Kandungan Pelembap untuk Kulit Kering yang Baik

Setiap orang memiliki jenis kulit berbeda dan setiap jenis kulit memiliki kebutuhan dan masalah yang berbeda. Penting untuk mengetahui mana yang cocok untuk merawat dan menutrisi kulit. Seperti pada kulit kering yang butuh dilembabkan. 

Pelembap untuk kulit kering memiliki formulasinya tersendiri untuk merawat dan membuatnya menjadi lebih sehat. Berikut ada beberapa kandungan dalam pelembab yang dapat dipilih untuk merawat kulit kering. 

Apa yang Harus Dicari dalam Pelembab untuk Kulit Kering?

Pelembab merupakan produk yang harus digunakan untuk jenis kulit apapun. Jika Anda memiliki kulit yang gatal atau kering , Anda bisa mengunci kelembapan dengan pelembab bertekstur salep kental, losion, krim, dan serum.

Beberapa ahli menyarankan untuk mencari pelembab untuk kulit kering yang memiliki:

  • Hyaluronic acid

Humektan trendi ini diperkirakan dapat menahan hingga 1.000 kali beratnya sendiri di dalam air. Ini merupakan zat bening dan lengket yang diproduksi secara alami oleh tubuh, yang sebagian besar ditemukan di kulit, jaringan ikat, dan mata Anda. Fungsi utama asam ini adalah menahan air untuk menjaga jaringan Anda terlumasi dengan baik dan lembab.

  • Gliserin

Gliserin adalah humektan yang menarik air ke dirinya sendiri. Jika digunakan pada kulit, mereka akan membantu menarik air ke kulit. Gliserin merupakan senyawa alami yang berasal dari minyak nabati atau lemak hewani, berbentuk cairan bening, tidak berwarna, tidak berbau dan manis dengan rasa manis.

  • Ceramide

Ceramides adalah lipid atau asam lemak yang secara alami ditemukan di sel-sel kulit. Kandungan ini membantu menciptakan penghalang untuk mencegah permeabilitas, di mana mengunci kelembapan ke dalam kulit, sehingga membantu mencegah kekeringan dan iritasi. Ini mungkin juga membantu melindungi epidermis dari kerusakan lingkungan.

  • SPF

SPF (sun protection factor) membantu memblokir kulit Anda dari radiasi matahari.

  • “noncomedogenic” yang tertera pada label

Noncomedogenic artinya tidak akan menyumbat pori-pori. 

Bahan lain yang perlu dipertimbangkan dalam pelembab meliputi:

Oklusif: zat berminyak yang menghalangi penguapan air, seperti petrolatum, setil alkohol, anolin, lesitin, minyak mineral, parafin, dan asam stearat

Vitamin: membantu mengurangi garis-garis halus dan kerutan serta merangsang produksi kolagen, seperti vitamin C dan E.

Urea: merupakan keratolitik yang meningkatkan kelembapan di kulit dengan melembutkan/melarutkan zat keratin yang menyatukan lapisan atas sel-sel kulit, merontokkan sel-sel kulit mati, sehingga kulit menampung air lebih banyak.

Antioksidan: antioksidan dapat membantu menjaga semua jenis kulit tampak segar dan sehat dan membantu menetralkan radikal bebas – molekul yang memecah sel-sel kulit.

Apa yang Harus Dihindari Saat Memilih Pelembab?

Selain bahan-bahan yang harus tercantum saat memilih pelembab, ada pula bahan yang perlu dihindari. Beberapa bahan yang perlu dihindari saat memilih pelembab untuk kulit kering, antara lain:

  • Pewarna dan parfum

Sebagian besar ahli menyarankan untuk menghindari bahan yang tidak perlu dan berpotensi menyebabkan iritasi, seperti pewarna dan parfum. Anda bisa mencari pelembab yang tidak mengandung bahan-bahan ini. Agen bacterial yang terlalu banyak juga dapat menghilangkan minyak esensial kulit. 

  • Bahan yang ramah tubuh

Kulit tubuh dan kulit wajah berbeda. Jika Anda menginginkan pelembab untuk tubuh mungkin label bahan ramah tubuh bisa bekerja. Tapi, hindari jika itu untuk wajah. Bahan-bahan seperti lanolin, minyak mineral, lilin, atau shea butter bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat di wajah.

  • Terlalu banyak asam

Terlalu banyak asam, seperti asam alfa-hidroksi (AHA), asam glikolat, asam retinoat, dan asam salisilat tidak baik untuk pemilik kulit kering atau sensitif, karena dapat menembus kulit terlalu dalam dan mengganggu kulit halus. Serta jauhi produk dengan alkohol.

Kulit kering memiliki kebutuhan dan masalah yang berbeda dengan kulit berminyak atau kulit lainnya. Begitu juga saat memilih pelembab, ada beberapa kandungan yang disarankan untuk dipertimbangkan dan ada juga yang perlu dihindari. 

Agar lebih jelas, mana kandungan yang cocok dan tidak untuk Anda, Anda bisa berkonsultasi dan periksa terlebih dahulu ke dokter kulit. Mereka akan memberikan daftar bahan dan rekomendasinya yang cocok untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *