Kandungan yang Ada Saat Proses Pembentukan Urine

Kandungan yang Ada Saat Proses Pembentukan Urine

Urine merupakan sisa metabolisme yang telah melalui rangkaian proses di dalam tubuh. Proses pembentukan urine sendiri setidaknya ada tiga tahapan. Tahap kesatu adalah filtrasi. Tahap kedua, penyaringan kembali. Sementara untuk tahap ketiga sekresi. Dalam proses itu, tentu ada banyak kandungan yang termuat di dalam urine. 

Sebagai informasi awal, kandungan yang ada dari proses pembentukan urine ini didominasi oleh air yang persentasenya mencapai 95%. Sementara untuk sisanya atau 5%, oleh berbagai sumber dikatakan sebagai limbah atau zat yang sudah tidak terpakai oleh tubuh. Untuk diketahui, zat yang tak terpakai memang perlu dikeluarkan dari dalam tubuh agar tidak meracuni diri kita. 

Selain air, di dalam urine juga ada beberapa kandungan lainnya. Adapun kandungan yang dimaksud adalah garam. Selain itu, hasil dari proses pembentukan urine juga terdapat amonia. Untuk diketahui, amonia adalah suatu senyawa yang memiliki sifat basa. Merujuk dari berbagai sumber, dikatakan senyawa tersebut apabila terkena sinar akan menimbulkan bau. 

Tak hanya garam dan amonia, di dalam urine juga ada kandungan yang bernama urea. Dirangkum dari berbagai sumber, dijelaskan bahwa urea merupakan zat yang tak terpakai atau produk limbah saat protein sudah dipecah. 

Lebih lanjut, jika pembaca buang air kecil lalu air seni berwarna agak kuning, maka itu merupakan kandungan lain dari proses pembentukan urine. Adapun kandungan yang dimaksud tersebut dinamakan urokrom. Nah, urokrom sendiri sebetulnya adalah darah berpigmen yang kemudian membuat warna urine menjadi agak kuning. 

Sementara itu, kandungan lain dari proses pembentukan urine adalah empedu dari hati dan kreatinin. Sebagai informasi, kreatinin adalah limbah nan terbentuk karena adanya pemecahan otot. 

Dari keterangan di atas, kita sudah ketahui apa saja kandungan yang ada di dalam proses pembentukan urine. Meskipun demikian, sebetulnya kandungan tersebut berkesinambungan dengan pola hidup kita. Jika gaya hidup kita tidak sehat, maka bukan tidak mungkin berpengaruh pada kandungan yang ada di dalam urine. Sebagaimana kita ketahui, melalui urine kita pun bisa mengetahui bagaimana kondisi tubuh. 

Misalnya ketika warna urine kuning pekat. Apabila itu yang terjadi, maka kita tahu kalau diri kita sebetulnya sedang mengalami dehidrasi. Contoh lainnya adalah kalau warna urine coklat gelap. Jika itu yang terjadi, maka menandakan tubuh sedang mengalami dehidrasi berat. 

Oleh sebab itu, agar proses pembentukan urine dapat berjalan dengan baik, maka kita perlu memperhatikan beberapa hal. Adapun yang wajib kita perhatikan ialah asupan air ke dalam tubuh. Sebagaimana sudah diketahui, tubuh manusia paling tidak membutuhkan delapan gelas air mineral setiap hari. Jika kurang dari delapan gelas, maka risiko yang bisa kita alami adalah mengalami dehidrasi. 

Selain menjaga asupan akan kebutuhan air, proses pembentukan urine juga dipengaruhi oleh pola makan. Menjaga asupan makanan yang kaya protein sangat perlu dilakukan. Di samping itu, mengurai makanan yang mengandung lemak juga perlu diterapkan. 

Dari penjelasan tambahan di atas, kita pun tahu bahwa kandungan dalam proses pembentukan urine memiliki kemungkinan dapat dipengaruhi juga oleh gaya hidup kita sendiri. Akan tetapi, untuk memastikan apakah benar atau tidak, pembaca perlu membaca lagi referensi lain. Menambah daftar referensi sangat disarankan karena bisa saja dalam artikel ini ada bagian yang terlewatkan. 

Pada akhirnya, itulah yang bisa disampaikan mengenai kandungan dari proses pembentukan urine. Besar harapan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *