Ketahui Penjelasan Mengenai Jenis Tes COVID-19 PCR

Saat ini ada beberapa jenis tes COVID-19 yang dilakukan untuk mendeteksi adanya virus COVID-19 di tubuh. Jenis tes COVID-19 yang tersedia dapat menguji adanya infeksi saat ini atau infeksi yang sudah terjadi di masa lalu. Jenis tes COVID-19 yang dilakukan meliputi:

Tes Covid-19 dengan air liur sudah menerima izin edar dari Kemenkes RI
  • Tes viral: jenis tes COVID-19 ini akan memberitahu Anda apakah saat ini Anda sedang memiliki atau mengalami infeksi COVID-19. Dua jenis tes COVID-19 yang dapat digunakan yaitu tes amplifikasi asam nukleat (NAATs) dan tes antigen.
  • Tes antibodi: tes antibodi kerap disebut sebagai tes serologi, akan memberitahu Anda apakah Anda sempat memiliki infeksi sebelum tes. Tes antibodi tidak boleh digunakan untuk mendiagnosis apakah Anda saat ini Anda mengalami infeksi.

Orang yang Harus Mendapatkan Tes 

Beberapa orang memerlukan untuk mendapatkan jenis tes COVID-19 yang dapat mendeteksi adanya infeksi saat ini, seperti:

1. Orang yang memiliki gejala COVID-19

2. Orang yang melakukan kontak dekat selama 15 menit atau lebih selama periode 24 jam dengan seseorang yang telah terkonfirmasi COVID-19

3. Seseorang yang tidak divaksinasi, dan ikut dalam kegiatan yang menempatkan mereka pada risiko tinggi terkena COVID-19, karena tidak dapat menjaga jarak yang diperlukan untuk menghindari paparan COVID-19, seperti saat bepergian, menghadiri pertemuan sosial atau massal yang besar, atau berada di lingkungan dalam ruangan yang terdapat banyak orang atau yang memiliki ventilasi yang buruk.

4. Seseorang yang diminta atau dirujuk untuk mendapatkan tes oleh penyedia layanan kesehatan mereka atau dokter.

Salah satu tes yang dapat mendeteksi adanya infeksi saat ini adalah tes PCR. Tes PCR usap hidung saat ini menjadi jenis tes COVID-19 yang paling akurat dan diandalkan untuk mendiagnosis COVID-19. Hasil tes PCR yang positif, itu artinya Anda kemungkinan memiliki COVID-19. Sedangkan jika hasil tes PCR menunjukkan hasil yang negatif, itu berarti Anda mungkin tidak memiliki COVID-19 pada saat tes. Lakukan tes jika Anda memiliki gejala COVID-19 atau terpapar seseorang yang telah terkonfirmasi positif COVID-19.

Pengertian Tes PCR

PCR artinya reaksi berantai polimerase. Tes PCR dilakukan untuk mendeteksi adanya materi gentik dari organisme tertentu, seperti virus. Tes PCR berfungsi untuk mendeteksi adanya keberadaan virus, jika Anda memiliki virus tertentu pada saat tes. Tes PCR juga mampu untuk mendeteksi fragmen virus bahkan setelah Anda tidak lagi terinfeksi virus tersebut.

Tes reaksi berantai polimerase (PCR) untuk mendeteksi COVID-19 adalah tes molekuler yang dapat menganalisis spesimen pernapasan atas, mencari materi genetik yaitu asam ribonukleat atau RNA dari SARS-CoV-2, yang merupakan virus penyebab COVID-19. Para peneliti menggunakan teknologi PCR untuk memperkuat sejumlah kecil RNA dari spesimen untuk menjadi asam deoksiribonukleat (DNA), yang direplikasi hingga SARS-CoV-2 terdeteksi jika ada. Tes PCR kini menjadi sebuah tes andalan yang dilakukan untuk mendiagnosis adanya COVID-19.

Prosedur Tes PCR COVID-19

Berikut tiga langkah dalam prosedur menggunakan tes PCR COVID-19:

1. Pengumpulan Sampel

Penyedia layanan kesehatan atau petugas medis akan menggunakan swab untuk mengumpulkan sampel yang ditemukan di hidung Anda. Sebuah tongkat panjang dan fleksibel akan diusapkan dengan lembut ke hidung. Setelah dikumpulkan, ampel akan disegel ke dalam tabung, lalu dikirim ke laboratorium.

2. Ekstraksi

Ketika seorang petugas laboratorium menerima sampel, mereka akan mengisolasi atau mengekstrak materi genetik dari sisa materi yang terdapat pada sampel.

3. PCR

Metode PCR ini menggunakan suatu bahan kimia dan enzim tertentu serta mesin PCR yang disebut thermal cycler. Setiap siklus pemanasan dan pendinginan akan meningkatkan jumlah materi genetik yang ditargetkan dalam tabung reaksi.

Jika sudah terjadi banyak siklus, jutaan salinan sebagian kecil materi genetik virus SARS-CoV-2 akan hadir di dalam tabung reaksi. Kemudian, salah satu bahan kimia dalam tabung akan menghasilkan reaksi seperti lampu neon jika ada SARS-CoV-2 dalam sampel. Setelah cukup diperkuat, mesin PCR dapat mendeteksi sinyal ini. Para petugas medis kemudian akan menggunakan perangkat lunak khusus untuk menerjemahkan sinyal tersebut sebagai hasil tes positif.

Pada jenis tes COVID-19 PCR, hasil tes positif menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki infeksi SARS-CoV-2, meski tanpa gejala. Sedangkan hasil tes negatif berarti mungkin orang tersebut tidak mengalami infeksi SARS-CoV-2 pada saat spesimen dikumpulkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *