Menjalani Prosedur Infus Whitening, Berbahaya atau Tidak?

infus whitening


Saat ini, infus whitening menjadi salah satu jenis perawatan kecantikan yang cukup populer. Perawatan ini memungkinkan Anda untuk memutihkan warna kulit, membuatnya tampak lebih cerah dari sebelumnya.

Prosedur perawatan ini dilakukan di klinik kecantikan dan termasuk sebagai perawatan kosmetik. Untuk mendapatkan perawatan ini, Anda perlu melakukan beberapa sesi infus karena hasilnya tidak bisa didapat secara instan.

Apakah infus whitening berbahaya?

Pada dasarnya, infus whitening dilakukan dengan penyuntikan beberapa zat tertentu untuk mencegah produksi melanosit, yaitu zat warna kulit. Umumnya, cairan infus ini mengandung beberapa zat utama berupa vitamin C, glutation, serta kolagen.

Zat-zat itu juga mungkin akan dicampurkan dengan kandungan lain. Bisa saja, kandungan lain itu menjadi iritan yang menyebabkan reaksi alergi pada kulit Anda. Inilah efek samping utama yang mungkin muncul setelah menjalani prosedur ini.

Untuk menghindari hal ini, akan lebih baik untuk memilih prosedur infus di klinik kecantikan yang sudah terpercaya. Pastikan juga infus di klinik tersebut sudah mendapat izin edar dari BPOM. 

Kemungkinan efek samping infus whitening

Selain itu, masih ada juga beberapa efek samping lain yang mungkin muncul. Efek samping itu antara lain berupa:

  • Dermatitis

Dermatitis adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan infeksi kulit. Infeksi ini terjadi akibat peradangan setelah terpapar oleh zat tertentu. 

Gejala dari dermatitis bisa ringan, tapi bisa juga berat. Contohnya seperti lecet, kemerahan kulit, gatal-gatal, kulit kering dan bersisik, pembengkakan, dan sensasi terbakar.

Gejala dan efek samping ini mungkin tidak akan dialami oleh semua orang yang menjalani infus whitening. Hanya saja, jika Anda kebetulan memiliki alergi terhadap zat tertentu, Anda rentan mengalaminya. 

  • Jerawat steroid

Beberapa produk infus mungkin menggunakan steroid di dalamnya. Penggunaan steroid memiliki efek samping berupa jerawat steroid.

Kondisi ini merupakan kondisi tumbuhnya jerawat di kulit seperti jerawat umum, hanya saja dipicu oleh steroid. Pertumbuhan jerawat bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Namun, umumnya mempengaruhi area dada, punggung, dan lengan.

Gejala jerawat steroid meliputi komedo hitam dan komedo putih, benjolan merah kecil, benjolan merah besar yang nyeri, dan bekas jerawat. 

  • Reaksi alergi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penggunaan infus whitening rentan menyebabkan alergi. Reaksi alergi ini mungkin akan berbeda-beda pada setiap orang.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki alergi terhadap kandungan alergen yang berbeda-beda. Bisa saja, kandungan yang dipakai pada infus adalah pemicu alergi Anda, menimbulkan reaksi alergi tertentu.

Karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan atau tes alergi terlebih dahulu sebelum menjalani prosedur ini. Tanyakan juga pada dokter kulit mengenai kandungan pada infus sebelum mulai menjalankan prosedurnya.

  • Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi adalah kondisi saat beberapa bagian kulit menggelap, misalnya berupa bintik hitam atau bercak gelap kecil di kulit. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah paparan sinar matahari berlebih dan peradangan kulit.

Pada orang yang memiliki warna kulit lebih gelap, hiperpigmentasi bisa saja menjadi efek samping dari infus whitening. Hal ini juga lebih rentan terjadi pada wanita hamil atau menyusui.

Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai berbagai efek samping yang mungkin terjadi saat melakukan prosedur infus whitening. Dokter bisa memberikan anjuran perawatan diri agar efek samping tersebut bisa dihindari sebisa mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *