Mengenal Jenis-jenis Bekuan Darah

Bekuan darah atau gumpalan darah merupakan proses penting yang membuat darah menggumpal seperti gel. Gumpalan tersebut nantinya akan terbentuk di pembuluh darah atau arteri. Ini merupakan respon tubuh terhadap cedera yang mencegah Anda kehilangan banyak darah seperti kecelakaan atau terluka. Namun jika gumpalan tersebut terbentuk di dalam salah satu pembuluh darah dan tidak larut dengan sendirinya, hal ini bisa berbahaya.

Jenis Bekuan Darah

Sistem peredaran darah manusia terdiri dari pembuluh darah vena dan arteri. Gumpalan darah bisa terbentuk di kedua pembuluh darah tersebut.

Gumpalan darah yang terbentuk di arteri disebut trombosis arteri. Gumpalan tersebut harus segera mendapatkan penanganan yang tepat. Orang yang mengalami gumpalan arteri akan merasakan gejala seperti nyeri parah atau kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Sedangkan gumpalan darah yang terjadi di vena disebut deep vein thrombosis. Gumpalan ini terbentuk di salah satu pembuluh darah vena dalam yang biasanya terjadi di kaki, lengan atau bahkan otak.

Gejala Bekuan Darah

Tanda dan gejala bekuan darah berbeda-beda tergantung dimana bekuan darah itu terbentuk, berikut penjelasannya:

1.Kaki atau Lengan

Kaki bagian bawah merupakan tempat paling umum terjadinya bekuan darah. Beberapa gejala bekuan darah pada kaki atau lengan meliputi:

  • Pembengkakan
  • Nyeri
  • Sensasi hangat
  • Kemerahan

Gejala tersebut bergantung seberapa besar gumpalan yang ada. Jika gumpalan kecil maka Anda bisa saja tidak memiliki gejala apapun atau hanya mengalami bengkak ringan yang tidak terlalu sakit. Namun jika gumpalannya cukup besar, maka bukan hanya bengkak yang akan Anda rasakan, Anda juga akan merasakan sakit yang lebih parah.

2.Jantung

Gumpalan darah atau bekuan darah yang berada di jantung menjadi salah satu penyebab utama serangan jantung. Meski jarang terjadi namun masih ada beberapa orang yang bisa mengalaminya. Gejala bekuan darah di jantung yaitu:

  • Sakit pada dada
  • Pusing
  • Sesak napas

Serangan jantung terjadi karena bekuan darah menyumbat arteri koroner sehingga membuat jantung kekurangan oksigen.

3.Perut

Gumpalan darah juga bisa terjadi di pembuluh darah yang mengalirkan darah dari usus. Hal ini bisa disebabkan oleh kehamilan, penyakit pada hati, kanker, penggunaan pil kb atau divertikulitis (peradangan pada divertikula). Orang yang mengalami gumpalan darah di perut akan merasakan gejala seperti:

  • Sakit perut yang parah
  • Diare
  • Mual
  • Muntah

Namun gejala tersebut bisa mengindikasikan Anda terkena virus atau keracunan makanan. Untuk itu, penting untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

4.Otak

Bekuan darah juga bisa terjadi di otak yang merupakan penyebab utama stroke. Ini disebabkan bekuan darah yang menghalangi darah dan oksigen mencapai otak. Jika otak tidak menerima oksigen yang cukup maka, sel-sel otak akan mengalami kematian.

Gejala bekuan darah di otak antara lain:

  • Sakit kepala parah
  • Kesulitan bicara
  • Mengalami masalah penglihatan
  • Mati rasa pada lengan atau kaki
  • Kelemahan pada wajah

Gejala tersebut terjadi pada sisi tubuh yang berlawanan dari lokasi bekuan darah. Gumpalan darah juga bisa menyebabkan emboli karena terpotongnya suplai darah ke otak, hal ini harus segera mendapatkan penanganan medis.

5.Paru-paru

Gumpalan darah juga bisa terjadi di paru-paru sehingga menyebabkan emboli paru. Ini bisa merusak paru-paru karena terbatasnya aliran darah dan adanya penurunan kadar oksigen dalam darah sehingga harus mendapatkan perawatan. Gejala gumpalan darah di paru yaitu:

  • Sesak napas tiba-tiba
  • Sakit pada dada
  • Detak jantung cepat
  • Batuk darah

Bekuan darah sulit dideteksi sekalipun Anda memiliki gejala. Namun jika Anda merasakan tekanan di dada, sesak napas yang datang secara tiba-tiba atau mengalami kesulitan bernapas, melihat atau berbicara, Anda harus segera mendapatkan penanganan medis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *