Fakta-fakta Mengenai Hubungan Seksual Pranikah

Banyak pro kontra yang menyelimuti hubungan seksual pranikah. Sebagian pihak setuju dengan hubungan seksual tersebut karena merupakan bagian pengenalan pasangan secara dalam sebelum berkomitmen lebih jau. Sebagian pihak menentang karena menganggap hubungan seksual pranikah dapat menimbulkan risiko kehamilan hingga penularan penyakit infeksi sesual. Penentangan belum lagi dikaitkan dengan norma sosial dan agama.

Anda sendiri termasuk tim yang mana? Pihak yang setuju terkait hubungan seksual pranikah atau justru yang menentangnya? Apapun pandangan Anda, pasti ada alasan tersendiri mengenai pilihan Anda tersebut.

Daripada terus mempedebatkan baik tidaknya hubungan seksual pranikah, mengenali fakta mengenai hubungan seksual yang satu ini menjadi jauh lebih logis. Pasalnya, banyak fakta menarik yang dapat mengubah atau bahkan meneguhkan pendapat Anda untuk setuju atau tidak setuju mengenai hubungan seksual pranikah.

  1. Menikahi yang Belum Pernah

Didapati fakta bahwa ada kecenderungan orang yang sudah melakukan hubungan seksual  pranikah tidak menikah dengan pasangan seksnya tersebut. Kebanyakan lebih memilih menikah dengan orang lain yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Kondisi ini merata dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan.

  • Awal Putus Hubungan

Pernah bayangkan apa yang terjadi pada pasangan yang sudah melakukan hubungan seksual pranikah? Nyataya, banyak dari mereka yang memutuskan mengakhiri hubungan romansanya. Seks yang mereka lakukan sebelum menikah menjadi awal keputusan untuk mengakhiri hubungan yang sudah terjalin.

  • Lebih Cepat Puas

Orang-orang yang sebelum menikah sudah terlebih dahulu melakukan hubungan seksual cenderung menjadi lebih cepat mengalami orgasme tiap kali melakukan hubungan badan. Uniknya, kecepatan mencapai rasa puas tersebut baru terjadi ketika akhirnya mereka menikah dengan atau bukan dengan pasangan seksual sebelum menikah.

  • Seks Tak Menarik

Ada kecenderungan orang-orang yang sudah merasakan hubungan seksual pranikah merasakna kebosanan ketika melakukan hubungan seks ketika sudah menikah. Rasa bosan terjadi karena setelah menikah, hubungan seksual menjadi sesuatu yang kurang menarik. Tidak menariknya hubungan seksual pada saat menikah bahkan dapat terjadi, walaupun orang yang dinikahi bukanlah pasangan mereka saat melakukan hubungan seksual pranikah.

  • Menjadi Kurang Bahagia

Kondisi rumah tangga orang-orang yang sebelum menikah sudah melakukan hubungan seksual cenderung menjadi kurang bahagia. Salah satu penyebabnya karena mereka merasa hubungan seksual yang dilakukan dalam ikatan pernikahan yang sah tidak lagi menarik.

  • Berujung Perceraian

Kebanyakan rumah tangga yang salah satu atau kedua pasangannya sudah pernah melakukan hubungan seksual pranikah cenderung tidka harmonis. Kerap terjadi perdebatan dan pertengkaran pada keluarga tersebut yang umumnya berujung perceraian.

  • Mudah Selingkuh

Didapati fakta bahwa orang-orang yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah lebih mudah selingkuh dibandingkan orang-orang yang baru melakukan hubungan seksual setelah menikah. Ini karena mereka mencari ketetarikan lain di luar pengalaman seksual dengan pasangan yang sah yang dinilai membosankan.

  • Risiko Penyakit Menular

Orang-orang yang melakukan hubungan seksual pranikah umumnya tidak hanya dengan satu orang. Kondisi inilah membuat risiko mereka terkena penyakit menular seksual semakin besar. Risiko tersebut pun dibawa kepada pasangan sah setelah menikah, walaupun bisa saja pasangan mereka termasuk yang belum pernah melakukan hubungan seksual pranikah.

  • Menikah dengan Orang Tak Tepat

Orang-orang yang melakukan hubungan seksual menikah merasa akhirnya terjebak dalam pernikahan dengan orang yang tidak tepat. Ini karena adanya kondisi keterpaksaan menikah akibat hubungan seksual yang sudah telanjur dilakukannya.

***

Dari berbagai fakta mengenai hubungan seksual pranikah di atas, fakta mana yang Anda anggap paling banyak terjadi di lingkungan sekitar Anda? Atau Anda punya informasi mengenai fakta lainnya?

Cara Meminta Maaf kepada Pacar Setelah Ketahuan Selingkuh

Menjalani sebuah hubungan percintaan kadang gampang-gampang susah. Akan banyak permasalahan yang bakal dijumpai sepasang kekasih, dari yang remeh-temeh sampai yang bisa menghancurkan hubungan. Salah satu dari masalah yang paling sering terjadi adalah perselingkuhan. Karena itu termasuk permasalahan yang cukup serius, mengetahui cara meminta maaf kepada pacar setelah ketahuan selingkuh mungkin bisa sedikit membantu.

Banyak orang beranggapan bahwa komitmen, kejujuran, dan sikap saling setia adalah landasan paling dasar dari sebuah ikatan hubungan percintaan. Ada yang tak bisa menoleransi sebuah perselingkuhan. Namun, ada beberapa orang yang mungkin masih dapat mempertimbangkan pasangannya setelah ketahuan berselingkuh.

Bagi golongan pertama, bagaimanapun permintaan maaf dan penjelasan yang dilontarkan, mungkin akan mental begitu saja. Akan tetapi tak ada salahnya untuk mencoba dahulu memperbaiki hubungan yang sudah di ujung tanduk itu. Terlebih Anda masih sayang dan cinta terhadap pasangan Anda dan siap berubah untuk itu.

Saran, tips, atau cara meminta maaf kepada pacar setelah ketahuan selingkuh di bawah ini dapat Anda coba sebagai sebuah upaya untuk mendapatkan kembali hatinya:

  • Tunjukkan Penyesalan

Penting bagi seseorang yang melakukan kesalahan untuk mengatakan sebuah penyesalan. Hal ini berkaitan dengan kesungguhan seseorang sebelum meminta maaf. Yakinkan dia bahwa Anda sadar betul apa yang dilakukan adalah sebuah kesalahan.

  • Berikan Penjelasan Mendetail

Cara meminta maaf kepada pacar setelah Anda ketahuan selingkuh adalah memberikan penjelasan selengkap-lengkapnya. Ini dibutuhkan agar pasangan Anda dapat menilai sendiri apa yang sebenarnya terjadi.

Namun, dengan ini, memungkinkan Anda akan jadi bulan-bulanan atas pertanyaan-pertanyaan dia. Disarankan Anda untuk menjawab pula pertanyaan-pertanyaan itu secara lengkap dan detail. Ingat, jangan pernah sekali-kali untuk berbohong kepadanya agar dapat “selamat” pada sesi ini. Sebab, cepat atau lambat kebohongan itu bakal jadi masalah baru di kemudian hari.

  • Menunjukkan Sikap Bertanggung Jawab

Daripada sekadar menjelaskan alasan yang melatarbelakangi tindakanmu, cobalah tahan diri untuk tidak langsung menceritakan pendapat atau perasaanmu terhadap situasi yang ada. Mencari dan mengatakan alasan atas perilakumu membuatmu terkesan tidak sungguh-sungguh meminta maaf.

  • Penting untuk Tidak Berharap Banyak

Seperti yang telah disinggung di awal, bahwa perselingkuhan termasuk dalam kesalahan fatal dalam sebuah hubungan, penting bagi Anda untuk tidak berharap banyak atas situasi setelahnya.

Tanamkan dalam diri Anda bahwa kesempatan ini murni untuk menyesali perbuatan Anda sekaligus meminta maaf kepadanya. Pasalnya, banyak orang yang tak lagi menolerir sebuah perselingkuhan. Gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan maaf darinya, andai dia mau menerima Anda kembali dalam hidupnya, anggaplah itu sebagai bonus.

  • Siap Menerima Segala Konsekuensi

Hal penting lain dalam serangkaian cara meminta maaf kepada pacar setelah ketahuan berselingkuh adalah siap akan semua konsekuensi yang ada. Cobalah sampaikan kepadanya kalimat yang bisa membantunya memahami bahwa Anda sudah mempertimbangkan dampak tindakan terhadapnya. Akan lebih bijak jika kamu menunjukkan kepadanya bahwa kamu tidak langsung mengharapkan maaf (secara mutlak) darinya.

  • Beri Dia Waktu

Setelah semua yang Anda lakukan, mungkin dia butuh waktu untuk mempertimbangkan segalanya dengan masak. Andai saat pertemuan soal permintaan maaf itu dia tidak mengambil sebuah putusan, biarkan dia dengan dirinya sendiri. Jangan mengganggunya dengan “rengekan” atau hal-hal yang mungkin bisa membuatnya semakin kesal dengan Anda.

***

Sebagai orang yang berada di posisi tidak menguntungkan, Anda mungkin tidak punya banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu selain melakukan beberapa cara meminta maaf kepada pacar di atas. Yakinkan diri Anda bahwa Anda layak mendapat kehidupan yang bahagia, apa pun kondisinya. Ini bertujuan agar nantinya Anda tak terbebani sebuah kesalahan pada masa lalu, tak peduli apa keputusan pasangan Anda setelahnya. Yang terpenting Anda sudah memiliki itikad baik kepadanya.