Efek Samping dan Cara Pemakaian Salep Kutu Air

Salep kutu air dapat mengobat kutu air di telapak kaki

Saat seseorang terkena kutu air, salah satu metode pengobatan yang paling umum dilakukan adalah dengan mengoleskan salep kutu air. Dengan salep ini, infeksi jamur yang menyebabkan kutu air di kulit kaki dapat teratasi dengan cepat. 

Akan tetapi, pemakaian salep kutu air harus dilakukan dengan cara yang tepat dan berhati-hati. Pemakaian yang tidak sesuai dengan anjuran bisa saja menimbulkan reaksi negatif dan efek samping khusus. 

Efek samping penggunaan salep kutu air

Selayaknya metode pengobatan lainnya, salep kutu air juga tidak terlepas dari resiko efek samping. Pada setiap orang, efek samping yang ditimbulkan mungkin berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatannya. 

Umumnya, efek samping yang paling sering muncul adalah kemerahan dan iritasi. Kondisi ini akan disertai dengan adanya sensasi panas membakar di area yang memerah. Selain itu, kulit yang iritasi mungkin juga akan mengelupas. 

Secara khusus, salep kutu air berpotensi untuk menimbulkan efek samping negatif apabila digunakan oleh anak-anak dan lansia. Penggunaan salep untuk kategori usia ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit. 

Reaksi dari efek samping salep biasanya muncul dalam kurun waktu dua puluh empat jam. Apabila hal ini terjadi, segera hentikan pemakaian dan mengganti penggunaan salep berdasarkan anjuran dari dokter. 

Dalam beberapa kasus tertentu, penggunaan salep jangka panjang mungkin juga akan menyebabkan efek samping berupa: 

  • Kulit mengering dan mengelupas
  • Rasa geli pada kulit kaki
  • Munculnya ruam kulit
  • Rasa pedas dan panas pada area kulit kaki

Akan tetapi, efek samping di atas merupakan efek samping yang hanya terjadi pada kasus-kasus tertentu. 

Kapan waktu yang tepat untuk mulai menggunakan salep kutu air?

Penggunaan salep kutu air sebaiknya dimulai saat Anda merasakan adanya gejala dari penyakit kutu air. Salep ini bisa didapatkan secara bebas dengan membelinya di apotek. Lakukanlah pemakaian salep apabila: 

  • Berinteraksi atau bersentuhan dengan penderita kutu air
  • Berjalan dengan bertelanjang kaki di area yang sebelumnya telah dilewati oleh penderita kutu air
  • Beraktivitas rutin di kolam renang atau pusat kebugaran publik, serta menggunakan kamar mandi publik yang sama dengan orang lain
  • Sering menggunakan celana, sepatu, dan kaus kaki yang ketat
  • Memiliki kaki yang mudah berkeringat

Kutu air merupakan penyakit yang menular. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan kebersihan diri, terutama bila Anda sering beraktivitas di tempat publik. 

Pemakaian salep kutu air juga bisa dimulai ketika Anda merasakan gejala-gejala dari kutu air. Gejala kutu air dapat berupa: 

  • Rasa gatal dan menyengat pada sela-sela jari kaki
  • Lecet dan berdarah pada area yang gatal
  • Kulit kaki retak dan mengelupas
  • Kuku kaki terlepas dari kulit jari kaki
  • Perubahan warna kuku kaki 
  • Kuku kaki menjadi lebih tebal dan rapuh
  • Kekeringan pada area kulit kaki

Pemakaian salep kutu air yang benar

Kutu air bukanlah kondisi yang berbahaya. Biasanya, penderita kutu air bisa menggunakan salep kutu air tanpa harus mengandalkan resep dokter. 

Untuk meningkatkan efektivitas penyembuhan dengan salep, cobalah untuk melakukan perawatan di rumah dengan cara: 

  • Rutin mencuci kaki dengan air dan sabun
  • Memastikan kulit kaki kering setelah dicuci, khususnya pada area sela-sela jari kaki
  • Menjaga kebersihan handuk
  • Mengganti kaos kaki yang basah atau berkeringat
  • Berjalan tanpa alas kaki di rumah

Dengan melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, Anda bisa mempercepat proses penyembuhan, disertai dengan penggunaan salep kutu air yang tepat.