Perlindungan Karyawan Melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja

program jaminan kecelakaan kerja

Tiap pekerjaan tentunya mempunyai risiko, baik ketika sedang bekerja maupun sebelum dan setelah melakukan pekerjaan. Tingkat risiko yang dapat dialami pun berbeda-beda, sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Untuk menjamin kesejahteraan pekerja dari risiko yang menghantui, pemerintah memiliki beberapa program dan salah satunya adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Bagi sebagian pekerja mungkin belum tahu bagaimana cara daftar program Jaminan Kecelakaan Kerja. Atau bahkan bagi sebagian lainnya belum mengetahui apa itu program Jaminan Kecelakaan Kerja.

Lalu, Apa itu program Jaminan Kecelakaan Kerja?

Jaminan Kecelakaan Kerja adalah program dari pemerintah yang mana program ini memberikan perlindungan bagi kesehatan pekerja apabila mengalami kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang terhitung dalam program ini adalah dari pekerja berangkat ke tempat kerja hingga pulang kembali ke rumah. Program ini juga menjamin kesehatan jika pekerja terkena infeksi penyakit karena pekerjaan yang dilakukan.

Untuk mendapatkan manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja, setiap pekerja harus terdaftar pada BPJS ketenagakerjaan dan membayar iuran tiap bulannya.

Pada program JKK, pekerja yang terdaftar disebut dengan peserta. Peserta pada program ini terbagi dua, yaitu peserta penerima upah (iuran dibayarkan oleh pemberi kerja yang dibayarkan) dan peserta bukan penerima upah. Bagi peserta yang termasuk penerima upah adalah dengan kriteria berikut:

  • Pekerja pada suatu perusahaan
  • Pekerja pada orang perseorangan
  • WNA yang bekerja di Indonesia dengan jangka waktu minimal 6 bulan

Kriteria peserta bukan penerima upah adalah:

  • Pemberi kerja
  • Pekerja mandiri atau di luar hubungan kerja
  • Pekerja yang tidak termasuk dalam pekerja mandiri yang bukan menerima upah atau pekerja informal

Manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Program Jaminan Kecelakaan Kerja dibuat untuk memberikan kesejahteraan bagi kesehatan pekerja di Indonesia yang terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan. Manfaat dari program JKK adalah sebagai berikut:

  1. Perlindungan atas risiko kecelakaan kerja bagi pekerja. Risiko kecelakaan dijamin dari perjalanan dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya, saat melakukan dinas kerja, dan penyakit yang disebabkan dari lingkungan pekerjaan.
  2. Pelayanan kesehatan tanpa batasan dan mendapatkan kebutuhan medis yang diperlukan sesuai dengan kondisi peserta.
  3. Peserta akan menerima santunan upah selama tidak bekerja. Rincian santunan upah adalah 100% pada 12 bulan pertama dan untuk bulan selanjutnya hingga sembuh akan mendapatkan santunan 50% dari total upah.
  4. Peserta akan mendapatkan santunan kematian yang disebabkan kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.
  5. Bantuan beasiswa pendidikan untuk 2 anak bagi peserta yang mengalami cacat total atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Bantuan diberikan dengan jumlah maksimal Rp. 174.000.000,00.
  6. Pendampingan bagi peserta yang mengalami kecacatan karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat lingkungan kerja. Pendampingan diberikan mulai dari peserta mendapatkan perawatan di rumah sakit hingga bekerja kembali.

Cara Daftar Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Bagi peserta penerima upah, pendaftaran program JKK dilakukan oleh oleh perusahaan. Perusahaan atau pemberi kerja selain penyelenggara negara menyerahkan formulir data diri pekerja beserta anggota keluarganya ke BPJS Ketenagakerjaan. Setelah berkas diterima, data-data akan diproses paling lama hingga 30 hari. Beberapa berkas yang harus dilengkapi pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi dan dokumen asli Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Fotokopi dan dokumen asli NPWP Perusahaan
  • Fotokopi dan dokumen asli Akta Perdagangan Perusahaan
  • Fotokopi KTP pekerja
  • Fotokopi KK pekerja
  • Pas foto pekerja

Jika Peserta bukan termasuk kategori penerima upah, calon peserta harus mendaftarkan diri sesuai dengan penahapan kepesertaan. Peserta akan mendapatkan manfaat dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja mulai 1 hari sejak nomor kepesertaan dikeluarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.