Jumpai Dokter Saraf ketika Alami Penyakit Saraf Ini

Jumpai Dokter Saraf ketika Alami Penyakit Saraf Ini

Jika pergi ke rumah sakit yang memiliki banyak poliklinik khusus dokter spesialis, klinik dokter saraf pasti penuh dengan antrean. Ini karena dokter spesialis ini dapat menangani berbagai keluhan terkait otot, sistem saraf, juga pembuluh darah. Pasien-pasien yang pada mulanya berobat ke dokter umum dengan keluhan pusing ataupun nyeri yang tidak berkesudahan pun umumnya akan langsung dirujuk ke dokter saraf. 

Sesuai namanya, saraf menjadi bagian utama penanganan yang dapat diberikan oleh dokter spesialis yang satu ini. Di samping dokter saraf juga tergolong ahli menangani berbagai masalah otot dan jaringan yang ada di sekitarnya. Berbagai penyakit serius yang berisiko kematian besar pun sangat mungkin ditangani oleh dokter saraf. 

Berikut ini adalah beberapa penyakit serius yang biasa ditangani oleh dokter saraf. Jika Anda memiliki gejala dari salah satu penyakit di bawah ini, tidak ada salahnya pula untuk segera membuat jadwal konsultasi ke dokter saraf yang terdekat dengan domisili Anda. 

  1. Stroke 

Tiap tahunnya terdapat sekitar 6 juta kematian di dunia yang disebabkan oleh stroke berikut komplikasinya. Stroke sendiri merupakan kondisi pasokan darah dan oksigen ke otak menjadi berkurang karena terjadi penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang mengarah ke organ vital ini. Banyak orang menyadari terkena penyakit ini setelah didiagnosis mengalami serangan stroke. Namun sebenarnya, gejala stroke bisa diantisipasi sedari dini. Kesemutan yang terus berulang, pandangan kabur, hingga pusing yang terus berkelanjutan sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter saraf untuk memastikan kondisi tersebut gejala stroke atau bukan.  

  1. Epilepsi 

Epilepsi menjadi penyakit saraf yang cukup banyak diidap di dunia. Menurut World Health Organization, ada sekitar 50 juta orang yang menderita penyakit saraf ini. Epilepsi merupakan kondisi gangguan sistem saraf pusat karena adanya aktivitas listrik di otak yang tidak normal. Penderita epilepsi umumnya akan sering mengalami kejang hingga kehilangan kesadaran. Anda mungkin tidak menyadari kondisi epilepsi apabila belum mendapat gejala kejang-kejang secara berulang. 

  1. Alzheimer 

Alzheimer merupakan penyakit gangguan memori otak yang membuat penderitanya mengalami penurunan hingga penghilangan daya ingat maupun daya pikir. Dalam tingkat yang parah, penderita penyakit ini dapat kehilangan kemampuan berbicara ataupun sekadar mengidentifikasi dirinya sendiri. Penyebab dari Alzheimer disinyalir karena endapan protein di otak yang menghalangi suplai nutrisi ke organ tersebut. WHO menyatakan, ada sekitar 24 juta penderita Alzheimer di seluruh dunia yang mesti melakukan pengobatan secara terus-menerus ke dokter saraf. 

  1. Parkinson

Jangan remehkan apabila Anda kerap mengalami tremor ringan ataupun tubuh yang terasa kaku. Bisa jadi, itu merupakan gejala parkinson. Ini merupakan penyakit saraf ketika seseorang tidak mampu mengoordinasikan gerakan tubuhnya akibat adanya fungsi otak yang terganggu. Tremor maupun kekakuan tubuh merujuk ke stadium awal penyakit ini. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, gejala parkinson bisa semakin parah dan dapat membuat Anda bahkan tidak mampu untuk duduk ataupun berdiri sekalipun. 

  1. Multiple Sclerosis 

Multiple sclerosis merupakan kondisi ketika saraf pada otak, mata, juga tulang belakang mengalami gangguan. Penderita dari penyakit saraf ini cenderung mengalami masalah dalam melihat maupun menggerakkan tubuh. Gejala awal dari penyakit ini umumnya sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya, seperti tangan dan kaki yang sering terasa kebas ataupun keseimbangan yang menurun.

*** 

Jangan remehkan gejala sakit yang tidak kunjung pulih. Bisa jadi pusing ataupun kesemutan yang Anda rasakan merupakan gejala awal penyakit saraf yang mesti ditangani serius oleh dokter saraf. Maka, berobatlah!