Tips Mencegah Penularan Herpes pada Anak

Tips Mencegah Penularan Herpes pada Anak

Salah apabila Anda berpikiran bahwa penyakit herpes hanya bisa menimpa orang dewasa. Nyatanya, herpes pada anak merupakan salah satu penyakit kulit yang kerap menyerang anak-anak dengan usia 0-5 tahun. Bahkan bayi berumur 0-6 bulan terbilang menjadi kalangan yang paling rentan terkena penyakit kulit ini. 

Ketika buah hati Anda tertular herpes pada anak, gejala awal yang terlihat adalah munculnya ruam atau lepuhan di sekitar mulut. Lepuhan yang mengeluarkan cairan tersebut nantinya dapat merambat ke bagian tubuh lain. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex tipe 1 ini sejatinya dapat sembuh sendiri. Akan tetapi, bersiaplah menghadapi tangisan dan jeritan anak maupun bayi Anda sebab merasa tidak nyaman dengan kondisi penyakit tersebut.

Sebelum Anda bingung dan tidak tega melihat anak Anda yang kesakitan akibat penyakit herpes, sebaiknya Anda mempersiapkan pencegahan agar virus herpes simplex tidak menyerang buah hati Anda. Berikut ini adalah beberapa tips sederhana yang dapat Anda lakukan guna meminimalkan risiko penularan herpes pada anak

  1. Mengajari Rajin Cuci Tangan 

Cuci tangan menjadi jalan terbaik untuk menghindari berbagai infeksi virus, tidak terkecuali virus yang menyebabkan herpes pada anak. Ajari anak Anda untuk selalu mencuci tangan tiap kali habis memegang suatu benda ataupun ketika hendak menyentuh wajah. Cuci tangan dengan sabun antibakteri lebih disarankan. Jika Anda anak masih bayi, rajin-rajinlah menyeka tangan mereka dengan kasa steril ataupun tisu basah yang memang direkomendasikan untuk bayi.

  1. Hindari Ciuman

Menghindarkan anak Anda dari ciuman orang lain bukan sekadar bertujuan mempertahankan privasi anak. Lebih daripada itu, ketika anak menghindari ciuman, artinya kemungkinan tertular berbagai virus pun bisa diantisipasi. Anda tidak akan tahu orang mana yang dapat menyebarkan virus herpes pada anak. Karena itu, lebih bijak apabila Anda meminta tidak sembarangan orang boleh mencium anak Anda. Jikapun yang hendak mencium adalah kerabat dekat, pastikan orang tersebut telah mencuci muka dan mulut terlebih dahulu. 

  1. Jangan Bertukar Peralatan Makan 

Virus herpes simplex 1 bisa menularkan herpes pada anak dari mana saja. Tidak hanya lewat sentuhan langsung atau ciuman, virus ini bahkan bisa menularkan infeksinya lewat peralatan makan! Virus akan mudah menyebar apabila satu peralatan makan digunakan oleh banyak orang. Jadi, pastikan tempat makan anak Anda eksklusif. Jangan sampai tempat makan anak dipakai oleh orang lain. Jangan pula Anda membiarkan anak Anda mengonsumsi makanan dari piring ataupun gelas orang lain. 

  1. Tidak Berbagi Perlengkapan Mandi 

Selain peralatan makan, perlengkapan mandi pun harus menjadi barang eksklusif anak Anda. Tujuannya simpel, yakni agar tidak terjadi pertukaran virus ataupun bakteri apabila peralatan mandi anak dipakai oleh orang lain. Utamanya peralatan mandi anak yang tidak boleh dibagi ke orang lain, antara lain sikat gigi, sabun, dan handuk. Apakah tidak boleh berbagi juga dengan orang tua? Jawabannya., iya. Ini karena Anda tidak tahu apakah Anda membawa virus herpes tersebut di tubuh Anda atau tidak. 

  1. Menjaga Imunitas 

Terdengar klise, namun melakukan kebiasaan rutin yang bisa menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh dapat mencegah paparan virus herpes pada anak. Perhatikan konsumsi makanan anak agar kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi. Jangan lupa ajak anak berolahraga santai sekaligus memastikan ia cukup beristirahat. Dengan demikian, imunitas tubuhnya akan terjaga sehingga walaupun terpapar virus herpes simplex tipe 1, virus tersebut tidak akan mampu menginfeksi dan menimbulkan gejala herpes. 

*** 

Jika buah hati Anda terlanjur terkena virus herpes pada anak, jangan panik berlebihan. Tetap lakukan kebiasaan mencuci tangan dan memisahkan peralatan makan ataupun mandi. Apabila gejalanya cukup berat, datanglah ke dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *