Pola Makan Sehat untuk Membantu Terapi Ketoasidosis Diabetik

Terapi ketoasidosis diabetik adalah melalui pemberian obat-obatan yang berupa cairan, elektrolit, dan insulin.

Terapi pengobatan ini harus dilakukan secara hati-hati supaya tidak menyebabkan komplikasi pada penderita ketoasidosis yang umumnya diidap penderita diabetes tipe 1.

Pengobatan harus dilakukan karena jika dibiarkan berlarut, komplikasi ini bisa menyebabkan koma dan kematian.

Tindakan pengobatan sendiri merupakan bagian dari pencegahan ketoasidosis diabetik itu sendiri. Selain pemberian terdapat juga tindakan pencegahan lain, yaitu ikuti aturan makan dan tetap terhidrasi, uji gula darah secara teratur 3-4 kali sehari atau saat sedang sakit dan stres, periksa kadar keton di rumah sakit saat sedang terserang penyakit lain, dan periksakan diri ke dokter saat kadar gula lebih tinggi dari biasanya.

Salah satu pencegahan yang cukup penting dalam ketoasidosis adalah pola makan yang harus teratur supaya gula darah tetap stabil.

Mengatur pola makan ini juga penting untuk dapat mengontrol berat badan dan mengurangi risiko komplikasi diabetes yang lain seperti jantung, stroke, dan kanker.

Karena ketoasidosis kebanyakan menyerang penderita diabetes tipe 1, pola makannya tentu akan berbeda dengan penyandang diabetes tipe 2. Lalu seperti apa pola makannya? Simak di bawah ini!

Pilih karbohidrat yang sehat

Karbohidrat merupakan unsur penting karena merupakan sumber penghasil energi. Tanpa energi yang cukup, manusia akan kesulitan melakukan aktivitas-aktivitas hariannya.

Akan tetapi bagi penderita diabetes diharapkan memilih karbohidrat yang sehat supaya tidak berdampak buruk pada kadar gula darah. Selain itu, perhatikan ukuran porsinya.

Beberapa makanan sumber karbohidrat yang bagus untuk penderita diabetes adalah biji-bijian utuh seperti beras merah, soba, dan gandum utuh.

Selain itu, buah, sayuran, dan kacang-kacangan seperti buncis juga harus dimasukkan. Hindari makanan-makanan rendah serat yang berpotensi menaikkan kadar gula darah seperti roti putih, nasi putih, dan sereal olahan.

Kurangi konsumsi garam

Apabila Anda ingin terapi ketoasidosis diabetik berhasil dan efektif melalui pemberian obat, Anda juga harus mengimbanginya dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak garam. Mengapa? 

Karena garam dapat memicu kenaikan darah tinggi atau hipertensi serta stroke, dan penderita diabetes sangat rentan terkena dua penyakit kronis tersebut.

Bagi diabetesi, hendaknya mengonsumsi garam sesuai dengan anjuran yang sudah ditetapkan, yaitu maksimal 6 gram atau 1 sendok teh sehari.

Jangan malas dan segan konsumsi buah

Saat sedang melakukan terapi untuk menstabilkan gula darah, Anda jangan lupakan buah sebagai salah satu menu yang harus ada bagi penderita diabetes.

Anda tidak perlu khawatir mengenai kandungan gula yang ada dalam buah karena gula yang dikandung tersebut alami yang mempunyai efek menyehatkan daripada gula buatan yang sering ada pada cokelat, biskuit, dan kue serta minuman bersoda.

Ini karena gula tersebut adalah gula buatan yang sudah banyak ditambahkan zat-zat pemanis untuk menambah cita rasa yang malah akan mempercepat kembali kenaikan gula darah.

Mengonsumsi buah-buahan juga penting bagi penderita diabetes karena adanya kandungan vitamin C yang cukup penting untuk membentuk daya kekebalan tubuh terutama di masa pandemi Covid-19. Apalagi penderita diabetes rentan terkena virus tersebut.

Itulah mengenai pencegahan yang di dalamnya termasuk terapi ketoasidosis diabetik beserta makanan-makanan yang harus dikonsumsi supaya gula darah tetap stabil. Selain pola makan, juga jangan sampai lupa berolahraga serta kurangi stres, merokok, dan minum alkohol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *