Atasi Efek Samping Pemasangan IUD RSIA Citra Ananda

Pemasangan IUD RSIA Citra Ananda memiliki manfaat dan kekurangannya tersendiri. Adapun manfaat penggunaan KB jenis ini di antaranya adalah tingkat keefektivan, lama penggunaan, kenyamanan (IUD tidak membutuhkan persiapan khusus sebelum sex), dapat digunakan saat Anda sedang menyusui anak, mudah dilepas apabila Anda ingin hamil, dan tidak mahal. Akan tetapi, sama dengan metode KB lainnya, pemasangan IUD juga memiliki kekurangannya tersendiri. 

Pemasangan IUD di RSIA Citra Ananda atau di rumah sakit lainnya memiliki kekurangan. IUD tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual (STI), proses pemasangan dapat menyakitkan, dan IUD seperti ParaGard dapat membuat haid lebih besar dan kram menstruasi berubah menjadi lebih parah. Di sisi lain, IUD seperti Skyla, Liletta, dan Mirena dapat menyebabkan haid menjadi tidak teratur. 

Adapula risiko infeksi ketika Anda menggunakan IUD. Riisko ini paling tinggi terjadi pada saat pemasangan. Anda tidak boleh mendapatkan pemasangan IUD jika Anda memiliki penyakit seksual menular. Selain itu, IUD tidak direkomendasikan dipasang pada wanita yang mungkin sedang hamil, memiliki kanker serviks yang tidak dirawat, menderita kanker uterine, memiliki pendarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan, dan memiliki beberapa pasangan sex (meningkatnya risiko STI). ParaGard tidak direkomendasikan untuk wanita yang memiliki atau mungkin alergi terhadap tembaga, atau wanita yang memiliki penyakit Wilson. Dalam kasus yang langka, IUD dapat menusuk dinding rahim. Jika kehamilan terjadi dengan IUD masih berada di dalam tubuh, ada peningkatan risiko kehamilan. Mirena, Liletta, dan juga Skyla tidak direkomendasikan untuk wanita yang memiliki penyakit hati parah, atau wanita yang memiliki atau berisiko tinggi menderita kanker payudara. Karena ada risiko kecil infeksi ketika dokter memasukkan IUD, dokter akan melakukan tes STI terlebih dahulu. 

Pemasangan IUD dapat menyakitkan, namun hal ini tergantung pada toleransi Anda terhadap rasa sakit, posisi serviks, dan lain-lain. Untungnya, tidak ada cara pasti untuk tahu hingga pemasangan IUD di RSIA Citra Ananda dilakukan. Dalam banyak kasus, pemasangan IUD hanya akan berlangsung selama beberapa menit saja. Namun ada baiknya Anda tidak melakukan aktivitas keras apapun setelahnya. Beberapa wanita mengalami kram setelah IUD dipasang. Untuk rasa nyaman yang ekstra, pakailah pakaian yang paling nyaman. Dokter juga biasanya akan merekomendasikan konsumsi 800 mg ibuprofen satu jam sebelumnya. Namun, dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan sesuatu yang lebih kuat. Beberapa wanita juga akan mengalami sedikit pendarahan setelah IUD dipasang. Untuk mengatasi hal ini, perawat akan memberikan beberapa pads setelah pemasangan IUD dilakukan. 

Merupakan hal yang normal apabila Anda tidak dapat merasakan benang IUD. Namun, tidak adanya benang IUD bukan berarti IUD Anda terlepas di dalam rahim. Terkadang, benang akan melunak dan menggulung dibelakang serviks. Jika Anda khawatir seputar hal ini, kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan guna memastikan IUD tidak terlepas. Meskipun jarang dijumpai, IUD dapat terlepas pada beberapa bula pertama pemasangan. 

Sangat langka terjadi IUD akan terlepas dan keluar dari dalam tubuh. Jika IUD bergerak, biasanya hal alat tersebut akan berada pada serviks bagian bawah, menyebabkan rasa nyeri yang tidak dapat diacuhkan. IUD berisiko terlepas pada tiga bulan pertama sejak pemasangan IUD di RSIA Citra Ananda dilakukan. Oleh karena itu sangat penting untuk memeriksa benang IUD dan memastikan IUD berada di tempatnya. Sekitar 12 dari 100 yang mendapatkan IUD hormonal juga akan mengembangkan setidaknya satu kista ovarium, dan sering wanita tersebut tidak menyadarinya. Kista biasanya akan hilang setelah satu atau dua bulan tanpa meninggalkan jejak apapun, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan hal ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *