Ejakulasi di Luar untuk Mencegah Kehamilan

Ejakulasi di Luar untuk Mencegah Kehamilan

Bisakah Anda hamil meskipun melakukan ejakulasi di luar? Sayangnya, risiko Anda mengalami kehamilan masih mungkin terjadi, meskipun Anda melakukan ejakulasi di luar. Lalu, bagaimana metode terbaik untuk mencegah kehamilan selain ejakulasi di luar? Simak penjelasannya berikut ini. 

Apa Itu Metode Ejakulasi di Luar?

Ejakulasi di luar adalah salah satu metode yang dilakukan untuk mencegah kehamilan. Metode ini dilakukan saat melakukan hubungan seksual. Pasangan laki-laki akan mengeluarkan penis mereka dari vagina sebelum ejakulasi terjadi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kehamilan agar cairan sperma tidak masuk ke vagina dan mencapai sel telur. 

Mengapa Metode Ejakulasi Di Luar Kurang Efektif?

Menurut Planned Parenthood, metode ejakulasi di luar dinilai kurang efektif dibandingkan metode lainnya. Selain itu, menurut Office on Women’s Health (OWH) melakukan metode ejakulasi di luar masih berisiko terjadi kehamilan sebesar 22%. Tidak hanya itu, WHO juga memperkirakan bahwa sekitar 4% orang yang menggunakan metode ejakulasi di luar berisiko lebih besar untuk hamil, dibandingkan dengan menggunakan kondom. 

Hal yang membuat metode ini kurang efektif adalah karena pasangan pria harus tahu persis kapan mereka akan ejakulasi. Selain itu, metode ejakulasi di luar juga dapat mengurangi kenikmatan hubungan intim dan mempersulit pasangan untuk mencapai klimaks. Hal ini berarti bahwa beberapa orang mungkin enggan untuk menarik penis sebelum ejakulasi atau merasa tergoda untuk melepas saat waktu ejakulasi dekat. Padahal saat pasangan pria telat menarik penis, maka sel sperma tetap dapat masuk ke rahim meskipun hanya sedikit. 

Tidak hanya itu, semua pasangan seksual harus memastikan bahwa tidak ada air mani yang bersentuhan dengan vagina atau vulva. Ini juga termasuk saat membersihkan kelamin dan tangan setelah ejakulasi dan sebelum melakukan aktivitas seksual lebih lanjut.

Faktor Lain yang Meningkatkan Risiko Kehamilan

Risiko terjadinya kehamilan saat berhubungan seksual tergantung pada beberapa faktor lainnya. Menurut sebuah artikel di Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, melakukan hubungan seks dengan frekuensi tinggi akan berisiko meningkatkan terjadinya kehamilan, baik itu pada orang yang menggunakan alat kontrasepsi maupun yang tidak. 

Selain itu, risiko kehamilan juga sangat bergantung pada kesuburan wanita. Perlu Anda ketahui bahwa kesuburan wanita dapat berubah sepanjang siklus menstruasi dan kemungkinan besar akan hamil di sekitar masa ovulasi atau yang dikenal dengan masa subur. Dengan demikian, akan akan lebih baik jika Anda menggunakan alat kontrasepsi seperti pil, kondom, dan mengurangi frekuensi seks. 

Sementara itu, melakukan metode ejakulasi di luar kurang direkomendasikan. Hal ini karena selain meningkatkan risiko kehamilan, metode ini tidak dapat mencegah infeksi menular seksual (IMS). 

Apa Metode yang Terbaik? 

Tidak ada metode pencegahan kehamilan yang terbaik. Hal ini karena bergantung pada banyak faktor dan dapat berubah seiring waktu. Namun, setidaknya menggunakan pengaman seperti kondom adalah cara yang baik untuk melindungi diri Anda dari IMS. Akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memilih metode yang tepat. Diskusikan juga mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan risiko kehamilan, seperti:

  • Apakah Anda ingin segera hamil, dalam beberapa tahun, atau tidak sama sekali
  • Kemungkinan efek samping yang akan ditimbulkan dari masing-masing metode pencegahan kehamilan
  • Jelaskan mengenai frekuensi berhubungan seks
  • Jumlah pasangan seks yang Anda miliki
  • Kesehatan Anda secara keseluruhan 
  • Seberapa nyaman Anda menggunakan metode pencegahan kehamilan tersebut
  • Pelajari tentang jenis-jenis alat kontrasepsi yang dapat gunakan untuk mencegah kehamilan.

Ingat bahwa metode pencegahan paling efektif pun bisa gagal. Tetapi peluang Anda untuk hamil lebih rendah jika Anda menggunakan metode yang lebih efektif. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dan mendiskusikan apakah ejakulasi di luar dapat menjadi alternatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *