Apa Itu Meningitis Pada Anak dan Bagaimana Cara Penanganannya?

konsep sakit kepala anak. asia perempuan anak tangan di kepalanya dengan bintik merah sebagai penyakit otak - meningitis kid potret stok, foto, & gambar bebas royalti

“Berbagai macam jenis penyakit yang bisa menyerang orang dewasa hingga anak-anak, salah satunya meningitis. Ketahui serba-serbi meningitis pada anak mulai dari pengertian hingga perawatan  sesuai dengan jenis meningitis yang dialaminya.”

Anak-anak adalah fase di mana ia akan banyak mengeskplor hal-hal yang baru untuknya. Namun, tak jarang juga akibat dari itu anak menjadi terkena penyakit. Oleh karena itu, ketika anak Anda mengeluhkan suatu hal, Anda harus dengan sigap dan waspada atas gejala yang timbul pada anak Anda.

Mungkin Anda sering mendengar bahwa meningitis terjadi pada orang dewasa, padahal penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga bayi sekalipun. Maka, penting bagi orang tua mengetahui meningitis pada anak.

Apa itu meningitis pada anak?

Meningitis adalah kondisi di mana selaput tipis yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang (meningen) mengalami peradangan atau pembengkakan. 

Radang di selaput otak ini bisa membahayakan, apalagi bila terjadi pada anak-anak. Sebab, beberapa jenis meningitis bisa mengancam nyawa jika selama 24 – 48 jam setelah terinfeksi tidak ditangani segera mungkin.

Apa penyebab meningitis pada anak?

Meningitis pada anak paling sering terjadi karena virus dan bakteri yang bisa tertular dari manapun. Jamur dan parasit juga bisa menyebabkan meningitis pada anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Ketika terjangkit, maka virus dan bakteri ini akan masuk ke dalam cairan tulang bekalang serebral (CSF) yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang.

Meningitis yang disebabkan oleh virus biasanya lebih umum dan tidak terlalu parah. Sedangkan meningitis bakterial bisa menjadi parah dan menyebabkan komplikasi jangka panjang hingga kematian.

Virus yang dapat menyebabkan meningitis di antaranya, poliovirus, virus mumps, virus flu, dan juga virus West Nile.

Bakteri yang bisa menyebabkan meningitis antara lain, streptococcus E.coli, Haemophilus influenzae type B (Hib), dan bakteri yang menyebabkan pneumonia. Selain itu, bakteri sifilis, TBC, dan Lyme juga bisa menyebabkan meningitis. 

Risiko meningitis pada anak

Seorang anak akan lebih berisiko terkena meningitis jika ia mengalami infeksi yang disebabkan oleh jamur, virus, atau bakteri. Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh rendah akan memiliki risiko yang lebih besar terinfeksi penyakit ini.

Risiko tertular meningitis pada anak

Pada awalnya mungkin anak Anda tidak memiliki gejala sama sekali, tetapi ia bisa membawa organisme tersebut di hidung dan tenggorokannya. Meningitis pada anak bisa jadi disebarkan oleh:

  • Melakukan kontak dengan seseorang yang membawa infeksi.
  • Menyentuh benda yang terinfeksi, seperti gagang pintu, pegangan tangga, dan tempat lainnya yang kemudian anak Anda memegang mulut, mata, atau hidung sehingga masuk ke dalam tubuh.
  • Tetesan dari bersin, percakapan, atau ketika anak Anda dicium oleh orang lain.

Jika anak Anda terinfeksi, maka akan dimulai pada saluran pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan pilek, infeksi sinus, atau juga infeksi telinga. Selanjutnya virus atau bakteri akan masuk ke aliran darah dan mencapai meningen.

Diagnosis meningitis pada anak

Pada awalnya, dokter akan menanyakan tentang gejala dan riwayat kesehatan anak, dan riwayat kesehatan keluarga Anda. Selanjutnya, dokter akan memberikan pemeriksaan fisik dan menjalankan tes, seperti:

  • Lumbar puncture (spinal tap), dengan cara menempatkan jarum di punggung bawah, masuk ke dalam kanal tulang belakang, yakni area sumsum tulang belakang. Tekanan di area ini akan diukur dan mengeluarkan sedikit cairan CSF untuk dilakukan pengujian.
  • Tes darah, membantu mendiagnosis infeksi yang menyebabkan meningitis.
  • CT-Scan atau MRI, tes yang menunjukkan gambar otak. CT scan terkadang dilakukan untuk mencari kondisi lain yang menyebabkan gejala menyerupai meningitis. Sedangkan MRI menunjukkan perubahan inflamasi pada meningen.
  • Swab hidung, tenggorokan atau dubur, untuk mendiagnosis virus yang menyebabkan meningitis. 

Perawatan meningitis pada anak

Pengobatan yang dilakukan oleh dokter akan berbeda pada tiap anak, tergantung dengan gejala, usia, dan kondisi kesehatan anak. Pengobatan juga dilakukan sesuai dengan penyebab meningitis itu sendiri.

  • Meningitis bakteri

Perawatan harus dimulai secepat mungkin. Biasanya akan diberikan antibiotik terlebih dahulu untuk membunuh bakteri. Selanjutnya akan diberikan obat yang mengurangi peradangan dan mengurangi tekanan pada otak.

  • Meningitis virus

Jika anak mengalami meningitis virus, umumnya ia akan sembuh dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus, pengobatan tetap diperlukan untuk meringankan gejala. Tidak ada obat secara khusus yang menangani meningitis virus, kecuali jika virus itu disebabkan oleh herpes, maka akan diberikan anti-herpes.

Meningitis virus yang terjadi pada anak yang memiliki sistem imun lemah juga memungkinkan untuk dilakukan perawatan di rumah sakit.

  • Meningitis jamur

Anak Anda nantinya akan diberikan obat antijamur.

  • Meningitis tuberkulosis (TB)

Apabila meningitis pada anak disebabkan oleh ini, maka dirawat dengan pengobatan selama 1 tahun. Perawatan dilakukan dengan beberapa obat pada awal hingga waktu perawatan selesai.

Jadi, itulah yang perlu Anda ketahui tentang meningitis pada anak. Tidak ada salahnya untuk langsung mengonsultasikan dengan dokter apabila anak mengeluh mengalami sakit kepala. Sebab, jika meningitis terlambat ditangani akan berakibat fatal pada anak, terutama pada meningitis bakteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *