Hal yang Terjadi ketika Hamil 35 Minggu

Ketika Anda sudah memasuki usia hamil 35 minggu, Anda pasti akan semakin deg degan dan tidak sabar menanti kehadiran sang buah hati. Kekhawatiran dan kegembiraan umumnya menjadi satu pada masa-masa kehamilan tua yang berada di trimester ketiga ini. 

Namun, banyak orang mengatakan, hamil 35 minggu termasuk fase terberat dalam kehamilan. Apakah Anda juga mengalaminya? Apa yang menyebabkan usia kandungan tersebut tergolong lebih sulit Anda lalui?

Ada banyak alasan mengapa Anda menjadi lebih sulit menghadapi usia hamil 35 minggu. Ini sangat berhubungan dengan kondisi janin yang ada dalam kandungan Anda. Penasaran apa yang terjadi pada mereka? Berikut ini adalah paparannya. 

  1. Pertumbuhan Janin Pesat 

Anda bisa sangat kaget mengetahui pertambahan berat dan panjang bayi pada usia hamil 35 minggu. Pasalnya, pada saat-saat inilah janin bertumbuh sangat pesat dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Pertumbuhan janin yang pesat, khususnya terkait berat badan janin, disebabkan bertambahnya porsi lemak janin secara signifikan. Pada usia hamil 35 minggu, lemak pada janin sudah mencapai 15 persen. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan lemak janin pada pertengahan usia kehamilan yang hanya berkisar 2 persen. Pertumbuhan berat badan janin pada usia kandungan ini bahkan bisa mencapai 800 ons dalam seminggu!

2. Perkembangan Otak Krusial 

Anda mungkin masih berpikir bahwa awal-awal kehamilan menjadi momen perkembangan otak bayi. Hal tersebut tidak salah. Namun, jangan sampai Anda mengabaikan perkembangan otak bayi pada saat hamil tua di atas 35 minggu. Pasalnya pada waktu-waktu ini, perkembangan otak bayi mencapai titik klimaks sehingga kondisinya sangat krusial. Ini karena pada usia hamil 35 minggu dan seterusnya, berat otak bayi bisa bertambah sepertiga dari berat dari awal kehamilan sampai waktu tersebut. Pastikan Anda tetap mengonsumsi makanan bergizi dan suplemen guna mendukung perkembangan puncak otak ini. 

3. Gerakan Janin Melambat 

Pada trimester kedua, Anda dan pasangan mungkin kerap terlonjak gembira ketika janin bergerak aktif. Namun memasuki trimester 3 khususnya pada usia hamil 35 minggu, kekhawatiran bisa timbul dengan mudah. Pasalnya, gerakan janin umumnya melambat di waktu-waktu tersebut. Tidak perlu terlalu khawatir, gerakan janin melambat dikarenakan ukuran janin yang semakin besar sehingga ruang bebas dalam rahim menjadi sempit dan gerakannya menjadi tidak leluasa. Janin Anda tetap aman asal bergerak aktif setidaknya 10 gerakan dalam 12 jam. 

4. Posisi Kepala Berubah 

Hamil 35 minggu bisa dibilang menjadi waktu penentuan untuk merencanakan persalinan secara per vaginam atau dengan melewati operasi caesar. Ini karena pada usia kandungan tersebut, posisi kepala bayi seharusnya sudah memasuki panggul dan menunduk ke bawah. Apabila kepala janin Anda masih menghadap atas ataupun tidak mengarah ke penurunan panggul, kemungkinan besar dokter akan menyarankan Anda untuk mempersiapkan diri menjalani operasi Caesar guna persalinan. 

5. Bertambahnya Kontraksi Palsu 

Anda akan lebih sering merasakan kontraksi ketika memasuki usia hamil 35 minggu. Anda mungkin akan panik dan berpikir waktu melahirkan segera tiba. Namun jangan terburu-buru, bisa jadi itu hanya kontraksi palsu yang disebabkan dorongan kepala bayi yang makin mendekati panggul. Coba hitung apakah kontraksi yang muncul terjadi secara reguler tiap 10 atau 5 menit sekali. Jika bukan, Anda bisa lega karena itu hanyalah kontraksi palsu. Asalkan tidak ada pecah air ketuban, waktu melahirkan Anda tidak perlu dipercepat. 

*** 

Hamil 35 minggu mungkin menjadi saat-saat yang berat dilalui. Namun memikirkan bahwa bayi Anda akan segera lahir dengan sehat dan sempurna, tentunya lebih menyenangkan, bukan?

Apa Itu Janin Tidak Berkembang? Ini Penjelasannya

Perlu diketahui bahwa istilah janin tidak berkembang tidak ada dalam dunia medis, yang ada adalah kehamilan kosong atau blighted ovum. Disarankan untuk mengenali kehamilan kosong ini menggunakan IUGR atau janin tumbuh lambat, meski kerap disalahartikan tidak ada salahnya untuk mengetahui tanda janin tidak berkembang.

Pada umumnya pemahaman masyarakat mengenai janin tidak berkembang mengarah pada kehamilan kosong dan bukan pada kondisi janin yang tumbuh lambat. Untuk dunia medis, kondisi janin tidak berkembang yang dimaksud disebut dengan istilah blighted ovum. Kehamilan kosong diartikan sebagai terbentuknya kantung kehamilan, namun tidak terdapat embrio di dalamnya.

Tanda Janin Tidak Berkembang

Penyebab janin tidak berkembang ini bisa dikarenakan kualitas sel telur atau sperma yang bisa dikatakan kurang baik. Selain itu terdapat pula penyebab lain seprti infeksi, efek samping obat-obatan, konsumsi alkohol atau kelainan bentuk rahim. Berikut ini beberapa tanda harus diperhatikan terhadap kondisi ini.

  1. Tidak Ada Detak Jantung

Secara umum detak jantung bisa didengar segera setelah minggu ke-9 hingga ke-10 masa kehamilan. Dalam kondisi ini, embrio sudah berubah menjadi janin, bunyi detak jantung pada awal kehamilan dapat tidak terdengar karena posisi bayi atau penempatan plasenta. Sayangnya, hal itu juga bisa merupakan bahwa janin telah berhenti berkembang.

  • Tinggi Fundus Tidak Normal

Cara dokter mengukur kesehatan kehamilan salah satunya denga cara mengukur tinggi fundus, biasanya mulai dilakukan pada usia kehamilan 12 minggu hingga 14 minggu. Tinggu fundus jika dihitung dari puncak tulang panggul ke bagian paling atas perut, tinggi fundus yang normal terdapat di angak dua cm dari usia kehamilan.

  • Penurunan Level HCG Mendadak

Human Chorionic Gonadotropin atau HCG merupakan hormon kehamilan yang diproduksi oleh perempuan hamil. Hormon ini bisa dideteksi oleh tes kehamilan di rumah guna menunjukkan hasil kehamilan yang positif. Namun, kadar HCG terus berfluktuasi selama kehamilan dengan penurunan di bawah normal merupakan tanda yang mengkhawatirkan.

  • Intrauterine Growth Restriction (IUGR)

Istilah ini menunjukkan jika janin dalam kandungan memiliki ukuran lebih kecil dari keadaan normalnya, kondisi ini tentu bisa menjadi masalah karena berisiko menyebabkan janin berhenti berkembang. Misalnya dalam kasus bayi kembar, salah satu janin mungkin menderita IUGR dan yang lain baik-baik saja.

  • Pendarahan Mendadak

Pendarahan mendadak muncul sebagai salah satu tanda peringatan ibu hamil keguguran, meskipun banyak perempuan hamil yang mengalami bercak atau pendarahan ringan selama masa kehamilan. Namun, pendarahan yang intens bisa merupakan tanda kematian pada janin.

Penyebab Janin Tidak Berkembang

Dalam kehamilan normal, sel telur yang sudah dibuahi akan membelah dan membentuk embrio pada hari ke-10 masa kehamilan. Plasenta akan mulai berkembang disertai peningkatan hormon kehamilan, dalam kondisi janin tidak berkembang sel telur yang sudah dibuahi gagal membelah diri menjadi embrio.

Selain mengetahui tanda janin tidak berkembang, baik ibu hamil atau suami perlu memahami apa yang menjadi penyebab munculnya kondisi ini. Penyebab adanya janin tak berkembang adalah karena kelainan kromosom pada zigot, selain beberapa hal yang telah disebutkan di atas sebelumnya.

Kondisi ini biasanya baru disadari setelah usia kehamilan kedelapan minggu atau minggu ke-13, meski tidak ada janin namun hasil test pack dapat menunjukkan positif. Disertai dengan berhentinya menstruasi, mual hingga muntah, nyeri payudara seperti kehamilan pada umumnya. Tetapi, zigot berhenti tumbuh dan hormon kehamilan menurun serta gejala kehamilan menghilang.