan diri ke dokter, evaluasi bagaimana caranya berkomunikasi dan menanggapi pasien. Apakah Anda merasa nyaman saat menjalani pemeriksaan dengan dokter tersebut. 

Anda juga pasti merasa dihargai jika dokter mata menunjukkan minat kepada Anda dengan mendukung kebutuhan informasi yang Anda butuhkan serta menghormati proses pengambilan keputusan Anda.    

Dengan 6 tips di atas, Anda sudah siap untuk mencari dokter mata terbaik di lokasi Anda. Jika Anda masih merasa kesulitan, tak perlu khawatir karena kini Anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

SehatQ telah bekerjasama dengan ratusan dokter terbaik yang dapat dijangkau di berbagi wilayah Indonesia. Anda hanya perlu menyalakan filter lokasi dan opsi dokter mata Surabaya akan segera muncul.  

Sebelum membuat janji temu, Anda juga bisa bertanya seputar masalah kesehatan mata terlebih dahulu melalui fitur chat dokter. 

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Apa Itu Rhinitis Medikamentosa?

Apabila selaput lendir di hidung iritasi dan meradang, Anda mungkin memiliki rhinitis. Saat kondisi ini disebabkan oleh alergi, maka kondisi tersebut dikenal dengan nama rhinitis alergi atau hay fever. Bentuk langka dari kondisi ini dikenal dengan nama rhinitis medikamentosa, yang juga dikenal dengan istilah “rebound congestion”. Kondisi ini dapat terjadi apabila Anda berlebihan dalam menggunakan dekongestan nasal. Alih-alih membuat Anda merasa lebih baik, obat tersebut malah membuat lapisan dinding iritasi. Meskipun rhinitis medikamentosa merupakan kondisi yang jarang dijumpai, Anda memiliki risiko lebih tinggi apabila Anda sering menggunakan “nasal spray” seperti phenylephrine atau oxymetazoline. Artikel ini akan membahas kondisi ini dengan lebih detail. 

Apa saja gejala yang ditimbulkan?

Berbeda dengan hay fever, rhinitis medikamentosa biasanya tidak melibatkan gejala seperti hidung, mata, tenggorokan yang gatal. Hidung tersumbat biasanya menjadi satu-satunya gejala yang dapat dirasakan. Dan apabila Anda terus menggunakan nasal spray, penyumbatan tersebut akan bertahan selama beberapa minggu hingga bulan. Tidak ada tes untuk mendiagnosa rebound congestion. Namun, apabila rhinitis medikamentosa adalah kondisi yang Anda derita, gejala biasanya akan mereda setelah Anda berhenti menggunakan obat-obatan. Tidak mudah untuk mendiagnosa rhinitis medikamentosa, karena penggunaan obat-obatan mungkin bukan menjadi penyebab utamanya. Misalnya, ada kemungkinan Anda sebenarnya menderita rhinitis kronis yang tidak memberikan respon terhadap penggunaan dekongestan. Dokter dapat membantu Anda mendapatkan diagnosa yang tepat. 

Apabila Anda menggunakan dekongestan semprot dan gejala yang dirasakan tidak kunjung mereda atau malah bertambah parah, hubungi dokter secepatnya. Pada saat pertemuan dengan dokter, jelaskan berapa lama Anda memiliki gejala tersebut dan berapa lama Anda menggunakan dekongestan hidung. Jujurlah tentang seberapa sering Anda menggunakannya. Beberapa orang menggunakan nasal spray beberapa kali dalam satu jam. Anda mungkin tidak terlalu sering menggunakannya namun tetap menderita rhinitis medikamentosa. 

Setelah dokter membuat diagnosa, mereka dapat bekerjasama dengan Anda dalam membuat rencana perawatan. Biasanya, dokter akan merekomendasikan Anda secara perlahan mengurangi penggunaan alih-alih berhenti sepenuhnya. Tiba-tiba berhenti menggunakan obat malah dapat menyebabkan iritasi yang lebih parah. Setelah Anda berhasil berhenti menggunakan nasal spray, dokter dapat merekomendasikan obat alternatif untuk meredakan gejala yang timbul, seperti glucocorticosteroid atau dekongestan oral. 

Jenis perawatan yang tersedia

Langkah pertama dalam merawat rhinitis medikamentosa adalah berhenti menggunakan nasal spray. Namun, apabila berhenti menggunakan obat tiba-tiba, hal ini malah dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan. Dokter dapat merekomendasikan Anda untuk mengurangi penggunaan obat-obatan. Jika kondisi Anda bersifat ringan, dokter dapat merekomendasikan saline nasal spray yang hanya mengandung larutan garam dan tidak mengandung obat-obatan yang dapat membuat saluran hidung iritasi. 

Akan tetapi, apabila rhinitis medikamentosa Anda bersifat parah, dokter dapat merekomendasikan glucocorticosteroid nasal resep untuk mengurangi peradangan dan penyumbatan. Jika perawatan tambahan dibutuhkan, dokter dapat meresepkan prednisone oral. Dekongestan oral seperti pseudoephedrine juga dapat membantu mengatasi kondisi yang diderita. Dalam kasus yang paling parah, dokter dapat merekomendasikan tindakan bedah medis. Misalnya, penyumbatan dan peradangan jangka panjang dapat menyebabkan polip terbentuk di rongga hidung. Hal ini dapat memperburuk gejala yang Anda rasakan. Sehingga, operasi mengangkat polip atau gangguan sumbatan lain dapat dilakukan untuk melegakan pernapasan. Untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat terhadap rhinitis medikamentosa Anda, hubungi dan konsultasi dengan dokter. Beritahu dokter berapa lama Anda menderita kondisi tersebut dan nasal spray apa yang sering digunakan.

ARV Protease Inhibitor Bisa Menimbulkan Beberapa Efek Samping, Lho!

ARV Protease Inhibitor Bisa Menimbulkan Beberapa Efek Samping, Lho!

Protease inhibitor merupakan salah satu jenis antiretroviral (ARV) yang berguna untuk mengobati HIV dan aids. Obat ini bekerja dengan cara mengikat enzim protease. HIV membutuhkan enzim protease untuk bisa menyalin virus dalam tubuh. Tanpa adanya enzim protease, maka perkembangan virus HIV tidak dapat terjadi. Dengan menggunakan protease inhibitor, maka enzim protease akan diikat sehingga membantu mengurangi jumlah virus HIV yang berkembang biak. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai cara kerja dan efek samping yang mungkin ditimbulkan dari protease inhibitor. 

Cara kerja protease inhibitor

Virus HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan mengurangi jumlah sel CD4 sehingga seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Untuk itu, penderita HIV membutuhkan obat, salah satunya adalah protease inhibitor untuk mencegah virus dapat berkembang biak. Sayangnya, protease inhibitor bukanlah obat untuk menyembuhkan HIV. Obat ini hanya mampu membantu menurunkan kadar virus HIV sampai level tidak dapat lagi terdeteksi tubuh. Saat virus tidak terdeteksi dalam tubuh, maka penderita tersebut dapat menjalani hidup sehat serta tidak berisiko menularkan HIV pada orang lain. 

Efek samping protease inhibitor

Protease inhibitor dapat berinteraksi dengan obat, suplemen, dan herbal yang dikonsumsi bersamaan oleh pasien. Untuk mencegah interaksi tersebut, maka dokter perlu tahu konsumsi harian pasien sebelum mendapat resep protease inhibitor. Semua obat tentu memiliki efek samping ketika dikonsumsi terutama dalam jangka panjang. Protease inhibitor dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti berikut ini. 

  • Mual dan muntah 
  • Diare
  • Ruam kulit
  • Perubahan kemampuan dalam merasakan makanan
  • Resistensi insulin
  • Gangguan pada hati
  • Kadar trigliserida atau kolesterol tinggi
  • Kadar gula darah tinggi
  • Redistribusi lemak di berbagai area tubuh 
  • Penyakit kuning

Jenis ARV lainnya

Umumnya, ARV yang perlu dikonsumsi oleh pasien HIV merupakan kombinasi dari beberapa jenis obat. Dengan begitu, maka efektivitas obat akan lebih tinggi sehingga virus HIV tidak dapat berkembang biak. Terdapat berbagai jenis ARV yang biasa digunakan untuk pasien HIV. Berikut ini merupakan golongan obat ARV selain protease inhibitor, yaitu:

  • Integrase strand transfer inhibitors (INSTIs)
  • Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI)
  • Cytochrome P4503A (CYP3A) inhibitor
  • Entry Inhibitor 

Resistensi HIV terhadap ARV

Kemungkinan terjadinya resistensi atau kekebalan virus HIV terhadap obat ARV perlu diwaspadai. Jika virus telah resisten, maka pemberian protease inhibitor tidak akan mempan pada pasien HIV. Resistensi ARV mungkin terjadi karena virus HIV dalam tubuh telah mengalami mutasi. Selain itu, resistensi juga bisa terjadi jika pasien tertular strain HIV yang memang telah kebal terhadap ARV. Untuk menghindari resisten obat, pasien perlu mengonsumsi obat ARV secara teratur dan sesuai dengan arahan dokter. Hindari mengubah dosis obat serta melewatkan dosis harian. Selain itu, penghentian konsumsi obat ARV juga harus dilakukan dengan persetujuan dari dokter. 

Untuk menangani HIV, Anda dapat menggunakan protease inhibitor yang termasuk dalam kelas antiretroviral. Meski protease inhibitor tidak dapat menyembuhkan infeksi virus, namun kualitas hidup pasien dapat meningkat dan menjadi lebih baik. Selain itu, pasien HIV perlu menjalani pola hidup khusus agar dapat memperpanjang harapan hidupnya Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang protease inhibitor atau HIV, tanyakan secara langsung pada dokter secara gratis  melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.

Waspadai Necrotizing Fasciitis! Cepatnya Penanganan Bisa Menyelamatkan Nyawa

Pernahkah Anda bayangkan bahwa luka di kulit bisa menyebabkan kematian? Jika tak pernah terbayangkan sebelumnya, Anda harus mengetahui tentang necrotizing fasciitis. Ya, kondisi ini “cuma sekadar” infeksi yang terjadi pada luka. Namun, dampak dan efeknya amat serius.

Necrotizing fasciitis kerap disebut juga dengan penyakit atau infeksi “bakteri pemakan daging”. Ini termasuk infeksi bakteri yang langka dan bisa disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Namun, para ahli meyakini bahwa sebagian besar infeksi ini disebabkan oleh bakteri yang tergabung dalam Group A Strep atau kelompok bakteri A Streptococcus.

Ketika telah menginfeksi, bakteri ini akan menyebar dengan cepat di seluruh tubuh penderitanya hingga menimbulkan komplikasi serius hingga kematian. Kunci agar selamat dari serangan bakteri ini adalah diagnosis yang akurat, pengobatan antibiotik yang cepat, dan penanganan medis lain yang cepat dan tepat. Segera temui dokter jika kulit Anda menjadi merah, hangat, bengkak, atau sangat nyeri segera setelah mengalami luka.

Mendengar namanya, mungkin infeksi ini amat mengerikan. Akan tetapi, itu hanya istilah belaka. Pasalnya, bakteri ini tidak benar-benar memakan daging atau otot seseorang. Bakteri ini “hanya” melepaskan racun yang akan merusak jaringan di sekitarnya, termasuk kulit, lemak di bawah kulit, dan jaringan tipis yang membungkus organ atau otot (fascia).

Secara umum, orang yang terinfeksi bakteri ini akan melalui 3 tahap gejala. Tahapan itu terbagi ke dalam tahap awal, lanjutan, dan kritis. Informasi mengenai tahapan gejala ini bisa sangat penting untuk dapat menyelamatkan kondisi penderita.

  • Gejala awal

Gejala awal infeksi biasanya terjadi dalam waktu 24 jam dan meliputi demam serta nyeri berat pada bagian tubuh yang terluka. Rasa sakit yang dirasakan penderita bisa melebihi bentuk atau ukuran luka.

  • Gejala lanjutan

Gejala lanjutan biasanya terjadi dalam waktu 3–4 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Pada tahap ini, infeksi bakteri pemakan daging dapat menimbulkan gejala mual, muntah, dan diare. Selain itu, bagian tubuh yang terinfeksi akan tampak kemerahan, bengkak, dan muncul bercak gelap berukuran besar yang tampak melepuh berisi cairan (gangren).

  • Gejala kritis

Gejala kritis muncul dalam waktu 4–5 hari setelah penderita terinfeksi bakteri. Pada tahap ini, penderita dapat mengalami penurunan tekanan darah drastis (syok) akibat racun yang dikeluarkan oleh bakteri. Jika tidak segera ditangani, penderita bisa mengalami penurunan kesadaran atau koma, bahkan meninggal.

Jadi jangan pernah sepelekan luka, sekecil apa pun itu. Sebab kita tak pernah tahu ada apa di balik luka tersebut. Orang yang menderita necrotizing fasciitis sebisa mungkin harus mendapat penanganan sejak tahap gejala pertama untuk meminimalisir risiko.

Hal pertama yang dapat dilakukan dalam rangka kewaspadaan terhadap necrotizing fasciitis adalah melakukan perawatan luka dengan cepat dan tepat. Upaya yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama misalnya membasuh, mensterilkan, dan membasuh luka. Andai luka tersebut semakin parah atau tidak kunjung sembuh, apalagi jika muncul beberapa gejala infeksi bakteri pemakan daging, segeralah berobat ke dokter.

Ketika berada di bawah pengawasan dokter, mungkin tenaga medis akan melakukan beberapa hal untuk mengetahui secara pasti mengenai luka tersebut. Untuk mendiagnosis necrotizing fasciitis, dokter dapat melakukan serangkaian pemeriksaan yang terdiri dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, kultur darah, foto Rontgen, dan CT scan.

Saat terbukti seseorang terkena necrotizing fasciitis, dokter akan melakukan upaya pengobatan sesuai dengan kondisi mereka. Sebagai tahap awal, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan, utamanya antibiotik, dalam bentuk suntik atau infus untuk membasmi infeksi bakteri pemakan daging.

Namun, jika tingkat infeksi necrotizing fasciitis telah mencapai tingkat lanjut, tindakan bedah atau operasi juga sering kali perlu dilakukan untuk mengangkat jaringan yang rusak atau mati, sekaligus mencegah dan menghentikan penyebaran infeksi. Pada kasus yang parah, dokter mungkin perlu melakukan amputasi pada bagian tubuh yang sudah rusak parah.

Kurang lebih itulah gambaran mengenai betapa bahayanya infeksi necrotizing fasciitis ini. Upaya terbaik yang bisa seseorang lakukan agar terhindar dari infeksi ini adalah waspada dan berhati-hati dalam berkegiatan agar tak mengalami kecelakaan. Seandainya terjadi, seseorang bisa langsung melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan standar untuk memperkecil risiko infeksi.

Makanan-makanan Penyebab Keracunan Arsenik

Makanan-makanan Penyebab Keracunan Arsenik

Apa yang Anda bayangkan mengenai penyebab keracunan arsenik? Orang awam umumnya mengira seseorang keracunan arsenik akibat mengonsumsi obat atau senyawa berbahaya. Padahal, menyantap makanan sehari-hari saja sudah membuat Anda dibayangi racun arsenik. 

Ini karena banyak makanan sehari-hari yang mengandung senyawa arsenik. Kadar arsenik pada makanan-makanan tersebut relatif rendah sehingga tidak menyebabkan keracunan. Namun tentunya, ketika Anda mengonsumsinya secara berlebihan, peluang keracunan arsenic karena makanan tetap ada. 

Berikut ini adalah beberapa makanan yang sebenarnya mengandung arsenik. Senyawa racun yang dapat membahayakan nyawa tersebut terkandung pada makanan-makanan ini karena adanya kontaminasi dari tanah maupun air tempat sumber makanan-makanan di bawah ini berkembang. 

  1. Beras 

Anda mungkin terkejut mengetahui fakta ini. Bagaimana tidak, beras merupakan makanan utama masyarakat Indonesia. Beras rentan mengandung arsenik karena jenis biji-bijian ini menyerap banyak zat dari tanah maupun air di area penanamannya. Jika tanah dan air penanaman tinggi arsenik, semakin tinggi pula kadar arsenik pada beras. Umumnya, beras yang memiliki banyak sekam mengandung lebih banyak arsenik. Inilah alasan mengapa beras merah memiliki lebih banyak arsenik daripada beras putih. 

  1. Sereal 

Sereal sebagai menu sarapan yang disiram dengan susu terasa mengenyangkan dan memberi energi ekstra. Namun tahukah Anda, sereal dibuat dari gandum sehingga di dalam jenis makanan ini juga terkandung kadar arsenik yang cukup tinggi. Alasan gandum memiliki kandungan arsenik sama dengan beras. Air maupun tanah di area penanaman gandung telah terkontaminasi racun arsenik sehingga sekam pada biji-biji gandum rentan menyerapnya. Asal tahu saja, gandum termasuk biji-bijian yang banyak sekam sehingga kadar arseniknya terbilang tinggi. 

  1. Kubis 

Sayuran kubis memang menyehatkan. Namun, sadarilah mulai sekarang bahwa kubis tergolong sebagai sayuran yang kaya arsenik. Orang-orang yang rajin menyantap jenis sayuran yang satu ini teridentifikasi memiliki kadar arsenik lebih tinggi 10,4 persen daripada orang-orang yang tidak mengonsumsi sayuran kubis setidaknya selama sebulan terakhir. Artinya, kemungkinan terkena keracunan arsenik setelah menyantap kubis terbilang tinggi. Tingginya kadar arsenik pada kubis disebabkan adanya senyawa belerang pada kubis yang mudah menarik arsenik dari tanah masuk ke bagian tumbuhan ini. 

  1. Ayam dan Unggas Lain 

Daging ayam merupakan jenis protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Akan tetapi, kewaspadaan ketika menyantap makanan ini perlu ada sebab daging ayam bahkan daging unggas sejenis, terbukti memiliki kadar arsenik yang cukup tinggi. Senyawa arsenik bisa terdapat di daging ayam ataupun unggas lainnya karena pakan yang diberikan kepada hewan-hewan ini cenderung mengandung obat berbasis arsenik. Karena itu apabila Anda termasuk penggemar ayam, mulailah beralih ke ayam organik yang diberi pakan tanpa obat-obatan dan tentunya memiliki kadar arsenik lebih rendah. 

  1. Makanan Laut 

Rata-rata semua jenis hewan laut mengandung arsenik dan berpotensi menimbulkan keracunan arsenik apabila Anda mengonsumsinya secara berlebih. Namun dari berbagai jenis makanan laut, ikan-ikan dengan daging berwarna kemerahan. Contohnya adalah salmon, makarel, juga tuna.  Arsenik pada makanan laut merupakan arsenik organic yang ada secara alami di air laut. 

  1. Apel dan Pir 

Buah-buahan yang ditanam di area yang telah terpapar arsenik, contohnya area industri, rentan memiliki kadar arsenik yang cukup tinggi. Dari beragam buah-buahan yang ada, apel dan pir menjadi buah yang memiliki kadar arsenik lebih tinggi daripada yang lain. Ini karena kedua buah ini lebih mampu menyerap zat dari tanah sehingga senyawa arsenik yang masih tersisa di tanah akibat pestisida masa lalu, pun bisa ikut terserap. 

*** 

Asal Anda mengonsumsi makanan-makanan di atas dalam jumlah wajar, kadar arsenik dalam tubuh Anda tidak akan melonjak tiba-tiba. Anda pun tidak akan mendadak keracunan arsenik. Jadi, jangan terlalu khawatir, ya!