Mengenal Gejala dan Penyebab Benda Asing dalam Rektum

Benda asing dalam rektum merupakan istilah yang menunjukkan adanya benda yang tidak semestinya berada di rektum. Letak rektum berada sebelum anus, yaitu lubang keluarnya feses dari dalam tubuh. Umumnya, benda asing dalam rektum dapat berupa makanan yang belum dicerna dengan baik atau benda yang masuk melalui lubang anus. 

Itu artinya, keberadaan benda asing dalam rektum bisa terjadi karena sengaja dimasukkan atau tertelan. Untuk mencegah adanya komplikasi yang serius, maka benda asing dalam rektum harus dikeluarkan. Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pencitraan seperti CT scan dan X-ray. 

Gejala dan Tanda Benda Asing dalam Rektum

Tidak ada tanda khusus apabila benda asing berada di rektum. Apalagi jika gangguan ini dialami oleh anak-anak maupun penderita gangguan jiwa, situasi ini akan sulit dideteksi. Namun, sebagian besar pasien yang mengalami benda asing dalam rektum akan menyadarinya dan meminta untuk dikeluarkan karena menimbulkan ketidaknyamanan.

Pada umumnya gejala yang muncul adalah rasa tidak nyaman dan nyeri di bagian anus.  Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, maka berisiko menyebabkan infeksi dan keluhan di bawah ini mungkin terjadi, misalnya:

  • Sakit perut
  • Demam
  • Susah buang air besar
  • Keluar darah saat BAB

Penyebab dan Faktor Risiko Benda Asing dalam Rektum 

Hal-hal berikut dapat menjadi pemicu timbulnya  benda asing dalam rektum:

  • Benda dan makanan yang tidak dapat dicerna dengan baik

Makanan yang berhasil dicerna tubuh sisanya akan keluar berupa tinja dengan tekstur lembek. Namun, ada juga benda yang tidak dapat dicerna dengan baik, sehingga mengalami risiko adanya benda asing di dalam rektum. Contoh benda yang sulit dicerna dan harus segera ditangani apabila masuk ke dalam rektum adalah koin, cincin, hingga tusuk gigi. 

  • Masuknya Benda Melalui Dubur

Ada beberapa kasus yang memungkinkan benda masuk ke dalam dubur. Misalnya, penggunaan sex toy seperti vibrator, maupun termometer khusus anus yang tidak sengaja pecah dan sulit dikeluarkan. 

Faktor risiko lebih tinggi dialami  oleh pasien dengan kondisi khusus, misalnya:

  • Anak-anak
  • Orang dengan gangguan jiwa
  • Korban kekerasan
  • Pernah mengalami cedera akibat tindakan medis, contohnya ujung selang enema yang patah.
  • Penggunaan benda saat aktivitas seksual

Diagnosis Benda Asing dalam Rektum

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami gangguan tersebut atau tidak perlu dilakukan beberapa prosedur khusus. Berikut langkah-langkahnya:

  • Tanya Jawab

Akuratnya diagnosis ditentukan oleh tanya jawab antara dokter dengan pasien. Itulah sebabnya, pasien diminta menjawab dengan jujur terkait kondisinya. Bila pasien adalah orang dengan gangguan jiwa dan anak-anak, maka membutuhkan dampingan dan bantuan dari keluarga maupun orang terdekat. Sehingga penjelasan dapat disampaikan dengan baik. 

  • Pemeriksaan Perut

Dokter akan memeriksa dan menekan area perut untuk memastikan ada tidaknya rasa nyeri. Apabila di bagian area tertentu sakit saat ditekan, maka dibutuhkan pemeriksaan lanjut. 

  • Pemeriksaan Dubur

Selain bagian perut, area dubur tidak kalah penting untuk diperiksa. Dokter akan mengamati ada tidaknya luka, kemudian menggunakan jari untuk mengecek kondisi rektum. Cara ini disebut dengan prosedur pemeriksaan colok dubur. 

  • Protoscope examination dan Rontgen

Protoscope examination adalah pemeriksaan menggunakan pipa kecil yang dilengkapi dngan kamera. Alat tersebut dimasukkan ke dalam anus pasien, guna memeriksa ada tidaknya benda asing dalam rektum. Selain itu, rontgen juga menjadi salah satu prosedur pemeriksaan yang bisa digunakan. Pasien diminta untuk berbaring dan diperiksa menggunakan alat rontgen. 

Itulah gejala, penyebab, dan cara diagnosis benda asing dalam rektum. Apabila mengalami ketidaknyamanan seperti gejala di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *