Mengenal Ketoconazole, Obat untuk Atasi Infeksi Jamur

Mengenal Ketoconazole, Obat untuk Atasi Infeksi Jamur

Ketoconazole adalah obat resep yang tersedia dalam bentuk tablet oral, krim topikal, sampo, sabun, dan gel. Tablet oral ketoconazole hanya tersedia sebagai obat generic. Obat ini digunakan untuk merawat infeksi jamur di kulit, rambut, kuku, dan darah. Obat ini hanya akan diberikan ketika perawatan jenis lain tidak efektif bagi kondisi Anda dan menyebabkan terlalu banyak efek samping. Ketoconazole masuk ke dalam kelas obat antijamur. Kelas obat adalah kelompok obat-obatan yang bekerja dengan cara serupa. Obat-obatan tersebut biasanya digunakan untuk merawat kondisi yang sama. Ketoconazole bekerja menghentikan jamur dan ragi agar tidak menyebabkan infeksi. 

Efek samping

Sama seperti obat-obatan lain, ketoconazole dapat menyebabkan efek samping ringan hingga serius. Beberapa efek samping ringan dan biasa ditemui oleh mereka yang mengonsumsi ketoconazole adalah mual, pusing, diare, sakit perut, dan hasil tes fungsi hati yang tidak normal. Apabila efek samping tersebut bersifat ringan, gejala akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila gejala berubah parah dan tidak kunjung sembuh, hubungi dokter. 

Hubungi dokter secepatnya apabila Anda memiliki efek samping yang serius. Efek samping serius akan menimbulkan gejala seperti gangguan hati (hepatotoxicity) dengan gejala seperti hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan (anorexia), mual atau muntah, tubuh terasa lelah, sakit perut, urin yang berwarna gelap atau kotoran yang berwarna terang, kulit dan bagian putih yang berubah kuning, demam, dan ruam. Interaksi ketoconazole dapat menyebabkan perubahan di aktivitas listrik jantung yang disebut QT prolongation. QT prolongation dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan dapat mengancam nyawa. 

Hal tersebut dapat terjadi apabila Anda menggunakan tablet ketoconazole bersama obat-obatan tertentu seperti pimozide, quinidine, dofetilide, cisapride, disopyramide, methadone, dronedarone, dan ranolazine. Beritahu penyedia layanan kesehatan Anda tentang obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi sebelum Anda memulai mengonsumsi tablet ketoconazole. Dan hubungi layanan kesehatan secepatnya apabila Anda merasa pusing dan jantung berdetak dengan cepat dan tidak teratur, karena kondisi tersebut dapat menjadi gejala yang berhubungan dengan QT prolongation. 

Hanya gunakan ketoconazole sesuai dengan petunjuk dokter

Ketoconazole digunakan untuk perawatan jangka pendek. Namun, terkadang obat ini perlu dikonsumsi selama beberapa bulan. Ketoconazole hadir dengan risiko kesehatan apabila dikonsumsi dengan tidak sesuai resep yang dianjurkan, misalnya infeksi atau kondisi kulit Anda tidak akan sembuh jika Anda berhenti menggunakan obat. Selain itu, apabila Anda lupa dosis dan minum obat tidak tepat waktu, obat tidak akan bekerja dengan efektif dan bahkan berhenti bekerja sepenuhnya. Agar ketoconazole efektif atasi infeksi jamur, jumlah tertentu perlu ada di dalam tubuh setiap waktu. Anda juga dapat memiliki kadar berbahaya di dalam tubuh apabila mengonsumsi terlalu banyak. Gejala overdosis di antaranya adalah mual, muntah dan diare. Apabila Anda merasa terlalu banyak mengonsumsi ketoconazole, hubungi dokter secepatnya. 

Tablet ketoconazole juga dapat menyebabkan reaksi alergi parah, dengan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, demam, tubuh menggigil, pembengkakan di kelopak mata, mulut, dan bagian tubuh lainnya, dan ruam kulit atau kulit yang mengelupas. Apabila Anda memiliki reaksi alergi, hubungi dokter sesegera mungkin dan jangan mengonsumsi obat ini lagi. Konsumsi kembali obat yang sebelumnya menyebabkan reaksi alergi dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian. Konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran tertentu.

Efek Samping dan Cara Pemakaian Salep Kutu Air

Salep kutu air dapat mengobat kutu air di telapak kaki

Saat seseorang terkena kutu air, salah satu metode pengobatan yang paling umum dilakukan adalah dengan mengoleskan salep kutu air. Dengan salep ini, infeksi jamur yang menyebabkan kutu air di kulit kaki dapat teratasi dengan cepat. 

Akan tetapi, pemakaian salep kutu air harus dilakukan dengan cara yang tepat dan berhati-hati. Pemakaian yang tidak sesuai dengan anjuran bisa saja menimbulkan reaksi negatif dan efek samping khusus. 

Efek samping penggunaan salep kutu air

Selayaknya metode pengobatan lainnya, salep kutu air juga tidak terlepas dari resiko efek samping. Pada setiap orang, efek samping yang ditimbulkan mungkin berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatannya. 

Umumnya, efek samping yang paling sering muncul adalah kemerahan dan iritasi. Kondisi ini akan disertai dengan adanya sensasi panas membakar di area yang memerah. Selain itu, kulit yang iritasi mungkin juga akan mengelupas. 

Secara khusus, salep kutu air berpotensi untuk menimbulkan efek samping negatif apabila digunakan oleh anak-anak dan lansia. Penggunaan salep untuk kategori usia ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit. 

Reaksi dari efek samping salep biasanya muncul dalam kurun waktu dua puluh empat jam. Apabila hal ini terjadi, segera hentikan pemakaian dan mengganti penggunaan salep berdasarkan anjuran dari dokter. 

Dalam beberapa kasus tertentu, penggunaan salep jangka panjang mungkin juga akan menyebabkan efek samping berupa: 

  • Kulit mengering dan mengelupas
  • Rasa geli pada kulit kaki
  • Munculnya ruam kulit
  • Rasa pedas dan panas pada area kulit kaki

Akan tetapi, efek samping di atas merupakan efek samping yang hanya terjadi pada kasus-kasus tertentu. 

Kapan waktu yang tepat untuk mulai menggunakan salep kutu air?

Penggunaan salep kutu air sebaiknya dimulai saat Anda merasakan adanya gejala dari penyakit kutu air. Salep ini bisa didapatkan secara bebas dengan membelinya di apotek. Lakukanlah pemakaian salep apabila: 

  • Berinteraksi atau bersentuhan dengan penderita kutu air
  • Berjalan dengan bertelanjang kaki di area yang sebelumnya telah dilewati oleh penderita kutu air
  • Beraktivitas rutin di kolam renang atau pusat kebugaran publik, serta menggunakan kamar mandi publik yang sama dengan orang lain
  • Sering menggunakan celana, sepatu, dan kaus kaki yang ketat
  • Memiliki kaki yang mudah berkeringat

Kutu air merupakan penyakit yang menular. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan kebersihan diri, terutama bila Anda sering beraktivitas di tempat publik. 

Pemakaian salep kutu air juga bisa dimulai ketika Anda merasakan gejala-gejala dari kutu air. Gejala kutu air dapat berupa: 

  • Rasa gatal dan menyengat pada sela-sela jari kaki
  • Lecet dan berdarah pada area yang gatal
  • Kulit kaki retak dan mengelupas
  • Kuku kaki terlepas dari kulit jari kaki
  • Perubahan warna kuku kaki 
  • Kuku kaki menjadi lebih tebal dan rapuh
  • Kekeringan pada area kulit kaki

Pemakaian salep kutu air yang benar

Kutu air bukanlah kondisi yang berbahaya. Biasanya, penderita kutu air bisa menggunakan salep kutu air tanpa harus mengandalkan resep dokter. 

Untuk meningkatkan efektivitas penyembuhan dengan salep, cobalah untuk melakukan perawatan di rumah dengan cara: 

  • Rutin mencuci kaki dengan air dan sabun
  • Memastikan kulit kaki kering setelah dicuci, khususnya pada area sela-sela jari kaki
  • Menjaga kebersihan handuk
  • Mengganti kaos kaki yang basah atau berkeringat
  • Berjalan tanpa alas kaki di rumah

Dengan melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, Anda bisa mempercepat proses penyembuhan, disertai dengan penggunaan salep kutu air yang tepat.