Jenis-Jenis Mata Juling yang Bisa Diderita Seseorang

jenis mata juling yang perlu diwaspadai

Mungkin di sekitar kita ada orang-orang yang memiliki mata sedikit berbeda dengan yang lain. Di mana seharusnya dua bola mata berada di posisi yang sejajar, tetapi ini tidak. Kondisi ini kita kenal dengan istilah mata juling.

Dalam bahasa medis, mata juling disebut strabismus. Banyak faktor yang membuat salah satu atau kedua mata tidak berada di posisi yang seharusnya. Namun, yang pasti mata juling terjadi ketika otot yang mengatur pergerakan mata tidak berfungsi dengan baik.

Sampai sekarang, mata juling dibedakan ke dalam beberapa jenis. Pembedaan ini dilakukan melalui gejala atau posisi dari mata itu sendiri. Penjelasan lebih lengkap mengenai macam-macam jenis mata juling ada di bawah ini:

  • Esotropia

Esotropia adalah salah satu jenis strabismus (mata juling) yang ditandai dengan kondisi satu atau kedua mata berbelok ke dalam. Esotropia memiliki beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan usia mulainya kondisi, frekuensi, dan apakah bisa diobati dengan kacamata. 

Berdasarkan mulainya kondisi, mata juling jenis esotropia ini bisa terjadi karena bawaan lahir atau infantil dan acquired yang terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti diabetes, atau masalah mata seperti penglihatan ganda dan rabun jauh yang tidak diobati.

  • Eksotropia

Jenis ini adalah kebalikan dari esotropia. Artinya, mata juling jenis ini ditandai ketika satu atau kedua mata penderita berbelok atau menyimpang keluar. Eksotropia (juga dikenal sebagai wall-eye atau diverent strabismus) dapat muncul pada usia berapa pun, biasanya muncul antara usia satu dan empat tahun.

Sama seperti esotropia, mata juling ini bisa didapat penderita sejak lahir atau karena dipicu oleh berbagai hal yang memungkinkan, seperti kondisi medis atau kondisi dari struktur mata itu sendiri.

  • Hipertropi

Hipertropia adalah bentuk strabismus atau mata juling di mana satu mata mengarah ke atas, membuatnya tidak sejajar dengan mata yang lain. Hipertropia mungkin konstan, dengan mata berputar sepanjang waktu, atau bisa intermiten, dengan mata hanya memutar sebagian waktu. Hipertropi intermittent dapat terjadi selama masa stres atau kelelahan.

Penyebab mata juling jenis ini berbeda bagi tiap penderita anak-anak dan dewasa. Pada usia anak-anak, penyebab utamanya adalah masalah atau gangguan yang terjadi di mata itu sendiri, seperti sindrom coklat, sindrom duane, atau mungkin trauma. Tak menutup kemungkinan mata juling yang diderita anak-anak ini disebabkan oleh kelumpuhan saraf.

Sementara pada orang dewasa, mata juling jenis ini bisa terjadi lantaran beberapa kondisi medis, mulai dari stroke, graves, hingga gangguan neurologis.

  • Hipotropia

Jenis mata juling ini merupakan lawan dari hipertropi di mana salah satu atau kedua mata terlalu rendah sehingga terlihat merosot ke bawah. Kondisi ini mungkin konstan atau bisa juga hanya muncul pada waktu-waktu tertentu.

Ketika tidak diobati, hipotropia mungkin dapat menyebabkan kerusakan pada penglihatan seseorang. Pasalnya, saat satu mata tidak sejajar, dalam kasus ini mata juling hipotropia, mata akan mengalami perbedaan perkembangan. Nantinya, mata yang kuat akan mengambil alih untuk mata yang lebih lemah.

Kondisi itu pada akhirnya akan menyebabkan amblyopia atau satu mata memiliki penglihatan yang lebih buruk daripada yang lain. Orang dengan ambliopia juga berisiko kehilangan penglihatan pada mata yang sehat.

***

Itulah empat jenis mata juling yang dibedakan berdasarkan letak atau arah mata itu bergeser. Kondisi ini bisa diatasi dengan berbagai jalan atau upaya oleh tim medis. Namun, semuanya harus dilakukan sesegera mungkin sebelum situasinya semakin buruk dan telah merusak sistem penglihatan penderitanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *