Penyebab Bayi Muntah Menyembur

Selama enam bulan pertama kehidupannya, bayi akan bergantung pada susu sebagai asupan makanan dan nutrisinya. Baik itu ASI eksklusif ataupun susu formula. Saat menyusui, ada saatnya bayi muntah menyembur hingga membuat semua susu yang diminumnya keluar. Ini adalah hal wajar karena saluran pencernaan bayi yang belum kuat sepenuhnya.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab bayi muntah setelah minum susu, yaitu:

  1. Stenosis Pilorus

Stenosis pilorus atau muntah proyektil adalah merupakan kondisi langka yang memengaruhi tiga dari 1.000 bayi, yang biasanya dimulai beberapa minggu setelah lahir. Kondisi ini terjadi karena otot bagian bawah perut menebal sehingga menghalangi aliran makanan ke usus kecil.

Gejala stenosis pilorus dimulai saat bayi memuntahkan sedikit susu yang mereka minum dan secara bertahap muntahan mereka akan semakin memburuk hingga akhirnya mereka muntah proyektil.

Bayi yang mengalaminya akan kesulitan mendapatkan nutrisi dan cairan yang cukup sehingga mereka mudah dehidrasi. Jika bayi Anda kerap muntah setiap minum susu, maka tidak ada salahnya Anda memeriksakannya ke dokter. Karena jika bayi sudah dehidrasi, itu merupakan kondisi serius karena dapat mengancam jiwa.

  1. Reflux

Refluks bukan hanya dapat terjadi pada orang dewasa tapi juga pada bayi. Ini terjadi karena katup pada bagian atas perut bayi tidak mampu menahan ASI sehingga isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Kerongkongan bayi yang pendek serta dekatnya jarak katup dan mulut bayi, membuat bayi lebih sering muntah.

Dalam kasus yang lebih parah, refluks dapat menyebabkan iritasi pada esofagus yang menyebabkan penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Hal ini menyebabkan bayi muntah menyembur.

Bayi yang mengalami GERD akan memiliki gejala seperti:

  • Muntah cairan berwarna kuning atau hijau
  • Tidak mau makan
  • Kesulitan bernapas

Namun ini adalah kondisi wajar dan dapat hilang seiring dengan menguatnya otot-otot bayi.

  1. Terlalu Banyak Minum Susu

Saat menangis, bayi tidak selalu lapar dan menginginkan susu. Bisa saja, bayi Anda ingin digendong atau bosan. Namun sayangnya banyak orang tua yang mengira tangisan bayi menandakan jika mereka lapar. Itu membuat orang tua terus memberikan susu atau ASI pada bayi. Hal inilah yang akhirnya membuat perut bayi penuh dan akhirnya bayi muntah menyembur.

Karena itu, Anda harus tau berapa banyak susu yang bayi perlukan setiap mereka minum, terutama pada bayi yang mengonsumsi susu formula.

  • 1 bulan, 350 – 600 ml atau 6 hingga 8 kali per hari.
  • 2 bulan, 750 ml atau 5 kali menyusu.
  • 3 bulan, 750 – 900 ml atau 5 kali per hari.
  • 4 hingga 6 bulan, 750 – 1000 ml atau 4 hingga 5 kali per hari.

Saat memberikan susu, Anda harus memberikan jeda setidaknya setiap 2 jam sekali.

  1. Infeksi

Karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum sempurna, maka bayi rentan mengalami infeksi. Infeksi yang disebabkan oleh virus bisa menjadi penyebab bayi Anda muntah. Selain muntah, bayi Anda juga bisa mengalami gejala seperti diare, demam dan kram perut.

  1. Alergi

Bayi juga bisa mengalami alergi makanan yang menyebabkan mereka muntah berlebihan. Selain itu, bayi juga akan mengalami gejala lain seperti kulit memerah, gatal dan bagian mata, wajah atau mulut mereka bengkak. Alergi pada bayi tidak boleh dianggap sepele, dan harus mendapatkan penanganan dokter.

Itulah beberapa penyebab bayi muntah menyembur. Jika bayi selalu muntah setelah minum susu atau disertai diare, maka Anda harus segera membawanya ke dokter sebelum mereka mengalami dehidrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *