Mengenal Hiperosmia: Kondisi Indra Penciuman Sangat Tajam

Mengenal Hiperosmia: Kondisi Indra Penciuman Sangat Tajam

Mempunyai indra penciuman yang bagus dan tajam tentunya diharapkan semua orang supaya dapat dengan mudah mengidentifikasi bau-bau atau aroma yang di sekitar seperti bau masakan, wangi bunga atau malah bau busuk.

Itu berarti Anda tidak mengalami masalah sama sekali pada organ penciuman Anda seperti polip dan sinus atau Anosmia dan Parosmia yang mengarah pada Covid-19.

Namun bagaimana jika ternyata penciuman yang dimiliki tersebut sangat tajam dan melampaui batas normal?

Kondisi inilah yang disebut dengan hiperosmia, dan ini memungkinkan orang yang memilikinya menjadi super atau hipersensitif terhadap bau-bau di sekitarnya.

Dalam beberapa hal kondisi ini bisa sangat menjengkelkan karena kondisi ini bisa membuat orang yang memilikinya mencium bau-bau yang tidak sedap dan menyengat.

Gejalanya

Orang yang memiliki hiperosmia biasanya mengalami ketidaknyamanan yang luar biasa terhadap bau-bau di sekitar.

Bukan hanya bau busuk dan menyengat, bau-bau lain yang berasal dari parfum atau pembersih pakaian bisa dianggap mengganggu.

Bau-bau yang mengandung zat kimia itu tentunya dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada pengidapnya

Penyebab

Penyebab kondisi penciuman hipersensitif ini disebabkan oleh berbagai faktor dan bergantung pada kondisi penderitanya. Beberapa kondisi terkait dapat menyebabkan perubahan penciuman dan sebaliknya.

Berikut penyebabnya:

Kehamilan

Penyebab pertama hiperosmia adalah kehamilan, yang biasanya ditandai dengan peningkatan indra penciuman.

Hal ini dapat memicu sakit kepala, mual, dan muntah selama trimester pertama. Hal ini juga berkaitan dengan hiperemesis gravidarum, yaitu bentuk mual di pagi hari yang bisa menyebabkan rawat inap.

Migrain

Penyebab kedua  adalah migrain. Hal ini dapat meningkatkan sensitivitas terhadap bau dan malah dapat memicu migrain.

Penyakit Lyme

Penyakit Lyme adalah penyakit lain yang berhubungan dengan hiperosmia.  Dalam sebuah penelitian, 50% pasien penyakit Lyme mengalami peningkatan penciuman.  Jika Anda berpikir mungkin telah terkena penyakit Lyme, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Penyakit autoimun

Salah satunya terkait dengan penyakit Addison yang oleh para peneliti dihubungkan dengan gejala insufisiensi adrenal, dan merupakan awal dari salah satu penyakit autoimun ini.

Kondisi neurologis

Beberapa kondisi neurologis juga telah dikaitkan dengan hiperosmia, termasuk multiple sclerosis (MS), Parkinson, Alzheimer, dan epilepsi.  

Multiple sclerosis diketahui mempengaruhi indra seperti rasa dan bau. Kehilangan penciuman paling sering terjadi pada kondisi ini. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, pertumbuhan neoplastik seperti polip atau tumor dapat terjadi secara dari dalam dan dan luar, dan  hal ini dapat mempengaruhi saraf penciuman.

Kemungkinan penyebab hiperosmia lainnya meliputi:

  •  alergi
  •  meningitis steril
  •  diabetes
  •  sindrom Cushing
  •  kekurangan vitamin B-12
  •  kekurangan nutrisi
  •  obat dengan resep tertentu
  •  kemungkinan kondisi genetik

Diagnosis

Diagnosis terhadap hiperosmia bisa dilakukan dengan endoskopi hidung yang merupakan tes paling akurat.

Prosedurnya adalah dokter akan menempatkan kamera ke ujung teleskop kecil yang kaku atau fleksibel selanjutnya dokter akan menaruh benda lembut di hidung Anda yang kemudian ditransmisikan ke layar televisi.

Kemudian dokter akan meminta Anda untuk melihat-lihat  apakah ada masalah pada hidung  yang mempengaruhi kemampuan penciuman Anda terutama di rongga hidung.

Apabila hidung bersih, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes garuk dan hirup bau dari sesuatu yang digaruk tersebut.

Perawatan dan Pengobatan

Apabila memang Anda mengalami hiperosmia, Dokter akan menyarankan Anda untuk segera ke spesialis THT yang dapat mengungkapkan penyebab hiperosmia yang kemungkinan diakibatkan oleh polip, sinus, tumor, dan infeksi melalui pemindaian CT atau MRI.

Apabila memang hiperosmia disebabkan oleh migrain dan autoimun, Anda harus segera ke dokter yang berhubungan dengan penyebab-penyebab tersebut.

Mengingat penyebab hiperosmia bervariasi sehingga tidak diketahui perawatan yang tepat, ada beberapa pengobatan yang dianjurkan untuk bisa membantu, yaitu:

  • Sabun atau semprotan saline untuk menjaga hidung tetap sehat dan lembab.
  • Obat-obatan untuk membantu mengatasi mual atau muntah yang disebabkan oleh kepekaan ekstrem terhadap bau.
  • Masker untuk menghalangi  bau yang kuat.
  • Permen karet atau permen untuk menyamarkan bau yang tidak sedap.

Demikian mengenai hiperosmia yang merupakan kondisi indra penciuman yang sangat tajam dan ternyata malah membuat tidak nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *