Sifat Pesimis Pengaruhi Pola Pikir, Hati-Hati pada Resikonya

Sifat Pesimis Pengaruhi Pola Pikir, Hati-Hati pada Resikonya

Seringkali, sifat pesimis dianggap sebagai suatu sikap yang negatif. Ketika Anda bersikap pesimis terus menerus, pola pikir Anda pun akan ikut terpengaruhi menjadi lebih negatif. 

Pesimis merupakan sikap yang memandang segala sesuatunya salah, atau menganggap suatu keinginan atau tujuan tidak akan terpenuhi. Terkadang, sifat pesimis ini juga dianggap oleh sebagian orang sebagai suatu sifat yang realistis.

Pengaruh sifat pesimis terhadap pola pikir

Pola pikir Anda akan banyak dipengaruhi oleh pandangan Anda terhadap hidup. Orang yang pesimis akan meremehkan hal-hal positif dan membesarkan hal-hal negatif. Ketika mengalami kejadian baik pun, mereka akan lebih berfokus pada hal  negatif yang terjadi.

Meskipun pesimis dianggap negatif, sebenarnya pesimis juga bisa membentuk pola pikir Anda menjadi pribadi yang lebih realistis. Artinya, Anda tidak akan terlalu menaruh harapan besar pada sesuatu, sehingga kemungkinan untuk merasa kecewa pun lebih kecil.

Tidak jarang, orang-orang yang optimis merasa terkejut ketika sesuatu yang mereka harapkan tidak terwujud. Hal ini tidak akan terjadi orang yang pesimis.

Akan tetapi, pesimis juga tidak terlalu baik bila terus dipertahankan untuk jangka panjang. Karena, sifat pesimis akan membuat pola pikir Anda menjadi lebih lemah, berkutat pada masalah di masa lalu, dan tidak bisa mempersiapkan masa depan dengan matang. 

Ketika berhadapan dengan masalah, orang pesimis cenderung sulit memikirkan solusi positif untuk menyelesaikannya.

Resiko memiliki sifat pesimis

Menjadi realistis merupakan salah satu manfaat dari pesimis. Akan tetapi, ada lebih banyak resiko yang terjadi ketika Anda terus memelihara sikap pesimis. Resiko tersebut berupa:

  • Depresi dan kecemasan

Memikirkan hal-hal negatif dalam waktu lama akan mengakibatkan depresi serta gangguan kecemasan. Kedua masalah psikologis ini bisa terjadi ketika Anda terus mengkhawatirkan sesuatu dan terus memikirkan skenario terburuk dari suatu kemungkinan.

Karena khawatir terus menerus, suasana hati Anda pun akan menjadi buruk. Anda cenderung merasa tidak percaya diri dan memiliki pikiran negatif. Hal inilah yang akan membawa Anda pada gejala depresi. 

  • Mudah merasa stres

Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian buruk atau menyedihkan. Pada orang pesimis, kejadian buruk ini akan terasa sangat berat dan sangat sulit untuk dihadapi.

Hal ini terjadi karena orang pesimis mudah merasa stres dan tidak bisa menghadapinya dengan pikiran positif. Penelitian telah membuktikan bahwa sikap pesimis memiliki hubungan erat dengan stres yang terjadi pada orang dewasa.

Selain itu, karena terus menerus pesimis, Anda berpotensi kurang merasa puas dengan hidup Anda. Karena Anda akan terus melihat masa lalu sebagai suatu penyesalan. 

  • Memperburuk kesehatan

Kesehatan fisik Anda dipengaruhi juga oleh kesehatan mental Anda. Ketika Anda memiliki pikiran buruk karena pesimis, kesehatan emosional Anda pun akan terganggu.

Kondisi emosional yang tidak sehat akan memicu kesehatan fisik yang tidak sehat pula. Menurut penelitian, kesehatan buruk karena pesimis lebih sering terjadi pada wanita. 

Hal ini terjadi karena wanita memiliki kecenderungan lebih besar untuk merenung terus menerus. Merenung merupakan salah satu komponen pola pikir pesimis. 

Untuk meminimalisir resiko buruk dari sikap pesimis, cobalah untuk mengganti pola pikir negatif dengan pikiran yang lebih positif. Namun, terlalu positif juga bisa membuat Anda sulit memandang kehidupan dengan realistis.

Akan lebih baik kalau Anda bisa memiliki pola pikir yang seimbang, dengan menggabungkan sifat pesimis dengan sifat optimis.

Cek Kesehatan Jiwamu dengan Hal-Hal Ini

tes kesehatan jiwa tidak sesederhana memilih satu jawaban dari kuis-kuis yang beredar di internet

Seringkali kesehatan jiwa disepelekan dan bahkan dilupakan oleh kebanyakan orang yang sudah sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Padahal, kesehatan jiwa sangat penting untuk diperhatikan seperti kesehatan fisik. Jiwa yang terganggu bisa menyebabkan rendahnya kualitas hidup hingga berdampak pada kesehatan tubuh, untuk itu seseorang perlu melakukan tes kesehatan jiwa.

Kesehatan jiwa adalah kondisi emosi, psikologi dan sosial yang seimbang dalam tubuh seseorang dan memengaruhi bagaimana perasaan, cara berpikir dan bagaimana seseorang tersebut bertahan hidup di tengah masyarakat. Kesehatan jiwa sangat berpengaruh pada proses pengambilan keputusan hingga bagaimana orang memilih cara mengatasi stres yang melanda.

Cara Tes Kesehatan Jiwa

Melalui berbagai penelitian dan studi yang dilakukan secara berkelanjutan, gangguan jiwa bisa diidentifikasi lewat beberapa gejala awal sehingga mampu dicegah dan ditangani secara tepat sebelum memburuk. Tes untuk gangguan jiwa juga menjadi sesuatu yang tidak perlu dianggap tabu, karena kesehatan mental sama penting dengan kesehatan fisik.

  • Emosi

Tekanan yang dialami seseorang biasanya mampu menimbulkan perasaan sedih atau semacamnya, rasa ini muncul secara spontan atau tiba-tiba tanpa sebab yang jelas selama kurang lebih dua minggu. Kondisi ini sudah termasuk sebagai kecenderungan depresi dan bisa bersifat ringan hingga sedang.

Orang yang mengalami kondisi ini juga bisa mengalami perubahan suasana hati secara cepat hingga mudah merasa tersinggung. Perhatikan dengan jelas perubahan emosi yang muncul dengan cepat dan terjadi dalam jangka waktu pendek. Seperti misalnya, sedih lalu marah pada keesokan harinya, setelah itu berubah menjadi senang tanpa alasan.

  • Fisik

Melakukan cek kesehatan jiwa juga bisa dilakukan dengan melihat kondisi fisik, gejala awal biasanya adalah merasa lelah dan lemas terus menerus. Kemudian, muncul perubahan berat badan yang drastis, bisa naik atau turun. Selain itu terdapat juga perubahan pada penampilan, misalnya munculnya jerawat karena jarang merawat diri.

Seseorang yang mengalami tekanan mental biasanya akan menghadapi gangguan pola tidur dan makan yang ekstrem. Bisa seperti merasa ingin tidur secara terus menerus atau sulit memulai dan mempertahankan tidur. Kondisi ini biasanya juga disertai dengan keadaan jantung berdebar, mual, sakit kepala dan keringat berlebih.

  • Perilaku

Untuk melakukan tes terhadap kesehatan jiwa, indikator selanjutnya yang harus diperhatikan adalah perilaku. Perubahan perilaku seseorang pada umumnya menjadi salah satu tanda gangguan mental yang paling mudah untuk dikenali, perilaku yang muncul pun cenderung tidak terpaku pada satu hal tetapi terdapat beberapa macam.

Contoh yang bisa disebutkan misalnya seperti seseorang dengan perubahan perilaku yang terlihat menarik diri dari keramaian, kemudian mengabaikan kewajiban dan paling mengkhawatirkan adalah melakukan penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol.

  • Psikologi

Seseorang dengan gangguan jiwa bisa juga dapat menunjukkan gangguan psikologis yang bermacam-macam dan bahkan memburuk seiring waktu. Tanda psikologinya antara lain munculnya rasa pesimis, bersikap negatif terhadap orang lain dan kehidupan, kerap menyalahkan diri sendiri, merasa menyesal dan munculnya keinginan untuk bunuh diri.

Selain itu, orang dengan gangguan jiwa juga bisa mengalami penurunan kemampuan daya ingat, sulit berkonsentrasi dan munculnya kekhawatiran secara berlebihan. Apabila kondisi ini dibiarkan secara terus menerus tanpa penanganan, maka permasalahan psikologis ini bisa berujung pada kasus kejahatan.

Sedikit penjelasan di atas merupakan beberapa indikator yang digunakan pada tes kesehatan jiwa terhadap seseorang. Jika mengalami gejala dengan kecenderungan gangguan jiwa seperti di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan berkonsultasi agar segera mendapat penanganan yang tepat.