Makanan-makanan Penyebab Keracunan Arsenik

Makanan-makanan Penyebab Keracunan Arsenik

Apa yang Anda bayangkan mengenai penyebab keracunan arsenik? Orang awam umumnya mengira seseorang keracunan arsenik akibat mengonsumsi obat atau senyawa berbahaya. Padahal, menyantap makanan sehari-hari saja sudah membuat Anda dibayangi racun arsenik. 

Ini karena banyak makanan sehari-hari yang mengandung senyawa arsenik. Kadar arsenik pada makanan-makanan tersebut relatif rendah sehingga tidak menyebabkan keracunan. Namun tentunya, ketika Anda mengonsumsinya secara berlebihan, peluang keracunan arsenic karena makanan tetap ada. 

Berikut ini adalah beberapa makanan yang sebenarnya mengandung arsenik. Senyawa racun yang dapat membahayakan nyawa tersebut terkandung pada makanan-makanan ini karena adanya kontaminasi dari tanah maupun air tempat sumber makanan-makanan di bawah ini berkembang. 

  1. Beras 

Anda mungkin terkejut mengetahui fakta ini. Bagaimana tidak, beras merupakan makanan utama masyarakat Indonesia. Beras rentan mengandung arsenik karena jenis biji-bijian ini menyerap banyak zat dari tanah maupun air di area penanamannya. Jika tanah dan air penanaman tinggi arsenik, semakin tinggi pula kadar arsenik pada beras. Umumnya, beras yang memiliki banyak sekam mengandung lebih banyak arsenik. Inilah alasan mengapa beras merah memiliki lebih banyak arsenik daripada beras putih. 

  1. Sereal 

Sereal sebagai menu sarapan yang disiram dengan susu terasa mengenyangkan dan memberi energi ekstra. Namun tahukah Anda, sereal dibuat dari gandum sehingga di dalam jenis makanan ini juga terkandung kadar arsenik yang cukup tinggi. Alasan gandum memiliki kandungan arsenik sama dengan beras. Air maupun tanah di area penanaman gandung telah terkontaminasi racun arsenik sehingga sekam pada biji-biji gandum rentan menyerapnya. Asal tahu saja, gandum termasuk biji-bijian yang banyak sekam sehingga kadar arseniknya terbilang tinggi. 

  1. Kubis 

Sayuran kubis memang menyehatkan. Namun, sadarilah mulai sekarang bahwa kubis tergolong sebagai sayuran yang kaya arsenik. Orang-orang yang rajin menyantap jenis sayuran yang satu ini teridentifikasi memiliki kadar arsenik lebih tinggi 10,4 persen daripada orang-orang yang tidak mengonsumsi sayuran kubis setidaknya selama sebulan terakhir. Artinya, kemungkinan terkena keracunan arsenik setelah menyantap kubis terbilang tinggi. Tingginya kadar arsenik pada kubis disebabkan adanya senyawa belerang pada kubis yang mudah menarik arsenik dari tanah masuk ke bagian tumbuhan ini. 

  1. Ayam dan Unggas Lain 

Daging ayam merupakan jenis protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Akan tetapi, kewaspadaan ketika menyantap makanan ini perlu ada sebab daging ayam bahkan daging unggas sejenis, terbukti memiliki kadar arsenik yang cukup tinggi. Senyawa arsenik bisa terdapat di daging ayam ataupun unggas lainnya karena pakan yang diberikan kepada hewan-hewan ini cenderung mengandung obat berbasis arsenik. Karena itu apabila Anda termasuk penggemar ayam, mulailah beralih ke ayam organik yang diberi pakan tanpa obat-obatan dan tentunya memiliki kadar arsenik lebih rendah. 

  1. Makanan Laut 

Rata-rata semua jenis hewan laut mengandung arsenik dan berpotensi menimbulkan keracunan arsenik apabila Anda mengonsumsinya secara berlebih. Namun dari berbagai jenis makanan laut, ikan-ikan dengan daging berwarna kemerahan. Contohnya adalah salmon, makarel, juga tuna.  Arsenik pada makanan laut merupakan arsenik organic yang ada secara alami di air laut. 

  1. Apel dan Pir 

Buah-buahan yang ditanam di area yang telah terpapar arsenik, contohnya area industri, rentan memiliki kadar arsenik yang cukup tinggi. Dari beragam buah-buahan yang ada, apel dan pir menjadi buah yang memiliki kadar arsenik lebih tinggi daripada yang lain. Ini karena kedua buah ini lebih mampu menyerap zat dari tanah sehingga senyawa arsenik yang masih tersisa di tanah akibat pestisida masa lalu, pun bisa ikut terserap. 

*** 

Asal Anda mengonsumsi makanan-makanan di atas dalam jumlah wajar, kadar arsenik dalam tubuh Anda tidak akan melonjak tiba-tiba. Anda pun tidak akan mendadak keracunan arsenik. Jadi, jangan terlalu khawatir, ya!