Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Injeksi Nyeri Steroid

Injeksi Nyeri

Gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis dan kondisi persendian seperti tendonitis mungkin tidak memiliki persamaan apapun. Akan tetapi, ada satu hal penting yang kedua kondisi ini miliki, yaitu keduanya dapat diobati dengan injeksi nyeri steroid. Gangguan autoimun dan kondisi otot dan persendian tertentu keduanya dapat menyebabkan peradangan, yang steroid dapat kurangi. Meskipun steroid tersedia dalam berbagai bentuk dan cara, injeksi sering menjadi bentuk perawatan yang terbaik. Artikel ini akan membahas seputar injeksi steroid, kondisi yang dirawat, dan efek samping apa saja yang dibawanya. 

Apa itu steroid?

Steroid yang Anda dapatkan lewat injeksi nyeri disebut corticosteroid. Steroid jenis ini berbeda dengan anabolic steroid yang digunakan untuk membangun otot. Corticosteroid adalah versi cortisol buatan manusia, sebuah hormon yang secara alami dibuat di kelenjar adrenal, yang berada di atas ginjal. Hormon tersebut akan membantu merespon terhadap stres di dalam tubuh akibat cedera atau penyakit dan mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh, yang membantu meringankan peradangan. Injeksi steroid dapat meningkatkan hormon anti-peradangan dan kekuatan menekan-kekebalan alami. 

Injeksi nyeri steroid digunakan untuk beberapa jenis penyakit, kondisi, dan cedera yang berbeda. Injeksi ini dapat digunakan untuk penyakit yang berhubungan dengan kekebalan seperti rheumatoid arthritis, penyakit radang usus, lupus, multiple sclerosis, dan alergi. Injeksi nyeri juga dapat digunakan untuk kondisi otot dan persendian, seperti osteoarthritis, encok, bursitis, tendinitis, nyeri sendi, plantar fasciitis, dan sciatica. 

Prosedur

Sebelum injeksi nyeri diberikan, Anda mungkin perlu berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu. Bicarakan dengan dokter seputar obat apa saja yang Anda konsumsi. Jangan buat perubahan apapun kecuali dokter memerintahkan hal tersebut. Injeksi nyeri steroid harus dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Saat Anda mengunjungi dokter, mereka akan menjelaskan seputar prosedur ini. Anda kemudian akan diminta untuk berbaring sehingga dokter memiliki akses pada daerah yang akan disuntik. 

Dokter kemudian akan menggunakan ultrasound untuk mencari tahu di mana tempat yang akan disuntik. Setelah mereka menemukan tempat yang tepat, mereka akan menyuntikkan campuran steroid dengan obat bius. Suntikan ini mungkin akan terasa sangat tidak nyaman, namun obat bius akan menunjukkan efeknya dengan cepat. Injeksi nyeri ini dapat diberikan di persendian, otot atau tendon, tulang belakang (epidural), dan bursae (kantung berisi cairan di antara tendon dan persendian). 

Anda perlu menjaga daerah yang mendapatkan suntikan bersih dan kering selama 24 jam. Daerah bekas suntikan dapat terasa nyeri selama beberapa hari. Anda bisa menggunakan kompres dingin pada daerah tersebut selama 10 menit. Tunggu setidaknya 24 jam sebelum menggunakan panas pada daerah bekas suntikan. Steroid juga dapat diberikan melalui pembuluh darah (intravena). Metode ini biasanya digunakan untuk gangguan autoimun. 

Injeksi nyeri steroid biasanya dapat bertahan selama satu atau dua bulan. Akan tetapi, injeksi dapat bertahan lebih lama, terutama apabila digunakan bersamaan dengan perawatan lain seperti terapi fisik. Injeksi untuk kondisi tertentu, misalnya nyeri persendian akut, dapat bertahan lebih lama. Sangat penting untuk membatasi injeksi nyeri steroid hanya tiga atau 4 kali dalam satu tahun. Injeksi yang terlalu sering dapat menyebabkan kulit dan tulang di sekitar daerah bekas suntikan menjadi lemah. Injeksi nyeri steroid juga memiliki beberapa potensi efek samping, seperti rasa nyeri di daerah bekas suntikan, lebam, wajah yang menjadi memerah selama beberapa jam, kulit yang pucat dan tipis di daerah bekas suntikan, insomnia atau gangguan tidur, gula darah tinggi selama beberapa hari apabila Anda menderita diabetes, nafsu makan yang meningkat, dan tekanan darah tinggi sementara.