Pakai Kacamata Pusing? Begini Cara Mengatasinya

pakai kacamata pusing

Kamu pasti pernah merasakan pusing saat memakai kacamata baru. Keluhan ini ternyata wajar dialami, loh. Asalkan keluhan pakai kacamata pusing tidak berlangsung lebih dari 1 minggu, ya. 

Pusing setelah menggunakan kacamata baru bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya, mata sedang beradaptasi, ukuran kacamata yang tidak sesuai, hingga bingkai yang terlalu ketat. Gangguan ini juga biasanya dialami oleh seseorang dengan mata minus, silindris, dan juga plus. 

Kamu tak perlu khawatir, karena hal ini bisa diatasi dengan mudah. Berikut beberapa caranya. 

Biarkan mata beradaptasi dengan kacamata baru

Setelah mengganti kacamata dan lensa baru, sebaiknya ajak mata untuk beradaptasi terlebih dahulu. Hindari bepergian jarak jauh atau beraktivitas terlalu lama dengan menggunakan kacamata baru. 

Hindari dulu penggunaan yang terlalu lama agar mata bisa menyesuaikan lebih cepat dan mencegah dari rasa pusing. Sebaiknya gunakan kacamata 3-4 jam dalam sehari dan istirahatkan mata. 

Lakukan penyesuaian hingga hingga 1 minggu ke depan. Jika setelah lewat 1 minggu kamu masih merasa pusing, maka kamu bisa menemui dokter mata untuk penanganan lebih lanjut. 

Kompres es batu di area mata

Mengompres es batu di area mata bisa meredakan rasa pusing setelah membeli kacamata baru. 

Jika kamu harus bekerja di depan komputer, sebaiknya istirahatkan mata setiap 15 menit sekali. Lepaskan kacamata dan pejamkan mata agar otot mata bisa rileks dan istirahat, ya. 

Kacamata lama jangan dipakai lagi

Karena harus bekerja dan pusing saat memakai kacamata baru, tak sedikit orang yang akhirnya menggunakan lagi kacamatanya yang lama. Hal ini malah akan membuat sakit kepala semakin lama terjadi.

Sebaiknya tetap gunakan kacamata baru, namun penggunaannya jangan terlalu lama, ya. Kamu bisa melepaskannya beberapa saat untuk meredakan rasa pusing. Hal ini juga bisa membantu mata untuk beradaptasi. 

Minum obat pereda sakit kepala

Jika sakit kepala tak kunjung reda, kamu bisa mengonsumsi obat pereda sakit kepala, seperti obat paracetamol atau obat sakit kepala lainnya yang cocok. 

Jika kamu merasa masih pusing, kamu juga bisa beristirahat dalam beberapa waktu hingga rasa pusing yang kamu alami menghilang dengan sendirinya. 

Menemui dokter

Jika rasa pusing tak kunjung mereda selama lebih dari 1 minggu, sebaiknya segera menemui dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dokter mungkin saja akan mengganti resep baru untuk kacamatamu. 

Tips memilih kacamata agar tidak bikin pusing

Agar kacamata baru tidak membuat pusing saat digunakan, sebaiknya kamu mengikuti beberapa tips berikut ini saat memilih kacamata. 

  • Buat kacamata sesuai dengan resep dokter

Sebaiknya buat kacamata di optik dengan resep yang diberikan oleh dokter. Resep dari dokter ini pasti sudah disesuaikan dengan kondisi mata, sehingga akan pas dan bisa mencegah dari rasa pusing. 

  • Pilih bingkai yang pas 

Pastikan kamu memilih bingkai kacamata yang pas, tidak terlalu longgar atau terlalu sempit. Bingkai yang tidak pas juga bisa menyebabkan rasa pusing. Kamu juga bisa memilih bingkai yang lentur, sehingga bisa menyesuaikan dengan bentuk wajahmu. 

  • Pilih lensa anti-radiasi

Saat membeli kacamata, kamu bisa sekalian memilih lensa anti-radiasi atau photochromic yang bisa melindungi mata dari sinar biru yang ada pada layar gadget, sehingga bisa meredakan rasa tegang dan tekanan pada mata. 

Itu dia beberapa cara untuk mengatasi pusing saat memakai kacamata. Sebaiknya gunakan kacamata secara perlahan agar mata bisa menyesuaikan dengan kacamata baru, ya.

Jangan Asal Pilih! Begini Cara Mencari Dokter Mata Terbaik di Surabaya

Jangan Asal Pilih! Begini Cara Mencari Dokter Mata Terbaik di Surabaya

Anda pasti ingin mendapatkan yang terbaik bagi tubuh Anda. Dalam hal kesehatan mata, kini sudah banyak pilihan dokter mata yang tersedia. Saking banyaknya membuat Anda kebingungan memilih dokter mata terbaik, terlebih jika Anda tinggal di kota besar seperti Surabaya. 

Untungnya ada cara mudah untuk mengetahui mana dokter mata yang tepat untuk Anda. Berikut tips mencari dokter mata Surabaya terbaik. 

  1. Pilih dokter mata sesuai permasalahan yang diderita

Terdapat tiga jenis ahli kesehatan mata, yaitu ophthalmologis, optometris, dan optician. 

Ophthalmologis adalah dokter spesialis mata yang memiliki kualifikasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata, mendiagnosis masalah pada mata, sekaligus mengobatinya. 

Sedangkan optometris merupakan ahli mata yang bertanggung jawab memeriksa ketajaman mata. Mereka bisa memberikan resep lensa kacamata dan lensa kontak kepada pasien. Jika Anda memiliki masalah pada ketajaman mata, maka pilihan Anda adalah optometris. 

Adapun opitican atau ahli optik adalah tenaga kesehatan mata non-medis. Biasanya mereka bekerjasama dengan dokter mata (optometris) dan dokter spesialis mata. Para ahli optik bisa membantu Anda memilih model kacamata dan lensa kontak yang sesuai dengan kondisi mata Anda.

  1. Pertimbangkan rekomendasi

Langkah termudah dalam memilih dokter mata di Surabaya adalah dengan rekomendasi keluarga atau teman. Anda juga bisa mencari penilaian atau review dokter mata melalui mesin pencarian. 

Ingat, setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda. Bisa saja pilihan terbaik mereka ternyata tidak sesuai dengan keinginan Anda. Maka itu Anda tidak bisa hanya mengandalkan rekomendasi orang lain. 

  1. Kredensial dokter mata

Selanjutnya, ketika menemukan dokter mata yang sekiranya cocok, maka waktunya bagi Anda untuk mencari kredensial sang dokter. Apakah ia memiliki pelatihan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang Anda hadapi. 

Pastikan juga bahwa dokter mata pilihan Anda tidak memiliki riwayat malpraktek atau tindakan disipliner.  

  1. Pengalaman dokter mata juga penting!

Jika Anda memiliki masalah mata atau kondisi mata yang parah, ada baiknya untuk memilih dokter mata Surabaya yang berpengalaman. Misalnya, masalah mata seperti glaukoma atau operasi mata lasik.

Semakin banyak pengalaman yang dimiliki dokter terhadap suatu kondisi atau prosedur, maka semakin baik hasil yang bisa Anda dapatkan. 

  1. Cocokkan harga

Ketika semua sudah sesuai, jangan lupa untuk mencocokkan harga. Apakah harga yang mereka tetapkan sesuai dengan anggaran Anda. Cari tahu juga apakah biaya tersebut ditanggung asuransi Anda.

  1. Evaluasi gaya komunikasi

Setelah memeriksakan diri ke dokter, evaluasi bagaimana caranya berkomunikasi dan menanggapi pasien. Apakah Anda merasa nyaman saat menjalani pemeriksaan dengan dokter tersebut. 

Anda juga pasti merasa dihargai jika dokter mata menunjukkan minat kepada Anda dengan mendukung kebutuhan informasi yang Anda butuhkan serta menghormati proses pengambilan keputusan Anda.    

Dengan 6 tips di atas, Anda sudah siap untuk mencari dokter mata terbaik di lokasi Anda. Jika Anda masih merasa kesulitan, tak perlu khawatir karena kini Anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

SehatQ telah bekerjasama dengan ratusan dokter terbaik yang dapat dijangkau di berbagi wilayah Indonesia. Anda hanya perlu menyalakan filter lokasi dan opsi dokter mata Surabaya akan segera muncul.  

Sebelum membuat janji temu, Anda juga bisa bertanya seputar masalah kesehatan mata terlebih dahulu melalui fitur chat dokter. 

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Jenis-Jenis Mata Juling yang Bisa Diderita Seseorang

jenis mata juling yang perlu diwaspadai

Mungkin di sekitar kita ada orang-orang yang memiliki mata sedikit berbeda dengan yang lain. Di mana seharusnya dua bola mata berada di posisi yang sejajar, tetapi ini tidak. Kondisi ini kita kenal dengan istilah mata juling.

Dalam bahasa medis, mata juling disebut strabismus. Banyak faktor yang membuat salah satu atau kedua mata tidak berada di posisi yang seharusnya. Namun, yang pasti mata juling terjadi ketika otot yang mengatur pergerakan mata tidak berfungsi dengan baik.

Sampai sekarang, mata juling dibedakan ke dalam beberapa jenis. Pembedaan ini dilakukan melalui gejala atau posisi dari mata itu sendiri. Penjelasan lebih lengkap mengenai macam-macam jenis mata juling ada di bawah ini:

  • Esotropia

Esotropia adalah salah satu jenis strabismus (mata juling) yang ditandai dengan kondisi satu atau kedua mata berbelok ke dalam. Esotropia memiliki beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan usia mulainya kondisi, frekuensi, dan apakah bisa diobati dengan kacamata. 

Berdasarkan mulainya kondisi, mata juling jenis esotropia ini bisa terjadi karena bawaan lahir atau infantil dan acquired yang terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti diabetes, atau masalah mata seperti penglihatan ganda dan rabun jauh yang tidak diobati.

  • Eksotropia

Jenis ini adalah kebalikan dari esotropia. Artinya, mata juling jenis ini ditandai ketika satu atau kedua mata penderita berbelok atau menyimpang keluar. Eksotropia (juga dikenal sebagai wall-eye atau diverent strabismus) dapat muncul pada usia berapa pun, biasanya muncul antara usia satu dan empat tahun.

Sama seperti esotropia, mata juling ini bisa didapat penderita sejak lahir atau karena dipicu oleh berbagai hal yang memungkinkan, seperti kondisi medis atau kondisi dari struktur mata itu sendiri.

  • Hipertropi

Hipertropia adalah bentuk strabismus atau mata juling di mana satu mata mengarah ke atas, membuatnya tidak sejajar dengan mata yang lain. Hipertropia mungkin konstan, dengan mata berputar sepanjang waktu, atau bisa intermiten, dengan mata hanya memutar sebagian waktu. Hipertropi intermittent dapat terjadi selama masa stres atau kelelahan.

Penyebab mata juling jenis ini berbeda bagi tiap penderita anak-anak dan dewasa. Pada usia anak-anak, penyebab utamanya adalah masalah atau gangguan yang terjadi di mata itu sendiri, seperti sindrom coklat, sindrom duane, atau mungkin trauma. Tak menutup kemungkinan mata juling yang diderita anak-anak ini disebabkan oleh kelumpuhan saraf.

Sementara pada orang dewasa, mata juling jenis ini bisa terjadi lantaran beberapa kondisi medis, mulai dari stroke, graves, hingga gangguan neurologis.

  • Hipotropia

Jenis mata juling ini merupakan lawan dari hipertropi di mana salah satu atau kedua mata terlalu rendah sehingga terlihat merosot ke bawah. Kondisi ini mungkin konstan atau bisa juga hanya muncul pada waktu-waktu tertentu.

Ketika tidak diobati, hipotropia mungkin dapat menyebabkan kerusakan pada penglihatan seseorang. Pasalnya, saat satu mata tidak sejajar, dalam kasus ini mata juling hipotropia, mata akan mengalami perbedaan perkembangan. Nantinya, mata yang kuat akan mengambil alih untuk mata yang lebih lemah.

Kondisi itu pada akhirnya akan menyebabkan amblyopia atau satu mata memiliki penglihatan yang lebih buruk daripada yang lain. Orang dengan ambliopia juga berisiko kehilangan penglihatan pada mata yang sehat.

***

Itulah empat jenis mata juling yang dibedakan berdasarkan letak atau arah mata itu bergeser. Kondisi ini bisa diatasi dengan berbagai jalan atau upaya oleh tim medis. Namun, semuanya harus dilakukan sesegera mungkin sebelum situasinya semakin buruk dan telah merusak sistem penglihatan penderitanya.