Undescended Testis, Kelainan Buah Zakar Pada Anak Laki-Laki

Undescended testis adalah kondisi yang terjadi pada anak laki-laki atau bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan testis atau buah zakar yang tidak turun ke posisi yang seharusnya. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal juga dengan kriptorkismus.

Testis merupakan bagian dari alat kelamin laki-laki yang berfungsi untuk memproduksi hormon dan sperma. Saat di dalam kandungan, testis terbentuk dari dalam perut janin dan bergerak turun ke kantongnya yang disebut dengan skrotum. Jika salah satu atau kedua testis bayi tetap tertinggal di perut, bayi kemungkinan mengalami undescended testis.

Sebenarnya, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan bayi bisa mengalami kondisi ini. Akan tetapi, umumnya hal ini terjadi pada bayi yang dilahirkan secara prematur atau memiliki berat badan yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi pada umumnya. Selain itu, bayi dengan riwayat keluarga berkondisi sama lebih rentan mengalami testis yang tidak turun.

Testis yang tidak turun bukanlah kondisi yang berbahaya. Biasanya, testis akan bergerak turun dengan sendirinya selama 3-6 bulan setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, jika kondisi ini terus berlangsung cukup lama, Anda mungkin perlu membawa bayi Anda untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter.

Melakukan pemeriksaan undescended testis ke dokter

Saat Anda melakukan pemeriksaan ke dokter, dokter mungkin menganjurkan agar bayi menjalani serangkaian pemeriksaan fisik. Dokter akan melihat secara langsung kondisi testis bayi dengan meraba kulit di sekitar skrotum.

Pemeriksaan fisik pada bayi cukup sulit untuk dilakukan. Oleh sebab itu, sebagian dokter menganjurkan untuk menjalankan pemeriksaan berupa:

  • Tes pencitraan MRI untuk mengetahui lokasi testis
  • Laparoskopi dengan memasukkan tabung kecil ke dalam perut melalui sayatan kecil
  • Operasi terbuka untuk menjelajahi bagian dalam perut secara langsung

Dokter akan menentukan pemeriksaan yang paling tepat untuk kondisi bayi Anda. Selain itu, jika kedua testis tidak turun, bisa saja bayi Anda memiliki kelainan genetik. Oleh sebab itu, dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan genetik kromosom jenis kelamin.

Biasanya, kondisi testis yang tidak turun dapat terdeteksi pada pemeriksaan fisik bayi setelah dilahirkan. Terkadang, hal ini baru ditemui sekitar 1 bulan setelah kelahiran bayi. Sebaiknya, Anda membawa bayi untuk menjalani pemeriksaan rutin jika bayi mengalami kondisi ini.

Faktor resiko dan penyebab kondisi undescended testis

Hingga saat ini, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seorang bayi mengalami kondisi undescended testis. Kondisi ini tidak membahayakan dan bisa membaik seiring dengan proses pertumbuhan bayi.

Akan tetapi, testis yang tidak turun lebih umum ditemukan pada bayi dengan kelahiran prematur. Selain itu, ada beberapa faktor resiko untuk kondisi ini, yaitu:

  • Berat badan rendah saat dilahirkan
  • Menderita down syndrome yang menghambat proses tumbuh kembang janin
  • Riwayat keluarga dengan masalah perkembangan genital
  • Kebiasaan merokok oleh ibu hamil saat mengandung bayi
  • Kelahiran prematur

Tidak hanya faktor resiko di atas, dokter juga mencurigai adanya faktor genetik kromosom yang memungkinkan seorang bayi menderita kondisi ini. Pada tahap awal perkembangan janin, seluruh janin memiliki struktur yang nantinya bisa berkembang menjadi organ reproduksi pria ataupun wanita.

Setiap janin menerima kromosom seks dari kedua orang tua. Bayi perempuan menerima kromosom XX sementara bayi laki-laki dengan kromosom XY yang akan mendorong pembentukan testis.

Dalam beberapa kasus, janin mungkin menderita sindrom insensitivitas androgen yang membuat janin tidak bisa merespon hormon pria, sehingga perkembangan testis pun ikut terganggu.

Kondisi undescended testis bisa membaik dengan sendirinya, biasanya dalam waktu 3-6 bulan setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, Anda mungkin tetap perlu membawa bayi untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat.