ARV Protease Inhibitor Bisa Menimbulkan Beberapa Efek Samping, Lho!

ARV Protease Inhibitor Bisa Menimbulkan Beberapa Efek Samping, Lho!

Protease inhibitor merupakan salah satu jenis antiretroviral (ARV) yang berguna untuk mengobati HIV dan aids. Obat ini bekerja dengan cara mengikat enzim protease. HIV membutuhkan enzim protease untuk bisa menyalin virus dalam tubuh. Tanpa adanya enzim protease, maka perkembangan virus HIV tidak dapat terjadi. Dengan menggunakan protease inhibitor, maka enzim protease akan diikat sehingga membantu mengurangi jumlah virus HIV yang berkembang biak. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai cara kerja dan efek samping yang mungkin ditimbulkan dari protease inhibitor. 

Cara kerja protease inhibitor

Virus HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan mengurangi jumlah sel CD4 sehingga seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Untuk itu, penderita HIV membutuhkan obat, salah satunya adalah protease inhibitor untuk mencegah virus dapat berkembang biak. Sayangnya, protease inhibitor bukanlah obat untuk menyembuhkan HIV. Obat ini hanya mampu membantu menurunkan kadar virus HIV sampai level tidak dapat lagi terdeteksi tubuh. Saat virus tidak terdeteksi dalam tubuh, maka penderita tersebut dapat menjalani hidup sehat serta tidak berisiko menularkan HIV pada orang lain. 

Efek samping protease inhibitor

Protease inhibitor dapat berinteraksi dengan obat, suplemen, dan herbal yang dikonsumsi bersamaan oleh pasien. Untuk mencegah interaksi tersebut, maka dokter perlu tahu konsumsi harian pasien sebelum mendapat resep protease inhibitor. Semua obat tentu memiliki efek samping ketika dikonsumsi terutama dalam jangka panjang. Protease inhibitor dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti berikut ini. 

  • Mual dan muntah 
  • Diare
  • Ruam kulit
  • Perubahan kemampuan dalam merasakan makanan
  • Resistensi insulin
  • Gangguan pada hati
  • Kadar trigliserida atau kolesterol tinggi
  • Kadar gula darah tinggi
  • Redistribusi lemak di berbagai area tubuh 
  • Penyakit kuning

Jenis ARV lainnya

Umumnya, ARV yang perlu dikonsumsi oleh pasien HIV merupakan kombinasi dari beberapa jenis obat. Dengan begitu, maka efektivitas obat akan lebih tinggi sehingga virus HIV tidak dapat berkembang biak. Terdapat berbagai jenis ARV yang biasa digunakan untuk pasien HIV. Berikut ini merupakan golongan obat ARV selain protease inhibitor, yaitu:

  • Integrase strand transfer inhibitors (INSTIs)
  • Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI)
  • Cytochrome P4503A (CYP3A) inhibitor
  • Entry Inhibitor 

Resistensi HIV terhadap ARV

Kemungkinan terjadinya resistensi atau kekebalan virus HIV terhadap obat ARV perlu diwaspadai. Jika virus telah resisten, maka pemberian protease inhibitor tidak akan mempan pada pasien HIV. Resistensi ARV mungkin terjadi karena virus HIV dalam tubuh telah mengalami mutasi. Selain itu, resistensi juga bisa terjadi jika pasien tertular strain HIV yang memang telah kebal terhadap ARV. Untuk menghindari resisten obat, pasien perlu mengonsumsi obat ARV secara teratur dan sesuai dengan arahan dokter. Hindari mengubah dosis obat serta melewatkan dosis harian. Selain itu, penghentian konsumsi obat ARV juga harus dilakukan dengan persetujuan dari dokter. 

Untuk menangani HIV, Anda dapat menggunakan protease inhibitor yang termasuk dalam kelas antiretroviral. Meski protease inhibitor tidak dapat menyembuhkan infeksi virus, namun kualitas hidup pasien dapat meningkat dan menjadi lebih baik. Selain itu, pasien HIV perlu menjalani pola hidup khusus agar dapat memperpanjang harapan hidupnya Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang protease inhibitor atau HIV, tanyakan secara langsung pada dokter secara gratis  melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.