Mengenal Gejala Penyakit Hipotiroidisme Beserta Penyebabnya

Hipotiroidisme dimana suatu kondisi kelenjar tiroid Anda tidak mendapatkan hasil yang cukup hormon penting tertentu. 

Penyakit ini tidak membuat penyebab gejala yang nyata ketika tahap awal. Jika hypothyroidism tidak bisa diobati akan menjadi penyebab dari sejumlah masalah kesehatan, misalnya penyakit jantung, nyeri sendi, infertilitas, serta obesitas. 

Tes fungsi tiroid yang akurat tersedia untuk mendiagnosis Hypothyroidism. Dalam pengobatan terhadap hormon tiroid sintesis biasanya mudah, aman, serta efektif ketika Anda dan dokter mendapatkan dosis yang tepat. 

image Hipotiroidisme

Hypothyroidism Akan terjadi disaat tiroid tidak membuat serta melepaskan cukup hormon tiroid pada tubuh Anda.  Ini membuat metabolisme Anda melambat, memengaruhi seluruh tubuh Anda. Juga dikenal sebagai penyakit tiroid yang kurang aktif, Hypothyroidism cukup umum.

Ketika kadar tiroid Anda sangat rendah, ini disebut miksedema. Kondisi yang sangat serius, myxedema dapat menyebabkan gejala serius, termasuk:

  • Suhu tubuh yang rendah.
  • Anemia.
  • Gagal jantung.
  • Kebingungan.
  • Koma.
  • Jenis Hypothyroidism yang parah ini mengancam jiwa.

Hypothyroidism ini bisa diobati secara umum. Hal ini dapat dikontrol dengan obat-obatan serta memiliki serta tindak lanjut dari dokter. 

Gejala 

Disaat kadar hormon tiroid terlalu rendah, maka sel-sel tubuh tidak dapat cukup hormon tiroid serta proses pada tubuh melambat. Saat tubuh melambat, Anda mungkin menyadari bahwa Anda merasa lebih dingin, Anda lebih mudah lelah, kulit Anda semakin kering, Anda menjadi pelupa dan depresi, dan Anda mulai sembelit. Gejalanya bermacam-macan dan tidak spesifik, agar tahu dengan pasti Anda menderita Hypothyroidism yaitu dengan tes Thyroid Stimulating Hormone (TSH). 

Beritahu anggota keluarga Anda. Karena penyakit tiroid diturunkan dalam keluarga, Anda harus menjelaskan Hypothyroidism Anda kepada kerabat Anda dan mendorong mereka untuk melakukan tes TSH secara berkala. Beri tahu dokter dan apoteker Anda yang lain tentang Hypothyroidism Anda dan obat serta dosis yang digunakan untuk mengobatinya. Jika Anda mulai menemui dokter baru, beritahu dokter bahwa Anda menderita hipotiroidisme dan Anda perlu melakukan tes TSH setiap tahun. Jika Anda menemui ahli endokrin, mintalah salinan laporan Anda dikirim ke dokter perawatan primer Anda.

Tidak ada obat untuk Hypothyroidism, dan kebanyakan pasien memilikinya seumur hidup. Namun, beberapa pasien tiroiditis mempunyai fungsi tiroid menjadi normal, seperti pada beberapa pasien tiroiditis setelah hamil. 

Hypothyroidism dapat menjadi lebih atau kurang parah, dan dosis tiroksin Anda mungkin perlu diubah seiring waktu. Anda harus membuat komitmen seumur hidup untuk pengobatan. Tetapi jika Anda meminum pil Anda setiap hari dan bekerja dengan dokter Anda untuk mendapatkan dan menjaga dosis tiroksin Anda dengan benar, Anda harus dapat menjaga Hypothyroidism Anda terkontrol dengan baik sepanjang hidup Anda. Gejala Anda akan hilang dan efek serius dari hormon tiroid rendah akan membaik. Jika Anda menjaga agar Hypothyroidism Anda terkontrol dengan baik, itu tidak akan memperpendek rentang hidup Anda.

Apa saja gejala Hypothyroidism?

Gejala Hypothyroidism biasanya berkembang perlahan seiring waktu – terkadang bertahun-tahun. Mereka dapat mencakup:

  • Merasa lelah (fatigue).
  • Mati rasa serta kesemutan pada tangan Anda.
  • Mengalami sembelit.
  • Bertambah berat badan.
  • Mengalami nyeri di seluruh tubuh Anda (bisa termasuk kelemahan otot).
  • Memiliki kadar kolesterol darah lebih tinggi dari normal.
  • Merasa depresi.
  • Tidak dapat mentolerir suhu dingin.
  • Mempunyai kulit serta rambut yang kering serta kasar. 
  • Mengalami penurunan minat seksual.
  • Mengalami menstruasi yang sering dan berat.
  • Melihat perubahan fisik di wajah Anda (termasuk kelopak mata yang terkulai, serta bengkak di mata dan wajah).
  • Membuat suara Anda menjadi lebih rendah dan serak.
  • Merasa lebih pelupa (“kabut otak”).

Diagnosa

Secara umum, dokter Anda mungkin menguji tiroid yang kurang aktif jika Anda merasa semakin lelah, memiliki kulit kering, sembelit dan berat badan, atau memiliki masalah tiroid sebelumnya atau gondok.

Tes darah

Diagnosis Hypothyroidism Didasarkan pada gejala Anda dan hasil tes darah yang mengukur tingkat Tes Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan terkadang tingkat hormon tiroid tiroksin. Tingkat tiroksin yang rendah dan tingkat TSH yang tinggi menunjukkan tiroid yang kurang aktif. Itu karena hipofisis Anda menghasilkan lebih banyak TSH dalam upaya merangsang kelenjar tiroid Anda untuk memproduksi lebih banyak hormon tiroid.

Dokter dapat mendiagnosis gangguan tiroid jauh lebih awal daripada di masa lalu – seringkali sebelum Anda mengalami gejala. Karena tes TSH adalah tes skrining terbaik, dokter Anda kemungkinan akan memeriksa TSH terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan tes hormon tiroid jika diperlukan.

Tes ini bisa memainkan peran penting dalam mengelola Hypothyroidism. Hal ini dapat membantu dokter dalam menentukan dosis obat yang tepat. 

Selain itu, tes TSH digunakan untuk membantu mendiagnosis kondisi yang disebut Hypothyroidism subklinis, yang biasanya tidak menyebabkan tanda atau gejala. Dalam kondisi ini, Anda memiliki kadar triiodothyronine dan tiroksin dalam darah yang normal, tetapi lebih tinggi dari kadar TSH normal.

Ada faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi tes darah untuk masalah tiroid. Salah satunya adalah obat pengencer darah yang disebut heparin. Lain adalah biotin, vitamin yang diambil sebagai suplemen yang berdiri sendiri atau sebagai bagian dari multivitamin. Beri tahu dokter Anda tentang obat atau suplemen apa pun yang Anda konsumsi sebelum melakukan tes darah.

Pengobatan 

Pengobatan standar untuk Hypothyroidism ini melibatkan dari penggunaan hormon tiroid sintetis levothyroxine setiap hari. Obat oral bisa mengembalikan kadar hormon yang cukup serta membalikkan tanda serta gejala Hypothyroidism. Obat ini bisa membuat kembali kadar hormon yang memadai, membalikkan tanda serta gejala Hypothyroidism.

Anda mungkin akan mulai merasa lebih baik segera setelah Anda memulai perawatan. Obat secara bertahap menurunkan kadar kolesterol yang meningkat oleh penyakit dan dapat membalikkan kenaikan berat badan. Pengobatan menggunakan levothyroxine akan dikonsumsi selama seumur hidup, namun mengenai dosis yang dibutuhkan bisa berubah, dan dokter Anda akan memeriksa kadar TSH setiap tahun.

Haruskah Menggunakan Pembalut Nifas pada Ibu Pasca Persalinan?

Setelah proses persalinan, ibu harus kembali melalui masa pendarahan yang disebut nifas. Darah yang keluar setelah persalinan berasal dari kumpulan lapisan rahim, lendir, dan sisa-sisa kehamilan lainnya. 

Darah nifas berbeda dengan darah menstruasi karena cenderung mengeluarkan aliran darah yang banyak dan berat, serta disertai gumpalan-gumpalan. Untuk itu ibu disarankan untuk menggunakan pembalut nifas setelah persalinan agar ibu merasa nyaman dan terganggu dengan proses pendarahan yang terjadi. 

Pembalut nifas harus dapat menyerap darah dengan baik

Apa yang Terjadi Pada Masa Nifas?

Ketika hamil, menstruasi akan berhenti karena terjadinya proses pembuahan. Seiring perkembangan bayi, rahim akan membesar dan akan kembali ke bentuk semula saat ibu melahirkan. 

Saat rahim mulai menyusut maka terjadilah pendarahan pasca persalinan atau nifas atau yang disebut juga dengan lochia. Pada masa nifas, campuran lendir, darah, dan jaringan tempat plasenta menempel di dinding ikut luruh sehingga terkadang terlihat gumpalan darah seukuran buah ceri yang ikut keluar. 

Masa nifas berlangsung selama 2 hingga 6 minggu. Pada awal minggu, darah akan berwarna merah tua dan berat. Kemudian lambat laun volume darah akan berkurang dan warnanya akan berubah menjadi merah muda, coklat, hingga krem. 

Kenapa Harus Menggunakan Pembalut Nifas?

Volume darah yang keluar pada nifas akan lebih banyak daripada ketika Anda menstruasi. Posisi atau aktivitas tertentu seperti berjalan, mengejan saat buang air besar, dan segala jenis aktivitas sedang dapat meningkatkan aliran darah yang keluar. 

Untuk mencegah kebocoran dan rembes kemana-mana, maka pilihan yang tepat adalah menggunakan pembalut khusus pasca persalinan. Biasanya pembalut nifas memiliki ukuran yang besar dan berat. Beberapa ibu mungkin tidak menyukainya, tapi ini adalah pilihan yang terbaik. Jangan menggunakan tampon setelah proses bersalin karena dapat meningkatkan risiko infeksi. 

Bagaimana Cara Memilih Pembalut Nifas?

Pembalut khusus pasca persalinan memiliki cukup banyak perbedaan dengan pembalut menstruasi. Pembalut nifas biasanya memiliki ukuran lebih besar, lebih panjang, dan kapas yang lebih banyak sehingga akan terasa lebih berat. 

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih pembalut nifas:

  • Memiliki permukaan yang halus dan lembut sehingga tidak membuat kulit iritasi
  • Memiliki permukaan yang lebar yang bisa melindungi dengan sempurna
  • Daya serap tinggi sehingga cairan tidak mudah bocor
  • Jika Anda memiliki gaya hidup aktif, disarankan pilih pembalut yang memiliki sayap supaya cairan tidak merembes
  • Memiliki daya rekat kuat sehingga pembalut tidak mudah bergeser atau lepas
  • Bebas bahan kimia, termasuk pewangi, atau kalau bisa dilengkapi dengan bahan alami sehingga tidak akan mengiritasi jahitan persalinan atau jaringan halus

Pendarahan Tak Kunjung Berhenti, Haruskah Menemui Dokter?

Kebanyakan wanita mengalami pendarahan berat selama 1-2 minggu, kemudian diikuti dengan pendarahan ringan dan berangsur akan berhenti. 

Namun pada beberapa kasus ada wanita yang kembali mengalami pendarahan berat walaupun beberapa hari terakhir sudah banyak berkurang. Hal ini dikarenakan rahim belum pulih seutuhnya. Jika kondisi ini berlanjut selama beberapa hari atau minggu maka ada baiknya Anda menemui dokter karena kondisi tersebut berpotensi mengancam jiwa. 

Anda juga harus menemui dokter jika menemukan tanda-tanda berikut:

  • Pendarahan berhenti sepenuhnya selama satu hari atau lebih, kemudian pendarahan dimulai lagi pada hari berikutnya
  • Munculnya bau busuk dari vagina
  • Keluarnya gumpalan darah berukuran besar, lebih besar dari bola golf
  • Membutuhkan lebih dari 1 pembalut per jam selama lebih dari 2 jam
  • Merasa pusing, bingung, atau pingsan

Catatan

Anda bisa menemukan pembalut nifas di apotek maupun toko kebutuhan ibu dan anak. Jika Anda bingung untuk menentukan pembalut mana yang terbaik, Anda bisa berkonsultasi atau menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Hadirkan Kenyamanan Pasca Persalinan dengan Pilihan Produk Mama’s Choice

Setelah berjuang untuk melahirkan, orang tua khususnya ibu memasuki dunia baru. Orang tua baru ataupun yang sudah pernah melahirkan pasti tetap merasakan sensasi yang berbeda. 

Rangkaian produk perawatan pasca melahirkan dari Mama’s Choice akan membantu meredakan ketegangan dan perasaan tidak nyaman setelah melahirkan. 

https://s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/static.sehatq.com/tokoq/products/16b8jdrs19ivr7w1v2sj2szas0hk

Perasaan ibu pasca persalinan

Ada kebahagiaan yang datang setelah ibu berhasil melahirkan si kecil yang selama ini ditunggu. Segala persiapan juga sudah selesai, mulai dari baju bayi dan popok. 

Sayangnya emosi setelah melahirkan terbilang kompleks. Ada perasaan lain selain bahagia yang akan dirasakan. Banyak ibu tidak mengetahui hal ini sehingga mereka tidak siap secara mental. 

Berikut ini emosi yang mungkin dirasakan oleh ibu setelah melahirkan, dan termasuk hal yang normal:

  • Takut

Menjadi seorang ibu menghadirkan serangkaian ketakutan dan emosi negatif lainnya. Anda merasa takut tidak bisa memenuhi segala kebutuhan si kecil, atau menjadi orangtua yang baik baginya. 

  • Senang

Ketika lahir, bayi adalah sumber kegembiraan terbesar bagi kedua orangtuanya. Hal-hal kecil yang anak Anda lakukan memicu kebahagiaan yang besar.

  • Marah

Sangat normal untuk merasa marah di hari-hari setelah melahirkan. Entah terhadap diri sendiri karena tidak mengetahui hal dasar terkait menyusui, atau marah pada orang lain yang membuat bayi Anda menangis.

  • Gelisah

Gelisah cenderung dirasakan pada minggu pertama setelah melahirkan. Ibu jadi lebih mudah terkejut, tegang, atau sangat cemas. 

  • Hipersensitif

Setelah melahirkan, ibu menjadi lebih sensitif terhadap segala hal termasuk hal kecil. Misalnya, menangis karena menonton film yang tidak memiliki adegan sedih. 

  • Ragu

Ketika melihat buah hati dalam dekapan, orang tua pasti berharap untuk bisa memberikan yang terbaik bagi si kecil. Dari situlah terkadang muncul perasaan ragu, apakah Anda bisa menjadi ibu yang baik bagi anak Anda.

Jika emosi yang dirasakan ibu bertahan sangat lama, atau adanya perubahan emosi yang sangat signifikan setelah melahirkan, segera konsultasikan dengan dokter.

Rekomendasi produk perawatan untuk ibu setelah melahirkan

1. Relaxing Massage Oil

Tidur berkualitas susah didapat bagi ibu menyusui. Ibu harus selalu sigap ketika anak menangis karena popok penuh atau kelaparan. Hal ini membuat tubuh ibu cenderung tidak fit. 

Dengan aroma yang menyegarkan, Relaxing Massage Oil membantu memberikan kenyamanan pada tubuh dan pikiran ibu. Produk ini bisa dijadikan sebagai minyak pijat atau aromaterapi. 

Tuangkan Mama’s Choice Relaxing Oil secukupnya ke telapak tangan lalu balurkan ke area yang diinginkan dengan pijatan lembut. Bisa digunakan kapan saja untuk melepas lelah. 

Produk ini tersedia dalam 3 varian, yaitu lavender untuk relaksasi, grapefruit oil untuk memperlancar peredaran darah, dan orange oil untuk menutrisi serta melembabkan kulit.

2. Intensive Nipple Cream

Menyusui bisa menyebabkan puting kering, lecet, dan pecah-pecah. Permasalah tersebut bisa tertangani dengan penggunaan Mama’s Choice Intensive Nipple Cream.

Ini merupakan satu-satunya krim puting yang mengandung ekstrak kurma untuk menenangkan dan menghidrasi puting. Telah bersertifikat food grade dan teruji hypoallergenic, krim ini aman digunakan untuk kulit sensitif. Pemakaiannya praktis karena tidak perlu dibilas juga aman jika tertelan oleh bayi. 

3. Stretch Mark Cream

Stretch mark menjadi masalah baru pada ibu pasca melahirkan. Ini bisa membuat ibu tidak percaya diri. 

Mama’s Choice Stretch Mark Cream diformulasikan khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Mengandung vitamin C, E, dan bahan alami lainnya membantu ibu mendapatkan kembali kulit halus dan kencang.  

4. Postpartum Adjustable Corset

Mama’s Choice juga mengeluarkan korset khusus ibu melahirkan yang membantu mengembalikan bentuk tubuh ibu serta mengurangi nyeri pinggang. 

Korset terbuat dari bahan lembut, elastis, dan tidak panas sehingga bisa digunakan setiap hari tanpa rasa sesak. Dapatkan produk perawatan terbaik untuk ibu melahirkan dengan mengunjungi merchant Mama’s Choice di toko kesehatan SehatQ.

Payudara Sering Diremas Semakin Besar Cuma Mitos, Ketahui Fakta Berikut Ini

payudara sering diremas

Ukuran dari payudara wanita dapat menjadi perhatian bagi dirinya sendiri. Pernyataan yang menyebar di masyarakat bahwa payudara sering diremas akan menjadi lebih besar sering kali didengar. Namun hal itu hanyalah mitos belaka. Ada beberapa faktor yang membuat ukuran payudara membesar, namun payudara sering diremas bukanlah salah satu faktor tersebut.

Meremas payudara memang dapat membuat payudara mengencang dan membesar, tapi sifatnya hanyalah sementara. Hal itu merupakan bentuk respons tubuh dari rangsangan luar.

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi ukuran payudara adalah seperti kehamilan hingga mengkonsumsi obat tertentu. Hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa payudara sering diremas dapat membesar secara permanen.

Faktor yang Mempengaruhi Ukuran Payudara Wanita

Terdapat sejumlah hal yang bisa mempengaruhi ukuran payudara wanita. Berikut sejumlah hal yang menjadi faktor ukuran dari payudara:

  • Genetik

Genetik yang diwariskan oleh orang tua dapat mempengaruhi sejumlah hal pada tubuh seseorang. Ukuran payudara dapat menurun dari orang tua kepada anaknya atau keturunan berikutnya.

  • Kehamilan

Saat dalam masa kehamilan, wanita mengalami perubahan hormon yang membuat tertahannya volume air dan darah pada payudara. Hal ini membuat ukuran payudara membesar dari sebelum kehamilan.

Dalam masa 9 bulan kehamilan, tubuh wanita sedang bersiap untuk menyusui dan juga menjadi faktor ukuran payudara lebih besar.

  • Menyusui

Saat menyusui, payudara seorang wanita akan berubah-ubah dan tergantung pada ASI yang dihasilkan. Cara memberikan ASI juga akan berpengaruh pada ukuran payudara, baik diberikan secara langsung atau diperah.

  • Menstruasi

Ketika dalam masa menstruasi, hormon estrogen pada tubuh wanita akan meningkat dan puncaknya adalah pada 14 hari dalam siklus menstruasi. Hal ini membuat payudara lebih sensitif dan berpengaruh terhadap kelenjar di payudara sehingga payudara terasa lebih lunak dan membengkak.

  • Kontrasepsi

Jika Anda menggunakan alat kontrasepsi, hal tersebut juga akan memiliki dampak pada ukuran payudara. Hormon estrogen dan progesteron saat menjalani kontrasepsi dapat menyebabkan edema atau retensi air.

  • Rutinitas olahraga

Beberapa jenis olahraga yang Anda lakukan bisa memiliki dampak pada ukuran payudara. Jika Anda melakukan olahraga angkat beban, payudara juga akan mengalami perubahan karena otot juga lebih membesar. Namun hal ini tidak benar-benar membuat payudara lebih besar, hanya saja penampakannya yang lebih besar.

  • Kenaikan berat badan

Payudara adalah bagian tubuh yang kompleks dan terdapat saraf penghubung, kelenjar payudara, dan jaringan lemak. Ketika Anda mengalami penurunan berat badan, maka ukuran payudara juga akan mengikuti penurunan karena lemak pada payudara juga berkurang dan begitupun sebaliknya. Hal ini juga akan tampak ketika perubahan berat badan terjadi secara drastis.

  • Pertumbuhan jaringan abnormal

Selain lemak, pada payudara juga terdapat jaringan fibrosa. Ketika terdapat pertumbuhan abnormal jaringan fibrosis akan membuat ukuran payudara membesar.

Jika seorang wanita memiliki kista di payudara juga akan mempengaruhi ukuran payudaranya. Namun, ini sebenarnya adalah benjolan bulat yang berisi cairan atau benda padat. Pertumbuhan kista dapat terjadi pada wanita dengan usia berapa pun, namun umumnya lebih sering dialami oleh wanita di usia 40 tahun ke atas.

  • Usia

Pertumbuhan usia juga akan mengubah ukuran payudara. Hal ini karena pertumbuhan usia akan membuat perubahan hormon pada wanita.

Banyak hal yang dapat membuat payudara membesar, namun faktor payudara sering diremas adalah mitos. Apapun ukuran payudara Anda, seharusnya ini tidaklah menjadi masalah selagi Anda memiliki payudara yang sehat. Namun jika ukuran payudara berubah secara mendadak, Anda perlu mewaspadainya dan berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Lecet Pada Puting? Penyebab dan Perawatan Payudara

Puting yang lecet, atau dikenal dengan istilah cracked nipples, biasanya terjadi akibat gesekan saat olahraga atau karena menyusui buah hati. Puting yang lecet ditunjukkan dengan tanda-tanda kemerahan, iritasi, dan kulit yang berkerak atau berkeropeng di sekitar puting. Menggunakan krim yang lembut dan menghindari sabun keras, zat kimia, dan pakaian yang ketat dapat membantu mencegah lecet pada puting dan sebagai bentuk perawatan payudara. Diperkirakan sekitar 38 persen orang-orang yang memiliki masalah dengan menyusui memiliki puting yang lecet. Hal ini dapat membuat menyusui menjadi hal yang sangat tidak nyaman dan menyakitkan. Artikel ini akan membahas mengapa puting payudara bisa lecet dan bagaimana cara merawatnya. 

Penyebab

Puting yang lecet biasanya terjadi akibat trauma pada daerah tersebut. Kondisi ini dapat memengaruhi baik pria maupun wanita, dan biasanya terjadi akibat gesekan pada pakaian atau kerusakan jaringan akibat luka atau pukulan. Pada saat menyusui, puting yang lecet dapat disebabkan karena cara bayi menyusu, tidak menemukan posisi yang optimal saat menyusui bayi, tidak menemukan teknik yang ideal saat menyusui, dan menggunakan pompa payudara/ASI, terutama apabila penghubung jalur pipa pompa terlalu kecil. Jika terjadi, segera lakukan perawatan payudara. 

Puting yang lecet biasanya terjadi pada bulan pertama pasca kelahiran. Saat bayi belajar menyusu, mereka akan membutuhkan usaha dan waktu lebih untuk “mengaitkan” mulut ke payudara. Gesekan dapat mengiritasi dan membuat puting sensitif. Puting payudara juga dapat menjadi kering, yang kemudian rentan akan lecet dan dalam kasus tertentu dapat berdarah. Menggunakan botol untuk menyusui bayi sebelum menyusu ASI juga dapat meningkatkan risiko puting yang lecet. Ini karena bayi akan menggunakan teknik menyusu yang berbeda saat menggunakan botol dan menyusu langsung dari payudara. Apabila bayi sering menggunakan botol, risiko truma puting akan lebih besar. 

Perawatan payudara

Sebagai bentuk perawatan payudara dengan puting yang lecet, Anda bisa melakukan cara tersebut di bawah ini, seperti:

Memiliki waktu yang cukup agar puting sembuh dan pulih serta menemukan cara yang tepat bagaimana bayi menyusu payudara juga dapat menjadi bentuk perawatan payudara dengan puting yang lecet. 

Seorang konsultan laktasi dapat membantu orang-orang yang kesulitan dengan menyusui untuk mengidentifikasi cara yang tepat dalam memberi bayi ASI. Hal ini dapat meningkatkan kenyamanan dan mengurangi trauma puting yang dapat menyebabkan puting lecet. Beberapa contoh evaluasi tersebut meliputi bagaimana bayi menyusu, posisi bayi, posisi ibu, dan tampilan puting setelah bayi menyusu. Rasa tidak nyaman pada puting merupakan hal yang wajar terutama bagi ibu yang baru pertama kali menyusui. Lakukan perawatan payudara yang disebutkan di atas untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan puting yang lecet akibat menyusui. 

Ciri-ciri Benjolan Pada Payudara yang Jadi Tanda Kanker

Mengetahui bentuk dan kondisi payudara dalam keadaan normal merupakan salah satu cara mengantisipasi gangguan tertentu yang muncul pada area tersebut. Termasuk yang paling membahayakan adalah kanker payudara, pada umumnya kondisi ini bisa dikenali dengan salah satu ciri yakni adanya benjolan payudara dalam area tersebut.

Benjolan pada payudara merupakan ciri kanker payudara yang paling umum dan bisa dikenali oleh para perempuan. Meski demikian, tidak semua benjolan merupakan tanda kanker payudara, sehingga perempuan harus bisa membedakan letak benjolan normal pada payudara dengan benjolan yang menandakan gangguan.

Benjolan Payudara Akibat Kanker

Gejala dari kanker payudara yang paling umum terjadi adalah munculnya benjolan, ini menjadi ciri yang khas dan mudah dikenali. Apabila seorang perempuan merasa memiliki benjolan di area payudara, segera periksakan kondisi tersebut ke dokter atau bisa terlebih dahulu mencocokkan kondisi itu dengan ciri benjolan karena kanker, seperti berikut ini.

  • Keras jika dipegang.
  • Biasanya tidak bisa digerakkan atau ditekan.
  • Bentuknya tidak teratur dan ukurannya beragam.
  • Paling sering muncul di dekat ketiak.
  • Tidak selalu menimbulkan rasa sakit.
  • Berwarna kemerahan dan teksturnya menyerupai kulit jeruk.

Pemeriksaan payudara merupakan hal yang perlu dilakukan secara rutin dalam setiap bulannya, langkah ini penting dilakukan sebagai deteksi dini kanker payudara. Waktu yang paling baik untuk melakukan pemeriksaan payudara ini adalah tujuh hingga sepuluh hari setelah perempuan mengalami masa menstruasi, berikut ini caranya.

  • Berdiri Tegak

Lakukan pemeriksaan bentuk dan permukaan kulit payudara dan lihat apabila terdapat perubahan dari kondisi yang biasa.

  • Angkat Dua Lengan ke Atas

Tekuk kedua siku dan posisikan kedua tangan di belakang kepala, dorong siku ke arah depan dan perhatikan jika ada perubahan pada payudara, lalu dorong siku ke arah belakang sembari perhatikan bentuknya.

  • Letakkan Tangan di Pinggang

Kemudian condongkan bahu ke depan hingga payudara berada pada posisi menggantung, setelah itu dorong kedua siku ke depan dan kencangkan otot dada.

  • Angkat Lengan Kiri ke Atas

Sampai tangan kiri bisa menyentuh bagian atas punggung, lalu raba dan tekan area payudara hingga area ketiak menggunakan ujung jari kanan. Periksa payudara dengan gerakan memutar dan urus dari arah tepi payudara ke puting.

  • Cubit Puting

Sembari mencubit kedua puting bisa cermati cairan yang keluar dari puting, jika ada segera periksa dan konsultasikan ke dokter.

  • Pakai Bantal

Letakkan bantal dibawah pundak kanan dalam posisi tidur, lalu angkat lengan kanan dan kiri secara bergantian dan periksa payudara secara menyeluruh seperti di atas.

Gejala Kanker Payudara

Selain munculnya benjolan payudara, kanker payudara memiliki beberapa gejala yang sering terjadi dan dialami perempuan. Kebanyakan perempuan mungkin hanya mengetahui gejala kanker payudar adalah munculnya benjolan, meskipun ada berbagai gejala lain yang menandai kemunculan kanker payudara, seperti berikut ini.

  • Perubahan kulit payudara, bisa berlubang-lubang seperti kulit jeruk dan teksturnya berubah hingga merasa gatal.
  • Keluarnya cairan berwarna dari puting, munculnya luka mirip eksim yang tak kunjung sembuh pada puting yang menyebabkan munculnya cairan ener atau kental.
  • Membengkaknya kelenjar getah bening, sel kanker bisa berpindah dan menyebar ke kelenjar getah bening. Kelenjar ini merupakan sekumpulan jaringan sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan mikroorganisme asing, termasuk kanker.
  • Payudara berat sebelah antara kiri dan kanan memiliki ukuran dan bentuk yang tidak sama persis, kondisi ini bisa membuat payudara membengkak.